Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Persepsi Daya Tarik Seksual Penduduk Lokal Terhadap Wisatawan Asing Listiyani Dewi Hartika; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; Agnes Utari Hanum Ayuningtias; Shafira P; Alexandra Auliffe; Assrid Assrid; Linda Sandy; Putri Vanezia
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v6i1.1832

Abstract

Abstrak. Keberadaan wisatawan asing di Bali tentu saja akan menimbulkan persepsi tersendiri bagi penduduk setempat atau penduduk lokal. Persepsi seseorang mengenai sesuatu hal tentu akan sangat mempengaruhi sikap dan tindakan yang akan dilakukannya. Pada hal ini salah satu sikap yang dapat dipengaruhi oleh persepsi yang dimiliki orang lokal atau penduduk lokal terhadap wisatawan asing ialah daya tarik seksual. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memahami secara mendalam gambaran persepsi dan kemudian melihat bentuk-bentuk persepsi yang timbul dari penduduk lokal terhadap daya tarik seksual wisatawan asing. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif jenis Grounded Theory. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang bertempat tinggal di Kabupaten Badung, Bali dengan usia 20-40 tahun atau yang tergolong dalam dewasa muda dan memenuhi kriteria-kriteria penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan persepsi penduduk lokal yang dapat memunculkan daya tarik seksual pada wisatawan asing ialah faktor fisik, sifat, prestise, adaptif, pengalaman, bersenang-senang, pemenuhan kebutuhan seksual dan emosional, serta Bali sebagai daerah wisata.Kata kunci: persepsi daya tarik seksual, penduduk lokal, wisatawan asing
Penyesuaian Diri Orang Tua dalam Mengajar Anak di Rumah pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Kecil (SDK) Trimuspasari, Sulawesi Tengah Thresia Cindy Rikel Viodelfrillia; Dermawan Waruwu; Ni Nyoman Ari Indra Dewi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2308

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic has caused parents to adjust themselves in teaching children at home. Tasks that were previously carried out by teachers at school are now the responsibility of parents as well as at home. The self-adjustment of parents due to covid-19 occurred at the Trimuspasari Small Elementary School (SDK), Central Sulawesi. This study aims to describe the self-adjustment of parents during the Covid-19 Pandemic in Small Elementary School (SDK) children in Trimuspasari Village. This research uses qualitative research methods with a case study approach. The resource persons in this study were three pairs of husband and wife who had children in the first grade, second grade, and third grade. The results of this study show that these three pairs of parents experienced self-adjustment in teaching children at home during the Covid-19 Pandemic, which included four aspects and three factors that support self-adjustment. The new findings of this study are that there are difficulties for parents in dividing children's teaching time at home.Keywords:Self-Adjustment, Parents, Covid-19 Pandemic, SDK TrimuspasariAbstrak Pandemi Covid-19 menyebabkan adanya penyesuaian diri orang tua dalam mengajar anak di rumah. Tugas yang sebelumnya dilakukan guru di sekolah, kini menjadi tanggung jawab orang tua juga di rumah. Penyesuaian diri orang tua akibat covid-19 terjadi di Sekolah Dasar Kecil (SDK) Trimuspasari, Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyesuaian diri orang tua di masa Pandemi Covid-19 pada anak Sekolah Dasar Kecil (SDK) di Desa Trimuspasari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Narasumber dalam penelitian ini sebanyak tiga pasang suami-istri yang memiliki anak di kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga pasang orang tua ini mengalami penyesuaian diri dalam mengajar anak di rumah pada masa Pandemi Covid-19, yang mencakup empat aspek dan tiga faktor yang mendukung penyesuaian diri. Temuan baru dari penelitian ini adalah, adanya kesulitan orang tua dalam membagi waktu mengajar anak di rumah.Kata kunci:Penyesuaian Diri, Orang Tua, Pandemi Covid-19, SDK Trimuspasari
Peranan Aspek Resiliensi pada Perempuan dalam Menghadapi Pelecehan Seksual Christy Mayaswara; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; I Rai Hardika
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2323

