Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Sensation Seeking Terhadap Frekuensi Penggunaan Aplikasi TikTok Pada Mahasiswa Di Kota Makassar Maulidiah, Nurul Hikmah; Sitti Murdiana; Ismalandari Ismai
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.10832

Abstract

Fenomena penggunaan aplikasi tiktok yang semakin mudah untuk mengeksplore berbagai hal. Situasi ini membuat pengguna aplikasi semakin penasaran untuk mencari pengalaman baru atau sensasi untuk menyenangkan dirinya atau mengusir kebosanan hal ini dapat disebut dengan sensation seeking. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh sensation seeking terhadap frekuensi penggunaan aplikasi tiktok pada mahasiswa di kota Makassar. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah subjek 204 responden merupakan mahasiswa di kota Makassar yang menggunakan aplikasi tiktok. Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil uji hipotesis penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan sangat signifikan antara sensation seeking terhadap frekuensi penggunaan aplikasi tiktok (r = 0,426; p = 0,000). Kontribusi pengaruh yang diberikan sensation seeking terhadap frekuensi penggunaan aplikasi tiktok pada mahasiswa di kota Makassar adalah sebesar 18,1%. Temuan lain pada penelitian ini menunjukkan bahwa keempat aspek sensation seeking yaitu thrill and adventure seeking, experience seeking, disinhibition, dan boredom susceptibility memiliki pengaruh positif dengan frekuensi penggunaan aplikasi tiktok. Mahasiwa pengguna aplikasi tiktok agar dapat lebih mengurangi dan menghindari penggunaan aplikasi tiktok secara berlebihan dan diharapkan bijak dalam menggunakan aplikasi tiktok. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan informasi agar lebih selektif dan mengindari frekuensi penggunaan aplikasi tiktok
Efektivitas Modul Speaking Affective Filter Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Murid Usia 9-12 Tahun Di E-Now Kids Learning Center Astriyanie Nurfitri Arifuddin; Ahmad Razak; Sitti Murdiana
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 12 No. 2 (2024): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v12i2.591

Abstract

The languages used by humans are very diverse, so humans need a means or "bridge" to unite their ideas or opinions, such as English. English is the most widely studied foreign language in Indonesia. This study aims to determine the effectiveness of the Speaking Affective Filter module in reducing anxiety in students aged 9-12 years at the e-now kids learning center. This research uses a qualitative descriptive method with a literature research approach, combined with an experimental method to investigate the effect of specific treatments. The research was conducted over five meetings in May-June 2024. The research population consists of students participating in the Kids Speaking Program at E Now Kids Learning Center. Therefore, the population includes all elements of the objects/subjects being studied, while the sample in this study is 30 students selected through purposive sampling. The data analysis technique used in this research is descriptive analysis. Based on the results and discussions explained regarding the effectiveness of the speaking affective filter module in reducing anxiety among students at the e-now kids learning center, it can be concluded that the speaking affective filter module is effective in reducing English language anxiety in students aged 9-12 years at E-Now Kids Learning Center.
Hubungan Antara Attachment Style Dengan Kekerasan Pada Perempuan Dewasa Yang Telah Menikah Di Kota Makassar Ayu Wahyuni Yunus; Sitti Murdiana; Dian Novita Siswanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1: Desember 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i1.2651

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga merupakan salah satu jenis kekerasan yang berdampak serius bagi korban. Korban yang kemungkinan besar mengalami kekerasan dalam rumah tangga ialah perempuan. Upaya dalam menjaga keharmonisan pada pasangan suami istri guna menghindari adanya tindakan kerkerasan ialah kelekatan. Pada pasangan suami istri yang tetap ingin menjaga keharmonisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara attachment style (X) dengan kekerasan (Y) di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan teknik non probability yaitu purposive sampling untuk memperoleh responden penelitian. Responden dalam penelitian ini sebanyak 223 yang berjenis kelamin perempuan. Analisa data menggunakan uji Spaerman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa attachment style berhubungan dengan kekerasan dalam rumah tangga. Fearful attachment yang berhubungan positif dengan kekerasan fisik, psikis, seksual dan penelantaran rumah tangga, secure attachment berhubungan negatif dengan kekerasan psikis dan penelantaran rumah tangga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga agar lebih waspada.
Pengaruh Perfeksionisme terhadap Ketidakpuasan Tubuh pada Mahasiswi di Kota Makassar Miftahul Jannah; Sitti Murdiana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1: Desember 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i1.2652

