Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Journal of Community Development and Disaster Management

Peran Usaha Sapi Perah Dalam Kegiatan Dakwah Islam Di Masjid Baitul Muttaqin Dukuh Ngelo Desa Pudak Wetan Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo Samsuri Samsuri; Teguh Ansori
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 1 No 1 (2019): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.782 KB) | DOI: 10.37680/jcd.v1i1.713

Abstract

Social interaction as a medium for people to exchange experiences. Knowing and understanding with other communities. The lifestyles and social life of rural communities have undergone various shifts leading to the dynamics of urban life and there is almost no difference. Housing has begun to penetrate rural areas. Dairy cattle farming is a new business undertaken by the community in Pudak sub-district especially in Ngelo hamlet. Until now, a group of cattle breeders in Dukuh Pudak has been established, one of which is the Mulyo Abadi cattle group in Dukuh Ngelo with the aim of raising the economy and increasing charity in the field of mosque construction, in this case it is hoped that there will be an increase in the economy and can be permanently beneficial which can be shared. with increasing movement in the implementation of the construction of Masji Baitul Muttaqin Dukuh Ngelo Pudak Wetan Ponorogo, the process carried out by breeders in collecting infaq funds for the construction of mosques is cut / set aside from the net payments received as part of the payment of cow milk business as alms / infaq for the purpose of preaching the benefit of the people, including donating to the construction of the Baitul Muttaqin mosque, Dukuh Ngelo Pudak Wetan Ponorogo Abstrak Interaksi sosial sebagai media bagi masyarakat untuk saling bertukar pengalaman. Mengetahui dan mememahami dengan masyarakat lainya. Gaya hidup dan sosial kemasyarakatan perdesaan sudah mengalami berbagai pergeseran yang mengarah kepada dinamika kehidupan masyarakat perkotaan dan hamper tidak ada bedanya. Perumahan sudah mulai merambah daerah perdesaan. Usaha di bidang peternakan sapi perah adalah sebuah usaha baru yang di lakukan oleh masyarakat di Kecamatan Pudak kususnya di dukuh Ngelo. sampai saat ini sudah berdiri kelompok peternak sapi di dareh pudak salah satunya kelompok ternak sapi Mulyo Abadi di Dukuh Ngelo dengan bertujuan mengangkat perekonomian dan meningkatkan amal jariah dalam bidang pembangunan Masjid dalam hal ini diharapkan adanya peningkatan perekonomian dan dapat bermanfaat secara permanen yang dapat dirasakan bersama. dengan peninkatan bergerak dalam pelaksananan pembanguna Masji Baitul Muttaqin Dukuh Ngelo Pudak Wetan Ponorogo, proses yang di jalankan para peternak dalam pengumpulan dana infaq untuk pembangunan masjid dengan cara di potong/disishkan dari pembayaran bersih yang di terima sebagaian dari hasil pembayaran usaha susu sapi sebagai sedekah/infaq untuk tujuan dakwah kemaslahatan umat, diantaranya untuk disumbangkan terhadap pembangunan masjid Baitul Muttaqin Dukuh Ngelo Pudak Wetan Ponorogo
Peran Dana Desa Dalam Memberdayakan Masyarakat Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam Study Di Desa Galak Kec. Slahung Kab. Ponorogo Marekan Marekan; Teguh Ansori
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 1 No 2 (2019): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.9 KB) | DOI: 10.37680/jcd.v1i2.743

