Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sinergitas Kecakapan Linguistik dan Efektivitas Tata Kelola Birokrasi Lokal: Studi Kualitatif Layanan Berbasis Elektronik di Kelurahan Pinang Jaya Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung Eka Ubaya Taruna Rauf; Neni Iryani; Hinfa Mosshananza
JURIST: Jurnal Ilmu Hukum dan Ilmu Politik Vol. 3 No. 3 (2026): JURIST: Jurnal Ilmu Hukum dan Ilmu Politik
Publisher : PT. Inovasi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67980/zkpa5679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah sinergitas antara kecakapan linguistik aparatur dengan tingkat efektivitas sistem tata kelola birokrasi pada pelayanan publik berbasis elektronik (digital governance) di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Pemutakhiran sistem pelayanan di tingkat kelurahan kerap kali terbentur kendala struktural yang bukan dipicu oleh kesiapan teknologi, melainkan akibat kerancuan instruksi, dominasi istilah birokrasi yang kaku (microcopy), serta pemilihan kosakata pada platform digital yang membingungkan masyarakat lokal. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Penghimpunan data dilakukan melalui wawancara mendalam bersama pamong kelurahan dan warga setempat, pengamatan lapangan secara partisipatif, serta pembedahan dokumen pada media pelayanan virtual (seperti formulir daring dan aplikasi pesan instan WhatsApp). Hasil analisis kualitatif membuktikan bahwa formulasi tata bahasa yang buruk pada aplikasi digital memangkas efisiensi administrasi hingga 35% dan memicu tumpukan verifikasi manual. Rekonstruksi teks administrasi menjadi lebih ringkas, inklusif, dan humanis melalui pendekatan kebahasaan terbukti mampu mereduksi kesalahpahaman prosedur sebesar 60% serta mempercepat durasi penyelesaian berkas dari 3 hari menjadi hanya 1 hari kerja. Integrasi kompetensi kebahasaan menjadi determinan krusial dalam menyokong optimalisasi tata kelola pemerintahan yang cerdas (smart governance) pada unit administrasi terkecil.
Strategi Dinas Sosial Dalam Pemberian Layanan Bagi Anak Putus Sekolah Melalui Program Pengembangan Keterampilan di Kota Bandar Lampung Eka Ubaya Taruna Rauf; Malik Malik; Hinfa Mosshananza
JURIST: Jurnal Ilmu Hukum dan Ilmu Politik Vol. 3 No. 3 (2026): JURIST: Jurnal Ilmu Hukum dan Ilmu Politik
Publisher : PT. Inovasi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67980/b6xm0807

Abstract

Penelitian terhadap strategi yang diterapkan oleh Dinas Sosial dalam mengelola serta menyediakan layanan bagi anak putus sekolah melalui program pengembangan keterampilan menjadi hal yang penting, guna meningkatkan efektivitas serta memperluas jangkauan program di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Sosial Kota Bandar Lampung dalam memberikan layanan kepada anak putus sekolah melalui program pengembangan keterampilan, serta mengidentifikasi bentuk layanan yang disediakan dalam program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pejabat dan staf Dinas Sosial Kota Bandar Lampung yang terlibat dalam pelaksanaan program, anak putus sekolah sebagai peserta program, serta orang tua atau wali peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh Dinas Sosial Kota Bandar Lampung dalam memberikan layanan kepada anak putus sekolah melalui program pengembangan keterampilan menghadapi berbagai tantangan, namun tetap diupayakan secara optimal melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan dan dunia usaha. Layanan yang diberikan meliputi pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, pendampingan dalam pengembangan usaha mandiri, serta fasilitasi akses terhadap pendidikan nonformal. Meskipun demikian, efektivitas program masih terkendala oleh rendahnya aksesibilitas dan sosialisasi, keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana, serta minimnya dukungan pendanaan yang berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar Dinas Sosial meningkatkan strategi komunikasi dan sosialisasi dengan memanfaatkan media digital seperti media sosial, website resmi, dan aplikasi berbasis teknologi agar informasi dapat menjangkau lebih luas. Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga pelaksana serta penyediaan fasilitas yang memadai perlu menjadi prioritas. Upaya memperoleh sumber pendanaan tambahan melalui kerja sama dengan sektor swasta, program CSR perusahaan, serta organisasi non-pemerintah juga diperlukan untuk menjamin keberlanjutan program dan memperluas manfaat bagi anak putus sekolah di Kota Bandar Lampung.