Rilyani Rilyani
Dosen PSIK Universitas Malahayati

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH BUKU SAKU KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL BAGI CATIN TERHADAP PENGETAHUAN CATIN TENTANG REPRODUKSI DAN SEKSUAL DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) TANJUNG KARANG PUSAT TAHUN 2017 Rilyani Rilyani; Riska Hediya Putri; Desy Lestari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.509 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.1074

Abstract

KNOWLEDGE IN INTRAUTERINE CONTRACEPTIVE DEVICE (IUD) AMONG USERS OF IUDBackground: Intra Uterine Devices (IUD) is the contraceptive choices that are effective, safe, and convenient for most women.IUD is a reversible contraceptive method most commonly used throughout the world with the use of approximately 100 million women, mostly in China.Purpose: Knowing thateffect of the use of extension knowledge with mother contraception Intrauterine Device (IUD)  at Public Health Service (Puskesmas Sekincau) West Lampung 2018.Methods: This research quantitative, with designQuasi Experimental with one group pretest-postes design approach, total population using slovin formula obtained 96 respondents technique in this research is purposive sampling. The research will be conducted at Public Health Service (Puskesmas Sekincau) West Lampung 2018.Instrument with questionnaire research and statistic test usedT-testResults: Finding thataverage knowledge before given counseling that is Mean 8.15 Standar Deaviasi 2.475 (4-12), after counseling Mean 12.91 Standar Deviasi 1.807 (10-17). Statistical test results T-tes obtained p-value 0.000.Conclusion:There is an effect of the use of extension knowledge with mother contraception Intrauterine Device (IUD)  at Public Health Service (Puskesmas Sekincau) West Lampung 2018.. Suggesting to Management of Public Health Services (Puskesmas)this research result can improve mother's knowledge by doing health counseling with media leaflet so it can increase interest users of  IUD.Keywords: Counseling, Knowledge, Contraception, intrauterine contraceptive device (IUD) Pendahuluan: Berdasarkan data hasil survay yang dilakukan di 5 puskesmas di Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2016, pemakaian IUD di Puskesmas Sumber Jaya didapat 62 orang (2.6%) dengan pemasangan IUD dari 1.688 pemasangan alat kontrasepsi, Puskesmas Sekincau 34 orang (3.5%) dari 2.288 pemasangan, Puskesmas Lombok 67 orang (3.1%) dari 2.054 pemasangan, Puskesmas Air Hitam 40 pemasangan (2.0%) dari 1.937 pemasangan, dan Puskesmas Buay Nyerupa sebanyak 58 orang (2.2%) dari 2.532 pemasangan (Data Pemasangan IUD Kab. Lampung Barat, 2016).Tujuan: Diketahui pengaruh  penyuluhan   tentang iud terhadap pengetahuan ibu dengan penggunaan kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) Di Wilayah KerjaPuskesmas Sekincau Lampung Barat Tahun 2018.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretes-postes design, jumlah populasi sebanyak 2.288, dengan menggunakan rumus slovin didapat 96 teknik sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sekincau Lampung Barat Tahun2018, dengan instrument penelitian kuisioner dan uji statistic menggunakan ujit-tesHasil: Nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan yaitu Mean 8.15 Std. Dev 2.475  S. Eror 0.253 nilai benar kuisioner pengetahuan min-max 4-12, setelah penyuluhan Mean 12.91 Std. Dev 1.807 S. Eror 0.184 nilai benar kuisioner pengetahuan min-max 10-17. Hasil uji statistik t-tes didapat nilai p-value 0.000 (<0.05).Simpulan: Terdapat pengaruh penyuluhan  penggunaan IUD dengan pengetahuan ibu dalam menggunakan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sekincau Lampung Barat Tahun 2018. Saran diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan dengan media penyajian PPT pada slide melalui LCD sehingga dapat meningkatkan minat pengguna KB IUD.
Hubungan pemakaian alat kontrasepsi IUD dengan tingkat kenyamanan dalam melakukan hubungan seksual Rilyani Rilyani; Soni Obit Saputra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.795 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.2923

