Taufik Yulianto
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan FPIK-Universitas Diponegoro Semarang

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Swimming crab) DENGAN BUBU LIPAT BERDASARKAN FAKTOR HIDRO-OSEANOGRAFI DI PERAIRAN BETAHWALANG DEMAK Jabarti, Ahmad Aqsya; Pramonowibowo, -; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.625 KB)

Abstract

Desa Betahwalang adalah salah satu desa di Kabupaten Demak yang merupakan suatu desa penghasil rajungan (swimming crab). Peningkatan teknologi maupun pengetahuan daerah penangkapan rajungan penting dilakukan sebagai faktor keberhasilan dalam memaksimalkan operasi penangkapan rajungan.Tujuannya adalah untuk menganalisa daerah penangkapan dan keadaan oseanografi dari daerah penangkapan rajungan di perairan Betahwalang Demak dengan menggunakan metode deskriptif dan metode purposive sampling. Hasil penelitian berupa gambaran keadaan oseanografi dan peta daerah penangkapan rajungan yang menunjukan persebaran daerah operasi penangkapan rajungan menggunakan bubu lipat di perairan Betahwalang. Persebaran daerah penangkapan rajungan menggunakan bubu tersebar dari kedalaman 17,9-31,2 m dengan subtrat perairan berupa lumpur liat. Kedalaman 15,1-20 m memiliki suhu 27-310C dengan salinitas 29-31 ppt. Kedalaman 20,1-25 m suhu perairan 27-300C dengan salinitas 29-32 ppt. Kedalaman 25,1-30 m suhu perairan 280C-300C dengan salinitas berkisar 30-31 ppt. Kedalaman 30,1-35 m suhu perairan 28-290C dan salinitas 30-31 ppt. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah penangkapan rajungan yang potensial pada kedalaman 25,1-35 m dengan salinitas berkisar 30-31 ppt dan hasil tangkapan terbanyak pada titik koordinat lintang 06°41'18.81" bujur 110°27'53.06" dengan berat 3.080 gram.  Betahwalang village in Demak Regency is one of Rajungan ( swimming crab ) producers in Demak that has economical selling value and of export fishery commodity. The improvement of technology and knowledge about fishing ground in catching rajungan is greatly needed.The aim of this research was to analyze the fishing ground and oceanography of rajungan fishing ground in Betahlawang waters Demak Central Java using descriptive method. The results of this research were the oceanography description and rajungan fishing ground map that showed the spreading area of rajungan capture operation using folded trap in Betahlawang waters. It was spread from 17.9 m to 31.2 m in depth with water sediment of clay. The depth of 15.1 m to 20 m had average temperature of 270C to 310C with salinity of about 29 ppt to 31 ppt. The depth of 20.1 m to 25 m had average temperature of 270C to 300C with salinity of about 29 ppt to 32 ppt. The depth of 25.1 m to 30 m had average temperature of 280C to 300C with salinity of about 30 ppt to 31 ppt. The depth of 30.1 m to 35 m had average temperature of 280C to 290C with salinity of about 30 ppt to 31 ppt. The result of this research showed that the potential fishing ground was in the depth of 25.1- 35 m with salinity of 30- 31 ppt. The results showed that the potential crab fishing area at depths ranging from 25.1 to 35 m with a salinity of 30-31 ppt and most of the catch at point 06 ° latitude 41'18 .81 "longitude 110 ° 27'53 .06" with a weight of 3,080 grams.
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) BERDASARKAN PERBEDAAN KEDALAMAN PERAIRAN DENGAN JARING ARAD (Mini Trawl) DI PERAIRAN DEMAK Prasetyo, Ganang Dwi; Fitri, Aristi Dian Purnama; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.545 KB)