Abstract

Abstrak Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/kota yang digulirkan dari tahun 2015 bertujuan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Dana Desa memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi masyarakat desa, dengan pemanfaatan dan pengalokasian yang efektif dan efisien, Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan utama untuk mendeskriptifkan atau melukiskan secara detail dan mendalam mengenai proses pelaksanaan dana desa sehingga dapat memberikan peran / kontribusi sesuai yang diharapakan pemerintah pusat. Dari hasil penelitian pengolahan dana desa yang ada di Desa Galak Kec. Slahung, Kab Ponorogo, berjalan dengan berpatokan pada petunjuk teknis yang ada sehingga pemberdayaan masyarakat dari tahun 2015 sampai pada tahun 2018 mulai meningkat dilihat dari pembangangunan namun masih minim dalam peningkatan pemberdayaan perekonomian masyarakat. Kebijakan yang dilaksanakan pemerintah dalam melaksanakan tugasnya perpatokan dengan nilai dasar ekonomi islam yaitu: kepemilikan, keseimbangan dan keadilan. Pemerintah bekerja sama dengan lembaga yang ada di desa, serta keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah merupakan keputusan bersama dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Abstract Village Funds are funds sourced from the State Revenue and Expenditure Budget allocated to Villages which are transferred through the Regency / City Regional Income and Expenditure Budget which was rolled out from 2015 with the aim of financing governance, implementation of development, guidance and community empowerment. Village funds have an important role in improving the economy of village communities, with effective and efficient use and allocation. This research is a qualitative research with the main objective of describing or describing in detail and in-depth the process of implementing village funds so that they can provide roles / contributions as expected. Central government. From the results of research on village fund processing in Galak Village, Kec. Slahung, Ponorogo District, runs based on existing technical guidelines so that community empowerment from 2015 to 2018 has begun to increase in terms of development but is still minimal in increasing the empowerment of the community economy. The policies implemented by the government in carrying out their duties are based on the basic values ​​of Islamic economics, namely: ownership, balance and justice. The government collaborates with existing institutions in the village, and decisions taken by the government are joint decisions in the Village Development Planning Consultation (Musrenbangdes).
PELATIHAN KETRAMPILAN SEBAGAI UPAYA MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT (Studi Kegiatan Pelatihan Ketrampilan Pembuatan Kue dan Keripik di Jama’ah Muslimat NU Desa Serangan Kecamatan Sukorejo Tahun 2019) Sunarto Sunarto; Teguh Ansori
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 2 No 1 (2020): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.46 KB) | DOI: 10.37680/jcd.v2i1.988

Abstract

Abstrak Kemiskinan adalah fenomena yang bukan saja terjadi di sebagian besar negara-negara berkembang di dunia. Kemiskinan telah menjadi fenomena sosial yang selalu berkembang dan menjadi masalah multidimensional yang melibatkan berbagai aspek kehidupan. Pembangunan ekonomi merupakan upaya yang dilakukan negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Berbagai upaya pemerintah juga sudah banyak dilakukan pelatihan untuk menunjang perekonomian masyarakat agar bisa mengembangkan usaha dan agar bisa menjadikan masyarakat lebih mandiri. Selain program yang dilakukan pemerintah masyarakat pun ikut andil dalam pembangunan ekonomi. Seperti halnya di desa Serangan Kecamatan Sukorejo menyelenggarakan Pelatihan Ketrampilan Pembuatan Kue dan Keripik untuk memberdayakan masyarakat. Penelitian ini mengambil fokus pada pelaksanaan pemberdayaan pelatihan ketrampilan pembuatan kue dan keripik di jama’ah Fatayat-Muslimat NU Desa Serangan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo dan efektifitas pelatihan dalam penanggulangan kemiskinan di Desa Serangan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo.Jenis penelitian deskriptifkualitatif. Teknik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian yang dilaksanakan penulis menemukan bahwa pelaksanaan pelatihan ketrampilan bagi jama’ah Fatayat-Muslimat Desa Serangan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo dengan tujuan utama menanggulangi kemiskinan dengan meningkatkan produktivitas usaha anggota jama’ah telah terlaksana dengan baik. Selain itu efektivitas pelatihan pemberdayaan dan pengembangan dakwah islam di jama’ah Fatayat Muslimat telah berjalan baik dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Dengan adanya pelatihan ketrampilan pembuatan kue dan keripik berdampak pada meningkatnya produktivitas, pendapatan dan sumber daya manusia sehingga dapat meningkatkan tarap hidup anggota jama’ah serta mempermudah pengembangan dakwah islam pada jama’ah Fatayat-Muslimat Desa Serangan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo. Kata kunci: pelatihan ketrampilan, memberdayakan , pembuatan kue dan kripik Abstract Poverty is a phenomenon that not only occurs in most developing countries in the world. Poverty has become a social phenomenon that is always growing and becomes a multidimensional problem that involves various aspects of life. Economic development is an effort made by the state to improve the welfare of the people throughout Indonesia. Various government efforts have also carried out many trainings to support the community's economy so that they can develop businesses and make people more independent. In addition to programs carried out by the government, the community also takes part in economic development. As is the case in Serangan village, Sukorejo sub-district, the Cake and Chips Making Skills Training is held to empower the community. This study focuses on the implementation of empowerment training in cake and chip making skills in the Fatayat-Muslimat NU congregation, Serangan Village, Sukorejo District, Ponorogo Regency and the effectiveness of training in poverty alleviation in Serangan Village, Sukorejo District, Ponorogo Regency. This type of research is descriptive qualitative. The techniques used by researchers in data collection are observation, interviews and documentation. From the research conducted, the authors found that the implementation of skills training for the Fatayat-Muslimat congregation in Serangan Village, Sukorejo District, Ponorogo Regency with the main objective of reducing poverty by increasing the business productivity of members of the congregation has been carried out well. In addition, the effectiveness of empowerment training and development of Islamic da'wah in the Fatayat Muslimat congregation has been going well in efforts to reduce poverty. With the training of cake and chip making skills, it has an impact on increasing productivity, income and human resources so that it can improve the standard of living of members of the congregation and facilitate the development of Islamic da'wah in the Fatayat-Muslimat congregation, Serangan Village, Sukorejo District, Ponorogo Regency. Keywords: skills training, empowering, cake and chips making
Peran Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya dalam Membentuk Keluarga Sakinah para Tunagrahita Qomariah, Siti; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 3 No 2 (2021): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.381 KB) | DOI: 10.37680/jcd.v3i2.1031

