Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Wellness And Healthy Magazine

Obesitas, anemia dan mobilitas dini mempengaruhi penyembuhan luka post-op apendiktomi Hardono, H; Marthalena, Yenny; Yusuf, Juanda Ashary
Wellness And Healthy Magazine Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.017 KB) | DOI: 10.30604/well.84212020

Abstract

Appendiksitis atau radang apendiks merupakan kasus infeksi intraabdominal. Berdasarkan data rekam medik di unit rekam medis RS Mitra Mulia Husada, tampak bahwa apendisitis yang dilakukan tindak pembedahan merupakan kasus yang cukup tinggi frekuensinya yaitu sebanyak 630 kasus dari data tersebut sebanyak 27 pasien mengalami infeksi luka operasi dilihat dari terdapatnya abses pada luka operasi setelah pasien tersebut menjalani perawatan di rumah. Tujuan penelitian ini diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka Post Op Apendiktomi di Rumah Sakit Mitra Mulia Husada Bandar jaya. Jenis Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini seluruh penderita post op apendik, dan obyek yang diteliti adalah usia, mobilisasi, berat badan, Anemia dan penyembuhan luka. Populasi penelitian ini 215 pasien dan sampel 22 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Tempat penelitian dilakukan di rumah sakit Mitra Mulia Husada Bandar Jaya. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diketahui bahwa dari 22 responden dengan penyembuhan luka, sebanyak 18 (81,8%) responden penyembuhan luka baik, sebanyak 16 (72,7%) responden mobilisasi dini baik, sebanyak 17 (77,3%) responden tidak anemia, sebanyak 15 (68,2%) responden usia kurang dari 45 tahun, sebanyak 15 (68,2%) responden tidak obesitas. Ada hubungan mobilisasi dini dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,046 OR 15,000), Ada hubungan anemia dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,024 OR 24,000). Tidak ada hubungan usia dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,077 OR 10,500). Ada hubungan obesitas dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,005). Saran diharapkan dapat memberikan konseling atau penyuluhan kepada pasien post op apendiktomi untuk melakukan mobilisasi dengan baik dan memperhatikan factor anemia dan  obesitas yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemenuhan Personal Hygiene pada Lansia Hardono, H; Tohiriah, Siti; Wijayanto, Wisnu Probo; Sutrisno, S
Wellness And Healthy Magazine Vol 1, No 1 (2019): February
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.185 KB) | DOI: 10.30604/well.5112019

Abstract

Di dunia lansia yang sudah tidak dapat melakukan aktivitas fisik dan tidak dapat menjaga kebersihan diri diperkirakan sekitar 38,2%. Di Indonesia menunjukan lansia yang kurang menjaga kebersihan diri diperkirakan sekitar 18,2% dari jumlah populasi lansia. 22,9% lansia di Lampung mengalami penyakit sehingga tidak dapat beraktivitas menjaga kebersihan diri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan personal hygiene pada lansia di Desa Bulukarto Kabupaten Pringsewu Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bulukarto Pringsewu pada tanggal 9 – 26 Mei 2018.Jumlah populasi adalah semua lansia di desa Bulukarto sejumlah 58 lansia, yang digolongkan menjadi 37 lansia wanita dan 21 lansia pria.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan pada faktor sosial ekonomi dengan P value sebesar 0,390, ada hubungan pada faktor pengetahuan dengan P value sebesar 0,005 dan ada hubungan pada faktor kondisi fisik dengan P value sebesar 0,001. Diharapkan lansia untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memeriksa status kesehatannya dan mengikuti sosialisasi untuk menambah wawasan lansia tentang kesehatan.
Pengaruh Endorphin Massage Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Multipara Kala 1 Maesaroh, Siti; Ariaveni, Eva; Hardono, H
Wellness And Healthy Magazine Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.842 KB) | DOI: 10.30604/well.34122019

