Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDAMPINGAN KEGIATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI LINGKUNGAN POLSEK MEURAH MULIA Cut Rozana Sari; Ade Firmansyah Tanjung; Fadhliani Fadhliani; Septiarini Zuliati; Anis Nugrahawati; Sakral Hasby Puarada
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3658-3664

Abstract

Setiap warga negara mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan bukan menjadi kekhawatiran terkait dengan kedaulatan atau ketersediaan pangan. Pemerintah harus mempunyai rencana untuk menjamin ketahanan, kemandirian, dan kecukupan pangannya sendiri dan meramalkan perubahan yang akan terjadi baik secara domestik maupun global. Pangan berkembang seiring dengan kesempatan dan pergantian peristiwa secara mekanis. Tujuan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Polsek Meurah Mulia di Kabupaten Aceh Utara adalah untuk meningkatkan produktivitas pekarangan dan pemanfaatan tanaman pangan, khususnya tanaman cabai dan brokoli. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2023. Alat yang digunakan adalah cangkul, garpu, gunting, dan polibag. Kegiatan P2L diikuti oleh anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara sehingga anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia dapat memahami teknik budidaya pertanian, khususnya tanaman cabai yang merupakan komoditas andalan Indonesia. Tahapan kegiatan meliputi (1) memberikan pemaparan tentang program P2L terhadap ketahanan pangan dan (2) memberikan demonstrasi dan pelatihan P2L. Peserta sangat antusias dan berperan aktif ketika mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi memanfaatkan lahan pekarangan menjadi pekarangan pangan lestari demi mewujudkan ketahanan pangan di masyarakat.
PENDAMPINGAN KEGIATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI LINGKUNGAN POLSEK MEURAH MULIA Cut Rozana Sari; Ade Firmansyah Tanjung; Fadhliani Fadhliani; Septiarini Zuliati; Anis Nugrahawati; Sakral Hasby Puarada
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3658-3664

Abstract

Setiap warga negara mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan bukan menjadi kekhawatiran terkait dengan kedaulatan atau ketersediaan pangan. Pemerintah harus mempunyai rencana untuk menjamin ketahanan, kemandirian, dan kecukupan pangannya sendiri dan meramalkan perubahan yang akan terjadi baik secara domestik maupun global. Pangan berkembang seiring dengan kesempatan dan pergantian peristiwa secara mekanis. Tujuan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Polsek Meurah Mulia di Kabupaten Aceh Utara adalah untuk meningkatkan produktivitas pekarangan dan pemanfaatan tanaman pangan, khususnya tanaman cabai dan brokoli. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2023. Alat yang digunakan adalah cangkul, garpu, gunting, dan polibag. Kegiatan P2L diikuti oleh anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara sehingga anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia dapat memahami teknik budidaya pertanian, khususnya tanaman cabai yang merupakan komoditas andalan Indonesia. Tahapan kegiatan meliputi (1) memberikan pemaparan tentang program P2L terhadap ketahanan pangan dan (2) memberikan demonstrasi dan pelatihan P2L. Peserta sangat antusias dan berperan aktif ketika mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi memanfaatkan lahan pekarangan menjadi pekarangan pangan lestari demi mewujudkan ketahanan pangan di masyarakat.
EVALUATING VOCATIONAL LEARNING MEDIA COMPETENCY: LEARNING OUTCOMES AS A FOUNDATION FOR AGRICULTURAL CONTEXT INTEGRATION Nurul Fadieny; Islami Fatwa; Septiarini Zuliati
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v12i1.88

Abstract

This study aims to evaluate student competency outcomes in the Media and ICT for Vocational Learning course within the Mechanical Engineering Vocational Education program, as a basis for developing instructional media integrated with agricultural context. The research employed a descriptive quantitative approach using midterm and final exam scores from the even semester of the 2023/2024 academic year. The results show that students demonstrated strong conceptual understanding, with an average midterm score of 82.25 and final score of 83.00. However, variations in individual achievement indicate the need to strengthen the applicative and contextual aspects of learning. These findings serve as an initial foundation for designing vocational learning media based on simulations, case studies, and real-world agricultural problems, particularly those relevant to the local contexts of North Aceh and Lhokseumawe.
Analysis of Machine Learning-Based Classification Models for Determining Fertilizer Types for Rice Crop Growth: Machine Learning Approach for Optimizing Fertilizer Selection in Rice Cultivation Mira Humaira; Almuna Ramadhani; Uchti Nuzul Qhinanti Lubis; Fadhliani Fadhliani; Septiarini Zuliati; Usnawiyah Usnawiyah
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 10 No. 1 (2026): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2026
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v10i1.27283