Abstract

Abstrak Desa merupakan unit pemerintahan terkecil yang mewujudkan pembangunan melalui pemberdayaan yang memiliki konsep dan tahapan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat dimulai dari komponen terkecil yaitu keluarga. Dalam kehidupan berkeluarga terdapat setiap fungsi dan tanggung jawab setiap anggota keluarga untuk mencapai kehidupan yang harmonis. Keluarga memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan perjalanan kehidupan yang berbeda pula. Maka dari itu penelitian ini membahas tentang fenomena yang ada di Dusun Tanggungrejo Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo tentang masyarakat tunagrahita yang diberdayakan melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Pemberdayaan ini memiliki peran dalam membentuk keluarga sakinah para tunagrahita. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan memperhatikan teori Fungsinalisme Struktural oleh Talcott Parson yang menganalogikan bahwa masyarakat seperti halnya makhuk hidup yang terus tumbuh dan melihat empat fungsi imperatif AGIL dalam menganalisis tatanan sosial. Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya di Dusun Tanggungrejo Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo merupakan tempat pemberdayaan masyarakat tunagrahita dan masyarakat miskin. Kegiatan yang dilakukan melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya adalah pemberdayaan di bidang keterampilan dan bidang peternakan. Masyarakat tunagrahita merupakan masyarakat yang memiliki keterbatasan intelektual yang menyebabkan mereka berada pada kondisi dibawah normal. Masyarakat tunagrahita yang ada di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya merupakan tunagrahita dengan kategori ringan dan sedang. Keluarga tunagrahita dapat memenuhi kebutuhan pokok anggota keluarga dengan penghasilan dari pemberdayaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Keluarga sakinah para tunagrahita dapat terwujud melalui pembinaan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Kata Kunci: Peran, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Keluarga sakinah Abstract The village is the smallest government unit that realizes development through empowerment which has concepts and stages aimed at the welfare of the community. In realizing the welfare of society, it can be started from the smallest component, namely the family. In family life there are every function and responsibility of each family member to achieve a harmonious life. Families have different characteristics with different life journeys. Therefore, this study discusses the phenomena that exist in the Hamlet of Responsibilities, Karangpatihan Village, Balong District, Ponorogo Regency about the mentally retarded community who are empowered through the Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya. This empowerment has a role in forming a sakinah family for the mentally retarded. This research is a qualitative research by paying attention to the theory of Structural Functionalism by Talcott Parson which makes an analogy that society is like a living being that continues to grow and sees the four imperative functions of AGIL in analyzing social order. The Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya in the Hamlet of Responsibilities, Karangpatihan Village, Balong District, Ponorogo Regency is a place for empowering mentally retarded and poor communities. Activities carried out through the Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya are empowerment in the field of skills and the field of animal husbandry. The mentally retarded community is a society that has intellectual limitations that cause them to be in a below normal condition. The mentally retarded community in the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS) is mentally retarded with mild and moderate categories. Mentally retarded families can meet the basic needs of family members with income from empowerment at the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS). The sakinah family of the mentally retarded can be realized through guidance from the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS). Keywords: Role, Social Welfare Institution, Sakinah Family
Relevansi Dakwah Permberdayaan Masyarakat Di Era Industri 4.0 Lestari, Selly; Putri, Triska Anne; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 4 No 1 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v4i1.1560

