Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sterilisasi Eksplan Pisang Barangan (Musa paradiciaca L.) melalui Teknik In Vitro dengan Perlakuan Lama Perendaman dan konsentrasi Klorok Lukman Lukman; Maryami Maryami
Agrium Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v11i2.641

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui lama perendaman dan konsentrasi klorok terhadap sterilisasi eksplan pisang barangan melalui teknik in vitro. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Lhokseumawe. Rancangan yang digunakan adalah  Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial.  Faktor yang diteliti yaitu  konserntasi klorok dan lama perendaman eksplan  dalam klorok yaitu:  P1 = 5 menit perendaman dalam klorok, P2 = 10 menit perendaman dalam klorok, P3 = 15 menit perendaman dalam klorok, dan P4 = 20 menit perendaman dalam klorok. Faktor kedua yaitu Konsentrasi klorok (K) yang terdiri dari K1 = 10 % klorok, K2 =  20 % klorok dan  K3 =   30 % klorok. Terdapat 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan, dan setiap unit percobaan ditanam 3 eksplan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman berkorelasi positif dengan konsentrasi klorok, semakin pekat larutan klorok yang digunakan dalam batas tertentu maka semakin singkat waktu untuk melakukan sterilisasi. Perendaman klorok pada konsentrasi 10 % waktu yang diperlukan adalah 20 menit, konsentrasi klorok 20 % waktu yang diperlukan 10 menit dan konsentrasi klorok 30 % waktu yang diperlukan perendaman 5 menit.
Pemberdayaan Petani Gaharu Tentang Proses Inokulasi Hasil Hutan Non Kayu di Gampong Teupin Rusep Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Setia Budi; Lukman Lukman; Eva Wardah
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaharu dapat terbentuk akibat adanya interaksi antara mikroba (inokulum tertentu) dengan tanaman inang dan adanya mekanisme kimia yang akhirnya membentuk suatu produk yaitu gubal.  Inokulam lokal efektif dalam menghasilkan gaharu, karena endemiknya didaerah tertentu. Beberapa kendala mitra yang sangat dirasakan anatara lain (1) rendahnya pengetahuan anggota kelompok tani dalam hal proses inokulasi pada tanaman penghasil gaharu (2) belum adanya ketrampilan dalam proses penyutikan (inokulasi) tanaman gaharu unggul Aceh. Solusi yang ditawarkan kepada petani mitra yaitu pelatihan dan dan pendampingan proses inokulasi yang dilakukan dilingkungan petani mitra dengan pendampingan dari tim pengabdian yang sudah berpengalaman. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dan Pendampingan cara penyutikan inokulasi untuk menghasilkan gaharu. Para anggota kelompok petani mitra akan dibekali dengan pengetahuan tentang bagaimana proses dan teknis inokulasi pada tanaman budidaya gaharu dengan komposisi berupa teori pelatihan 20% dan dilanjutkan dengan praktikum penyuntikan inokulan pohon panghasil gaharu dengan komposisis yang lebih besar mencapai 80%. dari keseluruhan kegiatan pelatihan. Hasil pengabdian menunjukan Pemberdayaan petani gahauru tentang teknik inokulasi tanaman gaharu, mendapat perhatian dan tanggapan yang sangat baik serta antusias dari anggota kelompok Tani “Tunas Gaharu”. Selain itu pelatihan mengenai teknik inokulasi pohon gaharu yang sudah berumur lebih dari 5 tahun, mendapat perhatian dan tanggapan yang sungguh-sungguh, yang ditandai dengan banyak pertanyaan-pertanyaan berkualitas yang diajukan peserta pelatihan menyangkut produksi gubal dengan teknik inokulasi, prospek pasar dan tempat memasarkan gubal gaharu. Perlu adanya pembinaan dan pendampingan terhadap Kelompok Tani “Tunas Gaharu” Dusun Pante Bahagia Gampong Teupin Reuseup Kecamatan Sawang Aceh Utara secara berkesinambungan.
Pemberdayaan Petani Padi Sawah Melalui Pemanfaatan Burung Hantu (Tyto Alba) untuk Pengendalian Hama Tikus (Rattus Argentiventer) di Gampong Pulo Iboh Kecamatan Kuta Makmur Eva Wardah; Setia Budi; Lukman Lukman
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala utama dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman padi adalah adanya serangan hama tikus (Rattus-rattus spp). Tikus merupakan hama yang relatif sulit karena memiliki kemampuan adaptasi, mobilitas, dan kemampuan berkembang biak yang pesat serta daya rusak yang tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian program kemitraan masyarakat ini adalah untuk terlaksananya pengendalian hama tikus secara berkelanjutan dengan menjawab masalah serangan hama tikus yang mampu menurunkan hasil produksi padi sawah yang diusahakan oleh anggota kelompok tani mitra secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penerapan Inovasi pengendalian hama tikus dengan pengadaan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) diharapkan mampu membantu meningkatkan produksi padi sawah anggota kelompok tani “Tuah Mugoe" pada khususnnya, dan petani diareal pengabdian pada ummunya. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dengan Demontrasi Cara (DemCa), pendampingan kedua metode ini menjadi pendekatan yang tepat dimana partisipasi petani mitra dalam peningkatan ketrampilan dan proses pedampingan dilakukan dengan langsung mempraktekkan dan secara tidak langsung proses ini menerapkan prinsip” learning by doing” belajar sambil bekerja. Kegiatan pelatihan yang sudah dilakukan meliputi pengenalan pengendalian hama tikus secara hayati mulai dari pengenalan jenis-jenis pengendalian hama tikus secara hayati, manfaat dan dampak pengendalian hama tikus dengan pendekatan ekologi (lingkungan). Praktek langsung pembuatan Rumah burung hantu (RUBUHA) pembuatan struktur bangunan, pembuatan pondasi tiang penyangga dan pemasangaan Rumah Burung hantu secara benar.
