Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Stimulasi Pengetahuan Orangtua dan Penilaian Tumbuh Kembang Balita Menggunakan Formulir DDTK Di PPA Pulomas Lince Siringo ringo; Santa Maria Pangaribuan; Loritta Yemina; Sri Hunun Widiastuti; Kezia Elizabeth Sahelangi
SIGDIMAS Vol. 1 No. 02 (2023): Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : SIGDIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan Perkembangan  anak merupakan indikasi kesejahteraan anak serta dapat juga menentukan masa depan anak, sehingga perlu diupayakan secara optimal. Periode paling penting adalah pada usia 0 – 2 tahun, selanjutnya sampai dengan usia 5 tahun. Tumbuh kembang anak dapat di deteksi secara dini untuk mengidentifikasi pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan formulir Deteksi Dini dan Intervensi Tumbuh Kembang (DDTIK). Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat dilakukan di Pusat Pengembangan Anak (PPA) Pulomas pada Mei 2023 dengan jumlah responden anak 54 orang dan 40 orangtua. Pelaksanaanya dengan memberikan edukasi tumbuh kembang & stimulasi tumbuh kembang kepada orang tua serta melakukan penilaian Tumbuh Kembang Balita Menggunakan Formulir DDTIK. Hasil yang didapat setelah dilakukan kegiatan edukasi kesehatan tentang Konsep Tumbuh Kembang dan Komunikasi pada Anak terdapat peningkatan pengetahuan peserta dibandingkan sebelum kegiatan edukasi Kesehatan. Diharapkan program ini berlangsung secara berkesinambungan. Institusi pendidikan dan puskesmas dapat terus bekerjasama untuk menjangkau banyak partisipan terutama dalam pelaksaanaan pemeriksaan DDTIK
Edukasi Teknik Manajemen Stres Ibu Rumah Tangga yang Memiliki Anak Balita di Kelurahan Johar Baru Sri Hunun Widiastuti; Lince Siringoringo; Santa Maria Pangaribuan; Sarti Oktarina Purba; Novelita Lestari Saragih
SIGDIMAS Vol. 1 No. 02 (2023): Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : SIGDIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang juga masih belum terlepas dari masalah kesehatan jiwa. Data menunjukkan Ibu yang mengasuh anak usia balita mengalami stress ringan hingga berat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang edukasi teknik manajemen stres ibu rumah tangga yang memiliki balita dikelurahan Johar Baru. Metode yang dilakukan adalah menilai pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan Penyuluhan dan latihan manajemen Stres dengan memberikan soal pre dan post test dan posttest setelah diberikan pengetahuan. Berdasarkan hasil pre-test dengan jumlah 33 orang menunjukkan bahwa rata-rata 11,70% tidak mengetahui informasi mengenai edukasi Ibu Rumah Tangga yang memiliki Balita dalam Manajemen Stres. Sedangkan pada post-test menunjukkan bahwa nilai/skor rata-rata 13,30%. Hasil ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan Ibu Rumah Tangga yang memiliki Balita dalam Manajemen Stres dengan cara   latihan tarik napas dalam, dan latihan otot progresif  mengalai perubahan yaitu stress berkurang
Social Interaction Among the Elderly During the Covid-19 Pandemic in Central Jakarta Inya, Debora Tamo; Pangaribuan, Santa Maria; Widiastuti, Sri Hunun
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 12 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 12 Number 03 September
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.668 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v12i03.2073