Abstract

Keberhasilan dari pembangunan suatu bangsa terletak dari kualitas sumber daya manusianya, baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Perkembangan zaman pada era globalisasi ini memberikan banyak dampak bagi seluruh aspek dan tatanan masyarakat yang ada. Era globalisi saat ini memberikan banyak dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak negatif dari globalisasi perlu adanya penanganan yang khusus. Salah satu penangan dari dampak globalisasi saat ini dengan dakwah pemberdayaan masyarakat. Dakwah pemberdayaan masyarakat merupakan suatu bentuk aksi nyata perubahan dan pengembangan segala bentuk potensi yang dimiliki. Potensi yang ada perlu diberdayakan secara bersama dengan tujuan pencapaian perbaikan kehidupan masyarakat. The success of a nation's development lies in the quality of its human resources, both economic, social, cultural, and political. The era of globalization has had a dramatic impact on all aspects and social order. The present global era brings many impacts, both positive and negative effects. The negative effects of globalization need special treatment. One of the handlers of today's globalization's impact with the empowerment of society. The empowering of society is a tangible action action of change and development of all forms of potential. Existing potential needs to be empowered together with the goal of improving people's lives.
Manajemen Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas Nurcahyo, Mugi; Setyawan, Agus; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 4 No 2 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v4i2.2071

Abstract

The background of this study states that in a community environment even though the majority of the population is Muslim and as social beings, it cannot be used as a guarantee that the community has awareness of the values ​​contained in religion or awareness in participating in disaster management, and in participating in disaster management. Environmental welfare action. The environmental community in Krajan Hamlet, Baosan Lor Village, Ngrayun District spends a lot of time earning a living and working. The impact that occurs is that society is increasingly focused on worldly so that people are negligent with religious values ​​and as social beings. In this case, the awareness of religious leaders or community leaders in the environment in the Krajan Hamlet, Baosan Lor Village, Ngrayun District has an important role as a driving force and embracing in increasing religious awareness as well as making people aware of social actions for disaster management for environmental welfare. With the existence of communities and organizations that exist or are starting to form and move in this place, it is necessary to have management of the role of religious leaders, and driving figures in embracing the community. Because the purpose of the role of religious leaders and driving figures here is to be able to bully the community in building a peaceful, religious, and peaceful environment. Based on data analysis, this research uses a qualitative approach, namely research conducted by observing and analyzing it using scientific logic. With data collection techniques carried out by researchers including observation, documentation and in-depth interviews with informants who are considered to have a conferhensive understanding of information related to the research topic being carried out.
Peran Karang Taruna Dalam Mengembangkan Taman Desa Di Desa Prajegan Kecamatan Sukorejo Ponorogo Ihwanudin, Eko; Misbahuddin, Muhammad; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 5 No 2 (2023): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v5i2.3334

