Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Geometrik Jalan Raya Terhadap Pengurangan Rasio Kecelakaan Lalu Lintas Teuku Mudi Hafli; Lis Ayu widari; Mira Anjani; Mirza Fahmi
Malikussaleh Journal of Mechanical Science Technology Vol 5, No 2 (2021): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v5i2.6488

Abstract

Ruas jalan Bts. Nagan Raya / Abdya – Blangpidie adalah ruas jalan penghubung kota Nagan Raya dengan Aceh Barat Daya. Pada ruas jalan tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa maupun materi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelengkapan fasilitas jalan dan pengaruh geometrik jalan terhadap kecelakaan lalu lintas. Pengumpulan data primer yang meliputi data kecepatan sesaat, volume lalu lintas, kondisi dan perlengkapan geometrik jalan yang diperoleh dari survei di lapangan. Sedangkan data sekunder yang meliputi data kecelakaan dari Laka Lantas Kabupaten Aceh Barat Daya dan data populasi penduduk yang diperoleh dari internet melalui situs ABDYA dalam Angka. Dari hasil analisis diketahui yang paling berpengaruh terhadap kecelakaan adalah jarak pandang henti (Jh) jika dianalisis dari dua arah (Jembatan-Kota dan Kota-Jembatan) masing-masing 38,830 m <75 m dan 39,358 m <75 m dan jarak pandang menyiap (Jd)  jika dianalisis dari dua arah (Jembatan-Kota dan Kota-Jembatan) masing-masing 205,469 m < 350 m dan 208,578 m < 350 m jika dibandingkan dengan acuan Perencanaan Geoetrik Jalan Antar Kota (TPGJAK) 1997  sedangkan untuk hubungan antara derajat kejenuhan sangat tinggi karena hasil perhitungan derajat kejenuhan pada lokasi penelitian yaitu kurang dari 1 disimpulkan jalan tersebut lalu lintasnya lancar sehingga para pengendara kemungkinan besar mengendarai dengan kecepatan tinggi dan dapat mengakibatkan kecelakaan. Selain itu ada beberapa indikasi yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan yaitu tidak adanya median jalan sehingga memungkinkan terjadinya kecelakaan dari arah berlawanan dan tidak tersedianya penerangan pada malam hari sehingga mempersempit jarak pandang pengendara saat berkemudi.
Experimental Study on Utilizing Polyethylene Terephthalate Waste as a Substitute for Coarse Aggregate in the Production of Lightweight Concrete Yulius Rief Alkhaly; Yovi Chandra; Lis Ayu Widari
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Department of Information Technology, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v3i2.436

Abstract

Concrete is a building material that consists of a mixture of aggregate and paste. Normal concrete has a unit weight of 2200 kg/m3 to 2500 kg/m3. In addition to normal concrete, lightweight concrete is also known which has a unit weight of less than 1900 kg/m3. The research was conducted to produce lightweight concrete by using aggregate from polyethylene terephthalate (PET) plastic waste as a substitute for coarse aggregate. This study used 40 cylindrical samples of 150 mm x 300 mm with variations in the use of PET aggregates of 25%, 50%, and 100% of the volume of coarse aggregate. The results show that the use of PET aggregates produces concrete with a decrease in compressive strength of 26%–39% and a decrease in water absorption of 2%–32% from normal concrete. Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) testing showed that the concrete with PET aggregates had a lower wave propagation velocity compared to normal concrete. Moreover, Schmidt hammer and splitting tensile test showed that concrete with PET aggregates had lower rebound number and split tensile strength compared to normal concrete. PET substitution percentages of 25% and 50% resulted in unit weights of 2218 kg/m3 and 2102 kg/m3, respectively, which rule out the use of lightweight concrete. However, 100% PET substitution has a unit weight of 1855 kg/m3 with a compressive strength of 14.16 MPa, which can be categorized as moderate structural lightweight aggregate concrete.
Robust Evaluation Model Analysis of Decision Support System in Warehouse Selection Based on Multi-Criteria Decision Making and Sensitivity Analysis syukriah syukriah; Defi Irwansyah; Lis Ayu Widari; Mutamimmul Ula; Veri Ilhadi
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 10 No. 1 (2026): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2026
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v10i1.26991

Abstract

Determining strategic warehouse locations is complex because it involves various criteria that are often conflicting, such as cost, ease of access, capacity, and operational risk. This study aims to evaluate a robust model in a Decision Support System (DSS) for warehouse selection using a Multi-Criteria Decision Making (MCDM) approach. The applied methodology combines several MCDM techniques, namely the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine the criteria weights and the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) to rank alternatives. In addition, a sensitivity analysis is used to test the level of stability and resilience of the model to changes in criteria weights. The results show that the developed model is able to produce stable and responsive recommendations to variations in decision parameters. The sensitivity analysis also reveals that several criteria have a significant influence on the final result, thus requiring more attention in the weighting process.
Dampak Pemanfaatan Teknologi Irigasi Otomatis dan Sensor Kelembaban Tanah terhadap Efisiensi Ekonomi Pertanian dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Lis Ayu Widari
Journal of Economic Studies Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah tantangan perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan pangan global, teknologi irigasi otomatis berbasis sensor kelembaban tanah menjadi solusi inovatif untuk mengoptimalkan penggunaan air di sektor pertanian. Artikel ini mengeksplorasi pemanfaatan teknologi tersebut dalam meningkatkan efisiensi air hingga 40-50%, mengurangi pemborosan, dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Melalui analisis literatur dan studi kasus, penelitian ini menyoroti integrasi IoT, sensor real-time, dan sistem pengendalian otomatis yang memungkinkan penyiraman presisi berdasarkan kondisi tanah. Temuan utama menunjukkan bahwa teknologi ini tidak hanya menghemat sumber daya tetapi juga meningkatkan produktivitas tanaman, mengurangi beban kerja petani, dan berkontribusi pada pertanian ramah lingkungan. Rekomendasi diberikan untuk penerapan di wilayah pertanian Indonesia, dengan penekanan pada pelatihan dan integrasi teknologi.
PkM Penerapan Desain Bangunan dan Rancang Bangun Ruang Pengering Jagung Hemat Energi Angga Pratama; Soraya Masthura Hassan; Cut Azmah Fitri; Lis Ayu Widari; Rinaldi Mirsa; Effan Fahrizal
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25192