Abstract

Women’s sexual satisfaction after using intrauterine device (IUD) for contraceptionBackground: The results of the 2017 population survey population growth rate in Indonesia (1.49%) and the birth rate is 2.6 / fertile women. The results of the prevalence of family planning in Indonesia in 2013 (65.4%) with injectable contraceptive methods (36%), pills (15.1%), Implants (5.2%), IUDs (4.7%), and tubectomy (2), 2%). In Lampung Province recorded in 2016 the type of IUD reached 8,950.89 CCA (couples of childbearing age) experienced an increase in 2015 from 10,235,542, reaching 911 acceptors.Purpose: To knowing of  Women’s sexual satisfaction after using intrauterine device (IUD) for contraceptionMethod: An analytical survey with a cross sectional approach, the population was all women who use intrauterine device (IUD) or others method for contraception with a sample of 91 respondents by random sampling where 71 respondents using an IUD and 20 respondent others method.Results: the average of  women’s sexual satisfaction after using intrauterine device (iud) for contraception of 91 respondents means 0.78 standard deviations 0.416 standard errors 0.044 standard errors 0.044 and minimum values max 0-1. The sexual satisfaction means the value is 0.78 standard deviation 0.477 standard error 0.050 min-max 0-1. Chi square statistical test results obtained p value (0.006 <0.05)Conclusion: There was an effect of women’s sexual satisfaction after using intrauterine device (iud) for contraception . Health workers especially nurses can further enhance their skills through the latest literature, training and counseling at every examination of mothers with contraceptive users IUD thus has knowledge of the effects of using an IUD contraceptive.Keywords: Women; Sexual satisfaction; Intrauterine Device (IUD); ContraceptionPendahuluan: Hasil survey penduduk tahun 2017 laju pertumbuhan penduduk di Indonesia 1,49% dan angka kelahiran 2,6 / wanita subur.  Hasil prevalensi KB di Indonesia tahun 2013 65,4% dengan metode KB suntik, (36%), pil KB (15,1%), Implant (5,2%), IUD (4,7%), dan MOW (2,2%). BKKBN Provinsi Lampung tahun 2016 KB  jenis IUD mencapai 8.950.89 PUS (Pasangan Usia Subur). Mengalami peningkatan di tahun 2015 sebanyak 10.235.542.Tujuan: Mengetahui  Hubungan Pemakaian Alat Kontrasepsi IUD Dengan Tingkat Kenyamanan Dalam Melakukan Hubungan SeksualMetode : Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional ada hubungan antara factor resiko dengan efek atau observasi antar variable dilakukan secara bersamaan, dengan sampling 91 responden dengan teknik random sampling.Hasil : Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai p value (0,006<0,05) artinya Ho diterima dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna pemakaian alat kontrasepsi IUD dengan tingkat kenyamanan melakukan hubungan seksual. OR didapat dapat 4.105 yang artinya responden yang memakai alat kontrasepsi IUD memiliki resiko lebih besar 5.105 kali ada masalah tingkat kenyamanan melakukan hubungan seksual di bandingkan dengan responden yang tidak menggunakan alat kontrasepsi IUD.Simpulan : terdapat hubungan  menggunkan alat kontrasepsi IUD dengan tingkat kenyamanan melakukan hubungan seksual. Petugas kesehatan khusunya perawat agar dapat lebih meningkatkan keterampilan melalui literatur terbaru, pelatihan serta konseling pada setiap pemeriksaan ibu dengan pengguna alat kontrasepsi IUD sehingga memiliki pengetahuan tentang efek dari penggunaan alat kontrasepsi IUD.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DAN DIMENSI KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KOTABUMI UDIK TAHUN 2013 Rilyani Rilyani; Lidya Arianti; Wiagi Wiagi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.789 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.174

