Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN VEGETASI TUMBUHAN BAWAH PADA TEGAKAN MAHONI (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) DI KHDTK ULM KALIMANTAN SELATAN Dwi Hargianto Nugroho; Basir Achmad; Setia Budi Peran
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.9988

Abstract

Covercrops communities in plantation forests are always synonymous with weeds which have long been seen as nuisance and harmful plants, especially in planted areas that are maintained. Covercrops plays an important role as a source of organic matter, reducing the kinetic energy of rain and the forces of runoff over the soil, to prevent erosion by water. The mahogany tree (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) is one of the choices of species used in government programs in the green revolution movement. It is possible that in the future there will be lots of mahogany plants around us. This study aims to analyze the types of covercrops that exist in Mahogany (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) including Relative Density, Relative Frequency, Important Value Index, analyze the dominance index of understorey species in the stand Mahogany (Swietenia mahagoni (L.) Jacq), and analyzed the diversity and evenness of covercrops species on Mahogany (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) at KHDTK ULM which was the research location. The results of this study there are 16 species with a total of 384 types of undergrowth. The types obtained during data collection include alaban kapas, alang-alang, dambah, jawaling, juragi, karamunting, kopasanda, litu, madang pirawas, magatseh, mahang, pancing-pancing, papisangan, sarapangan, tampukas, tengkook ayam. The data from the calculation of understorey obtained the highest important value index of 49.48 from fishing rods, a dominance index of 0.13 which was included in the category of no dominant species, a diversity index of 2.26 which was included in the medium diversity category, and an evenness index of 0.38 which is included in the category of medium equity.Vegetasi yang menempati bagian bawah pada hutan tanaman terkadang identik dengan gulma yang sejak lama dipandang sebagai tanaman pengganggu dan merugikan terutama di areal tanaman yang dipelihara. Tumbuhan bawah berperan penting sebagai penyedia bahan organik, mengurangi kekuatan hempasan butiran air hujan dan kekuatan aliran pada permukaan tanah, untuk mencegah terjadinya erosi oleh aliran air. Pohon mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) menjadi salah satu pilihan jenis yang digunakan pada program pemerintah dalam gerakan revolusi hijau. Hal ini pada masa depan tidak menutup kemungkinan akan ada banyak sekali tanaman dari jenis mahoni disekitar kita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tumbuhan bawah yang ada pada Tegakan Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) meliputi Kerapatan Relatif, Frekuensi Relatif, Indeks Nilai Penting, menganalisis indeks dominansi jenis tumbuhan bawah pada tegakan Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq), dan menganalisis keanekaragaman serta kemerataan jenis tumbuhan bawah pada Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) di KHDTK ULM yang menjadi lokasi penelitian. Hasil dari penelitian ini terdapat 16 jenis dengan total keseluruhan jumlah setiap jenis sebanyak 384 tumbuhan bawah. Jenis-jenis yang didapat selama pengambilan data diantaranya alaban kapas, alang-alang, dambah, jawaling, juragi, karamunting, kopasanda, litu, madang pirawas, magatseh, mahang, pancing-pancing, papisangan, sarapangan, tampukas, tengkook ayam. Data hasil perhitungan tumbuhan bawah diperoleh indeks nilai penting paling tinggi sebesar 49,48 dari jenis pancing-pancing, indeks dominansi sebesar 0,13 yang masuk dalam kategori tidak ada jenis yang mendominasi, indeks keanekaragaman sebesar 2,26 yang masuk dalam kategori keanekaragaman sedang, dan indeks kemerataan sebesar  0,38 yang masuk dalam kategori kemerataan sedang
ANALISIS ASOSIASI JENIS VEGETASI DI HUTAN LINDUNG GUNUNG KERAMAIAN KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Syifa Camellya Usman; Setia Budi Peran; Gusti Syeransyah Rudy
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10667

Abstract

One of the protected forest located in the Tanah Laut district, namely Mount Crowds with fairly well-maintained forest conditions. This study aims to analyze the association of vegetation types in the Gunung Keramaian Protection Forest at each growth rate at different altitudes. Checkered lines in identifying vegetation and performing analysis of vegetation type association calculations. The results showed that there were associations of vegetation types with positive combinations, negative combinations and neutral combinations. However, for combinations with real significance, there were only nine negative combinations found at each growth stage.Hutan lindung yang berada di kawasan Kabupaten Tanah Laut salah satunya yaitu Gunung Keramaian dengan kondisi hutan yang cukup terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asosiasi jenis vegetasi di hutan lindung Gunung Keramaian pada setiap tingkat pertumbuhan di ketinggian yang berbeda. Penelitian menggunakan metode kombinasi berupa metode jalur dan garis berpetak dalam melakukan identifikasi terhadap jenis vegetasi serta melakukan perhitungan asosiasi jenis vegetasi. Hasil penelitian terdapat asosiasi jenis vegetasi dengan kombinasi bernilai positif, kombinasi bernilai negatif dan kombinasi netral. Namun, untuk kombinasi dengan signifikansi nyata hanya terdapat sembilan kombinasi bernilai negatif yanng terdapat pada setiap tingkat pertumbuhan.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN JENIS POHON SENGON (Paraserianthes falcataria L. Nielsen), AMPUPU (Eucalyptus grandis) DAN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) PADA LAHAN KRITIS DI KHDTK MANDIANGIN Joan Gabriel Talenta; Ahmad Yamani; Setia Budi Peran
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11020