Abstract

Background: The impact of Covid-19 is beyond the interpretation of various groups in Indonesia, Covid-19 has a worrying and detrimental impact on various aspects of society. The conditions that have an impact are seen in changes in interaction, where due to the government's policy to carry out physical distancing, and quarantine, social interaction between communities’ decreases, as a result, there is a community structure that causes a shift in lifestyle to new habits that make social interaction erosion in the community, especially among the elderly. The purpose of this study is to find out about social interactions among the elderly during the Covid-19 pandemic in Cempaka Putih, Central Jakarta. Method: The research design used is a quantitative descriptive method using univariate analysis. The questionnaire consists of 12 question items, where the questionnaire used has been declared valid and reliable. The sample used in this study was 108 respondents. Results: The results of this study were that there were 100 elderly or 92.6% of the elderly who had sufficient social interaction. Discussion: This study possesses that most of the elderly have sufficient social interaction, so it is expected for the local health service to run the elderly program with Group Activity Therapy during the pandemic by complying with health protocols.
Pencengahan Kekerasan Seksual Pada Anak Pra Sekolah Melalui Edukasi Parenting Yenny, Yenny; Widiastuti, Sri Hunun; Siringo ringo, Lince; Purba, Sarti Oktarina; Yemina, Loritta
SIGDIMAS Vol. 2 No. 02 (2024): Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : SIGDIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual pada anak  di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Kekerasan seksual   berdampak dalam perkembangan emosi, social dan kognitif anak, yang akan sangat merugikan   anak   orang tua dan juga bagi bangsa. Pendidikan pencegahan kekerasan seksual pada anak perlu terus dilakukan kepada masyarakat, mengingat pemenuhan hak anak untuk  mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan negara, pemerintah, masyarakat , keluarga dan orang tua. Pengabdian kepada Masyarakat berupa edukasi parenting tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak pra sekolah di di TK Melati Johar Baru Jakarta Pusat pada tanggal 19 Juli 2024. Edukasi ini bertujuan membantu masyarakat khususnya orang tua dari anak pra sekolah dalam mencegah kekerasan seksual. Edukasi menggunakan ceramah, diskusi dan role play. Kegiatan diukuti oleh 43 peserta orangtua anak pra sekolah, dengan mayoritas memiliki karakteristik Perempuan (100%), pendidikan SMA/SMEA/SMK (39.5%) dan pekerjaan IRT (97.7%). Hasil tes menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 1,44 poin. Sikap mayoritas peserta aktif dalam diskusi dan dalam pelaksanaan role play pencegahan kekerasan seksual. Edukasi terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak, menumbuhkan sikap positif.
Upaya Peningkatan Keterampilan Pendampingan Kedukaan Serta Perawatan Jenazah Bagi Jemaat Gereja Kristen Jawa Bambu Kuning Widiastuti, Sri Hunun; Siringoringo, Lince; Pangaribuan, Santa Maria; Purba, Sarti Oktarina; Saragih, Novelita Lestari
SIGDIMAS Vol. 2 No. 02 (2024): Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : SIGDIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja berkewajiban untuk melakukan pelayanan bagi orang yang sudah meninggal dan pendampingan kedukaan bagi keluarga yang ditinggalkan bertujuan untuk memberikan dukungan, pemulihan luka batin sebagai akibat kedukaan yang terjadi kepada anggota keluarga. Ini adalah kultur dalam kehidupan bergereja sebagai sarana untuk memberikan kekuatan dan juga meringankan beban keluarga yang berduka. Studi pendahuluan yang dilakukan, bahwa banyak pelayan jemaat dan anggota jemaat Gereja Kristen Jawa   yang belum memahami bagaimana cara perawatan dan  pendampingan kedukaan yang tepat, sehingga kurang tepatnya pelayanan yang akan diberikan kepada keluarga yang mengalami kedukaan. Kegiatan PKM merupakan upaya pengabdian kepada masyarakat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PGI Cikini yang bertujuan dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan berjalan dengan sangat baik dan lancar sesuai dengan perencanaan tim. Hasil kegiatan ini menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata 4.5455 poin pada hasil rata-rata post tes. Dapat disimpulkan terjadinya peningkatan level pengetahuan/kognitif individu dalam Keterampilan Pendampingan Kedukaan Serta Perawatan Jenazah.
Hubungan Perilaku Bullying dengan Kemampuan Interaksi Sosial pada Remaja Sihol, Anggiat; Sri Hunun Widiastuti; Sarti Oktarina Purba; Santa Maria Pangaribuan
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/grbkre73