Abstract

Pendahuluan: Nyeri pada persalinan yang dapat mempengaruhi proses kelahiran. Berdasarkan data dari dinas provinsi lampung, di kabupaten lampung utara sebesar 19,9%. Data diperoleh dari rumah sakit May Jend.HM. Ryacudu Kotabumi lampung utara pada tahun 2016 yang mengalami komplikasi sebanyak 154 (16,0%) kasus diantara komplikasi tersebut ada yang mengalami kontraksi rahim yang tidak terkoordinasi dengan baik karena nyeri yang dirasakan oleh ibu saat persalinan. Tujuan penelitian diketahui pengaruh counter pressure terhadap skala nyeri persalinan di rumah sakit daerah may. Jend. Hm. Ryacudu kotabumi lampung utara tahun 2017. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini ibu besalin kala I fase aktif sebanyak 80, dengan sample sebanyak 30, teknik sampling secara accidental sampling. Data diambil dengan lembar observasi. Analisa data dilakukan dengan univariat (mean) dan bivariat (t-test). Hasil: Pada penelitian didapati rata-rata persalinan sebelum diberika teknik counter pressure adalah 7,000 dengan standar deviasi 0,743 dan setelah diberikan teknik counter pressure adalah 5,77 dengan standar deviasi 1,104. Ada pengaruh teknik counter pressure terhadap nyeri persalinan kala I (t-test˃thitung, 8,266> 1.725, p-value<0,05). Disarankan pihak rumah sakit membuat standar operasional prosedur tetap tentang counter pressure. Lebih meningkatkan keterampilan kepada erawat untuk dapat memberikan terapi pengurahangan rasa nyeri non farmakologi, seperti counter pressure dengan benar sehingga pasien merasakan nyaman.
Pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan protokol kesehatan 5 M di masa Pandemi Covid-19 Muhammad Ricko Gunawan; Rilyani Rilyani; Triyono Triyono
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.5407

Abstract

The knowledge, attitude, and compliance: Implementation of health protocol policy in Covid-19 prevention Background: The World Health Organization as Public Health Emergency of International Concern, PHEIC) has designated coronavirus Disease–19. The ways to transmit Covid-19 is through hand contact and hand hygiene, the most effective way to prevent nosocomial infections by attitude and knowledge of nurses play an important role in implementing the implementation of hand hygiene in a health facility environment. Since the pandemic the behavior of nurses has changed significantly, nurses' knowledge of the chain of transmission of the Covid-19 disease has increased, one of which is through hand contact.Purpose: To identify the relationship of knowledge, attitude, and compliance: Implementation of health protocol policy in Covid-19 preventionMethod: A quantitative with observation and questioners and uses a Cross-Sectional approach. The design of this study uses a survey and the population in this study were all visitors and employees as many as 120 respondents at the Kemiling Health Center, with total sampling.Results: Based on the results, the average age of the respondents was 41 years with a value (mean) of 34.9±6.28 with 78 (65%) female gender and high school education (58 (48.3%) patient and family respondents 42 (35%). Civil service respondents' occupations 44 (36.7%) information got from television 61 (50.8%) the length of information got by respondents was 15 months with a value (mean) of 13.82±2.52. Respondents' knowledge was poor 73 (60.8%) attitude of respondents did not support 78 (65.0% It concluded that there is a relationship between demographic data and Implementation of health protocol policy in Covid-19 prevention with the Chi-Square statistical test with a p-value = 0.000≤ 0.05. The attitude of respondents at risk is 10,681 times greater for compliance with the 5M Health protocol at Kemiling Health Center Bandar Lampung.Conclusion: There is a significant relationship of knowledge, attitude, and compliance: Implementation of health protocol policy in Covid-19 prevention. Recommendation for Health Center management to do health promotion and straightly health protocols.Keywords: The knowledge; Attitude; Compliance; Implementation; Health protocol policy; Covid-19 prevention.Pendahuluan: Corona Virus Disease – 19  telah ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) atau Badan Kesehatan Dunia sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KMMD).  Penularan Covid-19 salah satunya adalah melalui kontak tangan dan hand hygiene merupakan cara yang paling efektif dalammencegah terjadinya infeksi nosokomial,namun pelaksanaan handhygienebelum mendapatkan respon yang maksimal dari petugas kesehatan. Sikap dan pengetahuan perawat menjadi peran penting dalam menerapkan pelaksanaan hand hygiene di lingkungan fasilitas kesehatan. Sejak pandemi perilaku perawat mengalami perubahan dengan signifikan,  meningkatnya pengetahuan perawat akan rantai penularan penyakit Covid-19 yang salah satunya melalui kontak tangan.Tujuan : Mengetahui adanya hubungan yang mempengaruhi sikap dan pengetahuan terhadap kepatuhan protokol Kesehatan 5M  selama masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Rawat Inap tahun 2021.Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode observasi analitik dan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Rancangan penelitian ini menggunakan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung dan pegawai sebanyak 120 responden di Puskesmas Kemiling menggunakan total sampel.Hasil : Didapatkan bahwa rata-rata usia  responden 41 tahun dengan nilai (mean) 34.9±6.28 dengan jenis kelamin perempuan sebanyak  78 (65%) dan Pendidikan SMA (58 (48.3%) responden pasien dan keluarga 42 (35%). Pekerjaan responden PNS 44 (36.7%) informasi yang didapat dari televisi 61(50.8%) lama informasi yang didapat responden 15 bulan dengan nilai (mean) 13.82±2.52. Pengetahuan responden buruk 73 (60.8%) sikap responden tidak mendukung 78 (65.0%). Dapat disimpulkan ada hubungan antara data demografi dengan kepatuhan protocol Kesehatan 5M dengan uji statistik Chi-Square dengan nilai p-value = 0,000≤ α 0,05  sikap responden beresiko 10.681 kali lebih besar terhadap kepatuhan protocol Kesehatan 5M di Puskesmas Kemiling Bandar Lampung.Simpulan :Ada hubungan yang bermakna antara sikap dan pengetahuan dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Tahun  2021. Disarankan bagi Puskesmas Rawat Inap Kemiling mengutamakan  program In House Training atau Pelatihan PPI Dasar bagi petugas Kesehatan dan memperketat protocol kesehatan. 
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PERSENTASE PENCAPAIAN LAPORAN KESEHATAN IBU DI KABUPATAN TULANG BAWANG TAHUN 2012 Ibnu Hasyim; Umi Romayati Keswara; Ricko Gunawan; Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.725 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i2.186

