Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI DESA LABUAN PANIMBA KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA. Nilam Sari; Budiman Budiman; Herlina Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.523 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.754

Abstract

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Rumah sehat adalah rumah sebagai tempat tinggal yang memenuhi ketetapan atau ketentuan teknis kesehatan yang wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni rumah dari bahaya atau gangguan kesehatan Seperti penyakit ISPA yang disebabkan bakteri Streptococcus pneumonia.Tujuan penelitian ini diketahuinya faktor Risiko kejadian ISPA pada anak  balita di Desa Labuan Panimba Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Penelitian ini merupakan penelitian survey Analitik dengan rancangan studi case control. Semua populasi di jadikan sampel yaitu 36 anak balita dan jumlah sampel dalam penelitian ini 18 kasus ditambah dengan 18 control sehingga total sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 anak balita.Hasil penelitian dengan uji Odd Ratio menunjukkan bahwa Ventilasi bukan merupakan faktor protektif  kejadian ISPA dengan nilai OR = 0,200 < 1, Pencahayaan merupakan faktor risiko kejadian ISPA dengan nilai OR =4,000  > 1,  dan Kelembaban merupakan faktor risiko dengan efek mempunyai hubungan kejadian ISPA dengan nilai OR =10,000  > 1.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pencahayan dan kelembaban merupakan faktor risiko kejadian ISPA sehingga di sampaikan kepada masyarakat untuk memerhatikan kondisi rumahnya supaya tidak menjadi faktor risiko terjadinya penyakit ISPA. Kata kunci: Ventilasi, Pencahayaan, Kelembaban, Kejadian ISPA
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PERILAKU KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI Suci Indah Sari; Munir Salham; Herlina Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.142 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.776

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah upaya untuk memberikan informasi dan malakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku. melalui pendekatan pimpinan, bina suasana dan pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat dapat menerapkan cara-cara hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten ToliToli. Metode yang digunakan adalah kualitataif yaitu penelitian yang menganalisis secara mendalam pada masyarakat Desa Buntuna di lihat melalui Aspek Gizi, Aspek KIA, Aspek Kesling, dan Aspek Gaya Hidup. Informan di tentukan dengan tekhnik purposive (pemilihan informan berdasarkan kriteria) yaitu sebanyak 8 informan. Persepsi masyarakat terhadap program Gizi, KIA, Kesling dan Gaya Hidup di Desa Buntuna yaitu programnya sudah ada namun masyarakat masih belum menerima dan kurang mengerti dengan program tersebut. Hal ini berkaitan dengan sosialisasi oleh petugas kesehatan masih belum merata di lakukan di wilayah tersebut. Diharapkan bagi pemerintah dan instansi kesehatan dapat mengoptimalkan sosialisasi PHBS secara keseluruhan dan berkelanjutan demi mencapai pelayanan kesehatan yang maksimal. Kata Kunci: Persepsi, PHBS.
PERILAKU IBU HAMIL TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA TRADISIONAL PADA PERSALINAN DI DESA BOSAGON KECAMATAN ONGKA MALINO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Nur Afni Imbran; Munir Munir; Herlina Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v2i1.777

Abstract

kesehatan yang memadai sesuai kebutuhan masyarakat agar dapat mengurangi angka kematian ibu dan anak dalam proses persalinan. Namun pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak ditemukan di masyarakat pemanfaatan tenaga penolong persalinan non medis, tentu dengan bermacam-macam alasan yang ada di masyarakat. Salah satu alsannya adalah penggunaan media-media tradisional pada proses persalinan yang dipercaya turun temurun dapat mempermudah proses persalinan. Olehnya mayoritas masyarakat Desa Bosagon lebih memanfaatkan tenaga penolong persalinan tradisional dibanding tenaga kesehatan medis. Desain dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan wawancara mendalam dan pengamatan, dengan jumlah informan sebanyak 5 orang terdiri dari 4 orang ibu yang memanfaatkan tenaga penolong persalinan tradisional dan 1 orang dukun bayi di Desa Bosagon.Tahun 2018-2019 sebanyak 7 ibu melahirkan dan 10 ibu hamil. 5 dari 7 ibu melahirkan masih memanfaatkan tenaga penolong persalinan dan menggunakan media tradisional dalam persalinan disebabkan oleh pengetahuan yang lebih banyak diterima dari dukun bayi dibanding tenaga kesehatan, kemudian sikap yang menerima penggunaan media tradisional dalam persalinan berdasarkan pengetahuan yang diterima dari hasil pengindraan terhadap lingkungannya. Dan faktor kepercayaan yang telah terpelihara ditengah masyarakat yang juga mempengaruhi perilaku ibu terhadap penggunaan media tradisional pada proses persalinan. Saran penelitian ini adalah diharapkan bagi tenaga kesehatan setempat untuk lebih mensosialisasikan terkait pertolongan persalinan yang tepat sesuai aturan kesehatan kepada masyarakat sehingga masyarakat mampu memperoleh informasi yang lebih luas tentang pertolongan persalinan yang seharusnya mereka dapatkan dari tenaga kesehatan.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kepercayaan, Perilaku Ibu Hamil.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROMARU KABUPATEN SIGI Titus Titus; Nur Afni; Herlina Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.878 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.835

