Ismail Usman
Universitas Adiwangsa Jambi

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN UPAYA PENCEGAHAN  ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKUAN BARU TAHUN 2025 Desi Primayani; Ismail Usman; Muhammad Fuad Arbi
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit dengan angka kesakitan dan kematian tertinggi pada anak, yaitu sekitar 4,25 juta kasus setiap tahunnya. Apabila tidak ditangani dengan tepat, ISPA dapat menimbulkan komplikasi serius, salah satunya pneumonia yang berisiko tinggi terhadap kesehatan balita. Oleh karena itu, pengetahuan ibu serta dukungan keluarga sangat penting dalam upaya pencegahan ISPA pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi menggunakan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan upaya pencegahan ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi tahun 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah kerja tersebut dengan jumlah 3.103 orang. Sampel penelitian sebanyak 61 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 26–31 Agustus 2025, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik terkait pencegahan ISPA pada balita, yaitu sebanyak 30 orang (49,2%). Dukungan keluarga yang baik diperoleh pada 39 responden (63,9%), sedangkan upaya pencegahan ISPA pada balita dilakukan dengan baik oleh 31 responden (67,2%). Analisis data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan upaya pencegahan ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi tahun 2025, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05).Dengan demikian, pengetahuan ibu dan dukungan keluarga memiliki peranan penting dalam pencegahan ISPA pada balita. Diharapkan tenaga kesehatan di Puskesmas dapat memberikan edukasi serta penyuluhan yang lebih intensif kepada ibu dan keluarga mengenai pentingnya pencegahan ISPA pada balita.
Analysis of the Effectiveness of Medical Waste Management Policies at Health Laboratory Andri Yanti; Subang Aini Nasution; Hartono Hartono; Rapael Ginting; Sondang Selviana Silitonga; Ismail Usman
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.1606