Abstract

Pada proses persalinan terjadi sebuah kombinasi antara proses fisik dan pengalaman emosional bagi seorang perempuan. Salah satu faktor psikis yang mempengaruhi persalinan yaitu rasa cemas dan takut dalam menghadapi persalinan. Kecemasan adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas sebabnya. Endorphine Massage teknik sentuhan ringan ini sangat penting bagi ibu hamil untuk membantu memberikan rasa tenang dan nyaman, baik menjelang maupun saat proses persalinan akan berlangsung. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh endorphine massage terhadap tingkat kecemasan pada persalinan kala I di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Tijang Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperimental dengan model pendekatan one group pre-test post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 28 responden. Analisa data berupa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan ibu bersalin kala I fase aktif sebelum diberikan terapi endorphine massage rata-rata mengalami Kecemasan ringan dengan nilai mean 13,71 dan sesudah diberikan terapi tidak mengalami kecemasan dengan nilai mean 5, 21. Hasil uji statistic uji T didapatkan nilai ρ sebesar 0.001 (p kurang dari 0.05) ini menunjukkan bahwa pemberian endorphine massage berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin multipara kala I fase aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Tijang Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus tahun 2019. Sebagai salah satu media pembelajaran, sumber informasi, wacana kepustakaan terkait terapi non farmakologis terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu bersalin multipara kala I fase aktif dengan menggunakan endorphin massage.
Pengetahuan Covid-19 Dengan PHBS Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Masyarakat Fitrianingsih, Rohma; Wahyudi, Dian Arif; Hardono, H; Putri, Riska Hediya
Wellness And Healthy Magazine Vol 3, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.169322021

Abstract

The COVID-19 pandemic was a rapid and sudden disaster that occurred in Indonesia in early 2020. This condition forced people to change their awareness of the importance of health protocols. Knowledge is one indicator of clean and healthy living behavior (PHBS) behaviour to prevent the chain of spreading the Covid-19 virus. The research was to determine the correlation between knowledge of Covid-19 with clean and healthy living behavior (PHBS) adaptation of new habits on the community at the Public Health Center of Sukarame in Sukarame Sub-District 2021. This type of research is quantitative research, with a descriptive correlational design using a cross-sectional approach. The sample used as many as 60 respondents who are visitors at the Public Health Center of Sukarame in Sukarame Sub-District. Taking the sample used incidental sampling technique. This research was carried out on three up to six February 2021. Bivariate analysis in this research used the Gamma Test. The results showed that the frequency distribution of knowledge of Covid-19 was high as many as 47 respondents (78.3%), and the frequency distribution of clean and healthy living behavior (PHBS) adaptation of new habits was 43 respondents (71.7%), which means the high category. Based on the results of the statistical test, a p-value of 0.001 (less than 0.05) was obtained which indicated that there was a correlation between knowledge of Covid-19 and clean and healthy living behavior (PHBS) adaptation of new habits on community at the Public Health Center of Sukarame in Sukarame Sub-District 2021. The conclusion in this research is that knowledge can improve clean and healthy living behavior (PHBS). It is expected that the results of this research will increase knowledge regarding the prevention of Covid-19 such as avoiding going to crowded places and public transportation, handling Covid-19 patients by self-isolation for 14 days, as well as the spread of covid-19 and increasing clean and healthy living behavior (PHBS)  regarding hand washing for 20 seconds, consuming fruit. At least three times a day, do not touch the face when outside the house and it use gloves when cleaning household appliances.Abstrak: Pandemi covid-19 merupakan bencana cepat dan mendadak yang terjadi di Indonesia pada awal tahun 2020. Kondisi tersebut memaksa masyarakat merubah kesadaran pentingnya protokol kesehatan. Pengetahuan adalah salah satu indikator perilaku PHBS untuk mencegah rantai penyebaran virus covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan covid-19 dengan PHBS adaptasi kebiasaan baru pada masyarakat di Puskesmas Sukarame Kecamatan Sukarame Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 60 responden yang merupakan pengunjung di Puskesmas Sukarame, pengambilan sampel menggunakan tekhnik insidental sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan pada 3-6 Februari 2021. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi pengetahuan covid-19 tinggi sebanyak 47 responden (78,3%), dan distribusi frekuensi PHBS adaptasi kebiasaan baru sebanyak 43 responden (71,7%) yang artinya kategori tinggi. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh p-value 0,001 (kurang dari 0,05) yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan covid-19 dengan PHBS adaptasi kebiasaan baru pada masyarakat di Puskesmas Sukarame. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengetahuan dapat meningkatkan PHBS. Diharapkan hasil penelitian ini menambah pengetahuan mengenai pecegahan covid-19 seperti menghindari pergi ketempat ramai dan transportasi umum, penanganan pasien covid-19 dengan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, serta penyebaran covid-19 dan meningkatkan PHBS mengenai cuci tangan selama 20 detik, mengkonsumsi buah minimal 3x sehari, tidak menyentuh wajah ketika berada diluar rumah serta menggunakan sarung tangan ketika membersihkan peralatan rumah.
Hubungan Kejadian Stuting Dengan Tumbuh Kembang Pada Balita Di Posyandu Latifah 1 Gading Rejo Timur Astari, Villa Bellla; Wijayanto, Wisnu Probo; Kameliawati, Feri; Hardono, H
Wellness And Healthy Magazine Vol 3, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.173322021