Abstract

Bully yang artinya menggertak, orang yang mengganggu orang lain yang lebih lemah. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang terjadi antar individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok dimana dalam kegiatan ini saling mempengaruhi perilaku. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan kemampuan interaksi sosial pada remaja. Kole rasional dengan jumlah responden 188 yaitu siswa/I SMAN 24 Jakarta, menggunakan Analisa uji chi square. Perilaku bullying sebagian besar di SMAN 24 Jakarta adalah perilaku bullying dengan kategori tidak, kemampuan interaksi sosial Sebagian besar baik dan hasil chi square di dapatkan ada hubungan yang signifikan antara perilaku bullying dengan kemampuan interaksi sosial dengan nilai significance 0,001, dengan nilai p-value = 0,005. Pada kategori umur menunjukkan mayoritas responden umur 16-18 tahun, yaitu kelompok remaja tengah yang mendominasi dengan persentase mencapai (66,5%). Selain itu, sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah perempuan dengan persentase (50,5%). Pada kategori perilaku bullying tidak (87,8%) dan pada kategori kemampuan interaksi sosial Sebagian besar baik (61,2%).   Bully which means to bully, a person who bullies others who are weaker. Social interaction is a reciprocal relationship that occurs between individuals with individuals, individuals with groups and groups with groups where in this activity they influence each other's behaviour. The purpose of the study was to determine the relationship between bullying behaviour and social interaction skills in adolescents. Rational colleges with a total of 188 respondents, namely students of SMAN 24 Jakarta, using chi square test analysis. Bullying behaviour mostly in SMAN 24 Jakarta is bullying behaviour with no category, social interaction ability is mostly good and the results of chi square obtained there is a significant relationship between bullying behaviour and social interaction ability with a significance value of 0.001, with a p-value = 0.005. The age category shows the majority of respondents aged 16-18 years, namely the middle adolescence group which dominates with a percentage reaching (66.5%). group dominates with a percentage reaching (66.5%). In addition, most of the respondents in this study were female with a percentage of (50.5%). At the category of bullying behaviour is not (87.8%) and in the category of social interaction skills, most of them are good (61.2%)
Hubungan Tingkat Kecerdasan Emosional (EQ) Dengan Kemampuan Komunikasi Terapeutik Mahasiswa Keperawatan Natasya Cindy; Sri Hunun Widiastuti; Lince Siringo Ringo
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/cs5znj76

Abstract

Keperawatan adalah aktivitas pelayanan profesional yang merupakan bagian penting dari layanan kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecerdasan emosional (EQ) dengan kemampuan komunikasi terapeutik mahasiswa keperawatan STIKes PGI Cikini. Dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2024, melibatkan 83 responden dengan karakteristik jenis kelamin perempuan (91,3%), jenis kelamin laki-laki (8,7%) dan angkatan 53 (52,2%), angkatan 54 (47,8%). Tingkat kecerdasan emosional responden terbagi menjadi kategori sangat tinggi (58,0%), tinggi (36,2%), cukup (5,8%). Tingkat kemampuan komunikasi terapeutik terbagi menjadi kategori sangat tinggi (69,6%), tinggi (24,6%), cukup (5,8%). Responden dengan tingkat kecerdasan emosional pada kategori Sangat Tinggi memiliki tingkat komunikasi terapeutik pada kategori Sangat Tinggi sebanyak 40 responden (58.0%). Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan melakukan pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelitian yang mempelajari korelasi antara paparan atau faktor resiko (independen) dengan akibat atau efek (dependen), dengan pengumpulan data dilakukan secara serentak dalam satu waktu antara faktor risiko dengan efeknya. Analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecerdasan emosional dan kemampuan komunikasi terapeutik di kalangan mahasiswa keperawatan di STIKes PGI Cikini. Berdasarkan karakteristik 69 responden, sebagian besar adalah perempuan, dengan 63 responden (91,3%). Mayoritas responden juga berasal dari angkatan 53, yaitu sebanyak 36 responden (52,2%).   Nursing is a professional service activity which is an important part of overall health services. This study aims to determine the relationship between the level of emotional intelligence (EQ) and the therapeutic communication abilities of STIKes PGI Cikini nursing students. Carried out in June-August 2024, involving 83 respondents with characteristics of female gender (91.3%), male gender (8.7%) and class 53 (52.2%), class 54 (47.8 %). The level of emotional intelligence of respondents was divided into very high (58.0%), high (36.2%), fair (5.8%) categories. The level of therapeutic communication skills is divided into very high (69.6%), high (24.6%), sufficient (5.8%) categories. Respondents with a level of emotional intelligence in the Very High category had a level of therapeutic communication in the Very High category of 40 respondents (58.0%). The type of research used is quantitative descriptive research using a cross sectional approach, namely research that studies the correlation between exposure or risk factors (independent) and consequences or effects (dependent), with data collection carried out simultaneously at one time between risk factors. with the effect. Results: analysis shows that there is a significant relationship between the level of emotional intelligence and therapeutic communication skills among nursing students at STIKes PGI Cikini. Based on the characteristics of 69 respondents, the majority were women, with 63 respondents (91.3%). The majority of respondents also came from class 53, namely 36 respondents (52.2%).
Implementasi Senam Hipertensi Dan Pendidikan Kesehatan Pada Penderita Hipertensi Di Kelurahan Rawasari Pangaribuan, Santa Maria; Siregar, Henrianto Karolus; Yemina, Loritta; Yenny, Yenny; Widiastuti, Sri Hunun
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i3.109