Abstract

Ponorogo merupakan sebuah kabupaten yang memilki banyak potensi yang harus dikembangkan dan lestarikan, baik potensi alam maupaun potensi budaya yang ada didaerah Ponorogo. Didesa Prajegan yang bertempat sebelah utara Kabupaten Ponorogo lebih tepatnya hapir berbatasan dengan Kabupaten Magetan, Desa Prajegan juga mempunyai potensi alam Buatan yang bagus yaitu Taman Sumringah yang berda disebelah Timurnya Kantor Kepala Desa Prajegan. Didalam sebuah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaiaman Peran Pemuda dalam membangun wisata desa, (2) Menjadikan komponen masyarakat mau dalam menawarkan ide-ide membangun wisata, (3) Strategi bagaimana pemerintah Desa dan Pemuda dalam mengembangkan objek wisata Desa. Jenis penelitian dalam skripsi ini mengunakan Penelitian Kualitatif,dengan pendekatan bagaimana Peran Pemuda Ansor dan Karang Taruna Dalam Mengembangkan Taman Desa Di Desa Prajegan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa didalam sebuah pembangunan dan pengembangan wisata peran pemuda dan masyarakat dalam melakukan pengembangan dan terus perbaikan dalam membangun wisata lebih indah dan nyaman untuk pengunjung yang datang dan akan berwisata. Dengan itulah pemuda mempunyai semangat tinggi dalam melakukan dan mengembangkan budaya yang ada Di Desa Prajegan baik budaya kesenian seperti Reog,ketroprak,Gajah, Unta dan masih banyak lagi yang menjdikan meningkatkan potensi desa menjadi lebih baik dan mempunyai daya saing tinggi terhadap yang lain,dengan itulah pemuda Ansor dan Karang Taruna harus bisa meneruskan dan melakukan perubahan menjadi yang lebih baik. Ponorogo is a district that has a lot of potential that must be developed and preserved, both natural potential and cultural potential in the Ponorogo area. In Prajegan Village, which is located in the north of Ponorogo Regency, almost directly adjacent to Magetan Regency, Prajegan Village also has good artificial natural potential, namely Sumringah Park which is located to the east of the Prajegan Village Head Office. In this research, it aims to find out (1) what is the role of youth in building village tourism, (2) making community components willing to offer ideas for building tourism, (3) strategies for how the village government and youth develop village tourism objects. The type of research in this thesis uses qualitative research, with an approach to the role of Ansor youth and youth organizations in developing village parks in Prajegan village. The results of this study indicate that in tourism development and development the role of youth and society is in developing and continuing to improve in building more beautiful and comfortable tourism for visitors who come and will travel. With that young people have high enthusiasm in carrying out and developing the culture that exists in Prajegan Village, both artistic culture such as Reog, ketroprak, elephants, camels and many more which make the village's potential better and have high competitiveness against others, with that Ansor youth and Karang Taruna must be able to continue and make changes for the better.
Peran Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya dalam Membentuk Keluarga Sakinah para Tunagrahita Qomariah, Siti; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 3 No. 2 (2021): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v3i2.1031

Abstract

Abstrak Desa merupakan unit pemerintahan terkecil yang mewujudkan pembangunan melalui pemberdayaan yang memiliki konsep dan tahapan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat dimulai dari komponen terkecil yaitu keluarga. Dalam kehidupan berkeluarga terdapat setiap fungsi dan tanggung jawab setiap anggota keluarga untuk mencapai kehidupan yang harmonis. Keluarga memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan perjalanan kehidupan yang berbeda pula. Maka dari itu penelitian ini membahas tentang fenomena yang ada di Dusun Tanggungrejo Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo tentang masyarakat tunagrahita yang diberdayakan melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Pemberdayaan ini memiliki peran dalam membentuk keluarga sakinah para tunagrahita. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan memperhatikan teori Fungsinalisme Struktural oleh Talcott Parson yang menganalogikan bahwa masyarakat seperti halnya makhuk hidup yang terus tumbuh dan melihat empat fungsi imperatif AGIL dalam menganalisis tatanan sosial. Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya di Dusun Tanggungrejo Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo merupakan tempat pemberdayaan masyarakat tunagrahita dan masyarakat miskin. Kegiatan yang dilakukan melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya adalah pemberdayaan di bidang keterampilan dan bidang peternakan. Masyarakat tunagrahita merupakan masyarakat yang memiliki keterbatasan intelektual yang menyebabkan mereka berada pada kondisi dibawah normal. Masyarakat tunagrahita yang ada di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya merupakan tunagrahita dengan kategori ringan dan sedang. Keluarga tunagrahita dapat memenuhi kebutuhan pokok anggota keluarga dengan penghasilan dari pemberdayaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Keluarga sakinah para tunagrahita dapat terwujud melalui pembinaan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Kata Kunci: Peran, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Keluarga sakinah Abstract The village is the smallest government unit that realizes development through empowerment which has concepts and stages aimed at the welfare of the community. In realizing the welfare of society, it can be started from the smallest component, namely the family. In family life there are every function and responsibility of each family member to achieve a harmonious life. Families have different characteristics with different life journeys. Therefore, this study discusses the phenomena that exist in the Hamlet of Responsibilities, Karangpatihan Village, Balong District, Ponorogo Regency about the mentally retarded community who are empowered through the Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya. This empowerment has a role in forming a sakinah family for the mentally retarded. This research is a qualitative research by paying attention to the theory of Structural Functionalism by Talcott Parson which makes an analogy that society is like a living being that continues to grow and sees the four imperative functions of AGIL in analyzing social order. The Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya in the Hamlet of Responsibilities, Karangpatihan Village, Balong District, Ponorogo Regency is a place for empowering mentally retarded and poor communities. Activities carried out through the Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya are empowerment in the field of skills and the field of animal husbandry. The mentally retarded community is a society that has intellectual limitations that cause them to be in a below normal condition. The mentally retarded community in the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS) is mentally retarded with mild and moderate categories. Mentally retarded families can meet the basic needs of family members with income from empowerment at the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS). The sakinah family of the mentally retarded can be realized through guidance from the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS). Keywords: Role, Social Welfare Institution, Sakinah Family
Relevansi Dakwah Permberdayaan Masyarakat Di Era Industri 4.0: The Relevance Of Community Empowerment Proselytizing In The Industrial Era 4.0 Lestari, Selly; Putri, Triska Anne; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 4 No. 1 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v4i1.1560

