Lolita Sari
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, DUKUNGAN SUAMI DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS KOTABUMI UDIK LAMPUNG UTARA TAHUN 2014 Nirmala Nirmala; Lolita Sari; Fitri Ekasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i2.394

Abstract

Kunjungan Antenatal Care adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedinimungkin semenjak dirinya merasa hamil untuk mendapatkan pelayanan asuhanantenatal. Ketidaksesuaian jumlah kunjungan ANC selama kehamilan, menyebabkanmasalah dan komplikasi dalam kehamilan masih berlanjut yang menyebabkan tingginyaangka kematian ibu. Berdasarkan data dari Kemkes RI tahun 2013, cakupan kunjunganibu hamil K4 di Indonesia adalah 87,37%. Dimana hasil survey yang dilakukan diPuskesmas Kotabumi udik Lampung Utara tahun 2013 terdapat 304 (73%) orang ibuhamil yang melakukan kunjungan K1 dan 211 (51%) orang ibu hamil yang melakukankunjungan K4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan,dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan dengan kunjungan antenatal care diPuskesmas Kotabumi Udik Lampung Utara tahun 2014.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik denganmenggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semuaibu hamil trimester III yang berkunjung di Puskesmas Kotabumi Udik Lampung Utarapada bulan Januari dan Februari tahun 2014 yang berjumlah 49 orang, sedangkansampel yang di ambil adalah total populasi sebanyak 49 orang. Analisis bivariat dalampenelitian ini menggunakan Uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh p-value 0,008 yang berarti ada hubungan pengetahuandengan kunjungan ANC, p-value 0,000 yang berarti ada hubungan dukungan suamidengan kunjungan ANC dan p-value 0,004 yang berarti ada hubungan dukungan tenagakesehatan dengan kunjungan ANC.Saran penelitian ini yaitu diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah wawasandan pengetahuan tentang hubungan pengetahuan, dukungan suami dan dukungantenaga kesehatan dengan kunjungan ANC bagi institusi pendidikan, objek penelitian, bagipeneliti dan masyarakat.Kata kunci : Pengetahuan, Dukungan Suami, Dukungan Tenaga Kesehatan
PERSPEKTIF HUKUM: KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR INFORMED CONSENT DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2014 Sisca Adina Purnama; Lolita Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.417

Abstract

Setiap Rumah Sakit wajib menyelenggarakan rekam medis. Rekam medis dan informed consent sangatlah berperan penting apabila terjadi sengketa medik. Hasil survey pada ruang rawat inap bedah di RSUD Menggala menunjukkan 3 dari 5 berkas rekam medis tidak lengkap pada pengisian formulir informed consentnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan pengisian formulir informed consent dengan perspektif hukum di ruang rawat inap bedah RSUD Menggala Kabupaten Tulang Bawang.Jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan deskriptif (kuantitatif) dan studi kasus (kualitatif). Sampel untuk kuantitatif adalah informed consent sejumlah 148 berkas dan subyek penelitian untuk kualitatif adalah dokter di ruang rawat inap bedah, perawat, keluarga pasien dan kepala urusan rekam medik yang secara keseluruhan berjumlah 9 orang. Pengambilan data menggunakan observasi informed consent (kuantitatif) dan pedoman wawancara (kualitatif). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi (kuantitatif) dan content analysis (kualitatif).Hasil penelitian menunjukkan dari 148 informed consent di ruang rawat inap bedah, tidak satu pun yang terisi lengkap, khususnya pada data resiko tinggi. Penghambat kelengkapan pengisian yaitu waktu, pengetahuan dan koordinasi proses dengan pihak manajemen pengelola rumah sakit. Dokumen informed consent belum memenuhi aspek hukum dan masih lemah sebagai alat bukti. Saran untuk dokter agar memperhatikan dan memahami pengisian variabel-variabel dalam informed consent, dan perawat mampu mengingatkan dokter untuk melengkapi informed consent. Untuk pasien agar memberikan keterangan yang benar dalam pengisian informed consent agar memiliki kekuatan hukum jika terjadi sengketa medik.Kata Kunci : Informed Consent, Kelengkapan, Perspektif Hukum
ANALISIS PENYEBAB-PENYEBAB PRIMER KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM PADA IBU BERSALIN DI KECAMATAN DENTE TELADAS KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG Eniyati Eniyati; Lolita Sari; Vida Wira Utami
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i4.408

