Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

GAMBARAN TOXIC PARENTS YANG DITERIMA INDIVIDU DEWASA AWAL Ni Nyoman Ari Indra Dewi; Fransiska Rismawati Hugo
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.164 KB)

Abstract

ABSTRAKToxic Parents merupakah orangtua yang tidak menghormati dan memperlakukananaknya dengan baik sebagai individu. Hal tersebut menimbulkan berbagai kendala dalamproses perkembangan, dimana paparan toxic parents akan memengaruhi kualitasperkembangan individu dewasa awal. Pada masa dewasa awal individu berada dalam fasetahap pencapaian, kemandirian serta meningkatnya kebergantungan ekonomi sertaemosional pada orang tua, namun yang terjadi individu sering dihadapkan dengan masalahkomunikasi yang terjadi antara hubungan orang tua, dimana yang terjadi orang tua engganberusaha mengetahui apa yang dirasakan sang anak, orang tua berpikir bahwa anaknyatelah dewasa sehingga banyak tuntutan dari orang tua terhadap anak. Orang tua hanyamemikirkan keinginannya sendiri tanpa berusaha berkomunikasi dengan baik kepada anakyang sedang memasuki perkembangan dewasa awal. Adapun tujuan dalam penelitian iniadalah mendeskripsikan bagaimana gambaran toxic parenst yang diterima oleh individudewasa awal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studikasus. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa kedua narasumber dewasa awal yang terpapar perilakutoxic parents mendapatkan perlakuan yang negative dari orang tua seperti narasumber tidakmendapatkan perlakuan yang hangat dari orang tua, tidak diberikan kebebasanmengekspresikan emosinya seperti marah, sedih, kecewa. Orang tua kerap memberikanperkataan negative, menolak berkompromi dan tidak mau meminta maaf apabila melakukankesalahan. Orang tua juga kerap merendahkan kapasitas anak dan menuntut harus dipenuhikeinginannya.Kata kunci: Toxic parents, individu, dewasa awal
KEBERMAKNAAN HIDUP TUNADAKSA DI YPAC JIMBARAN BALI Ni Ketut Jeni Adhi; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; Dermawan Waruwu
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.072 KB)

Abstract

ABSTRAKSetiap penyandang disabilitas (tunadaksa) cenderung merasa tidak memiliki nilaikebermaknaan hidup, rasa berkecil hati, perasaan takut terhadap kondisi dirinya, sedihjika ditinggal, dan cenderung memiliki konsep diri yang negatif. Penyandang disabilitasdi Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jimbaran Bali cenderung menarik diri darilingkungannya karena tidak memiliki kebermaknaan hidup. Dalam mengkajipermasalahan di atas digunakan teori Psikologi Humanistik serta dianalisis menggunakanmetode penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan Quasi Experiment(equivalent time samples design). Dari metode kuantitatif didapatkan hasil pre test danpost test (p= 0,042 <0,05; z=-2,032). Dengan melihat perbandingan nilai post test danfollow up (p=0,098<0,05; z=-1,656). Hasil penelitian ini ditemukan bahwa konselingeksistensial humanistik efektif meningkatkan kebermaknaan hidup pada tunadaksa diYPAC Jimbaran Bali. Secara kualitatif diperoleh bahwa konseling eksistensial humanistikyang dilakukan peneliti berperan mempercepat proses peningkatan kebermaknaan hiduptunadaksa. Dengan demikian, setiap penyandang diabilitas khususnya tunadaksamampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta memiliki kebermaknaan hidup.Kata kunci: Konseling Eksistensial Humanistik; Peningkatan Kebermaknaan Hidup;Penyandang Disabilitas; Tunadaksa.ABSTRACTEvery person with disabilities (physically challenged) tends to feel that he does not havethe meaningful value of life, feeling discouraged, feeling afraid of his condition, sad whenleft behind, and tends to have a negative self-concept. People with disabilities at theJimbaran Bali Foundation for Disabled Children (YPAC) tend to withdraw from theirenvironment because they do not have the meaning of life. In reviewing the aboveproblems Humanistic Psychology theory is used and analyzed using quantitative andqualitative research methods with the Quasi Experiment (equivalent time samplesdesign) approach. From the quantitative method, the results of the pre-test and posttestwere obtained (p = 0.042 <0.05; z = -2.032). Whereas by looking at thecomparison of the value of post test and follow up (p = 0.098 <0.05; z = -1.656). Theresults of this study found that humanistic existential counseling effectively increased themeaningfulness of life in the quadriplegic at YPAC Jimbaran Bali. Qualitatively, it wasfound that humanistic existential counseling conducted by researchers played a role inaccelerating the process of increasing the meaningfulness of involuntary life. Thus, everyperson with a disability, especially the disabled, is able to adapt to his environment andhas a meaningful life.Keywords: Humanistic Existential Counseling; Increasing the Significance of Life;Disabled Persons; Tunadaksa.
EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA ORANG TUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Ni Nyoman Ari Indra Dewi; Dermawan Waruwu
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.907 KB)