Abstract

Desa Betahwalang terletak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, merupakan salah satu wilayah yang memilki potensi tinggi pada perikanan rajungan (Portunus pelagicus). Kegiatan penangkapan rajungan akan lebih efektif dan efisien apabila daerah penangkapan rajungan dapat diduga terlebih dahulu, serta pengkajian perbedaan kedalaman perairan dilakukan, karena kedalaman perairan sangat berpengaruh terhadap siklus kehidupan rajungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hasil tangkapan dan daerah penangkapan rajungan berdasarkan perbedaan kedalaman perairan dengan jaring arad di perairan Demak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan metode penentuan sampling  purposive sampling dan metode pengambilan sampel adalah metode gridding. Jenis hasil tangkapan rajungan yang didapat antara lain Portunus pelagicus, Charybdis feriatus, dan Portunus sanguinolentus. Terdapat dua kisaran kedalaman perairan yaitu kedalaman A (0 – 5 meter) dan kedalaman B (5,5 – 10 meter). Pada kedalaman B (5,5 – 10 meter), berat dan ukuran tubuh hasil tangkapan rajungan semakin besar, namun jumlah rajungan yang didapat semakin sedikit, dan didominasi rajungan berjenis kelamin betina. Sebaliknya, pada kedalaman A (0 – 5 meter), berat dan ukuran tubuh hasil tangkapan rajungan semakin kecil, namun jumlah rajungan yang didapat semakin banyak, dan didominasi rajungan berjenis kelamin jantan. Betahwalang village located in Demak, Central Java, is one of the areas that have a high potential in the fisheries swimming crab (Portunus pelagicus). Cacthing for swimming crab would be more effective and efficient when fishing ground of swimming crab can be predicted in advance and differences in water depth study, the water depth affects the life cycle of swimming crab. The purpose of this reasearch was to analyze the catch and fishing ground of swimming crab at different water depth with mini trawl in Demak waters. The method in research used descriptive method. The method of determinig the sampling used purposive sampling and the sampling method used gridding method. Type catches the swimming crab is Portunus pelagicus, Charybdis feriatus, and Portunus sanguinolentus. There are two ranges A water depth is the depth (0 - 5 meters) and the depth B (5,5 - 10 meters). In depth B (5,5 - 10 meters),the weight and size of swimming crab attaching to the greater, however meager, are predominantly female swimming crab sex. In contrast, at a depth A ( 0- 5 meters), weight and size of the swimming crab attaching to the smaller, but amounted to much,  and swimming crab-sex male dominated.
LAJU ASAM AMINO TERLARUT YANG TERDISTRIBUSI KE DALAM KOLOM AIR LAUT PADA UMPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta) (SKALA LABORATORIUM) Perdiana, -; Fitri, Aristi Dian Purnama; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.557 KB)

Abstract

Umpan merupakan alat bantu dan bentuk rangsangan berbentuk fisik atau kimiawi yang dapat memberikan respon terhadap ikan-ikan dalam tujuan penangkapan ikan. Operasi penangkapan rawai tuna  umumnya di Indonesia menggunakan umpan alami ikan kembung, ikan kembung memiliki nilai ekonomis dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Mengetahui laju jenis asam amino dan laju asam amino total yang terdistribusi ke dalam kolom air laut pada umpan ikan kembung untuk operasi rawai tuna skala laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Penelitian dilakukan skala laboratorium dengan melakukan perendaman umpan ke dalam kolom air laut, ikan uji yang digunakan adalah ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) yang dianalogikan sebagai umpan alami dalam operasi penangkapan rawai tuna. Ukuran ikan kembung yang digunakan memiliki panjang 23 cm dan lebar 2,5 cm dengan berat 100 gram. Sampel air laut diuji menggunakan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Didapatkan hasil laju jenis asam amino 7 macam dari 17 jenis asam amino pada umpan ikan kembung adalah L-serine, Glycine, L-threonine, L-alanine, L-Valine, L-Lysine HCl, L-Isoleucine  dan L-Leucine. Laju asam amino total umpan ikan kembung pada perendaman K1 hingga K24 menurun dengan bertambahnya waktu perendaman. Kesimpulan yang dihasilkan adalah semakin lama waktu perendaman maka laju pelepasan asam amino semakin kecil dan berpengaruh pada ruang aktif semakin lama perendaman umpan maka ruang aktif semakin mengecil. The bait have attractive function a form of physical or chemical form of stimulation that can provide a response to the fish in the the purpose of catching fish. Rawai tuna generally arrest operations in Indonesia to use natural bait mackerel, rastrelliger has economic value and can be consumed by the public. Knowing the rate of amino acid type and the rate of the total amino acids that are distributed into the water column at mackerel bait for the operation of rawai tuna laboratory scale. The methods used in this research is descriptive analysis method. Laboratory scale research done by soaking the bait into the water column, fish test used was mackerel (Rastrelliger kanagurta) which are analogous to natural as bait in catching operations rawai tuna. Size of mackerel used has a length of 23 cm wide and 2.5 cm long with a weight of 100 grams. Samples of sea water are tested using the method HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Obtained results of rate of 7 different types of amino acids of the 17 kinds of amino acids in feeds mackerel is L-serine, Glycine, L-threonine, L-alanine, L-Valine, L-Lysine HCl, L-Isoleucine and L-Leucine. The rate of total amino acids in the mackerel bait soaking K1 to K24 decreases with increasing time of submersion. The resulting conclusion is the longer soaking, then the rate of release of amino acids is getting smaller and the effect on the active space of the longer soaking bait then active space is increasingly shrinking.
HUBUNGAN JENIS UMPAN DAN UKURAN MATA PANCING ALAT TANGKAP RAWAI DASAR TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN KAKAP (Lutjanus sp) DI PERAIRAN PASIR, KEBUMEN Muandri, Nur; Asriyanto, Asriyanto; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.523 KB)