Abstract

Keberhasilan tugas para kader posyandu, sering didasarkan pada motivasi individual tanpa memulai  sistem  pendidikan  yang  tersistem  dan  berkelanjutan. Berdasarkan studi pendahuluan di 6 buah Posyandu diwilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Bintang Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan adalah kader yang tidak aktif sebagai kader posyandu sebanyak 13 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja Kader Posyandu di Wilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua kader Posyandu di Wilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan yaitu sebanyak 325 orang dari 65 Posyandu. Sampel sejumlah 180 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan (p value 0,016), pelatihan (p value 0,009), insentif  (p value 0,000) dengan Kinerja Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2014. Saran bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan memberikan penghargaan atau mengalokasikan dana untuk memberikan insentif kepada petugas Posyandu. Mengadakan pelatihan kepada kader posyandu minimal satu kali dalam setahun.
Hubungan antara Parenting Self Efficacy dengan Persepsi Ibu tentang Insufficient Breast Milk Ibu Post Partum di Kotabumi Istikomah Istikomah; Aryanti Wardiah; Rilyani Rilyani
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.869 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v15i2.1491

Abstract

Pemberian ASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi dan bayi rentan terhadap penyakit. Jumlah bayi di Kotabumi Lampung UtarayangdiberiASI eksklusif mengalami penurunan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara parenting self efficacy dengan persepsi ibu tentang insufficient breast milk pada ibu postpartum.  Penelitian ini merupakan penelitian  kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi seluruh ibu post partum yang sudah tidak memberikan ASI eksklusif dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan proses analisis data dilakukan secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan adahubungan antara Parenting self efficacy dengan persepsi ibu tentang insufficient breast milk pada ibu postpartum (p-value 0,003; OR 5,80). Hasil penelitian merekomendasikan agar perawat melakukan demonstrasi langsung teknik menyusui dengan benar, sehingga ibu nyaman memberikan ASI pada bayi. Mengajarkan pijat oksitosin pada suami untuk ibu guna merangsang produksi ASI.
Penyuluhan Pemeriksaan Diabetes Melitus Di Gang Mawar Kemiling,Bandar lampung Lita Puspita; M. Deni Indrawan; Murni Oktania; Eka Trismiyana; Eka Yudha Chrisanto; Rilyani Rilyani; Rahma Ellya
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3335