Abstract

ABSTRAKSetiap orang tua memiliki harapan yang positif bagi anak yang dipunyai, namun kadang kala tidaksemua anak bertumbuh kembang optimal sehingga menyebabkan anak mengalami gangguanperkembangan dan menjadi berkebutuhan khusus. Gangguan perkembangan pada AnakBerkebutuhan Khusus dapat menjadi stress psikologi yang berujung pada kecemasan pada orangtua. Dalam mengatasi masalah kecemasan pada orang tua Anak Berkebutuhan Khusus diperlukanintervensi untuk mengatasi gangguan psikologis. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalahefektifitas Cognitive Behavior Therapy untuk mengatasi kecemasan pada orang tua AnakBerkebutuhan Khusus. Untuk mengkaji masalah tersebut menggunakan metode kuantitatif tipepenelitian eksperimen serta menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) dengan tujuanuntuk mengetahui efektifitas Cognitive Behavior Therapy dalam mengatasi kecemasan pada orangtua Anak Berkebutuhan Khusus. Responden penelitian adalah orang tua dari Anak BerkebutuhanKhusus yang berusia 2-7 tahun dan sudah menjalani proses terapi, tingkat pendidikan minimal SMA.Hasil penelitian menunjukkan sebelum dan sesudah pemberian Cognitive Behavior Therapy adalah(p = 0,042 < 0,05; Z = - 2,032) dan perbandingan posttest 1 dengan follow up (p = 0,034 < 0,05;Z = -2,121). Dengan demikian perlakuan Cognitive Behavior Therapy dapat menurunkan kecemasanpada orang tua Anak Berkebutuhan Khusus.Kata Kunci: Cognitive Behavior Therapy; Kecemasan; Orang Tua; Anak Berkebutuhan Khusus.ABSTRACTEvery parent has positive expectations for their children, but sometimes not all children growoptimally, causing children to experience developmental disorders and become special needs.Developmental disorders in Children with Special Needs can be a psychological stress that leads toanxiety in the elderly. In overcoming the problem of anxiety in parents Children with Special Needsintervention is needed to overcome psychological disorders. The problem examined in this study isthe effectiveness of Cognitive Behavior Therapy to overcome anxiety in parents of Children withSpecial Needs. To examine the problem using the quantitative method type of experimental researchand using the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) in order to determine the effectiveness ofCognitive Behavior Therapy in overcoming anxiety in parents of Children with Special Needs. Theresearch respondents were parents of Children with Special Needs aged 2-7 years and hadundergone a therapeutic process, at least high school education level. The results showed that beforeand after Cognitive Behavior Therapy was given (p = 0.042 <0.05; Z = - 2.032) and comparison ofposttest 1 with follow-up (p = 0.034 <0.05; Z = -2.121). Thus the treatment of cognitive behavioraltherapy can reduce anxiety in parents of children with special needs.Keywords: Cognitive Behavior Therapy; Anxiety; Parents; Children with Special Needs
ALAT PERMAINAN EDUKATIF BAGI ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK Elizabeth Prima; Ravi Masitah; Ni Nyoman Ari Indra Dewi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.012 KB)

