Articles
Preoperative factors influencing surgical site infections (SSIS) in inguinal hernia patients undergoing tension-free mesh hernia repair at regional public hospitals in Bali
Putu Anggia Dimitri Pramesti;
Made Dharmesti Wijaya;
Made Dwi Yoga Bharata
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 2 (2021): (Available Online: 1 August 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.358 KB)
|
DOI: 10.15562/ism.v12i2.1088
Introduction: Surgical site infection (SSI) is the most common nosocomial infection, affecting one out of three patients undergoing surgical procedures. The incidence of SSI in clean surgical wounds is still higher, especially in inguinal hernia repair. Today, tension-free mesh hernia repair is the primary method used in inguinal hernia management to reduce the risk of recurrence. This study aims to analyze preoperative factors influencing the incidence of SSIs in inguinal hernia patients that underwent tension-free mesh hernia repair at several regional public hospitals in Bali.Methods: This is a case-control study with samples taken from seven regional hospitals in Bali. Data used in this study were obtained from patients’ medical records from 2017-February 2021. Samples included in this study are inguinal hernia patients that underwent tension-free mesh hernia repair and postoperative check-up. Samples are selected through the purposive sampling method. Statistical analysis was done using SPSS 18.0 software. Univariate and bivariate analysis was performed, and Pearson chi-square and Fisher’s exact test were applied.Results: From the 61 samples in the case group and 61 samples in the control group, the results showed a significant relationship between the incidence of SSIs and elderly patients (OR = 2.262, 95% CI 1.086-4.711), between SSIs and obesity (OR = 9.057, 95% CI 1.096-74.808), and between SSIs and diabetes mellitus (OR = 9.620, 95% CI 2.094-44.201).Conclusion: It is concluded that there is a significant relationship between these preoperative factors and the incidence of SSIs in inguinal hernia patients that underwent tension-free mesh hernia repair at seven regional public hospitals in Bali.
Pemberdayaan Kelompok Pecinta Karang Nuansa Pulau Nusa Penida Dalam Skrining Kesehatan Penyelam dan Budidaya Rumput Laut
Anak Agung Gede Indraningrat;
Made Dharmesti Wijaya;
Ida Ayu Agung Idawati
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/wicaksana.7.2.2023.45-53
Kelompok pecinta karang Nuansa Pulau Nusa Penida merupakan kelompok yang dibentuk swadaya yang bertujuan untuk menjaga keasrian ekosistem terumbu karang di wilayah Desa Ped Nusa Penida. Kelompok ini berdiri untuk memberikan wadah bagi generasi muda di desa Ped untuk secara aktif berperan dalam upaya konservasi terumbu karang dan mengajarkan anggota keahlian bahari seperti menyelam dan diving. Keahlian bahari yang dimilik para anggota kelompok pencinta karang Nuansa tidak hanya berguna saat menjalankan kegiatan konservasi, tetapi juga memberikan benefit ekonomi bagi anggotanya sebagai guide diver maupun snorkeling. Hasil komunikasi dengan perwakilan kelompok pecinta karang memetakan permasalahan yang dihadapi mitra yaitu dari aspek kesehatan dan aspek ekonomi. Dari aspek kesehatan, mitra kurang memiliki pemahaman tentang pentingnya pengukuran awal kondisi tubuh sebelum menyelam seperti pengukuran tekanan darah, kadar oksigen terlarut dan gula darah. Sementara dari aspek ekonomi mitra berencana membudidayakan rumput laut untuk menambah pendapatan kelompok dan warga sekitar. Hanya saja mitra mengalami kendala karena tidak memiliki pengetahuan dan modal awal untuk memulai budidaya rumput laut. Beranjak dari permasalahan yang dihadapi mitra, program kemitraan masyarakat ini akan difokuskan untuk menyelesaikan masalah mitra dengan memberikan pengetahuan tentang penting pemeriksaan kondisi sebelum menyelam dan memfasilitasi dengan pemberian alat tensi serta alat cek gula serta kolesterol. Mitra juga telah mendapat pelatihan tentang budidaya rumput laut dan mendapatkan modal awal berupa bibit rumput laut Eucheuma cottonii untuk memulai tahapan budidaya rumput laut. Hasil PKM menunjukkan peningkatan pemahaman mitra berdasarkan pre dan posttest sebesar 60% tentang konsep skrining kesehatan pre-diving dan pemahaman mitra tentang cara budidaya rumput laut. Mitra merasa sangat terbantu dengan bantuan alat-alat pre-skrining berupa tensi meter, oximeter, alat deteksi glukosa, kolesterol dan asam urat. Setelah diberikan pemahaman tentang penting preskrining sebelum menyelam, mitra kini rutin memeriksa kondisi kesehatan anggotanya. Mitra juga telah menggunakan bantuan dana yang diberikan tim pengabdi untuk mulai membudidayakan rumput laut E. cottonii dalam skala kecil. Mitra membuat demplot budidaya rumput laut berukuran 3 x 5 m2 di lahan milik mereka sendiri secara gotong-royong anggota kelompok penyelam Nuansa Pulau. Hasil PKM ini diharapkan akan menjadi dasar bagi mitra untuk mengembangkan budidaya rumput laut dalam skala yang lebih besar dan meningkatkan kualitas kesehatan dan ekonomi para angota penyelam di masa yang akan datang.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Tingkat Keparahan Insomnia pada Mahasiswa Semester 3 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa yang Akan Menghadapi Ujian OSCE pada Tahun 2021