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menerapkan desain bangunan dan rancang bangun ruang pengering jagung hemat energi di Gampong Kec kuta makmur, Kecamatan Muara Satu, Aceh utara. Lokasi dipilih karena dusun gampong sido mulyo potensi produksi jagung yang tinggi, ketersediaan bahan bangunan lokal, dan dukungan aktif masyarakat. Pelaksanaan dilakukan melalui lima tahap terintegrasi: survei dan perencanaan, desain teknis, pembangunan dan instalasi, pelatihan serta transfer teknologi, dan evaluasi uji coba. Pendekatan partisipatif melibatkan petani, aparatur gampong, dan mahasiswa dalam seluruh proses, sehingga masyarakat memiliki pemahaman teknis dan keterampilan operasional sistem pengering. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi pengeringan, pemanfaatan energi lebih hemat, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengoperasikan serta merawat sistem pengering jagung. Selain dampak teknis, kegiatan ini memperkuat kerja kolektif, solidaritas, dan kesadaran masyarakat terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Hasil pengabdian juga desain ruang pengering yang ergonomis dan ramah lingkungan mampu menjaga kualitas jagung kering, mempercepat waktu pengeringan, serta meningkatkan produktivitas petani. Penerapan teknologi hemat energi ini juga berdampak positif terhadap pengurangan biaya operasional dan emisi karbon, sehingga mendukung tercapainya pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan efisien. Integrasi teknologi tepat guna berbasis energi surya dan biomassa lokal membuktikan strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, dan kemandirian teknologi komunitas.
Pemanfaatan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Substitusi Sebagian Aspal Pada Lapisan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Wesli Wesli; Ifsan Yusuf; Lis Ayu Widari; Nanda Savira Ersa; Said Jalalul Akbar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1281

Abstract

Abstrak   Tempurung kelapa merupakan limbah padat yang mudah ditemukan tetapi belum termanfaatkan dengan baik. Limbah tempurung kelapa hasil pembakaran susah untuk terurai sehingga akan mencemari lingkungan. Tempurung kelapa memiliki senyawa karbon yang mempunyai kemiripan dengan dengan karbon aspal yang aktif ketika dipanaskan dengan persentase kemiripan sebesar 91% dengan. Karbon adalah senyawa utama penyusun aspal berfungsi sebagai pengikat antar partikel yang beragam. Pemanfaatan senyawa karbon tempurung kelapa diharapkan dapat mengurangi limbah padat dan meningkatkan mutu serta kualitas aspal pada lapisan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui variasi Arang Tempurung Kelapa (ATK) yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi parameter marshall pada lapisan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC). Metode penelitian adalah metode eksperimental dengan metode deduktif. Hasil penelitian variasi ATK sebesar 5%, 10% dan 15% dengan benda uji setiap variasi sebanyak 3 sampel dan total benda uji variasi Arang Tempurung Kelapa (ATK) adalah 9 benda uji diperoleh hasil pengujian parameter marshall dengan seluruh variasi benda uji dapat dimanfaatkan pada campuran perkerasan jalan dan telah memenuhi seluruh Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2.   Kata kunci: Arang Tempurung Kelapa, Laston AC-BC, Parameter Marshall, Substitusi Sebagian Aspal.   Abstract   Coconut shell is a solid waste that is easy to find but has not been utilized properly. Coconut shell waste from burning is difficult to decompose so it will pollute the environment. Coconut shell has a carbon compound that is similar to asphalt carbon which is active when heated with a similarity percentage of 91% with. Carbon is the main compound that makes up asphalt and functions as a binder between various particles. The utilization of coconut shell carbon compounds is expected to reduce solid waste and improve the quality of asphalt in the Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) layer. The purpose of this study was to determine the variation of Coconut Shell Charcoal (ATK) that can be utilized to meet the Marshall parameters in the Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) layer. The research method is an experimental method with a deductive method. The results of the ATK variation research of 5%, 10% and 15% with 3 samples of each variation test object and the total test object of the Coconut Shell Charcoal (ATK) variation is 9 test objects. The results of the Marshall parameter test with all variations of test objects can be used in road pavement mixtures and have met all of the 2018 General Bina Marga Specifications Revision 2.   Keywords: Coconut Shell Charcoal, Laston AC-BC, Marshall Parameters, Partial Asphalt Substitution