Abstract

Based on data from 83.6 million stunted toddlers in Asia, the largest proportion came from South Asia, namely 58.7% and the least proportion was in Central Asia 0.9% (WHO, 2017), in Indonesia in 2018 the prevalence of stunting decreased to 30 ,8% while stunting in Lampung province reached 42.6% and in 2018 it became 27.28% (Basic Health Research, 2018). The research objective was to determine whether there is correlation between the genesis of stunting with the growth and development of  toddlers at the health care center of  latifah 1 in east GadingRejo. This type of research included in quantitative research. The type of research used analytic observational with cross sectional approach, the sample used was 62 toddlers in East GadingRejo village, the research was conducted in East GadingRejo village, the instrument used questionnaire sheets and KPSP sheets, Bivariate analysis used Chi Gamma test. From the results of the analysis of the Gamma test data obtained the results of the value of p = 0.000. This figure shows that the p value less than 0.05, meaning that there is correlation between growth and development with the genesis of stunting on toddlers at health care center of Latifah 1in East GadingRejo. Parents can provide and support for the growth and development of children   Abstrak: Berdasarkan data  Dari 83,6 juta balita stunting di asia, proposi terbanyak berasal dari Asia Selatan yaitu 58,7 % dan proposi paling sedikit di Asia Tengah 0,9% (WHO,2017), Diindonesia pada tahun 2018 prevalensi stunting mengalami penurunan menjadi 30,8% sedangkan stunting di provinsi Lampung mencapai 42,6% dan tahun 2018 menjadi 27,28% (Riskesdas, 2018) Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kejadan stunting dengan Tumbuh kembang pada balita di posyadu latifah 1 gading rejo timur. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan pendekatatan cross sectional, sampel digunakan 62 balita di pekon Gading Rejo Timur, penelitian dilakukan di pekon Gading Rejo Timur, Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan lembar kuesioner dan lembar KPSP, Analisa bivariat dengan menggunakan uji Chi Gamma. Dari hasil analisis uji Gamma data diperoleh hasil nilai p = 0,000. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai p kurang dari 0,05, artinya Ada Hubungan tumbuh kembang dengan kejadian stunting pada balita di posyadu latifah 1 gading rejo timur.. Disarankan kepada ibu balita penelitian ini sebagai gambaran pada orang tua tentang Tumbuh kembang balita yang mengalami stunting dan orang tua dapat memberikan dukungan terhadap tumbuh kembang pada anak