Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Upaya Peningkatan Nafsu Makan pada Balita Gizi Kurang Umur 2-5 Tahun dengan Tuina Massage dan Pemberian Carica Papaya Fatmala, Kiki; Adriyani, Fauziah Hanum Nur; Yanti, Linda
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6943

Abstract

Gizi kurang merupakan kondisi kompleks yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk asupan makanan yang tidak memenuhi kebutuhan gizi. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan pada balita gizi kurang yaitu dengan terapi non farmakologi seperti tuina massage dan pemberian makanan tambahan yang berbahan dasar pangan lokal yaitu buah carica papaya l. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu menganalisis peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan sebelum dan setelah dilakukan tuina massage dan pemberian carica papaya l. Metode pengabdian masyarakat ini melalui tahap persiapan, skrining peserta, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi peserta PkM adalah balita usia 2-5 tahun dengan gizi kurang di Puskesmas Mandiraja 2 sebanyak 10 responden, evaluasi dilakukan dengan pengukuran berat badan dan peningkatan nafsu makan. Hasil PkM menunjukkan bahwa rata-rata balita berumur 3 tahun 50%, laki-laki 50% dan perempuan 50%, balita yang tidak mendapatkan asi esklusif 70%, pendidikan ibu rata-rata SMA/SMK 60%, rata-rata penghasilan orangtua kurang dari 2 juta/bulan, berat badan rata-rata 10.82 kg dan tinggi badan 90.5 cm. pengetahuan dan keterampil ibu setelah dilakukan penyuluhan 100% meningkat, pengaruh tuina massage dan pemberian carica papaya l terhadap peningkatan nafsu makan pada balita gizi kurang rata-rata peningkatan 0.839 sendok, dan berat badan balita ada peningkatan dengan rata-rata peningkatan 0,28 kg.
PEMBERIAN SEDUHAN JAHE EMPRIT DAN AKUPRESUR TITIK SP4 PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM Afrilia, Linda; Yanti, Linda; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47894

Abstract

Emesis gravidarum sering terjadi pada ibu hamil, mulai dari mual muntah dengan tingkatan tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan data dari (WHO) World Health Organization pada tahun 2021, terdapat 12,5% jumlah kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil. Hasil survey di Puskesmas Pagedongan menunjukan terdapat 44 ibu hamil melakukan ANC dibulan juli 2024 dan terdapat 38 ibu hamil mengalami emesis gravidarum. Emesis gravidarum tersebut jika tidak diatasi dengan benar maka dapat mengakibatkan kasus patologis yaitu hiperemesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat mual muntah pada ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan terapi pemberian seduhan jahe emprit dan akupresure titik SP4 serta mengetahui keterampilan membuat seduhan jahe emprit serta melakukan akupresure titik SP4. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan instrument pengkajian Pregnancy-Unique Quantification Of Emesis/Nausea (PUQE) untuk menilai tingkat emesis. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari untuk masing masing responden dengan jumlah reponden 5 orang ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum dilaksanakan pada bulan Desember. Hasil studi kasus setelah dilakukan terapi pada ke lima responden terdapat 3 responden yang sudah tidak mengalami mual dan muntah pada hari ke7 serta 2 responden yang masih mengalami mual pada hari ke7. Dari hasil penelitian, didapatkan kelima responden mengalami penurunan mual muntah dengan jumlah dari skor 9 turun menjadi skor 0,8 serta jumlah penurunan pada seluruh responden mengalami penurunan dengan akumulasi skor 8,2. Dapat disimpulkan bahwa pemberian wedang jahe dan akupresure titik SP4 efektif untuk mengurangi tingkat mual muntah pada ibu hamil pada ibu hamil dan responden dapat melakukan prosedur treatment dengan sangat baik.
Hubungan Usia Menarche Dengan Kejadian Dismenorea Pada Remaja Arlyana Hikmanti; Nur Adriani, Fauziah Hanum; Yanti, Linda
Indonesian Health Issue Vol. 4 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v4i2.119

Abstract

Background: The prevalence of dysmenorrhea in adolescents is reported to be very high in various countries, causing disruption to adolescent activities. Objective: This study aims to determine the prevalence of dysmenorrhea in adolescents and examine the relationship between age at menarche and current age of adolescents with the incidence of dysmenorrhea as an effort to support effective reproductive health strategies among adolescent girls. Methods: This study used a quantitative descriptive study with a survey approach to describe the age at menarche and the incidence of dysmenorrhea in adolescents. This study was conducted in high schools in the Purwokerto area, from January to March 2025. The population was all 21,245 adolescent girls in the Purwokerto area. Data collection used primary data, namely respondents completing a questionnaire regarding current age, age at menarche, and the incidence of dysmenorrhea. Results: The majority of respondents were aged 14-16 years (54.4%), experienced early menarche (93.5%), and 72.3% experienced dysmenorrhea. There was no relationship between age at menarche and the incidence of dysmenorrhea. Conclusion: Most respondents aged 14-16 years, with a high school education level, experienced early menarche and dysmenorrhea, and there was no significant relationship between age of menarche and the incidence of dysmenorrhea.
Hubungan Status Pekerjaan dan Pengetahuan tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif Malik, Asef Abdul; Utami, Tin; Yanti, Linda
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3173