Abstract

ABSTRAKBermain merupakan kegemaran setiap anak. Melalui bermain anak akan dibawa kepada pengalaman yang positif dalam segala aspek, seperti aspek daya pikir (imajinasi), daya cipta (kreativitas), dan kemampuan olah tubuh (jasmani) yang baik. Alat permainan edukatif bagi anak usia dini adalah alat yang dapat digunakan untuk bermain sambil belajar. Alat dan bermain itu sendiri merupakan sarana belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini. Masalah yang dihadapi oleh mitra TK Angel Hearts adalah terbatasnya alat permainan edukatif dan terbatasnya kreativitas guru dalam membuat alat permainan edukatif. Untuk itu, tim PKM menawarkan solusi yaitu pelatihan kepada guru untuk membuat alat permainan edukatif dan pendampingan untuk mengaplikasikannya kepada anak usia dini. Hasil dari pelatihan dan pendampingan yang dilakukan di TK Angel Hearts yaitu antusias guru dan pendamping untuk terus hadir dalam pelatihan serta 80 % dari jumlah guru telah mampu membuat alat permainan edukatif bagi anak usia dini.Kata Kunci : alat permainan edukatif, anak usia dini, taman kanak-kanakABSTRACTPlaying is the predilection of every child. Through playing children will be brought to a positive experience in all aspects, such as aspects of the power of thought (imagination), creativity (creativity), and the ability to exercise the body (physical) well. Educational game tools for early childhood are tools that can be used to play while learning. The tools and playing itself are fun learning tools for early childhood. The problem faced by TK Angel Hearts is the limited educational game tools and the limited creativity of the teacher in making educational game tools. Therefore, the PKM team offers a solution which is training teachers to create educational games tools and assistance to apply them to early childhood. The results of the training and mentoring conducted at TK Angel Hearts are the enthusiasm of teachers and assistants to continue attending the training and 80% of the total teachers had been able to make educational game tools for early childhood.Key words: educational game tool, early childhood, kindergarten
PENDAMPINGAN PSIKO EDUKATIF DAN PARENTING DI TAMAN KANAK-KANAK Elizabeth Prima; Ravi Masitah; Ni Nyoman Ari Indra Dewi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 3 (2020): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.626 KB)

Abstract

ABSTRAKBimbingan psiko-edukatif merupakan bagian dari pendidikan sebagai upaya memfasilitasidan memandirikan peserta didik agar tercapai perkembangan yang utuh dan optimal. Tujuanumum bimbingan psiko-edukatif adalah membantu anak usia dini agar dapat mencapaikematangan dan kemandirian dalam kehidupannya serta menjalankan tugas-tugas perkembanganyang mencakup aspek pribadi, sosial, dan belajar secara utuh dan optimal. Dalam hal ini,bimbingan psiko-edukatif lebih diarahkan kepada upaya pencegahan termasuk didalamnyatindakan deteksi dini agar peserta didik tidak mengalami permasalahan yang menghambatpembelajaran. Masalah yang dihadapi oleh mitra (dalam hal ini guru dan pendamping) adalahminimnya pengetahuan tentang psiko-edukasi dan intervensi yang mungkin dilakukan pada anak.Untuk itu, Tim PKM melakukan pendampingan psiko-edukatif bagi guru dan pendamping yangmenyangkut perkembangan dan masalah anak, penyebab dan cara mengatasinya serta intervensiyang dapat dilakukan oleh guru. Selain itu, Tim PKM juga memperlengkapinya denganmelaksanakan program parenting yang melibatkan orangtua dari siswa untuk mengenal tumbuhkembang anak usia dini. Hasil dari pendampingan yang dilakukan yaitu antusias dariguru/pendamping dan orang tua dalam mengetahui tumbuh kembang dan masalah anak,penyebab dan intervensi yang dapat dilakukan bagi anak.Kata Kunci: psiko-edukatif, parenting, taman kanak-kanak
PELATIHAN dan PENDAMPINGAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK di PAUD TAMAN AGUSTUS, TABANAN BALI Putu Indah Lestari; Elizabeth Prima; Ni Nyoman Ari Indra Dewi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.255 KB)