Abstract

Rawai dasar umum digunakan oleh nelayan di Perairan Pasir Kebumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil tangkapan ikan kakap (Lutjanus sp) terhadap penggunaan umpan dan ukuran mata pancing yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan 2 variabel yaitu jenis umpan dan ukuran mata pancing dengan 4 perlakuan yaitu (tembang,layur,nomor 6, dan nomor 9). Masing-masing dilakukan dengan 10 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji Kenormalan data dan uji ANOVA dengan SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan tembang berpengaruh terhadap hasil tangkapan dan umpan layur pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan Kakap (Lutjanus sp) hal ini dilihat dari hasil tangkapan umpan tembang bernomor 6 sebanyak 95 ekor, dan umpan tembang bernomor 9 sebanyak 85 ekor, serta umpan layur bernomor 6 sebanyak 57 ekor, dan umpan layur bernomor 9 sebanyak 43 ekor. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan alat tangkap pancing dengan kombinasi umpan tembang lebih baik digunakan.
PENGARUH PERKREDITAN KPL (KOPERASI PERIKANAN LAUT) MINA SUMITRA TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN GILLNET DI DESA KARANGSONG KABUPATEN INDRAMAYU Maulana, Ali Rizki; Ismail, -; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.597 KB)

Abstract

Pemberian kredit oleh KPL Mina Sumitra terhadap nelayan gillnet di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu sangat berpengaruh untuk meningkatkan pendapatan nelayan gillnet, karena dengan pinjaman kredit dari KPL Mina Sumitra nelayan gillnet dapat memenuhi perlengkapan untuk melaut. Kurangnya biaya untuk usaha penangkapan ikan merupakan alasan utama nelayan gillnet meminjam kredit dari KPL Mina Sumitra. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kredit KPL Mina Sumitra terhadap pendapatan nelayan gillnet. Metode dasar penelitian adalah deskriptif analitis, menggunakan teknik survey.Penelitian dilakukan di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu yang dipilih secara purposive. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan teknik wawancara, pencatatan dan observasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis regresi linear sederhana dan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa besarnya kredit dengan pendapatan bersih nelayan gillnet diperoleh nilai korelasi sebesar 0,711 dan koefisisen determinasi 50,60 %, kemudian berdasarkan uji t diperoleh t-hitung 12,274> t tabel 1,699 dengan signifikasi 5 % Kesimpulan yang dihasilkan adalah pemberian kredit oleh KPL Mina Sumitra sangat berpengaruh terhadap pendapatan bersih nelayan gillnet dan dengan adanya kredit nelayan gillnet dapat menambah modal untuk usaha penangkapan ikan sehingga semakin besar modal yang diberikan untuk biaya perbekalan, lama trip meningkat maka pendapatan bersih akan lebih banyak. The giving of credit by the MPA Mina Sumitra on gillnet fishing in Indramayu Regency Village Karangsong very influential gillnet fishermen to increase revenue, because the credit loans from Mina MPA Sumitra gillnet fishermen can meet supplies for fishing. Lack of finance for the fishing industry is a major reason gillnet fishermen borrow loans from Mina MPA Sumitra. This study aims to determine the effect of MPA Mina Sumitra credit to gillnet fishermen income. The basic method is descriptive analytical study, using survey techniques.The study was conducted in the village of Karangsong purposively selected. The data used is primary data and secondary data were collected by interview, observation and record keeping. Data analysis method used is by simple linear regression analysis and t test. The analysis showed that the amount of credit with gillnet fishing net income obtained correlation value of 0.711 and 50.60% koefisisen determination, later acquired by t test 12.274> t table 1.699 with a significance of 5% resulting conclusion is the provision of credit by KPL Mina Sumitra influence on gillnet fishing net income and the presence of credit may increase the capital gillnet fishermen to fishing effort so that the greater the cost of capital provided for supplies, long trip increases, the net income will be more than.