Abstract

Seorang penderita TB dengan BTA positif yang derajat positifnya tinggi berpotensi menularkan penyakit TB. Setiap satu BTA positif akan menularkan kepada 10-15 orang lainnya, sehingga kemungkinan setiap kontak untuk tertular TBC adalah 17%. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya faktor risiko kejadian Tubeculosis paru di wilayah kerja Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan metode Case Control Study dengan jumlah 98 sampel (49 kasus dan 49 kontrol) dengan menggunakan uji Statistik yaitu Chi – square  ( X2).Hasil uji statistik dengan  uji Odds Ratio menunjukan bahwa kontak serumah  merupakan faktor risiko terhadap kejadian tuberculosis paru dengan nilai OR 1.560>1, luas ventilasi merupakan faktor risiko terhadap kejadian tuberculosis paru dengan nilai OR 2.212>1 dan riwayat imunisasi BCG merupakan faktor risiko terhadap kejadian tuberculosis paru dengan nilai OR 17.333 > 1.Saran dalam penelitian ini adalah bagi petugas Puskesmas untuk lebih meningkatkan penyuluhan tentang faktor risiko dalam mencegah tuberculosis paru dengan menganjurkan melakukan pemeriksaan jika terdapat batuk lebih dari 1 bulan tidak kunjung sembuh serta untuk masyarakat untuk lebih meningktkan pola hidup sehat dan mencegah faktor pencetus dan merubah gaya hidup yang dapat menyebabkan tuberculosis paru. Kata Kunci : Kontak Serumah, Luas Ventilasi, Riwayat Imunisasi BCG, kejadian Tuberculosis Paru        
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BINA KELUARGA LANSIA DI DESA POMBEWE KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Jamilah Jamilah; Sudirman Sudirman; Herlina Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.267 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.838

Abstract

Masalah utama bagi para lanjut usia adalah pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan, oleh karena itu perlu dikembangkan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan upaya peningkatan, pencegahan, dan pemeliharaan kesehatan di samping upaya penyembuhan dan pemulihan. Termasuk Lansia yang ada di desa Pombewe dengan jumlah 119 Lansia dimana sebagian besar mengalami masalah kesehatan termasuk masih tingginya kesakitan Lansia sehingga lansia perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua sektor untuk upaya peningkatan derajat kesehatan dan mutu lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan bina keluarga lansia di desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dengan jumlah 3 informan, dengan menggunakan indepth interviewHasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program sudah cukup baik dapat dilihat sebagian besar para Lansia aktif dalam kegiatan program Bina Keluarga Lansia, Para Lansia selalu aktif mengikuti pengobatan gratis, Senam, pengajian secara rutin dilaksanakan, Koordinasi dan  kemitraan sektor terkait dengan BKL seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sigi sudah cukup baik dan sebagian besar capaian tujuan kegiatan Bina Keluarga Lansia sudah mencapai target dan menjadikan Lansia Tangguh yang bercirikan Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif.Saran dalam penelitian ini adalah Diharapkan bagi pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana untuk Menetapkan jadwal evaluasi dan perbaikan program BKL yang berkesinambungan di tingkat lokal dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan teknis terkait dengan metode-metode evaluasi yang dapat dilakukan secara ilmiah yang melibatkan mitra dan akdemisi dan menetapkan kegiatan penilaian kebutuhan dan potensi masyarakat terkait dukungan keluarga Kata Kunci  : Implementasi Kebijakan, Bina Keluarga Lansia
FAKTOR RISIKO KEJADIAN SCABIES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DOLO KABUPATEN SIGI Ika Sari Julianti; Budiman Budiman; Herlina Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.166 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.842