Anak Agung Mirah Gayatri;
Made Dharmesti Wijaya;
I Wayan Eka Arsana
Aesculapius Medical Journal Vol 1 No 2 (2022): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/amj.1.2.2022.58-64
Anxiety is a feeling of worry, nervous, and other unpleasant feelings. About one in three medical students worldwide experience anxiety. Anxiety experienced by students can make them suffer from insomnia. Insomnia is defined as a sleep disorder characterized by complaints of difficulty falling asleep, remaining asleep, and poor sleep quality. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) is one of the exams that triggers anxiety in medical students. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and the severity of insomnia among third semester students in the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University in facing the OSCE in 2021. A cross-sectional study with correlational quantitative approach was conducted on the respondents (n = 111). The respondents was selected using purposive sampling method. The data was collected using self-data questionnaire, as well as Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), and Insomnia Severity Index (ISI) questionnaires. The data obtained was analyzed using descriptive analysis, statistical analysis with Spearman Rank correlation analysis, and hypothesis testing with p-value on Sig (2-tailed) using SPSS software. The result shows that there is a positive correlation between the level of anxiety and the severity of insomnia with a moderate correlation strength (r=0.494) and statistically significant (p=0.001).
Perbedaan antara Kadar Leukosit Maternal pada Ketuban Pecah Dini Persalinan Preterm dengan Aterm di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar
Komang Putri Indrasuari;
I Made Pariartha;
Made Dharmesti Wijaya
Aesculapius Medical Journal Vol 3 No 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/amj.3.2.2023.247-253
Premature rupture of membranes (PROM) is the rupture of the membranes before delivery. PROM occurs at 37 weeks gestation or more and PPROM occurs before 37 weeks gestation. One of the risk factors for PROM is infection that begins with the entry of bacteria into the intraamnion from the ascending urogenital tract or infection of systemic origin. Elevated leukocyte levels are a sign of infection. This study aims to determine the difference between maternal leukocyte levels of PROM and PPROM. The research design used was descriptive analytic method with a cross sectional approach. The sampling technique used is simple random sampling method. Data were analyzed using the Saphiro Wilk test for normality and the Independent Sample T Test to compare the difference in the mean of the two different groups. The results of the Saphiro Wilk test obtained values of 0.107 and 0.086, respectively (P>0.05), which means that the data is normally distributed. The results of the independent sample t-test showed a significance value of p=0.008. Therefore, it can be concluded that there is a difference in the number of leukocytes between PROM and PPROM at the Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar.
Hubungan antara Sikap Kerja dengan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Dokter Gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Saraswati
Dewa Made Candra Pramarta;
Ni Wayan Rusni;
Made Dharmesti Wijaya
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/amj.4.1.2024.144-149
[The Relationship between Work Attitudes and Musculoskeletal Disorders (MSDS) in Dentists at Saraswati Dental and Oral Hospital] Musculoskeletal disorders (MSDs) are work-related problems that are highly highlighted globally. Work posture is the position of the body during work activities when interacting with work facilities in a work station. Musculoskeletal complaints are complaints regarding the skeletal muscle pains, from the lightest of complaints to the most severe. The aim of this study is to determine the correlation between work posture with MSDs on dentists in Saraswati Dental and Oral Hospital. This analytical research with cross sectional design was conducted on March-April 2022. A total of 60 respondents were selected for this study using simple random sampling method. The data was measured using Nordic Body Map (NBM) for MSDs and Rapid Entire Body Assessment (REBA) questionnaires for Work posture. The data were analyzed using SPSS 25. The results of the univariate analysis was showed as follow : the the risk of working posture and category of MSDs were 50 % (moderate) and 43.3 % (heavy), respectively while the bivariate was analyzed using the Spearman Rank test was showed the score of p < (0,05) with the score of r = 0,83. The conclusion could be drawn that there was an significantce correlation between work posture with MSDs. It was recommended that the working posture of dentist should be ergonomics approach.
