Mustiah Yulistiani
Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Implementasi Patient Safety Di Unit Pelayanan Bedah Terhadap Kepuasan Pasien di RST Wijayakusuma Purwokerto Farahdila, Ananda; Yulistiani, Mustiah
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 1 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i1.25793

Abstract

Background: The quality of safety and security in the operating room, integrated with the surgical ward, is a key indicator of the improvement of healthcare services worldwide. Patient satisfaction is one of the indicators used to assess the quality of care in hospitals. The quality of healthcare services refers to the extent to which these services meet the expectations of patients. Higher levels of patient satisfaction reflect better healthcare quality. Objective: To determine whether there is a relationship between the implementation of Patient Safety in the surgical service unit and patient satisfaction at RST (Military Hospital) Wijayakusuma Purwokerto. Methods: This quantitative research utilized a descriptive-analytical approach with a cross-sectional design. Sampling was conducted using Non-Probability Sampling with Purposive Sampling based on inclusion and exclusion criteria, resulting in a sample size of 51 respondents. The analysis employed Chi-Square testing. Results: Bivariate analysis using Chi-Square testing yielded a p-value of 0.002, which is less than 0.05. This indicates a significant correlation between the implementation of patient safety in the surgical service unit and patient satisfaction at RST Wijayakusuma Purwokerto. Conclusion: There is a significant correlation between the implementation of patient safety in the surgical service unit and patient satisfaction at RST Wijayakusuma Purwokerto.
Pengaruh Rendam Kaki Dengan Air Garam Hangat Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia Hipertensi Prasasti, Septiana; Yulistiani, Mustiah
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1471

Abstract

Lansia dengan hipertensi mengalami gangguan tidur karena gejala hipertensi muncul di malam hari saat lansia tidur. Rendam kaki dengan air garam hangat menjadi salah satu terapi nonfarmakologi untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia hipertensi di Posbindu Desa Mipiran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rendam kaki dengan menggunakan air garam hangat terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia hipertensi Desa Mipiran. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design dengan sampel berjumlah 36 lansia hipertensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan kualitas tidur lansia setelah intervensi menjadi berkualitas sebanyak 32 responden (88,9%), tekanan darah menurun setelah intervensi, dan uji Wilcoxon menghasilkan nilai p- value 0,000<0,050. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh rendam kaki dengan air hangat terhadap kualitas tidur pada lansia hipertensi di Posbindu Desa Mipiran.
In House Training Upaya Peningkatan Kemampuan Perawat Dalam Memenuhi Kebutuhan Spiritual Care Pasien Muzaenah, Tina; Yulistiani, Mustiah; Nurjanah, Siti; Istianah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i1.72

Abstract

Latar belakang: Perawat adalah tenaga kesehatan profesional yang memiliki kesempatan paling banyak berinteraksi dengan pasien dan kesempatan paling besar untuk memberikan pelayanan kesehatan berupa asuhan keperawatan komprehensif dengan membantu pasien memenuhi kebutuhan dasar yang holistik termasuk kebutuhan spiritual. Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama serta untuk mendapatkan maaf (pengampunan), mencintai, menjalin hubungan penuh rasa percaya dengan Tuhan. Perawatan spiritual diyakini dapat menurunkan tingkat depresi pasien-pasien dengan penyakit kronik dan dijadikan sebagai kekuatan dan koping individu yang dapat memberikan dukungan moril, semangat hidup dalam menghadapi kenyataan tentang penyakitnya. In House Training diselenggarakan untuk memberikan pelatihan asuhan perawatan ibadah praktis kepada perawat-perawat RSI Purwokerto sehingga memiliki kompetensi khusus untuk memenuhi kebutuhan spiritual pasien selama dirawat di rumah sakit.  Perawatan ibadah praktis yang diajarkan meliputi tata cara berwudlu bagi orang yang sakit, tayamum, dan sholat orang sakit. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat-perawat RSI Purwokerto dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual. Metode: Tim Pengmas memberikan edukasi dengan metode penyuluhan kesehatan dan demonstrasi yang diakhiri dengan evaluasi ibadah praktis orang sakit (wudlu dengan spray, tayamum, sholat orang sakit). Hasil: Adanya peningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat-perawat RSI Purwokerto setelah mengikuti kegiatan yaitu rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 57 menjadi 77 dan kemampuan ketrampilan dalam melakukan parktek ibadah orang sakit baik ketrampilan tayamum, wudlu dengan spray maupun sholat dengan posisi duduk yaitu meningkat dari skor 60 menjadi 86, 67 menjadi 82 dan 55 menjadi 87. Kesimpulan: In House Training dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat tentang asuhan keperawatan spiritual. Kata Kunci: ibadah praktis, kebutuhan spiritual, kemampuan perawat, perawatan spiritual _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Nurses are professional health workers who have the most opportunities to interact with patients and the greatest opportunities to provide health services in the form of comprehensive nursing care by helping patients meet basic holistic needs including spiritual needs. Spiritual needs are the need to maintain or restore faith and fulfill religious obligations and get forgiveness, love, and have a trusting relationship with God. Spiritual care is believed to be able to reduce the depression level of patients with chronic illnesses and serve as a strength and individual coping that can provide moral support and enthusiasm for life in facing the reality of their illness. In-House Training is held to provide practical worship care training to nurses at RSI Purwokerto so that they have special competence to meet the spiritual needs of patients while in the hospital. Practical worship treatments that are taught include procedures for ablution for sick people, tayammum, and prayers for sick people. Objective: to increase the knowledge and skills of nurses at RSI Purwokerto in providing spiritual nursing care. Method: The Community Service Team provides education using health education methods and demonstrations that end with an evaluation of the practical worship of sick people (ablution with spray, tayammum, prayers for sick people). Result: There was an increase in the knowledge and skills of the nurses at RSI Purwokerto after participating in the activity, namely the average knowledge score increased from 57 to 77, and the skills in carrying out the practice of praying for sick people, both tayammum skills, ablution with spray and prayer in a sitting position, namely increased from a score of 60 becomes 86, 67 becomes 82 and 55 becomes 87. Conclusion: In House Training can increase the knowledge and skills of nurses regarding spiritual nursing care. Keywords: practical worship, spiritual needs, ners skill, spiritual care
PENILAIAN TINGKAT RISIKO SEBAGAI PREDIKSI ANGKA KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA MAHASISWA KEPERAWATAN S1 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO DALAM WAKTU 10 TAHUN KEDEPAN Nurita, Dea Ria; Yulistiani, Mustiah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10512157

Abstract

Latar Belakang :Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah penyakit dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Tindakan preventif penting dilakukan guna mengetahui tingkat risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 sebagai upaya pencegahan. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran tingkat risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 pada mahasiswa Keperawatan S1 Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survey, didapatkan 246 responden terpilih yang disamaratakan jumlah laki-laki dan perempuan masing-masing berjumlah 123 menggunakan teknik proportionate stratified random sampling, kemudian dilakukan pemeriksaan menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Finnish Diabetes Risk Score. Hasil : Hasil penelitian didapatkan sebanyak 2% berisiko sangat berat, 6% berisiko berat, 8% berisiko sedang, 28% berisiko ringan, dan 56% berisiko sangat ringan. Dari penilaian tingkat risiko, didapatkan kelompok berdasarkan faktor risiko didominasi oleh lingkar pinggang. Angka prediksi Diabetes Mellitus Tipe 2 dalam 10 tahun kedepan di berjumlah 13 orang atau setara dengan 5% dari jumlah keseluruhan 246 dan didominasi oleh perempuan.