Abstract

Anak hanya diberi ASI eksklusif paling sedikit selama 6 bulan. Angka pemberian ASI eksklusif secara nasional menunjukan penurunan pada tahun 2021 sebesar 69,7%, sedangkan tahun 2022 dengan angka 67,96%. Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif bisa disebabkan rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga lainnya mengenai manfaat ASI dan cara menyusui yang benar, dan kondisi yang kurang memadai bagi para ibu yang bekerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status pekerjaan dan pengetahuan tentang ASI eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sumbang 1. Desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 161 responden menggunakan teknik simple random sampling. Analiisiis biivariiat pada peineiliitiian iinii untuk meingeitahuii hubungan status peikeirjaan dan peingeitahuan teintang ASIi eiksklusiif deingan peimbeiriian ASIi eiksklusiif dii Puskeismas Sumbang 1 deingan meinggunakan ujii speiarman rank. Hasil penelitian menunjukkan hubungan status pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sumbang 1 didapatkan nilai p-value = 0.000 < α dan nilai koefisien korelasi -0,421 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan tidak searah dengan tingkat keeratan lemah sedangkan hubungan pengetahuan tentang ASI eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sumbang 1 didapatkan nilai p-value = 0.000 < α dan nilai koefisien korelasi 0,380 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan searah dengan tingkat keeratan lemah.
Penguatan Kader Tanggap Gizi dalam Upaya Meningkatkan Nafsu Makan Anak Melalui Pelatihan Pijat Komplementer Yanti, Linda; Adriyani, Fauziah Hanum Nur; Surtiningsih, Surtiningsih
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v12i1.23363

Abstract

Stunting masih merupakan permasalahan gizi yang signifikan pada kelompok balita di Kabupaten Banyumas, yang antara lain dipengaruhi oleh rendahnya nafsu makan anak serta keterbatasan kapasitas kader kesehatan dalam melaksanakan intervensi promotif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader tanggap gizi melalui pelatihan pijat komplementer sebagai bentuk intervensi nonfarmakologis dalam menstimulasi nafsu makan anak. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung, yang disertai dengan pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 81 kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja I. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada nilai rata-rata pengetahuan kader, dari 46,55 menjadi 78,28, serta peningkatan keterampilan dari 59,97 menjadi 84,34. Pelatihan yang menerapkan pendekatan demonstrasi dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kader dalam mengaplikasikan pijat komplementer secara tepat dan aman. Dengan demikian, penguatan kapasitas kader melalui pelatihan pijat komplementer berbasis bukti dalam kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi kader, tetapi juga berdampak pada optimalisasi praktik promotif dan preventif gizi anak di masyarakat, sehingga berpotensi mendukung pencegahan stunting.
STUDI KASUS PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA) UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA Hergi Athallah, Sahda; Yanti, Linda; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.56182

Abstract

Ibu hamil rentan mengalami anemia salah satunya disebabkan oleh defisiensi nutrisi. Data survei bulan Juni 2024 di Puskesmas Banjarnegara, terdapat 21 ibu hamil mengalami anemia dikarenakan masih banyak ibu hamil yang tidak teratur mengonsumsi tablet Fe. Pemberian jus jambu biji belum pernah diterapkan di puskesmas, oleh karena itu penulis tertarik melaksanakan penelitian pemberian jus jambu biji merah untuk mengatasi anemia pada ibu hamil. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, subyek penelitian ini adalah 5 ibu hamil TM I-III dengan anemia yang meminum tablet fe dan bersedia menjadi responden. Pemberian jus dilakukan dengan meminum sebanyak 250 ml/ hari selama 7 hari sebelum atau sesudah mengonsumsi tablet Fe. Alat ukur yang digunakan adalah Haemometer atau alat cek ukur Hb digital. Hasil penelitian dari pemberian jus jambu biji merah (Psidium guajava) selama 7 hari sebelum dilakukan intervensi pada pemeriksaan awal yaitu kadar HB setiap responden tergolong anemia ringan hingga sedang, sementara itu, setelah dilakukan intervensi kadar hemoglobin ibu meningkat rata – rata 1,44 g/dl. Walaupun ada satu ibu hamil yang tidak patuh minum jus jambu biji merah, hanya 3 kali dalam 7 hari, tetapi kadar hemoglobin ibu ada peningkatan 0,5 g/dl. Dapat disimpulkan bahwa jus jambu biji efektif meningkatkan kadar Hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.