Abstract

Mahasiswi merupakan fase peralihan dari masa remaja menuju masa dewasa awal. Perubahan fisik yang terjadi pada masa ini membuat individu akan memperhatikan penampilannya. Selain itu juga adanya standar kecantikan pada masyarakat yang menuntut untuk menjadi sempurna dalam penampilan. Adanya standar ini menjadi faktor ketidakpuasan tubuh. Rasa ketidakpuasan yang muncul dikarenakan bentuk tubuh yang dimiliki tidak sesuai dengan standar tubuh ideal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perfeksionisme terhadap ketidakpuasan tubuh pada mahasiswi di kota makassar. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswi aktif perguruan tinggi di kota Makassar berusia 18-25 tahun (N=349). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala perfeksionisme dan ketidakpuasan tubuh. Hasill analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif perfeksionisme terhadap ketidakpuasan tubuh dengan nilai signifikansi 0,00, p < 0,05. Penelitian ini berkontribusi pada mahasiswi agar dapat meminimalisir perfeksionisme yang dimiliki agar tidak mengalami ketidakpuasan tubuh, karena mempertimbangkan dampak negatif dari ketidakpuasan tubuh.
Hubungan Konformitas Teman Sebaya Dengan Perilaku Agresif Pada Siswa SMA X Sungguminasa Nur Eka Pratiwi; Sitti Murdiana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i2.3092

Abstract

Fase remaja menimbulkan ketidakstabilan emosi dan cenderung melakukan konformitas dengan teman sebaya sehingga dapat menimbulkan perilaku agresi baik verbal maupun non-verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku agresivitas pada siswa SMA X Sungguminasa. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan melibatkan 110 siswa aktif SMA X Sungguminasa yang diperoleh dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data penelitian ini diuji menggunakan analisis data korelasi Product Moment (correlation Pearson Product Moment). Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa terdapat hubungan antara variabel konformitas teman sebaya dengan perilaku agresivitas pada siswa SMA X Sungguminasa p=0,002 (p<0,05) dengan tingkat koefisien relasi 0,298. Penelitian ini dapat membantu guru melakukan pencegahan dan penanganan dalam meminimalisir agresivitas remaja khususnya siswa di SMA X Sungguminasa.
Kepercayaan Dan Kualitas Persahabatan Pada Mahasiswa Di Kota Makassar Nur Wahdha Hijriyah; Sitti Murdiana; Novita Maulidya
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3: April 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i3.3419

Abstract

Persahabatan merupakan salah satu sumber dukungan sosial di masa remaja, namun tidak selamanya hubungan persahabatan terjalin dengan baik dan berkualitas jika tidak dilandasi dengan kepercayaan terhadap sahabat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan positif antara kepercayaan dan kualitas persahabatan pada mahasiswa di kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 275 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Spearman rho dan Mann-Whitney. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif (ρ=0,001 dan r=0,401) antara kepercayaan dan kualitas persahabatan pada mahasiswa di kota Makassar dan terdapat pula perbedaan kualitas persahabatan jika ditinjau dari jenis kelamin (ρ=0,002). Penelitian ini memberikan kontribusi pada bidang psikologi, khususnya psikologi sosial dan perkembangan, terkait kepercayaan dan kualitas persahabatan pada mahasiswa dalam fase remaja akhir.
Hubungan Harga Diri Dengan Kecemasan Dalam Memilih Pasangan Hidup Pada Perempuan Dewasa Awal Yang Pernah Mengalami Putus Cinta Nurul Ismi Fauziah Jumadi; Sitti Murdiana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i4.3812

Abstract

Pada fase dewasa awal, individu akan dihadapkan dengan berbagai masalah baik dalam kemandirian, menentukan pilihan yang akan dijalani, serta memilih pasangan hidup. Dalam memilih pasangan hidup Perempuan dewasa awal akan diberatkan dengan berbagai macam pilihan sehingga menimbulkan kecemasan pada diri individu yang dipengaruhi oleh harga diri.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mencari tahu hubungan antara harga diri dengan kecemasan dalam memilih pasangan hidup pada perempuan dewasa awal yang pernah mengalami putus cinta. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan dewasa awal berusia 18-40 tahun yang belum menikah dan pernah mengalami putus cinta (N = 123). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala harga diri dan kecemasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya nilai signifikan p = 0,000 (p>0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,298. Dengan demikian terdapat hubungan negatif antara harga diri dengan kecemasan. Implikasi dalam penelitian ini adalah untuk mengurangi kecemasan perempuan dewasa awal dalam memilih pasangan hidup serta meningkatkan harga diri.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-ACCEPTANCE AND PEOPLE PLEASER IN LATE ADOLESCENTS WHO EXPERIENCED PARENTAL DIVORCE Nur Agnes Devina; Sitti Murdiana
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 2 No. 4 (2024): APRIL
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to determine the relationship between self-acceptance and people pleaser in late adolescents who experienced their parents' divorce. Sampling was carried out using the snowball sampling technique, totaling 134 adolescents aged 17-22 years who had divorced parents. People pleaser was measured using the Disease to Pleaser Triangle scale from Braiker (2001) and self-acceptance was measured using the Self-Acceptance scale based on aspects of self-acceptance from Sheerer (1949). The results of hypothesis testing using Spearman rho correlation analysis show a correlation coefficient value of r = -0.574 and a significant value of p < 0.01. This means that there is a negative relationship between self-acceptance and people pleaser in late adolescents who experienced their parents' divorce. Thus, the lower the self-acceptance, the higher the people pleaser of adolescents and vice versa. It is hoped that the results of this research will allow teenagers with divorced parents to increase self-acceptance as an effort to reduce the level of people pleaser.