Abstract

Peningkatan AKI disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat tentangkesehatan ibu hamil, dan tersering karena perdarahan obstetri. Kematian Ibu dikabupaten Tulang Bawang tahun 2011 dari 7,6 per 100.000 kelahiran hidup, tahun 2012menjadi 9,5 per 100.000 kelahiran hidup dan meningkat di tahun 2013 menjadi sebesar12,8 per 100.000. Salah satu penyebab yang banyak berperan pada kematian ibu adalahadanya kejadian perdarahan post partum.Tujuan penelitian adalah diketahuinya penyebab-penyebab primer kejadianperdarahan post partum pada ibu bersalin di Kecamatan Dente Teladas KabupatenTulang Bawang Provinsi Lampung.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Penelitiandilakukan di Kecamatan Dente teladas Kabupaten Tulang Bawang dari bulan Juni-Juli2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di Kecamatan DenteTeladas Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 677 postpartum, dengan kasus perdarahanpost partum 146 orang. Penentuan sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow,dengan kelompok kasus sebanyak 52, kelompok kontrol sebanyak 52 dan total sampel104 orang.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara atonia uteri (p=0,018;OR=2,75), robekan jalan lahir (p=0,000; OR=4.71), retensio plasenta (p=0,000;OR=4,65), inversio uteri (p=0,011;OR=3,02), dan gangguan pembekuan darah(p=0,000; OR=5,07) dengan kejadian perdarahan post partum. Faktor paling dominanberhubungan dengan kejadian perdarahan postpartum adalah Retensio plasenta(p=0,000; OR=4,65) . Saran: memberikan konseling persiapan kepada ibu hamil untukmencegah terhadap kejaidan perdarahan postpartum.Kata Kunci : Penyebab Primer Kejadian Perdarahan Post Partum
HUBUNGAN PERSEPSI INDIVIDU TERHADAP PERILAKU MENGGOSOK GIGI PADA SISWA SDN 3 GUNUNG TERANG BANDAR LAMPUNG 2015 Rachmat Hidayat; Lolita Sari; Fitri Ekasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.463

Abstract

Data UKS Puskesmas Segala Mider 2014, SD Negeri 2 Gunung Terang ada 90% siswa dengan kasus karies gigi dan jarang menggosok gigi. Sedangkan SD Negeri 3 Segala Mider yang mengalami karies gigi sebanyak 85%. SD Negeri 1 Langkapura 80% karies gigi, sedangkan SD negeri 2 Langkapura 70%. Persentase terbesar adalah SD Negeri 3 (Profil Puskesmas Segala Mider, 2013). Hasil Pre survey di SD Negeri 3 didapatkan 53,33% mengalami karies gigi.Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh siswa SD Negeri 3 Gunung Terang Bandar Lampung 171, dengan sampel total populasi. Analisa data menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan persepsi individu tentang perilaku menggosok gigi (p = 0,057), ada hubungan persepsi keseriusan (p= 0,016, OR = 2,292), besarnya manfaat daripada kerugian menggosok gigi (p = 0,001, OR = 3,176), dan motivasi tindakan terhadap perilaku menggosok gigi (p-value = 0,028, OR = 2,161). Variabel persepsi besarnya manfaat daripada kerugian menggosok gigi merupakan faktor yang paling dominan pengaruhnyaterhadap perilaku menggosok gigi (p = 0,000, OR = 3,247). Saran perlu lebih meningkatkan penyuluhan dengan memberikan leaflet tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar, serta menempelkan gambar atau poster tentang akibat yang timbul bila para siswa tidak menggosok gigi di berbagai tempat.Kata Kunci : Persepsi Individu, Perilaku Menggosok Gigi.
HUBUNGAN HYGIENE IBU DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS KEDONDONG KABUPATEN PESAWARAN 2015 Aprianita Aprianita; Lolita Sari; Khoidar Amirus
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i1.454

Abstract

Diare merupakan penyebab utama kematian anak balita kedua dimana jumlah kematian akibat Diare setiap tahunnya adalah 760.000 kasus. Kasus diare balita 0 - 5 tahun pada 2011-2013 tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Kedondong sejumlah 1.282 kasus (60,24%) meningkat menjadi 1.396 kasus (72,33%) pada 2012 dan makin meningkat pada 2013 menjadi 1.655 kasus (77,48%). Tingginya angka kesakitan diare di Puskesmas Kedondong tidak terlepas dari adanya faktor risiko diare yaitu keadaan sanitasi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran dan hubungan hygiene ibu dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kedondong Kabupaten Pesawaran tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Objek penelitian adalah 199 ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Kedondong. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2015. Uji yang digunakan Chi square, dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05).Hasil penelitian menunjukkan, dari 199 responden terlihat bahwa sebanyak 132 (66,3%) terkena Diare, 129 (64,8%) memiliki hygiene tidak baik, 95 (47,7%) memiliki sarana air minum tidak baik, 116 (58,3%) keberadaan sampah tidak baik. Ada hubungan yang bermakna antara hygiene ibu (p = 0,001 OR= 7,7), sarana air minum (p=0,001 OR=6), keberadaan sampah (p= 0,001 OR = 9,7) dengan kejadian Diare Balita.Disarankan pada Puskesmas Kedondong agar dapat melakukan penyuluhan dengan demonstrasi cara CTPS dan waktu CTPS yang benar, cara penjernihan/pengendapan air rumah tangga dengan cara sederhana, mengingatkan pada masyarakat agar merebus air minum hingga mendidih selama 10 menit. Menyediakan kotak sampah tertutup dalam dan luar rumah dengan melakukan pemisahan jenis sampah.Keywords: Diarrhea, Children, Sanitation