Abstract

Keberhasilan dari pembangunan suatu bangsa terletak dari kualitas sumber daya manusianya, baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Perkembangan zaman pada era globalisasi ini memberikan banyak dampak bagi seluruh aspek dan tatanan masyarakat yang ada. Era globalisi saat ini memberikan banyak dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak negatif dari globalisasi perlu adanya penanganan yang khusus. Salah satu penangan dari dampak globalisasi saat ini dengan dakwah pemberdayaan masyarakat. Dakwah pemberdayaan masyarakat merupakan suatu bentuk aksi nyata perubahan dan pengembangan segala bentuk potensi yang dimiliki. Potensi yang ada perlu diberdayakan secara bersama dengan tujuan pencapaian perbaikan kehidupan masyarakat. The success of a nation's development lies in the quality of its human resources, both economic, social, cultural, and political. The era of globalization has had a dramatic impact on all aspects and social order. The present global era brings many impacts, both positive and negative effects. The negative effects of globalization need special treatment. One of the handlers of today's globalization's impact with the empowerment of society. The empowering of society is a tangible action action of change and development of all forms of potential. Existing potential needs to be empowered together with the goal of improving people's lives.
Manajemen Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas: Community Based Disaster Risk Reduction Management Nurcahyo, Mugi; Setyawan, Agus; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v4i2.2071

Abstract

The background of this study states that in a community environment even though the majority of the population is Muslim and as social beings, it cannot be used as a guarantee that the community has awareness of the values ​​contained in religion or awareness in participating in disaster management, and in participating in disaster management. Environmental welfare action. The environmental community in Krajan Hamlet, Baosan Lor Village, Ngrayun District spends a lot of time earning a living and working. The impact that occurs is that society is increasingly focused on worldly so that people are negligent with religious values ​​and as social beings. In this case, the awareness of religious leaders or community leaders in the environment in the Krajan Hamlet, Baosan Lor Village, Ngrayun District has an important role as a driving force and embracing in increasing religious awareness as well as making people aware of social actions for disaster management for environmental welfare. With the existence of communities and organizations that exist or are starting to form and move in this place, it is necessary to have management of the role of religious leaders, and driving figures in embracing the community. Because the purpose of the role of religious leaders and driving figures here is to be able to bully the community in building a peaceful, religious, and peaceful environment. Based on data analysis, this research uses a qualitative approach, namely research conducted by observing and analyzing it using scientific logic. With data collection techniques carried out by researchers including observation, documentation and in-depth interviews with informants who are considered to have a conferhensive understanding of information related to the research topic being carried out.