Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Conceptual Design of Pedestrian Overpasses Bridge for Vertical Evacuation from Tsunami (POBET) in Padang City – West Sumatra Syukri, Andi; yaldi, Gusri; Hamid, Desmon; Murdiansyah, Lukman; Rozaan, Aufaa; Roza, Afrina
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.442 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.99

Abstract

Padang City, the most populated city in West Sumatra, is considered to have one of the world’s highest tsunami risks due to its high and close offshore thrust-fault seismic hazard, its flat terrain, and its dense population, which is mostly distributed along the coast. Current preparation for a tsunami in Padang focuses on developing early warning systems, planning evacuation routes, conducting evacuation drills, and educating the public about its tsunami risk. These are necessary, but insufficient, steps. The natural warning in Padang—strong earthquake shaking that lasts over a minute—will be the first and best indicator that a tsunami is likely to strike. It is estimated that even if evacuation begins immediately after the earthquake shaking stops, more than 100,000 inhabitants of Padang will be unable to reach high ground in less than 30 minutes—the expected time between the end of the earthquake shaking and the arrival of the tsunami wave at the shore. Based on Evaluation of Tsunami Evacuation Infrastructure for Padang, West Sumatra, Indonesia (Veronica, et.al: 2011) concluded, based upon extensive fieldwork, that Padang’s existing tsunami evacuation capacity is grossly inadequate, and that tsunami evacuation structures are essential to protect the people of Padang. To maximize their impact and effectiveness, those tsunami evacuation structures should be locally-appropriate, feasible to build and maintain, and easy to replicate. The M7.6 earthquake that struck Padang on September 30, 2009 confirmed this critical need for tsunami evacuation infrastructure. Although the earthquake did not generate a tsunami, it did cause the collapse of many buildings that had previously been identified as satisfactory evacuation structures. The earthquake also triggered massive traffic jams, stranding people in harm’s way and demonstrating why Padang needs structures that enable more people to evacuate-in-place. Finally, it needs to design new structures to accommodate people to evacuate immediately in place. Pedestrian Overpasses Bridge for Vertical Evacuation from Tsunami (POBET) will work effectively for evacuees who get traffic jam during the tsunami inundated elapsed critical hours. The most reason for POBET need to be design is a prototype for the government to combine pedestrian overpasses bridge with vertical evacuation from tsunami. These evacuation infrastructures consider about less for land use, easy to reach, compatible for any infrastructure purposes. Rely on budget and planning, POBET would design with a smallest amount budget and effortless construction process. It can be replicate by the local government to build in any place in Padang City.
Estimasi mode shift angkutan umum ke Trans Padang di Kota Padang Yaldi, Gusri; Momon, Momon; Irawan, Bayu Budi
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 16 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.805 KB) | DOI: 10.30630/jirs.16.1.187

Abstract

Abstrak- Kondisi pelayanan angkutan umum di Kota Padang sudah sangat memprihatinkan yang di dominasi oleh angkutan berkapasitas kecil yang menambah kepadatan dan kesemrawutan lalu lintas. Kondisi ini semakin diperparah oleh perilaku pengemudi yang ugal-ugalan karena berebut penumpang sehingga aspek kenyamanan dan keselamatan penumpang menjadi terabaikan. Di samping itu, Indonesia menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber utama energinya, yang sebagiannya adalah di impor. Fakta ini tentunya akan semakin memperburuk dampak negatif dari transportasi darat, termasuk di Kota Padang. Saat ini terdapat angkutan umum Bus Rapid (BRT) Transit Trans Padang yang sudah beroperasi sejak tahun 2014. Dalam rangka meminimalisir dampak negatif transportasi darat, maka direncanakan untuk mengembangkan koridor layanan Trans Padang dari semula 1 menjadi 6 Koridor. Untuk itu perlu di estimasi potensi demand nya, khususnya yang akan berpindah (mode shift) dari angkutan mobil penumpang umum (MPU) ke BRT Trans Padang yang merupakan tujuan dari penelitian ini. Luaran dari penelitian ini juga dapat digunakan sebagai pertimbangan sebagai informasi dalam penentuan prioritas koridor yang yang dikembangkan oleh stakeholder terkait.
Analisis karakteristik pengguna jalan di Kota Padang M. Nur, Imelda; Yaldi, Gusri; Apwiddhal, Apwiddhal; Amri, Syaiful; Momon, Momon
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 16 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.005 KB) | DOI: 10.30630/jirs.16.1.190

Abstract

Pemakaian bahan bakar minyak (BBM) cenderung meningkat selaras dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia. Pada level nasional, BBM adalah sumber energi utama dimana mayoritasnya dikonsumsi oleh moda transportasi darat seperti mobil pribadi/kendaraan penumpang dan angkutan barang. Sedangkan angkutan umum hanya mengkonsumsi 9% saja. Terdapat peluang untuk mengurangi konsumsi pemakaian BBM oleh sektor transportasi khususnya transportasi darat, melalui peningkatan market share penggunaan angkutan umum dengan mengajak pengguna jalan untuk beralih dari pemakaian mobil pribadi ke angkutan umum/BRT seperti yang diharapkan oleh pemerintah. Untuk itu terlebih dahulu perlu di analisis karakter pengguna jalan eksisting agar dapat di rancang skema angkutan umum yang dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan pengguna jalan yang merupakan tujuan dari penelitian ini. Harapannya adalah luaran yang dihasilkan dapat digunakan oleh stakeholder terkait sebagai pertimbangan dalam merancang angkutan umum yang dapat memberikan manfaat dan keuntungan maksimum bagi pengguna jalan.