Abstract

ABSTRAKPAUD Taman Agustus terletak di Jalan Raya Yeh Gangga Nomor 88 Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. Pada tahun ajaran 2022-2023 jumlah siswa yang terdaftar sebanyak 10 anak di Kelompok bermain (playgrup), 32 siswa di kelompok A, dan 45 siswa di kelompok B. PAUD Taman Agustus juga menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tahun ajaran 2022-2023 terdapat 4 anak ABK dengan diagnosa speech delay, autis, dan hiperaktif. Guna menjawab permasalahan yang dialami mitra yaitu guru mengalami kesulitan dalam mengajar khususnya menghadapi anak berkebutuhan khusus dan mendeteksi tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan pengukuran deteksi pertumbuhan anak didahului dengan pengukuran antropometri yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala. Selain itu, dihitung pula indeks masa tubuh anak untuk anak kelompok bermain, kelompok A, dan kelompk B. Capaian kegiatan kemitraan telah mencapai taget,yaitu seluruh anak (100%) PAUD Taman Agustus telah dilakukan pengukuran deteksi dini tumbuh kembang. Hasil rata-rata skor pre test yang diperoleh sebesar 64,6. Kemudian pelaksanaan kegiatan disertai dengan tanya jawab dan praktek tentang pengukuran deteksi dini tumbuh kembang anak. Hasil pos test kemampuan guru-guru tentang deteksi dini tumbuh kembang meningkat sebesar 25% dengan rata-rata mendapatkan skor 80,8.Kata kunci: deteksi, tumbuh kembang, PAUD
Peranan Aspek Resiliensi pada Perempuan dalam Menghadapi Pelecehan Seksual Christy Mayaswara; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; I Rai Hardika
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.032 KB)

Abstract

                                                      Abstrak Pelecehan seksual yang terus terjadi seringkali memberikan dampak negatif bagi korbannya. Menyalahkan diri hingga timbulnya kecurigaan pada lawan jenis membuat korbannya kesulitan dalam bersosialisasi dan mempercayai orang lain. Dalam mengatasi dampak pelecehan tersebut perlu adanya kemauan dan upaya untuk dapat bangkit dari keterpurukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada narasumber dengan rentang usia dewasa awal 18-23 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan observasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa aspek optimis, empati, dan reaching out ketiga narasumber sangat berperan dalam mengatasi trauma pelecehan seksual yang dihadapi para penyintas.Kata kunci: Aspek Resiliensi, Pelecehan Seksual, Perempuan                                                   Abstract Sexual harassment that continues to occur often has a negative impact on the victim. Blaming themselves to the emergence of suspicion of the opposite sex makes it difficult for victims to socialize and trust others. In overcoming the impact of harassment, it is necessary to have the will and efforts to be able to rise from adversity. This research method uses a qualitative approach with a case study that focuses on informants with an early adult age range of 18-23 years. The technique used in this research is in-depth interview and observation. The results of this study explain that the optimistic, empathetic, and reaching out aspects of the three interviewees played a very important role in overcoming the trauma of sexual harassment faced by the survivors.Keywords: Resilience Aspect, Sexual harassment, Women
Penyesuaian Diri Orang Tua dalam Mengajar Anak di Rumah pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Kecil (SDK) Trimuspasari, Sulawesi Tengah Thresia Cindy Rikel Viodelfrillia; Dermawan Waruwu; Ni Nyoman Ari Indra Dewi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.441 KB)