Abstract

Scabies merupakan penyakit endemi di masyarakat yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit ini banyak dijumpai pada anak-anak dan orang dewasa, tetapi dapat mengenai semua golongan umur. Penyakit ini sering dijumpai ditempat-tempat yang padat penduduknya  dengan keadaan kebersihan yang buruk. Penyakit scabies sangat mudah menular, bisa melalui sentuhan langsung dengan penderita atau tidak, misalnya melalui handuk, pakaian, sprei dan barang-barang lainnya yang pernah digunakan oleh penderita.            Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan case control yang digunakan dengan maksud untuk mengetahui hubungan kebersihan perorangan dan kondisi fisik air dengan kejadian scabies di wilayah kerja puskesmas Dolo Kabupaten Sigi. Jumlah sampel semua penderita penyakit scabies dan yang tidak menderita sebanyak 20 kasus dan 20 kontrol. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan Uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebersihan perorangan dengan kejadian scabies dengan nilai p= 0,000< 0,05 dan ada hubungan antara kondisi fisik air dengan kejadian scabies dengan nilai p= 0,001< 0,05.Penelitian ini menyarankan agar institusi puskesmas dan instansi terkait untuk lebih menggiatkan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit scabies dan juga diharapkan bagi pemberi pelayanan kesehatan agar tetap meningkatkan pemberian informasi kepada masyarakat tentang penyakit scabies (pencegahan, pemberantasan dan penanganannya). Kata Kunci: Kebersihan Perorangan, Kondisi Fisik Air, Kejadian  Scabies
HUBUNGAN SANITASI DASAR DAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI PENGUNGSIAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN Sri Wahyuni Taba; Nur Afni; Herlina Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.886 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.845

Abstract

Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi dasar dan cuci tangan pakai sabun dengan penyakit diare pada balita.            Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu dengan cara pengumpulan data sekaligus pada suatu waktu dengan tujuan untuk mencari  hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling terhadap 57 balita. Analisis dilakukan dengan menggunakan Uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara cuci tangan pakai sabun dengan nilai ρ = 0,004 (ρ value = < 0,05) terhadap penyakit diare pada balita di Pengungsian Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan. Tidak ada hubungan antara ketersediaan air bersih dengan nilai ρ = 0,153 (ρ value = > 0,05), tidak ada hubungan ketersediaan tempat pembuangan sampah ρ = 1,000 (ρ value = > 0,05), tidak ada hubungan ketersediaan jamban ρ = 1,000 (ρ value = > 0,05), tidak ada hubungan ketersediaan SPAL ρ = 1,000 (ρ value = 0,05) terhadap penyakit diare pada balita di Pengungsian Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan.Peneliti memberikan saran untuk masyarakat pengungsian wilayah kerja puskesmas pantoloan agar menerapkan kebiasaan cuci tagan pakai sabun setiap memberi makan balita agar tetap sehat dan tidak terkena penyakit, seperti diare.  Kata Kunci :   Sanitasi Dasar, Cuci Tangan Pakai Sabun, Diare
FAKTOR RISIKO KEJADIAN SCABIES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DOLO KABUPATEN SIGI Ika sari julianti; Budiman Budiman; Herlina Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.201 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.979

Abstract

ABSTRAKScabies merupakan penyakit endemi di masyarakat yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit ini banyak dijumpai pada anak-anak dan orang dewasa, tetapi dapat mengenai semua golongan umur. Penyakit ini sering dijumpai ditempat-tempat yang padat penduduknya  dengan keadaan kebersihan yang buruk. Penyakit scabies sangat mudah menular, bisa melalui sentuhan langsung dengan penderita atau tidak, misalnya melalui handuk, pakaian, sprei dan barang-barang lainnya yang pernah digunakan oleh penderita.  Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan case control yang digunakan dengan maksud untuk mengetahui hubungan kebersihan perorangan dan kondisi fisik air dengan kejadian scabies di wilayah kerja puskesmas Dolo Kabupaten Sigi. Jumlah sampel semua penderita penyakit scabies dan yang tidak menderita sebanyak 20 kasus dan 20 kontrol. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebersihan perorangan dengan kejadian scabies dengan nilai p= 0,000< 0,05 dan ada hubungan antara kondisi fisik air dengan kejadian scabies dengan nilai p= 0,001< 0,05. Penelitian ini menyarankan agar institusi puskesmas dan instansi terkait untuk lebih menggiatkan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit scabies dan juga diharapkan bagi pemberi pelayanan kesehatan agar tetap meningkatkan pemberian informasi kepada masyarakat tentang penyakit scabies (pencegahan, pemberantasan dan penanganannya). Kata Kunci        : Kebersihan Perorangan, Kondisi Fisik Air, Kejadian  Scabies
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK PADA PEGAWAI DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AL-FAHMI PALU Firmansyah Firmansyah; Sudirman Sudirman; Herlina Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.271 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.987