Abstract

Jumlah penderita DM di dunia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. World Health Organization / WHO, memperkirakan sebanyak 422 juta orang dewasa hidup dengan DM. International Diabetic Foundation (IDF), menyatakan bahwa terdapat 382 juta orang di dunia yang hidup dengan DM, dari 382 juta orang tersebut, diperkirakan 175 juta diantaranya belum terdiagnosis, sehingga dimungkinkan berkembang progresif menjadi komplikasi tanpa disadari dan tanpa pencegahan. Pada tahun 2035 jumlah tersebut diperkirakan akan naik menjadi 592 juta orang. Adapun tujuan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap kadar gula darah terhadap diabetes militus di masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan. Hasil yang didapatkan menunjukan sebagian besar warga (80%) belum memahami dan mengerti tentang pemeriksaan diabetes mellitus. Kata Kunci : diabetes mellitus, kesehatan, penyuluhan  ABSTRACT The number of DM sufferers in the world from year to year has increased. World Health Organization / WHO, estimates as many as 422 million adults living with DM. The International Diabetic Foundation (IDF), states that there are 382 million people in the world living with DM, of these 382 million people, it is estimated that 175 million of them have not been diagnosed, so it is possible to progressively develop into complications without knowing it and without prevention. By 2035 this number is expected to increase to 592 million people.The purpose of this activity is to increase knowledge of blood sugar levels against diabetes mellitus in the community. This activity is carried out by extension methods. The results obtained showed that most of the residents (80%) did not understand and understand about diabetes mellitus testing. Keywords: diabetes mellitus, health, counseling
HUBUNGAN PENGETAHUAN STATUS GIZI, POLA MAKAN DAN PANTANGAN MAKANAN DENGAN KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS WAY KANDIS KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020 Kadek Edy Artana Putra; Rilyani Rilyani; Lidya Ariyanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.4411

Abstract

THE CORRELATION BETWEEN KNOWLEDGE OF NUTRITIONAL STATUS, DIETARY PATTERNS AND DIETARY RESTRICTIONS WITH THE SMOOTH PRODUCTION OF BREAST MILK ON BREASTFEEDING MOTHERS AT WAY KANDIS COMMUNITY HEALTH CENTER, BANDAR LAMPUNG 2020Introduction: Based on health office of Bandar Lampung, 3 community health centreswith the lowest coverage of breastfeeding, such as, Way Kandis Community Health Centre, with 2730 children who received breastfeeding only 757 children, with a percentage of 31.94%, Panjang Community Health Centre, with 177 children who received breast milk only 61 children, with a percentage of 34.46%, Sukaraja Community Health Centre, with 317 children who received breast milk only 150 children, with a percentage of 47.32%. Purpose: It was known the correlation between knowledge, nutritional status, dietary pattern, and dietary restrictions with the smooth production of breast milk on breastfeeding mothers at Way Kandis Community Health Centre, Bandar Lampung 2020. Method:Quantitative research type, analytical survey research design by using cross sectional approach, population and sample was breastfeeding mothers as many 43 respondents, total sampling technique. Univariate and bivariate data analysis by using chi square test. Result: Frequency distributionknowledge of breastfeeding mothers in the poor category was 26 respondents (60.5%), the nutritional status of breastfeeding mothers in the poor category was 26 respondents (60.5%), the diet in the good category was 24 respondents (55.8%), dietary restriction category as many as 22 respondents (51.2%), the smooth production of breast milk mothers with less category was 18 respondents, p-value 0.004 <0.05, which means that there was a correlation between knowledge about breastfeeding and the smoothness of breast milk production, p-value 0.004 <0.05 which means that there was a correlation between nutritional status and the smooth production of breast milk in breastfeeding mothers, p-value 0.001 <0.05, which means there was a correlation between dietary pattern and the smooth production of breast milk for breastfeeding mothers, p-value 0.157 <0.05, which means there was a correlation between dietary restriction and smooth production of breast milk on breastfeeding mothers. It is hoped that mothers can increase milk production by increasing knowledge and consuming nutritious foods and maintaining a good diet. Keywords      ; Knowledge, Nutritional Status, Dietary Pattern, Dietary Restriction,                            Smooth Production of Breast Milk HUBUNGAN PENGETAHUAN STATUS GIZI,  POLA MAKAN DAN PANTANGAN MAKANAN DENGAN KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS WAY KANDIS  KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020  Pendahuluan: Berdasarkan data dinas kesehatan Kota Bandar Lampung, 3 Puskesmas dengan cakupan pemberian ASI terendah yaitu, Puskesmas Way kandis, dengan jumlah anak 2.730 yang mendapat ASI hanya  757 anak, dengan persentase 31,94%, Puskesmas Panjang, dengan jumlah anak 177 yang mendapat ASI hanya  61 anak, dengan persentase 34,46%, Puskesmas Sukaraja, dengan jumlah anak 317 yang mendapat ASI hanya  150 anak, dengan persentase 47,32% Tujuan: Diketahui hubungan pengetahuan, status gizi, pola makan, pantangan makanan dengan kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung Tahun 2020 Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian survey analitik pendekatan cross sectional, populasi dan sampel adalah ibu yang menyusui sebanyak 43 responden, teknik sampling total sampling,. Analisa data univariat dan bivariat mengguankan uji uji chisquare Hasil : Distribusi frekuensi pengetahuan ibu menyusui dengan kategori kurang baik sebanyak 26 responden (60,5%), status gizi ibu menyusui dengan kategori kurang baik sebanyak 26 responden (60,5%), pola makan dengan kategori baik sebanyak 24 responden (55,8%), pantang makan dengan kategori melakukan pantang makan sebanyak 22 responden (51,2%), kelancaran asi ibu menyusui dengan kategori kurang sebanyak 18 responden, p-value 0,004<0,05 yang artinya terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang asi dengan kelancaran produksi ASI, p-value 0,004<0,05 yang artinya terdapat hubungan status gizi dengan kelancaran produksi asi pada ibu menyusui, p-value 0,001<0,05 yang artinya terdapat hubungan pola makan dengan kelancaran produksi asi pada ibu menyusui, p-value 0,157>0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan pantang makan dengan kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui. Diharpkan ibu dapat meningkatkan produkasi ASI dengan cara meningkatkan pengetahuan dan mengkomsumsi makanan bergizi serta menjaga pola makan yang baik
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Eneng Resti; Riska Wandini; Rilyani Rilyani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.4138