Abstract

Determining the appropriate fertilizer type is essential for supporting rice plant growth and optimizing agricultural productivity. However, conventional fertilization practices still rely heavily on empirical judgment and often neglect dynamic soil and plant growth characteristics. This study aims to analyze and compare the performance of several machine learning classification models for fertilizer type determination in rice cultivation. The study employed a computational experimental approach adapted from the CRISP-DM framework using a dataset of 480 records consisting of soil and rice growth parameters, including Nitrogen (N), Phosphorus (P), Potassium (K), soil pH, moisture, and plant height. Five classification algorithms were evaluated, namely Naïve Bayes, K-Nearest Neighbor (KNN), Decision Tree, Support Vector Machine (SVM), and Random Forest. Model performance was assessed using accuracy, precision, recall, and F1-score, combined with Stratified k-Fold Cross Validation. The results showed that Random Forest achieved the best performance with an accuracy of 95.83%, precision of 95.54%, recall of 95.12%, and F1-score of 95.33%. These findings indicate that ensemble learning methods are more effective in handling heterogeneous and multivariable agricultural data than conventional classification approaches. This study contributes to the development of machine learning-based classification analysis for more accurate and data-driven fertilizer determination in rice cultivation.
PENGEMBANGAN PERTANIAN URBAN BERBASIS HIDROPONIK VERTIKAL UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DUSUN CALOK GIRI Septiarini Zuliati; Wahyu Isnanda Nasution; Islami Fatwa; Almuna Ramadhani; Nurul Fadieny; Wiza Ulfa Fibarzi; Mahlil Mahlil; Farhan Farhan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5415

Abstract

Abstract: The limitation of agricultural land in urban areas causes people to find it difficult to carry out conventional cultivation. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the people of Dusun Calok Giri, Gampong Paloh Igeuh, North Aceh District, in applying hydroponic verticulture technology as a solution for narrow land farming. The implementation method consists of stages of preparation, implementation, as well as assistance and evaluation which include counseling activities, training, installation making, technical assistance, and participatory evaluation. The community was directly involved starting from system assembly to plant maintenance. The results of the activity showed an increase in the residents' ability to manage hydroponic installations independently, with good plant growth and the harvest used for consumption and sold in the surrounding area. This activity encourages land efficiency, increases environmental awareness, and opens economic opportunities through sustainable urban agriculture. This program succeeded in increasing the knowledge, skills, and independence of the community in utilizing narrow yard land productively. In general, it shows that hydroponic verticulture technology is easy to apply and able to produce quality fresh vegetables for household consumption or sold as an additional source of income. Keywords: HR, Excellence, Learning, Independent, Literacy  Abstrak: Keterbatasan lahan pertanian di wilayah urban menyebabkan masyarakat sulit melakukan budidaya secara konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Calok Giri, Gampong Paloh Igeuh, Kabupaten Aceh Utara, dalam menerapkan teknologi vertikultur hidroponik sebagai solusi pertanian lahan sempit. Metode pelaksanaan terdiri dari tahapan persiapan, pelaksanaan, serta pendampingan dan evaluasi yang terdiri meliputi kegiata penyuluhan, pelatihan, pembuatan instalasi, pendampingan teknis, dan evaluasi partisipatif. Masyarakat dilibatkan langsung mulai dari perakitan sistem hingga perawatan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan warga dalam mengelola instalasi hidroponik secara mandiri, dengan pertumbuhan tanaman yang baik dan hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi serta dijual di lingkungan sekitar. Kegiatan ini mendorong efisiensi lahan, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan membuka peluang ekonomi melalui pertanian urban yang berkelanjutan. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan sempit secara produktif. Secara umum menunjukkan bahwa teknologi vertikultur hidroponik mudah diterapkan dan mampu menghasilkan sayuran segar berkualitas untuk konsumsi rumah tangga maupun dijual sebagai sumber tambahan ekonomi.Kata Kunci: Vertikultur, Perkotaan, Sayuran, Ketahanan Pangan
Pendampingan Pembibitan dan Pemeliharaan Tanaman Kakao Pada Masyarakat Gampong Paya Gaboh Kecamatan Sawang Hafifah Hafifah; Nasruddin Nasruddin; Lukman Lukman; Fadhliani Fadhliani; Septiarini Zuliati; Uchti Nuzul Qhinanti Lubis; Mukhaiyar Azhari; Mahlil Mahlil
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8299

Abstract

Kakao (Theobroma cacao) merupakan tanaman perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang berperan sebagai bahan baku utama dalam industri cokelat. Di Indonesia, termasuk Kabupaten Aceh Utara, potensi pengembangan kakao tergolong besar. Namun, produktivitasnya masih rendah akibat terbatasnya bibit unggul yang tersedia. Untuk mengatasi permasalahan ini, telah dilaksanakan suatu kegiatan peningkatan kapasitas dalam teknik pembibitan kakao yang sesuai standar. Kegiatan dilaksanakan di Gampong Paya Gaboh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pada Agustus hingga Oktober 2025. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, serta pendampingan teknis secara berkala. Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei lokasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat desa setempat. Materi pelatihan mencakup pemilihan biji, teknik persemaian, pembuatan media tanam, teknik sambung pucuk, dan pengendalian hama penyakit. Bahan praktik seperti media tanam, bibit kakao, serta perlengkapan sambung pucuk disiapkan untuk mendukung kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dan minimnya pengetahuan awal terkait teknologi pembibitan kakao yang memenuhi standar mutu. Diharapkan, keterampilan teknis yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bibit kakao berkualitas secara mandiri, guna meningkatkan produktivitas kebun dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan