Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS DETERMINAN DAN PREDIKSI PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 MENGGUNAKAN METODE MACHINE LEARNING: SCOPING REVIEW Rapael Ginting Ginting; Ermi Girsang; Johannes Bastira Ginting; Hartono Hartono
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v7i1.2538

Abstract

ABSTRACT The prevalence of diabetes mellitus is increasing globally, nationally, and regionally, and most of them are type 2 diabetes mellitus, which can cause complications, economic losses, and death. The purpose of this study is to examine the analysis of determinants and predictions of type 2 diabetes mellitus using machine learning methods. This study uses the scoping review method to view, accumulate and synthesize the results of previous studies on the analysis of determinants and predictions of type 2 diabetes mellitus using machine learning methods. The inclusion criteria in this study were articles published in the indexed journal database PubMed, Google Scholar, Crossref in English and Indonesian, journals published in the 2017-2021 range and 15 articles that met the inclusion criteria. The search results were a total of 860 articles from 3 databases (PubMed, Google Scholar, Crossref) in which 98 of them were duplicate articles and were excluded. Of the remaining 762 articles, 142 were not full text and 605 were excluded after eligibility screening because they were irrelevant. The remaining 15 articles were systematically reviewed and qualitatively analyzed using the NVIVO-12 Plus application. From the analysis of previous studies concluded that age, obesity, family history of disease, and lack of physical activity are risk factors for type 2 diabetes mellitus, while the gender variable from the analysis of previous research shows that there is no significant relationship between gender and type 2 diabetes. With early prediction of type 2 diabetes mellitus preventive measures, treatment can be carried out immediately and reduce the incidence of complications that can worsen the condition of people with type 2 diabetes.    
Faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian TB paru Yesi Anastasia Simanjuntak; Hartono Hartono
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 3 No. 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.69 KB) | DOI: 10.34012/jkpi.v3i2.560

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Setiap pasien dapat menularkan 10-15 orang per tahun. Berdasarkan data dari Puskesmas Simalingkar Medan, ditemukan ada 114 suspek pada 2018 sejak Juni hingga November dengan 19 penderita smear (+). Jenis penelitian adalah studi Analisis Observasional dengan pendekatan Case Control 2: 1. Variabel penelitian adalah Ventilasi, Kelembaban, Suhu dan Kepadatan. Sampel penelitian adalah 53 dan 19 penderita yang diambil dari 34 kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan daftar periksa. Teknik analisis data yang digunakan adalah Chi-Square dengan nilai signifikan 0,05. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelembaban ruang tamu (nilai p = 0,011) dan kelembaban di kamar tidur (nilai p = 0,000) dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Simalingkar Medan. Tidak ada hubungan antara ventilasi ruang tamu (Nilai p =, 0,862), ventilasi kamar tidur (Nilai p =, 0,839) suhu ruang tamu (Nilai p =, 0,662) suhu kamar tidur (Nilai p =, 0,272) dan kepadatan hunian (Nilai p =, 0,677) dan kejadian TB Paru.
PENYULUHAN TENTANG ANEMIA GIZI PADA REMAJA DI POSYANDU REMAJA KELURAHAN TANJUNG MARULAK HILIR SRI PADANG TEBING TINGGI Hartono Hartono; Dameria; Marlinang Isabella Silalahi; Eva Ellya Sibagariang; Buenita Buenita
JPKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Januari
Publisher : LEMBAGA KAJIAN ILMU SOSIAL DAN POLITIK (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi yang sering dialami remaja adalah kekurangan gizi, kelebihan berat badan (Overweight), kegemukan (obesitas) serta anemia. Remaja putri lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal itu disebabkan terjadi peningkatan kebutuhan besi karena kehilangan zat besi selama haid, perilaku atau kebiasaan makannya yang salah, karena membatasi setiap asupan makanan. Prevalensi anemia remaja putri 3 kali Riskesdas terus meningkat yaitu Riskesdas 2007 (26,5%), Riskesdas 2013 (22,7%) dan Riskesdas 2018 (48,9%).Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Metode dilakukan di Posyandu Remaja Kelurahan tanjung Marulak Hilir Tebing Tinggi pada tanggal 23 Juni 2021. Jumlah remaja yang berpartisipasi 25 orang. Indikator yang diukur adalah pengatahuan sebelum dan sesudah penyuluhan yang diperoleh secara Tanya jawab. Hasil yaitu Rata-rata remaja meningkat pengetahuaan setelah dilakukan penyuluhan. Status gizi berdasarkan IMT/U dari 25 orang yang diukur diperoleh hasil 23 orang (92%) gizi baik, 1 orang (4%) gizi kurang, dan 1 orang (4% obesitas). Sedangkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) menunjukkan bahwa 76% remaja dengan status gizi normal dan remaja dengan status gizi pendek 24%.
Analisis Pencemaran Air Sungai Denai akibat Pembuangan Limbah Perternakan Babi di Lingkungan Jermal Baru Yemima Meslina Elisabet Hutajulu; Ranti Asnita; Hartono Hartono; Marlinang Isabella Silalahi; Putri Yunita Pane
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.087 KB) | DOI: 10.30829/jumantik.v6i1.8062

Abstract

River pollution can occur due to the influence of waste that exceeds the predetermined quality standards, besides that it is also determined by the discharge of waste water produced, if the river water discharge is large, the concentration of waste will be neutralized due to the dilution process. This study aims to determine the determinants of water pollution in the Denai River. This type of research is a descriptive study with a total sample of 31 respondents. Based on the results of the univariate test, it states that the level of knowledge and attitudes of the community is good, namely 27 people (87.1%) and 28 people (90.3%) , while community action is bad, namely 28 people (90.3%) and this results in The Denai River in the Jermal Baru Watershed is heavily polluted. Based on laboratory tests, the parameters of suspended solids and pH are not contaminated, while BOD, DO, Fecal coli and Total coliform have been contaminated and the level of water pollution in Denai River is at a heavily polluted level (score -90) obtained by the storet method contained in KepMenLH No. 115 of 2003. Suggestions from researchers are expected to people around River Water to be more concerned about and understand the risks of livestock waste being discharged directly into the river.Keywords: Biochemical oxygen demand, dissolved oxygen, pH, total coliform bacteria and Fecal coli. 
DETEKSI DAN PREDIKSI PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING (SCOOPING REVIEW) Johannes Ginting; Rapael Ginting; Hartono Hartono
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v5i2.2671

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic disease and one of the non-communicable diseases whose growth is very fast. This study aims to explore and analyze the early detection and prediction system of risk factors for type 2 diabetes mellitus which utilizes machine learning methods. This type of research is a scoping review to accumulate and synthesize the results of previous studies on the early detection of risk factors and the prediction system of Diabetes Mellitus type 2 using machine learning methods. The inclusion criteria are articles in English or Indonesian, journals published in the 2017-2021 range, full text, and not systematic reviews. Article searches are 4 databases, namely Google Scholar, Pubmed, International Journal of Public Health Science/Hindawi, and IEEE Xplore.  The results obtained as many as 2,941 articles, using the PRISMA method. The remaining 15 studies were maintained and met the criteria for qualitative analysis. The articles used machine learning methods in the creation of early detection models and prediction systems. Some articles use the merging of two methods (statistical and machine learning). The machine learning techniques mostly use supervised, unsupervised, and deep learning techniques. For the algorithms used, the majority of researchers used more than one algorithm such as algorithm support vector machine (SVM), random forest (RF), Decision Tree (DT), LASSO, and others, to compare the best accuracy of each algorithm. Risk factors associated with Diabetes Mellitus type 2 incidence are age, gender, obesity, family history of the disease, lack of physical activity, genetics, environment, smoking, blood pressure, and diet.
Faktor yang Memengaruhi Kinerja Pegawai di Puskesmas Rantang Medan Petisah Rema Santy Sianturi; Hartono Hartono
Jurnal Kesehatan Global Vol 2, No 3 (2019): Edisi September
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.308 KB) | DOI: 10.33085/jkg.v2i3.4452

Abstract

Puskesmas Rantang Medan Petisah merupakan puskesmas non perawatan rawat inap. Kinerja merupakan singkatan dari energi kerja dalam bahasa inggris adalah performance. Kinerja adalah hasil atau keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator-indikator suatu pekerjaan atau suatu profesi dalam kurun waktu tertentu. Menurut hasil penelitian Sumantri di puskesmas Makroman Kecamatan Sambutan Kota Samarinda pada tahun 2015 mengenai kinerja pegawai dalam pelayanan kesehatan masyarakat bahwa faktor pendukung kinerja pegawai yaitu suasana yang kondusif dan adanya kerja sama antar pegawai. Kinerja kerja pegawai puskesmas Rantang Medan Petisah masih belum dapat dikatakan baik hal ini disebabkan karena masih belum lengkapnya fasilitas kerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga kinerja kerja pegawai menjadi menurun. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 36 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Analisis data dilakukan secara analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan derajat kemaknaan p-value=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan  penyediaan fasilitas kerja pegawai dengan kinerja pegawai dengan nilai p-value (0,008 0,05), tidak ada hubungan pemberian insentif dan pembinaan kerja pegawai dengan  kinerja pegawai dengan masing-masing p-value  pemberian insentif (0,877 0,05), dan p-value pembinaan kerja pegawai (0,878 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penyediaan faslitas kerja pegawai memiliki hubungan dengan kinerja pegawai puskesmas. Disarankan untuk meningkatkan kinerja pegawai dengan melengkapi fasilitas kerja bagi pegawai agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat yang berobat ke Puskesmas Rantang Medan Petisah
Determinan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor Pariono Sinaga; Hartono Hartono
Jurnal Kesehatan Global Vol 2, No 3 (2019): Edisi September
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.729 KB) | DOI: 10.33085/jkg.v2i3.4411