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic has caused parents to adjust themselves in teaching children at home. Tasks that were previously carried out by teachers at school are now the responsibility of parents as well as at home. The self-adjustment of parents due to covid-19 occurred at the Trimuspasari Small Elementary School (SDK), Central Sulawesi. This study aims to describe the self-adjustment of parents during the Covid-19 Pandemic in Small Elementary School (SDK) children in Trimuspasari Village. This research uses qualitative research methods with a case study approach. The resource persons in this study were three pairs of husband and wife who had children in the first grade, second grade, and third grade. The results of this study show that these three pairs of parents experienced self-adjustment in teaching children at home during the Covid-19 Pandemic, which included four aspects and three factors that support self-adjustment. The new findings of this study are that there are difficulties for parents in dividing children's teaching time at home.Keywords:Self-Adjustment, Parents, Covid-19 Pandemic, SDK TrimuspasariAbstrak Pandemi Covid-19 menyebabkan adanya penyesuaian diri orang tua dalam mengajar anak di rumah. Tugas yang sebelumnya dilakukan guru di sekolah, kini menjadi tanggung jawab orang tua juga di rumah. Penyesuaian diri orang tua akibat covid-19 terjadi di Sekolah Dasar Kecil (SDK) Trimuspasari, Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyesuaian diri orang tua di masa Pandemi Covid-19 pada anak Sekolah Dasar Kecil (SDK) di Desa Trimuspasari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Narasumber dalam penelitian ini sebanyak tiga pasang suami-istri yang memiliki anak di kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga pasang orang tua ini mengalami penyesuaian diri dalam mengajar anak di rumah pada masa Pandemi Covid-19, yang mencakup empat aspek dan tiga faktor yang mendukung penyesuaian diri. Temuan baru dari penelitian ini adalah, adanya kesulitan orang tua dalam membagi waktu mengajar anak di rumah.Kata kunci:Penyesuaian Diri, Orang Tua, Pandemi Covid-19, SDK Trimuspasari
Peranan Hipnoterapi Untuk Mengatasi Kecemasan Menghadapi Persalinan Anak Pertama Ni Nyoman Ari Indra Dewi
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 2 No. 2 (2018): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v2i2.917

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hipnoterapi untuk mengatasi kecemasan menghadapi persalinan anak pertama subjek dalam penelitian ini adalah empat orang ibu dengan kehamilan anak pertama, tingkat pendidikan ibu hamil minimal SMA dengan usia kehamilan trimester ketiga dan menjelang persalinan. Hamilton Rating Scale For Anxiety digunakan sebagai skrining untuk mengungkapkan ada tidaknya gangguan kecemasan. Metode pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Hamilton Rating Scale For Anxiety sebelum pemberian terapi sebanyak tiga kali dan sesudah pemberian terapi sebanyak satu kali setelah pelaksanaan terapi. Hasil analisa data menunjukkan dengan teknik Wilcoxon Signed Rank antara sebelum dan setelah pemberian Hipnoterapi ( p = 0,046 < 0,05 ; Z = - 2, 032), setelah perlakuan hipnoterapi dan follow up (seminggu setelah selesai hipnoterapi) didapatkan (p = 0, 157 > 0,05 ; Z : - 1, 414). Hal ini menunjukkan bahwa hipnoterapi cukup berpengaruh untuk menurunkan kecemasan apabila terus diterapkan secara berkesinambungan. Penurunan kecemasan terjadi setelah hipnoterapi dan posttest, akan tetapi cenderung tidak signifikan setelah posttest dan follow up karena pemberian perlakuan di hentikan. Peranan tenaga kesehatan dapat diberdayakan untuk memberikan teknik hipnosis relaksasi sederhana untuk menurunkan angka kecemasan pada ibu hamil pertama menjelang persalinan.Kata Kunci: Hipnoterapi, Kecemasan, Persalinan Anak Pertama, Kehamilan
Efektivitas Applied Behavior Analysis terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Murid SLB dengan Gangguan Spektrum Autis di Bali Ni Nyoman Ari Indra Dewi; Diah Widiawati Retnoningtyas
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v3i2.1093