Abstract

The implementation of medical waste management policies at the laboratory level still faces challenges in the form of non-compliance with operational standards, limited resources, and weak evaluative monitoring. This study aims to analyze the effectiveness of medical waste management policies at the UPTD Puskesmas in Jambi City. This study uses a case study method, with a qualitative approach, where the sampling technique used is purposive sampling. Total number of informants in this study is 20 people. Data obtained from interviews, observations, and document analysis will be analyzed thematically to identify emerging patterns, themes, and issues related to medical waste management policies. As a result of data management, there are several regulations for medical waste management at the UPTD Puskesmas in Jambi City, starting from the Law on Environmental Protection and Management, Presidential Regulations, Ministerial Regulations, and SOPs for the Puskesmas themselves. Medical waste management is carried out through several stages, starting from sorting, internal transportation, temporary storage, to external transportation and processing involving third parties. There are challenges faced in medical waste management, including untrained human resources, budget constraints, and inconsistent external transportation schedules. Based on the results of the analysis and discussion regarding the effectiveness of medical waste management policies at the UPTD Labkesda Jambi City, it can be concluded that the Regulatory and Implementation Aspects of the UPTD Labkesda Jambi City already have a strong regulatory basis, both externally and internally and Cooperation Agreements with third parties. However, there is still a gap between written policies and implementation in the field, so that the effectiveness of the policy has not reached its optimal point. The Human Resources Aspect shows that the quality and quantity of human resources are the main determinants in waste management. The Infrastructure Aspect shows that the facilities are quite adequate, but more modern and sustainable waste management is needed.
Faktor-faktor yang Berhubungan Terhadap Pemilihan Penolong Persalinan pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pematang Kandis Risna Meliyani; Ismail Usman
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penurunan AKI di Indonesia dilaksanakan pada kegiatan yang mencakup tiga pesan dalam program MPS atau Master Production Schedule, yaitu setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat serta setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran. Untuk menjelaskan keadaan dari faktor- faktor yang berhubungan dengan ibu hamil terhadap pemilihan penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Pematang Kandis Kabupaten Merangin Provinsi Jambi tahun 2021. Penelitian ini menggunakan Teknik Total Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 ibu hamil. Analisis bivariat bertujuan untuk melihat hubungan variabel independent dengan variabel dependent. Uji statistik yang digunakan adalah uji fisher exact. Terdapat hubungan pemilihan penolong persalinan dengan pendidikan (P value = 0,000) dan tidak adanya hubungan antara pemilihan penolong persalinan dengan jarak ke fasilitas kesehatan (P value = 0,329) dan peran petugas kesehatan (P value = 0,633).
ANALISIS FAKTOR –FAKTOR YANG BERHUBUNGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM FISIOLOGIS DI RUANGAN PERINATOLOGI RSU. MAYJEN. H.THALIB KOTA SUNGAI PENUH Sabar Hutabarat; Rudi Asmajaya; Ismail Usman; Rahman Setiawan; Diane Marlin
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian neonatus masih menjadi masalah global yang penting.Setiap tahun diperkirakan 4 juta bayi meninggal dalam empat minggu pertama dengan 75% kematian terjadi dalam 7 hari pertama Data WHO mayoritas dari semua kematian neonatal (73%) terjadi pada minggu pertama kehidupan dan sekitar 36% terjadi 24 jam pertama kehidupan. Salah satu penyebab dari kematian tersebut adalah ikterus neonatorum yang tidak di tangani dengan tepat serta tidak diketahui apa saja faktor penyebab dari ikterus neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berhubungan kejadian icterus neonatorum fisiologis di ruangan perinatologi RSU. Mayjen H.A.Thalib Sungai Penuh tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 119 orang. Pengambilan data menggunakan data sekunder yaitu data rekam medis pasien. Data yang di peroleh dianalisis menggunakan software SPSS, menggunakan uji chi-square Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara Usia kehamilan (p=0,000), BBLR (p=0,000), Asfiksia (p=0,000) dan usia bayi (p=0,013) dengan kejadian icterus neonatorum di ruangan perinatologi RSU. Mayjen H.A.Thalib Sungai Penuh tahun 2024. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi instansi kesehatan dan tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan terhadap bayi, khususnya neonatus mengenai ikterus Neonatorum.
HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI BCG TERHADAP KEJADIAN TB PARU PADA ANAK BALITA Diane Marlin; Dwi Rahmawati; niki astria; Ismail Usman; Rudi Asmajaya; Rahman Setiawan; Sabar Hutabarat
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (Global TB Report, 2022), estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 Dari 10,6 juta kasus tersebut, terdapat 6,4 juta orang yang telah dilaporkan dan menjalani pengobatan dan 4,2 juta orang lainnya belum ditemukan/ didiagnosis dan dilaporkan. dari total 10,6 juta kasus di tahun 2021, setidaknya terdapat 6 juta kasus adalah pria dewasa, kemudian 3,4 juta kasus adalah wanita dewasa dan kasus TBC lainnya adalah anak-anak, yakni sebanyak 1,2 juta kasus. Desain penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk menggambarkan adanya Hubungan Ketepatan waktu Imunisasi BCG Terhadap Kejadian TB Paru Pada Anak Balita Di Puskesmas Bukit Indah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2024 Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bukit Indah pada bulan Februari s/d Maret 2024. Jumlah sampel sebanyak 33 orang, menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 responden mengalami TB paru, 2 responden (0.06%) mendapatkan imunisasi BCG tepat waktu, sedangkan 31 responden (93%) dengan imunisasi tenggang mengalami Tb . Berdasarkan uji statistik pada tabel Fisher's Exact Test diperoleh nilai p= (0,00) Dari hasil penelitian ini hendaknya sebagai tenaga kesehatan lebih meningkatkan kualitas pelayanan dalam penanganan penyakit tuberkulosis pada anak dan menggalakkan tindakan preventif penyakit TB Paru melalui penyuluhan kesehatan, pendidikan kesehatan maupun promosi kesehatan kepada masyarakat