Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

PEMANFAATAN LUMPUR AKTIF DALAM MEREDUKSI FENOL Ahmad Jauhari; Gt. A. R. Thamrin
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 1 Edisi Maret 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.144 KB) | DOI: 10.20527/jht.v13i1.1491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikroba dari lumpur aktif dalam mereduksi senyawa fenol yang terdapat dalam limbah cair industri kayu lapis. Mengingat industri kayu lapis yang menggunakan resin Phenol Formaldehyde (PF) sebagai campuran utama perekat, menghasilkan limbah cair yang mengandung senyawa fenol yang bersifat toksin (racun) bagi lingkungan.Hasil penelitian dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan jumlah mikroba memberikan pengaruh yang signifikan terhadap reduksi fenol dari 62,25 mg/L menjadi 4,09 mg/L, dengan persamaan y = -0,606x + 14,76 dan nilai r sebesar 0,967. Yang berarti 96,7% penurunan fenol dipengaruhi oleh mikroba.Hasil pengujian fenol dalam limbah cair industri kayu lapis menunjukkan efisiensi proses penanganan limbah mencapai 93,43 %. Pada pengamatan fenol kondisi awal (tanpa perlakuan), kadar fenol dalam limbah cair industri kayu lapis sebesar 62,25 mg/L. Setelah dicampur dengan lumpur aktif, terjadi penurunan kadar fenol sebagai berikut : pada 15 menit kadar fenol 9,58 mg/L, pada 30 menit kadar fenol 9,25 mg/L, pada 60 menit kadar fenol 7,46 mg/L, pada 120 menit kadar fenol 6,50 mg/L, pada 240 menit kadar fenol 6,08 mg/L, pada 480 menit kadar fenol 4,09 mg/L.Kata kunci : lumpur aktif, mikroba, fenol.
ANALISIS TAPAK BUKIT KATUNUN Rinakanti Rinakanti; Ahmad Jauhari; Siti Erdian
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i2.11282

Abstract

The purpose of this site analysis is to determine business space and public space in accordance with Regulation of the Director General of Sustainable Production Forest Management Number P.06 / PDASHL / SET / KUM.1 / 11/2016 concerning Guidelines for Designing a Site Design for Management of Natural Tourism in Protected Forests. The analysis method of identifying satellite imagery in 2018 with the use of Quantum software can create slope class maps and land cover maps. These results are then checked randomly in the field. This site analysis was prepared by referring to the provisions of the Minister of Environment and Forestry Regulation Number P.22 / Menhut-II / 2012 concerning Guidelines for Business Activities Utilizing Natural Tourism Environmental Services in Protected Forests, Regulation of the Director General of Sustainable Production Forest Management Number P.06 / PDASHL /SET/KUM.1/11/2016 concerning Guidelines for Designing a Site for Management of Nature Tourism in Protected Forests. Site Analysis is a dynamic reference for planners to divide Bukit Katunun natural tourism area into business space and public space. Business space will be built restaurant / café, lodging, paid camping ground, swimming pool and agrotourism area. While public spaces will be built gates (2 pieces) and security posts, information and health centers, parking areas, gathering areas + toilets, parks + fountains, free camping ground, halls / meeting rooms, research centers, viewing towers and shelters ( 4 pieces), and a trail (jungle tracking) ± 2000 m.
KAJIAN POTENSI DAN PENGEMBANGAN PENGUSAHAAN ARANG KAYU DI DESA RANGGANG LUAR KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Zainal Abidin; Ahmad Jauhari; Muhammad Hafizh Afriza
Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 2 Edisi Juli 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v6i2.5398

Abstract

The objectives of this study were to inventory the number of charcoal kiln and the people who work on it. Knowing the factors of production business of making charcoal contained in Ranggang Luar Village, which included: raw materials, technology, manufacturing and yield, and provide a policy direction to the sustainability of wood charcoal business. Determination of the sample interviews to obtain a detailed profile related to utilization of wood charcoal is purposive sampling which was chosen first on a charcoal maker community. Sample of the respondents for interviews taken from the relevant authorities, village’s chief and purposively of the number of households (families) in the village of charcoal maker in every RT.Ranggang Luar Community who has the business of wood charcoal is numbered 98 people. Charcoal kilns spread almost evenly on Ranggang Luar Village, the number of furnace reached 478 pieces. The size of kiln in Ranggang Luar Village is 4.5 m in circumferenceand 2.5 m in high. The capacity of kilnand production of charcoalwere 15 tonnesand 3.05 tonnes, respectivelywith the average of yield was20.3%.Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisir jumlah dapur arang serta masyarakat yang mengusahakannya. Mengetahui faktor produksi usaha pembuatan arang kayu yang terdapat di Desa Ranggang Luar, yang meliputi: bahan baku, teknologi, pembuatan dan rendemen dan memberikan suatu arah kebijakan untuk keberlanjutan usaha arang kayu.Penentuan sampel wawancara untuk mendapatkan profil detail terkait pengusahaan arang kayu dilakukan secara purposive sampling dimana dipilih terlebih dahulu pada masyarakat pembuat arang kayu. Sampel responden untuk wawancara diambil dari instansi terkait, kepala desa dan secara purposive dari jumlah kepala keluarga (KK) pembuat arang di desa pada setiap RT. Masyarakat Desa Ranggang Luar yang menjadi pengusaha arang kayu adalah berjumlah 98 orang. Terlihat tungku arang menyebar hampir merata pada Desa Ranggang Luar, banyaknya tungku mencapai 478 buah. Ukuran keliling tobong yang digunakan pada Desa Ranggang Luar 4,5 m dengan tinggi 2,5 m. Kapasitas muat kayu (bahan baku) untuk tobong yang digunakan dan rata – rata akan menghasilkan arang secara berurutansebanyak 15 ton dan 3,05 ton arang, dengan rata – rata rendemen dari satu dapur arang sebanyak 20,3 %.