Pelatihan Pembuatan Yogurt Pada Kelompok Guru Program Keahlian Asisten Keperawatan di SMKN 1 Tembuku Bangli
Anak Agung Gede Indraningrat;
Made Dharmesti Wijaya;
Ida Ayu Agung Idawati;
Wahyu Antari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/wmmj.2.2.2023.107-111
Program Keahlian Asisten Keperawatan adalah salah jurusan pada bidang kesehatan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Tembuku Bangli. Berdasarkan pemaparan mitra yang diwakilkan oleh ketua program studi program keahlian asisten keperawatan diketahui bahwa para guru yang mengajar di bidang ini diwajibkan untuk mengembangkan produk kesehatan yang berpotensi menghasilkan profit. Hasil diskusi mengerucut pada keinginan dari mitra untuk diberikan pelatihan dalam membuat produk olahan susu berupa yoghurt dan diberikan pelatihan tentang metode pengemasan produk dan pemasaran. Pemilihan yoghurt sebagai produk yang akan dibuat dikarenakan harganya murah dan mudah dibuat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah focus group discussion melalui pemaparan tentang konsep yoghurt yang disertai dengan pelatihan pembuatan yoghurt secara langsung. Mitra juga mendapatkan penyuluhan dari sisi ekonomi tentang cara membuat kemasan, menentukan ongkos produksi dan memasarkan produk untuk menarik minat pembeli. Hasil PKM menunjukkan mitra secara umum memiliki pemahaman yang baik tentang konsep gizi seimbang, yoghurt dan konsep pemasaran. Evaluasi pre dan post-test menunjukkan peningkatan persentase pemahaman mitra sebesar 30%. Pendampingan terhadap mitra mengindikasikan bahwa mitra sudah mampu secara mandiri membuat produk yoghurt dibuktikan dengan kreasi yoghurt yang sudah dibuat oleh mitra. Kegiatan PKM ini dapat disimpulkan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Pelatihan Pasar Modal pada Sekaa Teruna Widya Bhakti Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan
Made Dharmesti Wijaya;
Anak Agung Gede Indraningrat;
Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/wmmj.2.2.2023.86-90
Sekaa Teruna (ST) merupakan organisasi sosial masyarakat yang ada di tingkat banjar di Bali. Pada setiap banjar, ST dibentuk sebagai wahana bagi remaja untuk belajar berorganisasi dan menjalankan berbagai program kepemudaan baik dari segi sosial keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Mitra pada PKM ini adalah ST Widya Bhakti yang dibentuk di Banjar Pegok Sesetan dan aktif melakukan aktivitas kepemudaan di tingkat banjar dan desa. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini difokuskan dalam mengatasi permasalahan mitra untuk memberikan pendampingan dan pengetahuan tentang tanaman obat keluarga (TOGA). Selain itu, mitra juga membutuhkan pelatihan tentang pasar modal khususnya tentang investasi saham. Dalam kegiatan ini, metode yang digunakan adalah focus group discussion, penyuluhan tentang konsep dan cara pemanfaatan TOGA secara tradisional, pelatihan tentang investasi pasar modal, serta pemberian bantuan berupa bibit TOGA dan set composting bag untuk mengolah sampah organik. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, diketahui telah terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan mitra terkait materi yang diberikan, dari nilai rata-rata 60/100 menjadi 88/100 setelah pemberian materi. Hasil monitoring dan evaluasi (monev) menunjukkan bahwa mitra sudah memanfaatkan bibit yang diberikan dengan menanamnya di pekarangan rumah. Mitra juga telah mencoba melakukan recycle sampah organik dengan composting. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitra dalam pemanfaatan TOGA dan literasi pasar modal.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SD Negeri 1 Tua, Tabanan
Made Dharmesti Wijaya;
Ida Bagus Agung Dody Wira Putra;
Amirah Khairunnisa;
Anak Agung Gede Indraningrat;
Desak Putu Citra Udiyani;
Putu Austin Widyasari Wijaya;
Putu Shinta Widari Tirka
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.189-193
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Anak usia sekolah dasar menjadi kelompok strategis untuk diberikan edukasi PHBS karena sedang berada dalam tahap pembentukan kebiasaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan siswa melalui edukasi dan praktik langsung di SD Negeri 1 Tua, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi praktik mencuci tangan yang benar, memilih makanan bergizi, dan menggosok gigi. Sebanyak 35 siswa kelas V dan VI mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Hasil pretest menunjukkan rata-rata nilai 9,77 dan meningkat sedikit menjadi 9,91 pada posttest. Perbedaan yang kecil ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang PHBS sebelumnya sudah baik, namun kegiatan edukasi tetap berdampak sebagai penyegaran pengetahuan dan penguatan keterampilan praktis. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis praktik mampu menjaga konsistensi pemahaman sekaligus mendorong siswa untuk menerapkan PHBS secara lebih baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah.