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA NELAYAN PURSE SEINE DI PPI BULU KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR Khumairoh, Khumairoh; Ismail, Ismail; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.865 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan nelayan juragan dan ABK purse seine di PPI Bulu Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam yang dilengkapi daftar kuisioner dan juga observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan 12 indikator kemiskinan gabungan yang terdiri dari indikator kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik Pusat (2007), Badan Pusat Statistik Pusat 2006), indikator kemiskinan menurut Honable (1979) dalam Mc. Crackem (1988), indikator kemiskinan menurut Pridaningsih (2011), indikator kemiskinan menurut Safitri (2011), serta konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan yang dianalisis menggunakan 12 indikator kemiskinan gabungan menunjukkan bahwa nelayan termasuk ke dalam kriteria tidak miskin atau tergolong sejahtera. Sedangkan hasil analisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN) secara simultan yaitu sebesar 1,22 (NTN > 1), yang menunjukkan bahwa nelayan termasuk dalam kriteria tidak miskin atau tergolong sejahtera. Analisis secara parsial, NTN juragan sebesar 1,20 (NTN > 1) dan NTN ABK sebesar 1,27 (NTN > 1) yang menunjukkan nelayan juragan dan ABK termasuk dalam kriteria tidak miskin.
Analisis Ketelitian Data Airborne LiDAR dalam Pemodelan Tiga Dimensi Bangunan Gedung Tingkat Level of Detail 2 Yulianto, Taufik; Catur Aries Rokhmana
Journal of Geospatial Science and Technology Vol 2 No 2 (2024): Journal of Geospatial Science and Technology
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgst.v2i2.14853

Abstract

Teknologi survei dan pemetaan terus berkembang, termasuk pemetaan wilayah tiga dimensi yang semakin penting dalam arsitektur, perencanaan kota, dan pemetaan. Airborne LiDAR merupakan metode efektif untuk pemodelan 3D bangunan dan gedung tinggi dalam penataan kota. Penelitian ini mengevaluasi ketelitian data Airborne LiDAR dalam pembuatan model 3D bangunan dengan tingkat ketelitian LOD 2. Pemodelan pada gedung Balairung, Perpustakaan, dan Grha Sabha Pramana UGM dilakukan menggunakan metode Vectorize building pada perangkat lunak Microstation Connect. Hasil pemodelan bangunan gedung kemudian dievaluasi ulang, termasuk model atap, tinggi bangunan, dan lebar atau panjang bangunan. Evaluasi model atap dilakukan dengan uji visual model yang membandingkan bentuk atap hasil pemodelan dengan data orthophoto. Evaluasi pada tinggi, lebar dan panjang bangunan dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan terhadap data ukuran langsung menggunakan Total Station. Hasil klasifikasi data point cloud menghasilkan 5 kelas yaitu kelas ground, low vegetation, medium vegetation, high vegetation, dan building. Pengolahan DTM menghasilkan RMSE 0,0964 cm dan LE95 0,188994. Uji akurasi visual menunjukkan nilai completeness 97,918%, correctness 97,763%, dan quality 95,828%, dengan kualitas geometri 0,3128 m, menunjukkan bahwa data Airborne LiDAR sesuai untuk pemodelan 3D bangunan dengan LOD 2.