Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effectiveness of Quarter Prone Position on Status Hemodynamics and Sleep Duration of Premature Infants Mursiah Mursiah; Nyimas Heny Purwati; Anita Apriliawati; Awaliah Awaliah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3683

Abstract

Prematurely born babies often face a range of complex issues such as body temperature instability, cardiovascular problems, fluctuations in blood pressure and heart rate, and respiratory disorders. Improper positioning exacerbates these challenges by compromising their underdeveloped homeostatic mechanisms, leading to physiological instability. Purpose: This study aimed to investigate the impact of the quarter-prone position on the hemodynamic status and sleep duration of premature infants.Methods: A quantitative approach was employed using a quasi-experimental research design with a pre-post control group. The study was conducted at one of urban hospitals in Indonesia over a one-month period from February to July 2023. Thirty-two participants were divided into intervention and control groups. Data analysis using univariate and bivariate analysis Independent T-Test.  Results: There are no statistically significant differences among the control and intervention groups (p-value > 0.005). that there is significant statistical difference among two group at post-test at all variables (p-value : 0.00) Discussion  The quarter-prone position, in conjunction with environmental factors like noise and lighting, influences the respiratory rate, heart rate, oxygen saturation, and sleep duration of premature infants. Nurses are encouraged to implement the quarter-prone position in caring for premature babies to enhance nursing quality and improve their overall quality of life. This approach is supported by its potential impact on the growth and developmental outcomes of premature infants in the long term.
Efektifitas edukasi kesehatan reproduksi dengan mengunakan video terhadap pengetahuan remaja : The effectiveness of reproductive health education using video on adolescents' knowledge Idriani; Ernirita; Awaliah; Eni Widiastuti; Masmun Zuryati; Erwan Setiyono; Siti Rochanah; Febi Sukma
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.3145

Abstract

remaja adalah seks bebas, kehamilan diluar nikah, aborsi, persalinan dini, penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Upaya yang tepat dilakukan dalam menangani kesehatan reproduksi remaja yaitu dengan cara edukasi kesehatan karena dapat meningkatkan kontrol diri dan memperbaiki kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan reproduksi dengan penggunaan media video terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Penelitian dilaksanakan di SMPN Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperimen NonEquivalent Control Group Design Pretest and Posttest. Responden penelitian ini berjumlah 136 responden dipilih dengan teknik random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata pengetahuan sebelum diberikan edukasi kesehatan reproduksi sremaja mengalami peningkatan, Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value 0,000, dapat disimpulkan ada perbedaan yang siqnifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja dengan media video di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan. Pada remaja di sekolah atau di masyarakat melalui edukasi dengan media video agar terhindar dari perilaku negatif kesehatan reproduksi antara lain pergaulan atau seks bebas, narkoba, kehamilan di luar nikah, aborsi, pernikahan usia dini, HIV/ AIDS.
Pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap peningkatan pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 : The effect of Diabetes Self Management Education (DSME) on improving knowledge of type 2 diabetes mellitus patients Masmun Zuryati; Ernirita; Eni Widiastuti; Awaliah; Idriani; Erwan Setiyono; Siti Rahayu
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.3146

Abstract

Beberapa Manajemen diri yang efektif pada pasien diabetes merupakan hal yang penting untuk meningkatkan pencapaian tujuan dalam penatalaksanaan DM. Keberhasilan manajemen diri diabetes bergantung pada aktivitas perawatan diri individu untuk mengontrol gejala diabetes. Salah satu pendidikan kesehatan yang dapat dilakukan untuk klien DM tipe 2 adalah dengan Diabetes SelfManagement Education and Support (DSME). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DSME terhadap peningkatan pengetahuan manajemen mandiri pasien DM tipe 2. Penelitian ini dilaksanakan di RS Islam Jakarta cempaka Putih, Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi-Eksperimental NonEquivalent Control Group Design Pretest and Posttest. Sempel diambil menggunakan tehnik pengambilan sampel dengan total sampling dengan jumlah sampel 25 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji Paired sample t-test. Hasil Penelitian didapatkan rata-rata pengetahuan siswa sebelum intervensi adalah 42,64 setelah intervensi 67,80 dengan P Value 0,000. Terdapat Ada hubungan yang siqnifikan sebelum dan sesudah DSME. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap peningkatan pengetahuan pasien Diabetes tipe 2. DSME disarankan untuk diterapkan sebagai program edukasi rutin bagi pasien DM tipe 2 guna meningkatkan pengetahuan dan mencegah komplikasi. Bagi tenaga kesehatan, perlu meningkatkan peran aktif dalam memberikan edukasi manajemen mandiri diabetes secara berkelanjutan.
Hubungan pengorganisasian asuhan keperawatan tim terhadap penerapan asuhan keperawatan berfokus pasien (patient centered care): The relationship between the organization of team nursing care and the Implementation of patient-centered nursing care Eni Widiastuti; Masmum Zuryati; Ernirita; Awaliah Awaliah; Idriani Idriani; Erwan Setiyono; Mas Asep Sunandar
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 2 (2026): JiKep | Juni 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i2.3195

Abstract

Patient centered care atau asuhan berfokus pasien merupakan asuhan yang terintegrasi yang membutuhkan kolaborasi intra dan interprofesional. Tantangan yang dihadapi kolaborasi interprofesional belum dilaksanakan dengan baik. Apalagi pengorganisasian asuhan keperawatan tim murni yang digunakan dalam mengorganisir asuhan keperawatan belum mengakomodir adanya perawat penaggung jawab asuhan selama pasien dirawat. Kondisi ini menjadikan sulitnya kolaborasi interprofesional dilakukan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengorganisasian asuhan keperawatan Tim dengan pelaksanaan patient centered care. Metode penelitian kwantitatip, desain deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Jumlah sample sebanyak 47 perawat ruang rawat inap. Analisis bivariate menggunakan spearmen’s rank. Hasil terdapat hubungan antara pengorganisasian Tim dengan pelaksanaan patient centerd care. Dari hasil uji didapatkan tingkat kekuatan korelasi/ hubungannya sangat kuat dengan arah hubungan positif. Semakin pengorganisasian Tim baik maka penerapan patient centerd care akan semakin baik. Hendaknya pengorganisasian tim dioptimalkan dengan modifikasi Ketua Tim sebagai Perawat Penaggung Jawab Asuhan yang berperan sebagai care coordinator dan clinical leader yang bertanggung jawab secara komprehensif terhadap seluruh proses asuhan keperawatan agar kolaborasi intra dan interprofesional bisa dilaksanakan dengan baik sehingga pelaksanaan asuhan berfokus pasien lebih optimal.