Pemberdayaan Kelompok Petugas Kebersihan di Pasar Kreneng Denpasar Sebagai Kader Pencegahan Penularan Covid-19
Anak Agung Gede Indraningrat;
Made Dharmesti Wijaya;
Dewa Ayu Putri Sri Masyeni
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/csj.2.2.2020.41-45
Merebaknya pandemi COVID-19 di awal tahun 2020 memerlukan aksi nyata dalam upaya pencegahannya di masyarakat. Pemerintah telah secara gencar menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang meliputi: mencuci tangan memakai sabun, memakai masker apabila bepergian, mengikuti etika bersin dan batuk, menjaga asupan makanan bergizi dan melakukan aktivitas fisik yang cukup. Penerapan PHBS ini semakin tinggi urgensinya pada kelompok petugas kebersihan pasar mengingat tingginya intensitas paparan terhadap sampah dan berbagai macam kotoran yang dapat menularkan berbagai macam penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini difokuskan untuk menyiapkan kader guna menyosialisasikan gerakan PHBS kepada kelompok petugas kebersihan di Pasar Kreneng Denpasar. Pemilihan lokasi dan topik pada PKM ini didasarkan atas masih kurangnya pemahaman akan PHBS di kalangan petugas kebersihan di pasar Kreneng. Kegiatan PKM ini terdiri dari sosialisasi, focus group discussion, pemaparan materi, pre-test dan post-test, yang diakhiri dengan evaluasi dan monitoring secara berkala selama 1 bulan. Hasil kegiatan menunjukkan kader telah memahami dan mempraktekkan konsep PHBS seperti mencuci tangan memakai sabun yang baik dan benar, memakai masker dengan baik dan benar, serta mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Selain itu pemahaman kader akan konsep PHBS secara signifikan telah ditunjukkan dengan peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test sebesar 40%. Kedepannya diharapkan kader petugas kebersihan dapat secara aktif menyosialisasikan gerakan PHBS pada petugas kebersihan lainnya dan warga di sekitar Pasar Kreneng Denpasar khususnya dalam upaya mencegah penularan COVID-19.
Pemberdayaan Karyawan Yayasan Rama Sesana Sebagai Kader Pencegahan Penularan Covid-19 di Pasar Badung, Bali
Made Dharmesti Wijaya;
Anak Agung Gede Indraningrat;
Dewa Ayu Putri Sri Masyeni
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/csj.2.2.2020.46-50
COVID-19 merupakan pandemi yang tengah mengancam kesehatan dan keselamatan global. Di tengah kebijakan social distancing yang dihimbau pemerintah, terdapat beberapa lapisan masyarakat yang tidak mendapatkan privilage ini, salah satunya adalah para pedagang pasar tradisional. Pasar menjadi salah satu tempat yang berisiko tinggi terhadap penularan COVID-19 karena interaksi antarmanusia yang tidak bisa dihindari dalam kegiatan transaksi. Salah satu pasar tradisional terbesar di Bali yaitu Pasar Badung, mengalami masalah serupa dimana para pedagang harus tetap berjualan untuk menyambung hidup. Yayasan Rama Sesana sebagai mitra dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, telah berusaha melakukan upaya untuk membantu pencegahan penularan penyakit ini dengan membagikan leaflet mengenai COVID-19 kepada para pedagang dan menyarankan pentingnya cuci tangan. Namun, karena akses air yang cukup jauh dari kios pedagang, penggunaan hand sanitizer dirasa akan sangat membantu. Sayangnya, kelangkaan produk hand sanitizer di masyarakat, serta harganya yang melambung tinggi membuat mitra kesulitan dalam menjalankan programnya dalam upaya menurunkan tingkat penularan COVID-19. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini difokuskan untuk melatih karyawan Yayasan Rama Sesana mengenai cara pembuatan hand sanitizer yang sesuai standar WHO dengan teknik aseptik. Metode yang digunakan adalah melakukan focus group discussion, penyuluhan dan pemutaran video mengenai pencegahan penularan COVID-19, serta pelatihan pembuatan hand sanitizer kepada mitra. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, serta telah dilakukan pula monitoring dan evaluasi kegiatan.