Abstract

ABSTRAKKebiasaan merokok sudah menjadi budaya pada bangsa kita. Remaja, dewasa bahkan anak-anak sudah tidak asing lagi dengan benda mematikan tersebut. Pelarangan  untuk merokok memang tidak bersifat baku, hanya saja yang ditekankan adalah tidak merokok di tempat umum.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) pada pegawai di lingkungan Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fahmi Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif yaitu merupakan metode penelitian yang dilakukan membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan, dimana penggambaran atas datanya dengan menggunakan kata dan baris kalimat, dengan 9 informan, dimana informan kunci ,merupakan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Fahmi Palu, penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 02 April 2019 di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Fahmi Palu. Dari hasil penelitian tentang Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok dapat disimpulkan bahwa Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Fahmi Palu, belum efektif dan banyak kendala dalam implementasinya yang masih harus diperbaiki  seperti belum maksimalnya sosialisasi yang dilakukan sehingga baik aparat pelaksana maupun masyarakat belum  mengetahui tugas, fungsi dan perannya masing-masing. Di sarankan kepada pelaksana untuk menegakan aturan yang berlaku  karena bagaimanapun aturan berupa Peraturan Daerah sebagai suatu produk hukum  daerah yang telah ditetapkan harus dijunjung tinggi dalam pencapaian  tujuan yang telah ditetapkan.Kata Kunci    : Implementasi, Kawasan Tanpa Rokok, Sekolah
Balita di Desa Lembasada Kecamatan Banawa Selatan Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian ISPA pada Anak Kabupaten Donggala: Toddler in Village Lembasada Banawa South District Relations Physical Condition Home with the Genesis ISPA in Children Donggala Regency Nur Amalia Safitri; Budiman; Herlina Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 3 No. 1: APRIL 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.331 KB) | DOI: 10.56338/jks.v3i1.1682

Abstract

Penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) masih penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Di Indonesia kasus pneumonia merupakan penyebab kematian ketiga setelah kardiovasikular dan tuberculosis. Terjadinya ISPA tertentu bervariasi menurut beberapa factor antara lain, kondisi lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pada Balita di Desa Lembasada Kec. Banawa Selatan, Kab. Donggala. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan croos sectional design yang bertujuan melihat hubungan sebab dan akibat secara bersama dalam satu waktu, yaitu kondisi fisik lingkungan dan perilaku anggota keluaraga perokok dengan kejadian Infesksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan kondisi ventilasi dengan kejadian ISPA pada balita. dengan nila p > 0,05 (p=0,959), tidak ada hubungan kondisi pencahayaan dengan kejadian ISPA pada balita. dengan nila p > 0,05 (p=0, 441), tidak ada hubungan suhu ruangan dengan kejadian ISPA pada balita. dengan nila p > 0,05 05 (p=0), ada hubungan kepadatan hunian dengan kejadian ISPA pada balita. dengan nila p < 0,05 (p=0, 003), dan ada hubungan perilaku anggota keluarga merokok dengan kejadian ISPA pada balita. nila p < 0,05 (p=0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan kondisi ventilasi, tidak ada hubungan kondisi pencahayaan, tidak ada hubungan suhu ruangan, ada hubungan kepadatan hunian dan ada hubungan perilaku anggota keluarga merokok dengan kejadian ispa pada balita. Saran agar instansi kesehatan lebih melakukan penyuluhan tentang bagaimana rumah sehat dan penyuluhan tentang penyakit ISPA agar lebih tepat dalam mencegah penyakit tersebut.