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit tular vektor yang menyerang masyarakat perkotaan (aedes aegypti) dan masyarakat pedesaan (aedes albopictus). Salah satu daerah endemis DBD di Kota Medan adalah wilayah kerja Puskesmas Medan Johor dimana setiap tahunnya di wilayah tersebut selalu ditemukan kasus baru DBD dan jumlah kasus DBD selalu meningkat pada akhir tahun karena musim penghujan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan case control.  Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas medan johor yaitu sebanyak 20.968 KK. Sampel dalam penelitian ini dibagi dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total population untuk kelompok kasus yaitu sebanyak 20 responden dan purposive sampling untuk kelompok kontrol sebanyak 20 orang dengan perbandingan 1:1. Hasil penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), menggantung pakaian dan tidur siang/sore dengan kejadian DBD dengan masing – masing p-value dari α (0,0270,05), (0,0220,05), (0,0270,05). tidak ada hubungan kasa pada ventilasi, menggunakan obat/anti nyamuk  dan menggunakan kelambu dengan kejadian DBD dengan masing – masing  p-value dari α (0,1970,05), (0,3110,05), (0,0530,05). Kesimpulannya adalah ada hubungan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), menggantung pakaian dan tidur siang/sore dengan kejadian DBD. Disarankan kepada masyarkat untuk selalu aktif melakakukan tindakan – tindakan pencegahan penyakit DBD.
PENYULUHAN TENTANG CEGAH STUNTING KEPADA PETUGAS GIZI DI KABUPATEN SAMOSIR, TOBA, HUMBANG HASUNDUTAN, DAN TAPANULI UTARA Dameria Dameria; Hartono Hartono; Marlinang Marlinang; Eva Ellya; Buenita Buenita; Tariani G
JPKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : LEMBAGA KAJIAN ILMU SOSIAL DAN POLITIK (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai status gizi yang didasarkan pada Indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Kekurangan gizi terjadi sejak bayi berada di dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi, kondisi stunting baru akan muncul setelah anak berusia 2 tahun. Balita stunting adalah balita dengan panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB) menurut umurnya (U) dibandingkan dengan standar baku WHOMGRS (Kemenkes RI, 2016). WHO(2017) melalui World Health Assembly (WHA) menargetkan prevalensi stunting pada tahun 2025 menurun sebesar 40% di semua negara yang mempunyai masalah stunting termasuk Indonesia (Kemenkes RI, 2018). Prevalensi stunting di Indonesia sebanyak 24,4%, Sedangkan di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 25,8%.Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada petugas gizi bagaimana upaya dalam penanggulangan stunting. Jumlah peserta yang berpartisipasi sebanyak 55 orang. Setelah selesai penyuluhan ini diharapkan peserta mengetahui apa itu stunting dan bagaimana cara penanggulangannya.
Penggunaan Gadget dan Keluhan Kelelahan Mata Pada Mahasiswa di Masa Pandemi COVID-19 Buenita Sinurat; Perry Boy Chandra Siahaan; Putranto Manalu; Hartono Hartono; Gunarto Sinaga
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol8.Iss2.1188

Abstract

The increasing intensity of gadget use in online learning during the COVID-19 pandemic impacts increasing eye fatigue complaints in students. This study analyzes the relationship between gadget use and eye fatigue complaints in college students during the COVID-19 pandemic. This study is a quantitative study using a cross-sectional design involving a sample of 171 students of the Public Health Study Program of the University of Prima Indonesia. The sampling technique used purposive sampling with inclusion criteria, namely, students in semester 2 to semester 8. The data were analyzed using the Chi-Square test and multiple logistic regression tests. The results of statistical tests using the Chi-Square test showed that a history of eye disease (0.000), the type of gadget used (0.000), the position of using the gadget (0.020), the distance of using the gadget (0.000), and the duration of using the gadget (0.000) were associated with complaints of fatigue. eye. Age (0.325) and gender (0.973) had no significant effect. This study concludes that a history of eye disease, more than 1 type of gadget use, long-term use of gadgets, poor body position, and too close a distance are triggers for eye fatigue complaints. The most dominant factor in this study was the use of more than 1 type of gadget (p= 0.001; PR= 0.098, 95%CI = 0.025 – 0.381). To reduce the negative effects of using gadgets for a long time, students are expected to rest regularly and adjust the position and distance of the gadget screen.
Kombinasi Adsorben Alam Dalam Pengolahan Air Limbah Cucian Pada Bengkel Marlinang Isabella Silalahi; Hartono Hartono; Putranto Manalu; Virgin Tursulawati Panggabean; Wela Tresia Nababan; Meyliana Ginting
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 22, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.22.2.122-127