Abstract

                                                      Abstrak Pelecehan seksual yang terus terjadi seringkali memberikan dampak negatif bagi korbannya. Menyalahkan diri hingga timbulnya kecurigaan pada lawan jenis membuat korbannya kesulitan dalam bersosialisasi dan mempercayai orang lain. Dalam mengatasi dampak pelecehan tersebut perlu adanya kemauan dan upaya untuk dapat bangkit dari keterpurukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada narasumber dengan rentang usia dewasa awal 18-23 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan observasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa aspek optimis, empati, dan reaching out ketiga narasumber sangat berperan dalam mengatasi trauma pelecehan seksual yang dihadapi para penyintas.Kata kunci: Aspek Resiliensi, Pelecehan Seksual, Perempuan                                                   Abstract Sexual harassment that continues to occur often has a negative impact on the victim. Blaming themselves to the emergence of suspicion of the opposite sex makes it difficult for victims to socialize and trust others. In overcoming the impact of harassment, it is necessary to have the will and efforts to be able to rise from adversity. This research method uses a qualitative approach with a case study that focuses on informants with an early adult age range of 18-23 years. The technique used in this research is in-depth interview and observation. The results of this study explain that the optimistic, empathetic, and reaching out aspects of the three interviewees played a very important role in overcoming the trauma of sexual harassment faced by the survivors.Keywords: Resilience Aspect, Sexual harassment, Women
GAMBARAN PERILAKU SELF-HARM SEBAGAI BENTUK EMOTION-FOCUSED COPING PADA REMAJA AKHIR Yuna Yoniati; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; Gretty Henofela Huwae
HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe self-harm behavior in late adolescents as a form of emotion-focused coping used to channel negative emotions. The research employed a qualitative design with a phenomenological approach to explore the subjective experiences of adolescents engaged in self-harm behavior. The subjects of this study were adolescents aged 18–22 years who continued to engage in self-harm, had not been diagnosed with personality disorders or other mental disorders, and engaged in self-harm with frequent occurrence based on DSM-5 criteria. Data were collected through semi-structured interviews, guided observations, and documentation. The findings reveal that self-harm behavior among late adolescents is a response to emotional pressures arising from internal factors, such as academic stress and inner conflict, as well as external factors, including parental pressure and lack of emotional support from the social environment. Self-harm functions as a maladaptive coping mechanism to express and alleviate negative emotions that are difficult to articulate verbally (emotion-focused coping). The study concludes that parental and environmental support is crucial in providing an open space for late adolescents to express their emotions, along with psychological interventions, such as regulation therapy, to help adolescents address self-harm behavior and develop adaptive coping mechanisms.
Gambaran Dukungan Sosial Kepada Atlet Renang Remaja Awal yang Mengalami Penurunan Motivasi Berprestasi Ni Wayan Lia Aprilia Anggreni Putri; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; Cokorda Tesya Kirana
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.641

Abstract

Penelitian ini mengkaji gambaran dukungan sosial kepada para atlet renang remaja awal yang mengalami kondisi penurunan motivasi berprestasi. Berkaca dari tahap perkembangan masa remaja merupakan masa yang krusial. Yang dimana pada fase tersebut seseorang kerap mengalami berbagai bentuk tekanan baik secara internal maupun eksternal.Sehingga tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu untuk mendapatkan bagaimana gambaran dukungan sosial kepada atlet renang remaja awal yang mengalami penurunan motivasi berprestasi di club renang X kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Selama proses pengumpulan data peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, serta dokumentasi untuk menunjang data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan sosial bersumber dari keluarga, pelatih, pasangan, teman sebaya. Adapun bentuk dukungan yang diterima berupa dukungan emosional, dukungan verbal, dan dukungan informasional. Dukungan sosial yang konsisten serta sesuai dengan kebutuhan dapat membantu atlet dalam mengatasi berbagai tekanan dalam proses berkarir atlet remaja, sehingga membangun kembali kepercayaan diri atlet serta mempertahankan motivasi dan semangat untuk mencapai prestasi.
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Pada Dewasa Madya Melalui Praktik Spiritual Meditasi Berjapa Dalam Konsep Ajaran Siwa Tattwa Di Bali Femyko, Ni Putu Femyko Amanda Pratiwi; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; I Rai Hardika
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kesejahteraan psikologis pada dewasa madya melalui praktik meditasi berjapa dalam konsep ajaran siwa tattwa di Bali, dan faktor – faktor apa sajakah yang menyebabkan kesejahteraan psikologis pada dewasa madya yang melaksanakan praktik spiritual meditasi berjapa terwujud. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif studi fenomenologi dengan kriteria subjek usia dewasa madya (40 – 60 Tahun) yang rutin melaksanakan meditasi berjapa. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada Subjek dan Informan. Analisa yang digunakan adalah reduksi data, interpretasi data, pengkategorian data, pengelompokan sesuai tema, dan membuat narasi dari hasil yang didapat. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran kesejahteraan psikologis pada dewasa madya seperti penerimaan diri, pertumbuhan diri, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, kemandirian, dan hubungan positif dengan orang lain. Faktor – faktor penyebab kesejahteraan psikologis terwujud pada dewasa madya dalam penelitian ini adalah didasari oleh praktik spiritual meditasi berjapa yang dilakukan secara konsisten, pengalaman spiritual atau pembuktian yang diperoleh, kesadaran diri, dan kepuasan hidup. Dewasa Madya, Kesejahteraan Psikologis, Meditasi Berjapa, Spiritualitas