Abstract

The purpose of this study was to analyze the level of land suitability for sengon tree species (Paraserianthes falcataria L. Nielsen), Ampupu (Eucalyptus grandis) and Sungkai (Peronema canescens Jack) tree species at KHDTK ULM Mandiangin. The determination of the observation point is carried out by the purposive sampling method by deliberately choosing a retrieval point that represents and access is easily accessible to obtain the physical and chemical properties of the soil. The results obtained from this study are that sengon plants have an actual land suitability level of S2sr (quite in accordance) with the limiting factor of the terrain (s) and Root condition (r). After efforts were made to improve the actual land suitability level increased to S2r (quite appropriate) with the rock outcrop limiting factor. In Ampupu plants have an actual land suitability level of S2wrs (quite appropriate) with limiting factors water availability (w), terrain (s) and root conditions (r). After efforts were made to improve the actual land suitability level increased to S2ws (quite appropriate) with the limiting factor of rock outcrops and dry moons.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesesuaian lahan untuk jenis tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen), Ampupu (Eucalyptus grandis) dan Sungkai (Peronema canescens Jack) di KHDTK ULM Mandiangin. Penentuan titik pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan harapan sampel tanah yang diambil bisa mewakili areal di lokasi penelitian dan selanjutnya sampel tanah tersebut dianalisis beberapa sifat fisik dan kimianya yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan pada tanaman sengon memiliki tingkat kesesuaian lahan actual S2sr (cukup sesuai) dengan faktor pembatas medan (s) dan kondisi perakaran. Kemudian setelah dilakukan upaya perbaikan tingkat kesesuaian lahan aktual meningkat menjadi S2r (cukup sesuai) dengan faktor pembatas singkapan batuan. Pada tanaman Ampupu memiliki tingkat kesesuaian lahan aktual S2wrs (cukup sesuai) dengan faktor pembatas ketersediaan air (w), medan (s) dan kondisi perakaran (r). Setelah dilakukan upaya perbaikan tingkat kesesuaian lahan aktual meningkat menjadi S2ws (cukup sesuai) dengan faktor pembatas singkapan batuan dan bulan kering. Sedangkan pada tanaman sungkai memiliki tingkat kesesuaian lahan aktual S2wrs (cukup sesuai) dengan (w) faktor pembatas ketersediaan air, medan (s) dan kondisi perakaran (r). Setelah dilakukan upaya perbaikan tingkat kesesuaian lahan aktual meningkat menjadi S2ws (cukup sesuai) dengan faktor pembatas singkapan batuan dan bulan kering.
RESPON PERTUMBUHAN STEK TRUBUSAN SUNGKAI (Peronema canescens) TERHADAP MEDIA TANAH GAMBUT DENGAN DAN TANPA ABU CANGKANG KELAPA AWIT DAN KAPUR DOLOMIT Naila Mikhael Wenda; Basir Achmad; Setia Budi Peran
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.8996

Abstract

Kalimantan merupakan pulau yang kaya akan potensi alam terutama dalam bidang kehutanan. Salah satu vegetasi yang banyak dimanfaatkan di Kalimantan yaitu sungkai (Peronema canescens). Dengan demikian spesies ini harus ditingkatkan populasinya untuk memenjaga kelestariannya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis persentase hidup dan kecepatan bertunas trumbusan stek sungkai (Peronema canescens). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu tanah gambut, tanah gambut dicampur kapur dolomit dan tanah gambut dicampur abu cangkang kelapa sawit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase hidup stek sungkai (Peronema cansescens) pada perlakuan A (kontrol) sebesar 96%, perlakuan B (kapur dolomit + tanah gambut) 72% perlakuan C (abu cangkang kelapa sawit + tanah gambut) 32%. Rata-rata presentase hidup stek sungkai 68%. Pertumbuhan tunas stek sungkai tercepat tumbuh terdapat pada percobaan pertama yaitu tanah gambut (kontrol) dengan rata-rata pertumbuhan 4,4 hari sedangkan tumbuh tunas terlambat terdapat pada percobaan ketiga yaitu tanah gambut + abu cangkang kelapa sawit dengan rata-rata 7,36 hari.
ANALISIS KOMUNITAS TUMBUHAN DI HUTAN LINDUNG GUNUNG KERAMAIAN KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Asfinnur Ahmad Triputra; Gusti Syeransyah Rudy; Setia Budi Peran
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12317

