Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Keterkaitan Resiliensi Dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir Siska Laura Sandrina; Ginanjar Sasmito Adi; Cipto Susilo
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.30

Abstract

Bencana merupakan peristiwa yang berdampak pada kehidupan masyarakat salah satunya bencana banjir yang sering terjadi di Indonesia. Risiliensi menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki masyarkat karena hal ini dapat mempengaruhi kesiapsiagaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kolerasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Dusun Gaplek RW 16 Desa Suci Kecamatan Panti. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 149 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji Korelasi Spearman rho untuk mengetahui adanya hubungan resiliensi dengan kesiapsiagaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,007 < 0,05 yang artinya Ho di tolak sehingga terdapat hubungan resiliensi dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir.
Keterkaitan Masa Bekerja dengan Self Efficacy pada Tim Code Blue dalam Penatalaksanaan Pasien Gawat Darurat Deshinta Fitriandari; Ginanjar Sasmito Adi; Cipto Susilo
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.41

Abstract

Masa bekerja sebagai tim code blue merupakan pengalaman yang dijalani selama menjadi tim code blue di Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Semakin lama masa bekerja tenaga kesehatan maka pengalaman dalam menguasai bidangnya semakin dalam, sehingga mampu memiliki self efficacy yang tinggi dan mampu melakukan sesuatu sesuai tindakan dengan rasa kepercayaan diri yang tinggi. Tujuan penelitian: ini untuk mengetahui hubungan masa bekerja tim code blue dengan self efficacy dalam penatalaksanaan pasien gawat darurat. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian descriptive correlational dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan tim code blue di Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 52 tenaga kesehatan. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah kuesioner yang berisi 1 pertanyaan pada variabel masa bekerja tim code blue dan kuesioner self efficacy yang berjumlah 10 pertanyaan yang sudah peneliti uji validitas dan realibitasnya. Analisis data yang digunakan yaitu uji Korelasi Spearman rho untuk mengetahui adanya hubungan masa bekerja tim code blue dengan self efficacy. Hasil: penelitian menunjukkan nilai p 0,001 < 0,05 yang artinya Ho di tolak sehingga terdapat hubungan masa bekerja tim code blue dengan self efficacy dalam penatalaksanaan pasien gawat darurat. Kesimpulan penelitian ini yaitu lama masa bekerja sebagai tim code blue berkorelasi positif dengan self efficacy yang di miliki tenaga kesehatan Rumah Sakit Bina Sehat Jember.
Hubungan Mitigasi Early Warning System (EWS) dengan kesiapsiagaan Relawan dalam Menghadapi Bencana di Desa Supiturang Kabupaten Lumajang Siti Nadifah; Cipto Susilo; Mohammad Ali Hamid
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.70

Abstract

Sistem peringatan dini atau Early Warning Sistem (EWS) merupakan rangkaian sistem yang mengumumkan terjadinya fenomena alam berupa bencana atau tanda-tanda alam lainnya. Tujuan sistem peringatan dini adalah meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan bencana dengan memberikan pengetahuan tentang risiko bencana, pemantauan dan layanan peringatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan mitigasi early warning system dengan kesiapisagaan relawan dalam menghadapi banjir. Desain penelitian ini menggunakan desai korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Relawan di Desa Supiturang Kabupaten Lumajang sebanyak 32 populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Analisis data menggunakan spearmen rho dengan ketentuan α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,0001 < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan H1 diterima. Ada hubungan signifikan mitigasi early warning system dengan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi bencana banjir dengan keeretan korelasi kuat dan arah korelasi positif. Artinya semakin optimal mitigasi bencana maka semakin baik kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi bencana banjir. Dengan adanya suatu mitigasi early warning system dapat menjadi acuan relawan serta warga untuk selalu mengantisipasi adanya banjir
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Triase START terhadap Penanganan Pra Rumah Sakit Korban Label Kuning pada Anggota BPBD Kabupaten Bondowoso Deva Urrizal Ramadhan; Mohammad Ali Hamid; Cipto Susilo
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.74

Abstract

Pendahuluan: Pra rumah sakit merupakan perawatan medis darurat yang di berikan kepada korban sebelum datang ke rumah sakit, salah satunya pada korban pasca bencana dimana penanggulangan ini bertujuan untuk mencegah kehilangan jiwa dan mengurangi penderitaan pasien. Pendidikan kesehatan Triase START merupakan salah satu upaya dalam peningkatan kemampuan penanganan pra rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis metode preexperiment dengan pendekatan pre test post test group desain yaitu terkait sebelum diberikan edukasi dan pelatihan serta sesudah diberikan edukasi dan pelatihan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penanganan pra rumah sakit korban label kuning sebelum diberikan pendidikan kesehatan triase START yaitu berada dalam kategori cukup dengan persentase 56,0 %, sedangkan kemampuan penanganan pra rumah sakit korban label kuning setelah diberikan pendidikan kesehatan triase START yaitu didalam kategori baik dengan persentase 53,0 %. Didapatkan pula hasil uji Wilcoxon terlihat nilai significant yakni sebesar 0,000. Sehingga nilai p adalah 0,000 < 0,05, maka ditetapakan bahwa bahwa H1 diterima yakni terdapat pengaruh pendidikan kesehatan triase START terhadap kemampuan pra rumah sakit korban label kuning pada anggota BPBD Kabupaten Bondowoso. Diskusi: Pen-didikan kesehatan Triase START diharapkan mampu meningkatkan kemampuan penanganan anggota BPBD dalam memilih korban saat bencana secara tepat dalam penanganan yang merupakan tindakan pra rumah sakit.
Pemberdayaan Kader ’Aisyiah Melalui Sinergi Antar Ranting dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jember: Empowerment of ’Aisyiyah Cadres Through Synergy Among Local Branches to Accelerate Stunting Reduction in Jember Regency Awatiful Azza; Cipto Susilo; Anisatus Syamsil Arifin; Anggih Nadiatul Jannah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 7 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i7.12156

Abstract

Stunting remains a significant public health problem in Jember Regency and impacts the long-term quality of human resources. Efforts to accelerate stunting reduction require active community involvement, strengthening the capacity of health cadres through local organizations. This community service activity aims to empower 'Aisyiyah' cadres through inter-branch synergy as a strategy to accelerate stunting reduction in Jember Regency. Implementation methods include stunting outreach, training in early detection and prevention of stunting, strengthening the role of cadres in family education, and establishing networks and collaboration between 'Aisyiyah' branches. The approach used is participatory, emphasizing the empowerment of cadres as agents of change at the family and community levels. The results of the activity indicate an increase in cadre knowledge and skills in early stunting detection, improved coordination and synergy between branches, and a strengthening of 'Aisyiyah's role in supporting programs to accelerate stunting reduction at the village and sub-district levels. This activity contributes to increasing public awareness of stunting prevention and strengthens the empowerment model of cadres based on women's organizations. This program is expected to become a model for replicating community service through organizational synergy to support sustainable health development.