Abstract

SUPPLYING ASI (MP-ASI) COMPLEMENTARY FOOD ASSOCIATED WITH STUNTING EVENTS IN BABIES Background: The prevalence of children under five with stunting in Indonesia in 2017 (36.4%) according to the 2018 Basic Health Research Lampung, which was ranked 24th out of 32 provinces in Indonesia, namely 27.3% with the highest incidence in Way Kanan (36.07%) being the lowest are in Metro City (14.75%). One of the factors causing stunting is the provision of complementary feeding (MP-ASI) which is not fulfilled in terms of time, frequency and type of food given to toddlers.Purpose: To knowing the relationship between complementary feeding (MP-ASI) and the incidence of stunting in mothers who have the characteristics of children aged 7-24 months at Public Health Services (Puskesmas) Hanura Teluk Pandan Pesawaran Regency 2020.Methods: This type of quantitative research used a cross sectional design and the population of this study were mothers who had children aged 7-24 months in the Hanura Public Health Center with 41 respondents using total sampling technique. The instrument in this study used a questionnaire sheet and the determination of stunting by calculating the Z-Score PB / U <-2SD, bivariate analysis using the Chi-Square test.Results: The statistical test of complementary feeding (MP-ASI) Chi-Square obtained P-Value = 0.000 with an Odd Ratio value of 0.083.Conclusion: There is a relationship between complementary feeding (MP-ASI) with the incidence of stunting in children under five at the working area of Public Health Services (Puskesmas) Hanura Teluk Pandan District, Pesawaran Regency in 2020. Suggestions will further improve the community outreach program, especially for mothers who have a toddler to prevent stunting in the future. Keywords : Stunting, complementary feeding, toddlers ABSTRAK Pendahuluan: Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2018 adalah 30,8% menurut Riset Dasar Kesehatan tahun 2018 Lampung menjadi peringkat ke-24 dari 32 provinsi di Indonesia yaitu 27,3% dengan kejadian tertinggi di Way Kanan 36,07% sedang yang terendah terdapat di Kota Metro 14,75%. Salah satu faktor penyebab stunting adalah pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak terpenuhi baik dari waktu, frekuensi serta jenis makanan yang diberikan kepada balita.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian stunting pada ibu yang memiliki karakteristik balita usia 7-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional dan populasi dari penelitian ini yaitu ibu yang memiliki balita usia 7-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Hanura dengan jumlah responden 41 orang dengan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan lembar kuesioner dan penentuan stunting dengan perhitungan Z-Score PB/U <-2SD analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Uji statistik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) Chi-Square didapat P-Value = 0.000 sehingga P-Value< α (0,000 <0,05) maka H0 ditolak dengan nilai Odd Ratio0.083.Kesimpulan: Terdapat hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Tahun 2020. Saran agar Puskesmas Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran semakin meningkatkan program penyuluhan kepada masyarakat terutama pada ibu yang memiliki balita untuk mencegah terjadinya stunting dikemudian hari. Kata kunci   : Stunting, MP-ASI, Balita
Faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada masa pandemi Covid-19 Herlina Anggraini; Setiawati Setiawati; Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i3.5132