Abstract

Mount Keramaian is included in a protected forest area in Tanah Laut Regency. The research was conducted to analyze the composition and structure, diversity, evenness and similarity of plant communities at different altitudes in the area. Identification is done by using a combination method between the path method and the checkered line method. Obtained the results of the number of vegetation types as many as 45 species with very less, lees and sufficient dominance categories. As for diversity, there are moderate and evenly distributed categories and community similarities, there are seven communities with low categories and five communities with high categories.Gunung Keramaian termasuk dalam kawasan hutan lindung yang berada di Kabupaten Tanah Laut. Penelitian dilakukan untuk menganalisis komposisi dan struktur, keanekaragaman, kemerataan serta kesamaan komunitas tumbuhan pada ketinggian berbeda di kawasan tersebut. Identifikasi dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi antara metode jalur dengan garis berpetak. Memperoleh hasil jumlah jenis vegetasi sebanyak 45 jenis dengan kategori dominasi sangat kurang, kurang dan cukup. Sedangkan untuk keanekaragaman terdapat kategori sedang dan merata, serta kesamaan komunitas terdapat tujuh komunitas dengan kategori rendah dan lima komunitas dengan kategori tinggi
Analisis Vegetasi Hutan Wisata Bukit Pulau Tangka Di Desa Mandiangin Timur Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Muhammad Adnan Nurwachid; Setia Budi Peran; Gusti Syeransyah Rudy
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.9155

Abstract

Vegetation analysis is a way studying arrangement or composition of types and forms or structure of vegetation. This research uses 4 formulas as a reference, namely Importance Value Index, Diversity Index, Evenness Index, and Dominance Index. Purpose of this research was the structure and composition of vegetation, to analyze the dominant species at various growth levels, to provide information on the diversity of vegetation in the Bukit Pulau Tangka tourist forest as an area development effort. This research method covers the objects used, namely all levels of growth and equipment in general. The plots used were 3 plots with each plot being 300 meters long and the distance between plot lines being 100 meters long which contained 2x2 seedling levels, 5x5 saplings, 10x10 poles and 25x25 trees. The species composition found at all growth stages in the Bukit Pulau Tangka tourism forest was 54 species. At the seedling growth stage there were 35 species with 630 individual species, at the sapling growth stage there were 35 species with 551 individual species, at the pole growth stage there were 25 species with 433 individual species, and at the tree growth stage there were 20 species. with the number of individuals as many as 237 species. The highest importance value index was at the seedling growth rate, namely the Sari Berangkat species with a value of 32.8%, then at the sapling level, the Sari Berangkat species with a value of 20.21%, then at the pole level, the Madang puspa type with a value of 68.58%, and at the tree level, namely the Madang puspa with a score of 132.65%.Analisis vegetasi yaitu cara mempelajari komposisi dan susunan jenis atau bentuk serta struktur dalam vegetasi. Penelitan ini menggunakan 4 rumus sebagai acuannya yaitu indeks nilai penting (INP), indeks keanekaragaman (H’), indeks kemerataan (E), dan indeks dominansi (C). Tujuan penelitian ini untuk mempelajari struktur dan komposisi vegetasi, menganalisis dominan berbagai tingkat pertumbuhan, memberikan informasi keanekaragaman vegetasi pada hutan wisata Bukit Pulau Tangka sebagai upaya pengembangan kawasan. Metode penelitian ini mencakup objek yang digunakan yaitu semua tingkat pertumbuhan dan peralatan secara umum. Plot yang digunakan sebanyak 3 plot dengan masing-masing plot sepanjang 300 meter  dan jarak antar jalur plot sepanjang 100 meter yang berisikan tingkat semai seluas 2x2, pancang seluas 5x5, tiang seluas 10x10, dan pohon seluas 25x25. Komposisi jenis yang ditemukan disemua tingkat pertumbuhan pada hutan wisata Bukit Pulau Tangka sebanyak 54 jenis. Pada tingkatan pertumbuhan semai sebanyak 35 jenis yang terdapat jumlah individu sebanyak 630 jenis, pada tingkatan pertumbuhan pancang sebanyak 35 jenis yang terdapat jumlah individu sebanyak 551 jenis, pada tingkatan pertumbuhan tiang sebanyak 25 jenis yang terdapat jumlah individu sebanyak 433 jenis, dan pada tingkatan pertumbuhan pohon sebanyak 20 jenis yang terdapat jumlah individu sebanyak 237 jenis. Terdapat INP tertinggi di tingkat pertumbuhan semai yaitu jenis Sari Berangkat dengan nilai 32.8%, kemudian di tingkatan pancang yaitu jenis Sari Berangkat dengan nilai 20.21%, kemudian di tingkatan tiang yaitu jenis Madang puspa dengan nilai sebesar 68.58%, dan pada tingkatan pohon yaitu jenis Madang puspa dengan nilai sebesar 132.65%.