Abstract

Latar belakang: Jumlah bengkel kendaraan bermotor yang meningkat berimplikasi pada volume limbah yang semakin tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu limbah bengkel yang harus diolah sebelum dibuang adalah air limbah cucian tangan montir. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektifitas pengolahan air limbah cuci tangan bengkel dengan kombinasi arang tempurung kelapa, batu apung dan limbah rambut sebagai media filtrasi dalam menurunkan kandungan BOD, COD, TSS, fosfat dan minyak.Metode: Rancangan one group pre-test dan post-test dipilih pada studi eksperimental ini  Pengambilan sampel dilakukan di bengkel Jl. Sekip Sei Putih Timur I Medan Petisah pada bulan Desember 2020 dan proses uji dilakukan di Laboratorium Kimia BTKLPP Kelas I Medan. Pengambilan sampel dilakukan bulan Desember 2020. Pengambilan sampel dilakukan sore hari setelah montir selesai melakukan aktivitas. Data dianalisis dengan melihat perbedaan konsentrasi parameter pencemar yakni BOD, COD, TSS dan fosfat sebelum dan sesudah dilakukan penyaringan. Dari perbedaan nilai konsentrasi tersebut diperoleh tingkat efektifitas media filtrasi yang kemudian dinyatakan dalam bentuk persentase.Hasil: Pada studi ini ditemukan bahwa persentase kadar BOD (41,57%), COD (44,33%), dan TSS (41,27%), mengalami penurunan lebih besar menggunakan saringan B (pori-pori batu apung lebih kecil) dibandingkan dengan saringan A. Namun saringan A lebih efektif dalam menurunkan persentase kadar fosfat (65,60%). Hasil uji organoleptik menunjukkan hasil air limbah cucian tangan bengkel dari saringan A lebih jernih setelah pengulangan sebanyak 3 kali dibandingkan saringan B.Simpulan: Penggunaan kombinasi media arang tempurung kelapa, limbah rambut dan batu apung cukup efektif dalam mengurangi kadar BOD, COD, TSS, fosfat dan minyak. Namun perlu dipertimbangkan besarnya pori-pori batu apung yang digunakan dalam penyaringan. ABSTRACT Title: Combination of Natural Absorbents in Automotive Service Station Liquid Waste ManagementBackground: Increasing number of automotive service station has implications for the higher volume of waste and has the potential to pollute the environment. One of the automotive service station wastes that must be treated before being disposed of is the mechanic's hand-washing wastewater. This study aims to measure the effectiveness of automotive service station liquid waste management with a combination of coconut shell charcoal, pumice stone, and hair waste as a filtration medium in reducing BOD, COD, TSS, phosphate, and oil content.Method: One group pre-test and post-test designs were chosen in this experimental study. Sampling was carried out at the workshop on Jl. Sekip Sei Putih Timur I Medan Petisah in December 2020 and the test process was carried out at the BTKLPP Class I Chemistry Laboratory, Medan. Sampling is carried out in December 2020. Sampling was carried out in the afternoon after the mechanic had finished performing activities. Data were analyzed by looking at the difference in concentration of pollutant parameters, namely BOD, COD, TSS and phosphate before and after filtering. From the difference in concentration values, the effectiveness of the filtration media is obtained which is then expressed in percentage. Result: In this study, it was found that the percentage levels of BOD (41.57%), COD (44.33%), and TSS (41.27%), experienced a greater decrease using filter B (smaller pumice pores). compared to filter A. However, filter A was more effective in reducing the percentage of phosphate content (65.60%). The results of the organoleptic test showed that the automotive service station hand-washing wastewater from filter A was clearer after 3 repetitions than filter B.Conclusion: The use of a combination of coconut shell charcoal media, hair waste, and pumice stone is quite effective in reducing the levels of BOD, COD, TSS, phosphate, and oil. However, it is necessary to consider the size of the pores of the pumice used in the filter.