Abstract

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah faktor risiko utama pada penyakit kronis dan kematian. Senam hipertensi dianjurkan untuk pencegahan, pengobatan dan pengendalian hipertensi. Senam hipertensi merupakan salah satu penatalaksanaan non farmakologi yang dapat dilakukan dengan mudah dan tidak memerlukan biaya yang besar. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Rawasari yang merupakan wilayah kerja Puskemas Kecamatan Cempaka Putih dengan sasaran masyarakat khususnya penderita hipertensi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu Pendidikan kesehatan yang diawali dengan pre-test dan diakhir dengan post-test selanjutnya dilakukan demonstrasi senam hipertensi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa peningkatan pengetahuan peserta kegiatan tentang hipertensi setelah dilakukan kegiatan Pendidikan kesehatan. Nilai rata-rata (mean) sebelum Pendidikan kesehatan yaitu 5.88 dan meningkat setelah diberikan Pendidikan kesehatan dengan nilai rata-ratayaitu 8.50. Peserta kegiatan mampu melakukan senam hipertensi dan menjadi kegiatan olahraga yang dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Senam hipertensi dapat dilakukan setiap hari dengan mempertimbangkan kesehatan dan kemampuan penderita hipertensi. Diharapkan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin dan berkesinambungan yang dapat dilakukan dengan melibatkan kader kesehatan dan menjadi salah satu aktivitas olahraga yang dapat dilakukan pada kegiatan posbindu
Budaya Dokumentasi Keperawatan Berbasis Android di Rumah Sakit Militer TNI: Studi Deskriptif Kuantitatif suroso, suroso; Widiastuti, Sri Hunun; Astuti, Harwina Widya
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/74pf9w12

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan komponen esensial dalam menjamin kualitas asuhan keperawatan yang aman dan akuntabel. Penerapan teknologi informasi melalui sistem dokumentasi berbasis Android menjadi salah satu inovasi dalam pelayanan kesehatan, termasuk di lingkungan rumah sakit militer TNI. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan budaya dokumentasi keperawatan berbasis Android serta mengevaluasi efektivitas dan tingkat kepatuhan penggunaannya oleh perawat. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 60 perawat di Rumah Sakit TK. II TNI. Instrumen berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil menunjukkan bahwa 83% responden menyatakan dokumentasi berbasis Android mempermudah pencatatan, namun hanya 60% yang konsisten dalam penggunaan tepat waktu. Diperoleh bahwa adopsi budaya dokumentasi digital belum merata dan masih membutuhkan penguatan dari sisi pelatihan dan supervisi. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan transformasional dalam membangun budaya dokumentasi digital yang kuat dan berkelanjutan.