Abstract

Abstrak. Autistic Spectrum Disorder terjadi karena kelainan neurologis yang membuat sel sel otak tidak bersambungan dan membuat hendaya dalam intekasi sosial. Salah satu upaya dilakukan untuk menangani gangguan interaksi sosial pada Autistic Spectrum Disorder adalah dengan Applied Behavior Analysis (ABA). Masalah yang diulas dalam penelitian ini adalah efektivitas Applied Behavior Analysis (ABA) terhadap kemampuan interaksi sosial anak Autistic Spectrum Disorder (ASD) yang ada di SLB Gianyar Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif tipe eksperimen one group pretest dan posttest, serta menggunakan Children Autism Rating Scale-2 (CARS-2), wawancara dan observasi dengan tujuan mengetahui pengaruh Applied Behavior Analysis (ABA) terhadap kemampuan interaksi sosial anak Autistic Spectrum Disorder (ASD). Pada desain ini awal penelitian dilakukan pengukuran terhadap interaksi sosial anak Autistic Spectrum Disorder (ASD) dengan menggunakan Children Autism Rating Scale-2 (CARS-2), kemudian subyek diberikan intervensi sebanyak 14 sesi dengan durasi 60 menit untuk tiap tiap sesi. Subjek berjumlah lima orang dengan kriteria usia 7-12 tahun, siswa SLB Gianyar, spektrum autis ringan, belum pernah menjalani proses terapi psikologis. Setelah diberi intervensi pengukuran kembali dilakukan dengan menggunakan Children Autism Rating Scale-2 (CARS-2). Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test, dengan hasil perbandingan sebelum dan sesudah pemberian Applied Behavior Analysis (ABA) adalah (p = 0, 042 < 0,05). Artinya perlakuan Applied Behavior Analysis (ABA) dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada anak dengan Autistic Spectrum Disorder (ASD).Kata Kunci: applied behavior analysis, skala autis (CARS)-2, gangguan spektrum autis, interaksi sosial, anak.Abstract. The child with special needed Autistic Spectrum Disorder in children occurs because of a neurological disorder that makes the brain cells not contiguous and crate inpairment in social intimacy. One of the efforts made to deal with the disruption of social interactions in the Autistic Spectrum Disorder is with the Applied Behavior Analysis (ABA). The problem discussed in this study is the effectiveness of the Applied Behavior Analysis (ABA) on the ability of social interaction of children with Autistic Spectrum Disorder (ASD) in the Gianyar School for Children with Special Needs. This study employs the quantitative method type of experimental research and use the Children Autism Rating Scale-2 (CARS-2) with interviews and observations with the aim of knowing the effect of Applied Behavior Analysis (ABA) on the ability of social interaction of Autistic Spectrum Disorder(ASD). In this design, the initial study was carried out to measure the socialinteraction of children with Autistic Spectrum Disorder (ASD) using theChildren Autism Rating Scale-2 (CARS-2), then the subjects were givenintervention as many as 14 sessions with 60 minutes duration for eachsession. Subjects had criteria for ages 7-12, Gianyar School for children withspecial needs students, mild autism spectrum, had never undergone apsychological therapy process. After being given an intervention the remeasurementwas carried out using the Children Autism Rating Scale-2(CARS-2). Data analysis utilize the Wilcoxon Sign Rank Test statistical test,with the results of comparison before and after the application of AppliedBehavior Analysis (ABA) is (p = 0, 042 <0.05). This signifies that thetreatment of Applied Behavior Analysis (ABA) can improve the ability ofsocial interaction in children with Autistic Spectrum Disorder (ASD).Keywords: applied behavior analysis, autism rating scale (CARS)-2, autisticspectrum disorder, children, social interaction