Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kesejahteraan Sosial Perspektif Al-Qur`an Ismail, Asep Usman
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 4 No. 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v4i1.9766

Abstract

The Qur’an uses some terms that meaningful social welfare. Among the terms that the coverage meaning breadth and depth, and describes the concept of social welfare is fundamentally, the term, al-Falah which giving to al-muflihûn, prosperous society on the basis of faith and piety, the ultimate goal of human life in this world. There are five pillars of social welfare includes health, education, housing, and social security. One of very important aspect of welfare problems studied social work is poverty. The results of the study authors point out that Al-Qur`an mentions the term poor in the form 11 times and call it in the plural, masâkîn, as many as 12 times. So, overall Al-Qur`an mentions the term poor as much as 23 times. Al-dha’îf causes of poverty, weak spirit, reason and science weak, physically weak, and the weak skills of Al-khawf, i.e not dare to take the risk of failure, loss, or a loss of capital. Al-Kaslan, namely the state of one’s soul is overwhelmed by laziness Al-grabber, the state of a person who is dominated by the miserly nature. This poverty of cause of other social welfare issues such trafficking. How to cope with the strengthening of the family as a form of social welfare development.Keywords: Lima Pilar, Kesejahteraan Sosial, Kemiskinan, dan Penguatan Keluarga.
The Socio-Economic Movements of Sufis: Exploring Spiritual Entrepreneurship of the Idrisiyyah Ṭarīqah at Pagendingan Tasikmalaya Indonesia Ismail, Asep Usman
ILMU USHULUDDIN Vol. 10, No. 2, December 2023
Publisher : Peminat Ilmu Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/iu.v10i2.37839

Abstract

Idrisiyyah's spiritual entrepreneurship was born from the neo-Sufism paradigm which produced a business ethos with the motivation of worship, professional service to the murshid, a symphony of inner and outer life and a modern and professional business management culture for the Islamic boarding school's economic independence. Apart from that, Idrisiyyah's entrepreneurial spirituality also gave birth to Idrisiyyah's distinctive corporate culture and corporate values which caused Idrisiyyah business people to feel inner satisfaction, priceless. Cannot be compensated with money, objects or any kind of materials. This causes Idrisiyyah's spiritual entrepreneurship to become an oasis in the midst of a business ethics crisis; but it is difficult to put into practice in society, because Idrisiyyah's spiritual entrepreneurship is tied to the Tarîqah system. The key to success lies in applying the concepts of lillah, fillah and billah, for Allah, in Allah's rules and by Allah, in all lines of business in the epicenter of murshid leadership and example.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MISKIN KAMPUNG ZAKAT MELALUI BUDI DAYA LELE DI KELURAHAN SUMURBATU KOTA BEKASI Subandi, Subandi; Ismail, Asep Usman
Jurnal Kommunity Online Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Kommunity Online
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FDIKOM, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jko.v4i2.35211

Abstract

Kampung Zakat adalah proses memberdayakan dan membina masyarakat berpenghasilan rendah yang basisnya pada dana zakat, infak, dan sedekah yang diperoleh melalui muzaki. Kemudian, dikelola Badan Amil Zakat (BAZ) dan disalurkan kepada mustahik dengan produk zakat produktif berupa budi daya lele. Kemiskinan salah satu masalah sosial penting yang dihadapi oleh pemerintah dan harus segera diatasi. Zakat adalah satu di antara rukun Islam yang berpeluang jadi solusi guna menciptakan masyarakat yang mandiri apabila dikelola dengan baik dan tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini peneliti menggambarkan suatu keadaan dengan apa adanya berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Sasaran penelitian adalah mustahik zakat, yaitu masyarakat penerima manfaat program budi daya lele meliputi Pak Rustam, Pak Aliyuddin, dan Pak Nadam yang berlokasi di Kelurahan Sumurbatu Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi. Hasil yang ditemukan pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin Kampung Zakat melalui budi daya lele di Kelurahan Sumurbatu Kota Bekasi dilakukan melalui 5 proses, yaitu asesmen, inisiasi program, sosialisasi, pelatihan, dan pelaksanaan program. Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budi daya lele berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat penerima manfaat. Namun, masih belum menciptakan dampak yang signifikan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS PENDIDIKAN LITERASI MELALUI PROGRAM PERPUSTAKAAN MINI DI DESA KARANGANYAR, TEGAL Andani, Shabrina Talitha; Ismail, Asep Usman; Setyaningrum, Ananda Putri Suci; Kamila, Najla Jihan; Rafif, Raditya Cahya; Setiawan, Zhen Andika; Rayhansyah, Alfridho; Arfianti, Azzira Rachmadani; Hummaira, Zahira Nadzifah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54533

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi di Desa Karanganyar, Tegal, melalui pembangunan Perpustakaan Mini. Keterbatasan akses terhadap bahan bacaan dan rendahnya minat baca mendorong penggunaan pendekatan Community-Based Research (CBR), yang melibatkan observasi, diskusi masyarakat, perencanaan program, implementasi, dan pemantauan. Kegiatan yang dilakukan meliputi inisiatif donasi buku, penataan perpustakaan, dan lokakarya edukasi seperti mendongeng dan daur ulang kreatif. Program ini menghasilkan peningkatan partisipasi masyarakat, kunjungan perpustakaan yang semakin meningkat, dan kesadaran literasi yang lebih tinggi. Kolaborasi dengan lembaga lokal juga membuka peluang keberlanjutan jangka panjang, termasuk rencana pengembangan Perpustakaan Mini menjadi Perpustakaan Desa. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif mendukung peningkatan literasi dan pemberdayaan masyarakat.