Abstract

Background: Obesity is the accumulation of excess fat due to an imbalance in energy intake (energy intake) with energy used (energy expenditure). Obesity and overweight are two different things, but both of them show the presence of excess fat accumulation in the body which is indicated by an increase in body mass index (BMI) above normal as measured using the formula of body weight (Kg) divided by height (m²). The incidence of obesity in Malahayati University students in 2019 with data on obese students as many as 60 (34%) from 175 students with research results there is a relationship between sleep patterns and junk food on the obesity level of Malahayati University students in Bandar Lampung.Purpose: Known factors related to obesity during the Covid-19 pandemic to the incidence of obesity in students at the Faculty of Medicine, Malahayati University, Bandar Lampung.Method: type of quantitative research with cross sectional approach design. The sampling technique used was the quota sampling technique. The population in this study were students of the Faculty of Medicine of the Nursing Science Study Program who had a history of obesity with a total of 175 students at Malahayati University, Bandar Lampung. Measurement using a questionnaire and analyzing data using chi-square.Results: Of the chi square test show that the obesity factors that are significantly related and become a factor in the occurrence of obesity in students are the genetic factor of the student's father (p-value = 0.42; OR = 2.444); mother (p-value = 0.000; OR = 28,000); consumption of fast food (p-value = 0.000; OR = 21,500); physical activity (p-value = 0.000; OR = 2,032). Students who have obese parents have a higher risk of obesity, frequent fast food consumption and light physical activity factors are 3 times more likely to be at risk of obesity than students who do moderate physical activity.Conclusion: There is a relationship between genetic factors, diet and physical activity of students with the incidence of obesity in students. Keywords: Genetic; Dietary; Physical Activity; Obesity; Covid-19 PandemicPendahuluan: Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebih akibat ketidak seimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure). Obesitas dan overweight adalah dua hal yang berbeda namun keduanya sama-sama menunjukkan adanya penumpukan lemak yang berlebih dalam tubuh yang ditandai dengan peningkatan indeks masa tubuh (IMT) di atas normal yang diukur menggunakan rumus berat badan (Kg) dibagi tinggi badan (m²). Kejadian obesittas pada mahasiswa Universitas Malahayati tahun 2019 dengan data mahasiswa obesitas sebanyak 60 (34%) dari 175 responden dengan hasil penelitian terdapat hubungan antara pola tidur dan makanan junk food pada tingkat obesitas mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung.Tujuan: Diketahui faktor-faktor yang berhubungan  dengan obesitas selama masa pandemi Covid-19 terhadap kejadian Obesitas pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung.Metode: jenis penetian kuantitatif dengan desain pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik jenis sampling kuota. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa fakultas Kedoteran Prodi Ilmu Keperawatan yang memiliki riwayat obesitas dengan jumlah 175 responden di Universitas Malahayati Bandar Lampung. Pengukuran menggunakan kuesioner dan menganalisa data menggunakan chi-square.Hasil: Dari uji chi square menunjukan faktor-faktor obesitas yang secara signifikan hubungan dan menjadi faktor  terjadinya obesitas pada mahasiswa adalah faktor genetik ayah mahasiswa (p-value = 0,42; OR = 2,44); ibu (p-value = 0,000; OR = 28,000); konsumsi fast food (p-value = 0,000; OR = 21,500); aktifitas fisik (p-value = 0,000; OR 2,032). Mahasiswa yang memiliki orang tua yang gemuk memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas, konsumsi fast food yang sering dan faktor aktifitas fisik  yang ringan memiliki kemungkinan 3 kali lebih berisiko mengalami obesitas berisiko dibandingkan dengan mahasiswa yang melakukan aktifitas fisik sedang.Simpulan: Terdapat hubungan faktor genetik, pola makan dan aktifitas fisik mahasiswa dengan kejadian obesitas mahasiswa.