Aplikasi Paklobutrazol dan Sukrosa Terhadap Pertumbuhan Umbi Mikro Kentang (Solanum tuberosum L.) Secara in vitro Dzaky Ananta; Lukman Lukman; Selvy Handayani; Laila Nazirah; Nilahayati Nilahayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi paklobutrazol dan sukrosa terhadap pembentukan umbi mikro kentang (Solanum tuberosum L.) secara in vitro. Permasalahan utama dalam budidaya kentang adalah rendahnya kualitas benih akibat penggunaan benih turunan yang rentan penyakit. Teknik kultur jaringan menjadi alternatif untuk menghasilkan bibit berkualitas dalam waktu relatif singkat. Keberhasilan pembentukan umbi mikro dipengaruhi oleh zat pengatur tumbuh dan sumber karbon seperti sukrosa. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada Oktober–Desember 2024 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah paklobutrazol dengan tiga taraf (0, 5, dan 10 mg/L), sedangkan faktor kedua adalah sukrosa (30, 60, dan 90 g/L). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 10 ulangan sehingga diperoleh 90 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif dan pembentukan umbi mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paklobutrazol berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, waktu tumbuh tunas, jumlah nodus, jumlah akar, dan jumlah umbi per planlet. Konsentrasi terbaik adalah 5 mg/L. Sementara itu, sukrosa berpengaruh terhadap waktu tumbuh tunas dan jumlah akar, dengan konsentrasi terbaik 90 g/L. Interaksi kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata pada sebagian besar variabel. Kombinasi perlakuan terbaik dalam mempercepat pembentukan umbi mikro adalah paklobutrazol 5 mg/L dan sukrosa 90 g/L, dengan waktu pembentukan umbi tercepat pada 42 hari setelah tanam. Hasil ini menunjukkan bahwa pengaturan konsentrasi paklobutrazol dan sukrosa dapat meningkatkan efisiensi produksi benih kentang secara in vitro.
Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery Terhadap Pemberian POC Urine Kuda Dan Pupuk Urea Hafiz Benar Silangit; Jamidi Jamidi; Lukman Lukman; Ismadi Ismadi; Hafifah Hafifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di fase pre nursery terhadap pemberian POC urine kuda dan pupuk urea. Penelitian ini dilaksanakan di desa Reuleut Timu dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diuji. Faktor pertama adalah POC urine kuda terdiri dari 3 taraf yaitu B0 (Urine kuda 0 ml/L), B1 (Urine kuda 300 ml/L), dan B2 (Urine kuda 400 ml/L). Faktor kedua yaitu pupuk urea terdiri dari 3 taraf yaitu P0 (pupuk urea 0 g/polybag), P1 (pupuk urea 3 g/polybag), dan P2 (pupuk urea 4 g/polybag). Diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit percobaan. Peubah pengamatan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kandungan klorofil daun, panjang akar, volume akar, berat segar tanaman, dan jumlah stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC urine kuda berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman pada umur tanaman 45 HST, 60 HST dan 75 HST serta panjang akar umur 90 HST. Perlakuan dengan nilai tertinggi didapatkan pada pemberian POC urine kuda 300 ml/L. Perlakuan pupuk urea berpengaruh terhap peubah tinggi tanaman 90 HST dan diameter batang pada umur tanaman 30 HST, 60 HST dan 75 HST, dan jumlah daun umur tanaman 75 HST. Perlakuan dengan nilai tertinggi didapatkan pada pemberian dosis pupuk urea 3 gram/polybag. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan POC urine kuda dan pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery.
Pendampingan Pembibitan dan Pemeliharaan Tanaman Kakao Pada Masyarakat Gampong Paya Gaboh Kecamatan Sawang Hafifah Hafifah; Nasruddin Nasruddin; Lukman Lukman; Fadhliani Fadhliani; Septiarini Zuliati; Uchti Nuzul Qhinanti Lubis; Mukhaiyar Azhari; Mahlil Mahlil
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8299

Abstract

Kakao (Theobroma cacao) merupakan tanaman perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang berperan sebagai bahan baku utama dalam industri cokelat. Di Indonesia, termasuk Kabupaten Aceh Utara, potensi pengembangan kakao tergolong besar. Namun, produktivitasnya masih rendah akibat terbatasnya bibit unggul yang tersedia. Untuk mengatasi permasalahan ini, telah dilaksanakan suatu kegiatan peningkatan kapasitas dalam teknik pembibitan kakao yang sesuai standar. Kegiatan dilaksanakan di Gampong Paya Gaboh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pada Agustus hingga Oktober 2025. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, serta pendampingan teknis secara berkala. Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei lokasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat desa setempat. Materi pelatihan mencakup pemilihan biji, teknik persemaian, pembuatan media tanam, teknik sambung pucuk, dan pengendalian hama penyakit. Bahan praktik seperti media tanam, bibit kakao, serta perlengkapan sambung pucuk disiapkan untuk mendukung kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dan minimnya pengetahuan awal terkait teknologi pembibitan kakao yang memenuhi standar mutu. Diharapkan, keterampilan teknis yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bibit kakao berkualitas secara mandiri, guna meningkatkan produktivitas kebun dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan