Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi dan Karakteristik Mutu Sosis Cumi Bataweya, Ismail; Sulistijowaty, Rieny S; Yusuf, Nikmawatisusanti
The NIKe Journal VOLUME 10 ISSUE 4 | DECEMBER 2022
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v10i4.1277

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah melakukan formulasi dan karakteristik mutu sosis cumi.Faktor perlakuan adalah konsentrasi cumi dalam formulasi sosis cumi terdiri atas 60 g (A), 80 g (B) dan 100 g (C).. Analisis data organoleptik menggunakan Kruskall-wallis dengan parameter uji yaitu tekstur, kenampakan, warna, rasa, dan aroma.Tingkat kesukaan panelis terhadap fomula 60 g yaitu: tekstur, kenampakan, warna, rasa, dan aromaagak sukadan suka panelis; formula 80 g yaitu: tekstur, kenampakan, warna, rasa, dan aromadisukai oleh panelis; fomula 100 g yaitu: tekstur, kenampakan, warna, rasa, dan aroma sangat disukai panelis.
Pengaruh Perbandingan Tepung Ubi Jalar terhadap Kerenyahan dan Nilai Hedonik Krispi Ikan Pepetek Sopa, Ririn; Yusuf, Nikmawatisusanti; Dali, Faiza A
The NIKe Journal VOLUME 11 ISSUE 1 | MARCH 2023
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v11i1.1290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung ubi jalar (Ipomoea batas L) terhadap nilai kerenyahan dan nilai hedonik krispi ikan pepetek (Leiognathus sp). Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental diawali dengan proses pembuatan tepung ubi jalar. Pembuatan formulasi krispi ikan yaitu A (tepung beras 100 : tepung ubi jalar 10), B (100:15 g) dan C (100:20 g). Parameter yang diamati adalah uji fisik (kerenyahan) dianalisis menggunakan RAL. Uji organoleptik mutu hedonik (rasa, tekstur, aroma kenampakan) dianalisis Kruskall walis. Jika hasil yang diperoleh berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil analisis uji fisik (kerenyahan) menunjukan bahwa penggunaan konsentrasi tepung ubi jalar yang berbeda 10, 15, 20 pada tepung pelapis krispi ikan pepetek memberikan pengaruh nyata (p
Analisis Organoleptik Hedonik Sambal Ikan Layang Asin Kering dengan Penambahan Rumput Laut Nupu, Abdul Kadir; Mile, Lukman; Yusuf, Nikmawatisusanti
The NIKe Journal VOLUME 11 ISSUE 3 | SEPTEMBER 2023
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v11i3.21976

Abstract

This study aims to determine the effect of the addition of seaweed (Kappaphycus alvarezii) on the hedonic organoleptic characteristics of the dried salted catfish (Decapterus sp.) chili product. The treatments in this study were seaweed concentrations of 5%, 10% and 15%. The hedonic organoleptic data analysis used was Kruskall-wallis with test parameters namely taste, appearance, texture, aroma and color. Further test using the Duncan test. The results showed that the addition of seaweed had no significant effect on the hedonic value of taste, appearance, texture, aroma and color. The hedonic characteristics of chili sauce with the addition of different seaweeds have a taste value of 6.08–7.00 with the criteria of slightly liking to liking; appearance 7.00-7.28 with Like criteria; texture 6.88–7.24 with liking criteria; aroma 6.80–7.32 with liking criteria; and color 6.92–7.52 with liking criteria.
Pemanfaatan Kulit Ikan Lele Sebagai Bahan Baku Keripik Ikan Yusuf, Nikmawatisusanti; Naiu, Asri Silvana; Kalaka, Sri Rahayu
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 9 No 3 (2025)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jpp.v9i3.4959

Abstract

Catfish is one of the most widely cultivated freshwater fish and serves as an important source of animal protein. Beyond its flesh, catfish skin possesses potential as a raw material for developing nutritious and economically valuable food products such as fish-skin chips. This community service activity involved counseling and hands-on training for local catfish farmers and households. The program introduced techniques for processing catfish skin into chips, focusing on practical demonstrations and participatory learning. The activity revealed a strong interest and willingness among participants, particularly catfish farmers, housewives, and young women, to utilize catfish skin as a processed product. Participants actively engaged in the training sessions. The resulting product was catfish-skin chips with favorable characteristics, including crispiness, savory taste, and preferred seasoning and aroma. The activity successfully enhanced community knowledge, skills, and motivation in diversifying fish-based products. By introducing catfish-skin chips as a value-added product, the program demonstrated an effective way to transform aquaculture by-products into healthy, nutritious, and economically beneficial foods. 
PENGARUH METODE PEMASAKAN TERHADAP KANDUNGAN GIZI SAMBAL IKAN LAYANG (Decapterus sp.) Iin Susilawati Lantu; Nikmawatisusanti Yusuf; Wila Rumina Nento; Tri Tresya Hiola
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.5998

Abstract

  Ikan layang merupakan jenis ikan pelagis kecil yang melimpah hasil tangkapannya dibanding jenis ikan lain. Beberapa jenis ikan pelagis seperti tongkol, cakalang, bahkan tuna sering diolah menjadi produk sambel yang telah banyak dijual di pasaran. Lain halnya dengan ikan layang yang hanya diolah dengan cara digoreng, dikukus, ataupun ditumis. Sedangkan kandungan gizi ikan layang tidak jauh berbeda dengan kandungan gizi ikan pelagis lainnya. Sehingga perlu adanya diversifikasi produk sambel dari ikan layang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi dari sambal ikan layang dan menilai pengaruh metode pengolahan (pengeringan dan pengasapan) terhadap kualitas nutrisi dan sensori sambal ikan layang. Penelitian ini menggunakan dua metode pengolahan yaitu, pengeringan (oven pada suhu 60 °C selama 24 jam) dan pengasapan (asap kayu pada suhu 70 °C selama 8 jam). Pengambilan sampel sebanyak 2 kali ulangan. Sedangkan analisis nutrisi dilakukan dengan metode proksimat untuk mengukur kadar protein dan lemak. Uji sensori melibatkan 30 panelis yang menilai rasa, aroma, tekstur, dan penampakan menggunakan skala hedonik. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Tukey. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai sambal ikan layang dikeringkan daripada ikan layang yang diasap. Adapun hasil pengujian kandungan protein dan lemak tidak memberikan pengaruh yang signifikan, dimana kandungan protein sambal ikan asap dan yang dikeringkan berturut-turut 9,99% dan 10,48%. Sedangkan kandungan lemak sambal ikan asap dan yang dikeringkan berturut-turut 13,47% dan 13,79%.
Nilai Organoleptik Hedonik Formulasi Serbuk Minuman Tradisional Dengan Penambahan Serbuk Padina Minor Nuzul Rahmah Taniu; Nikmawatisusanti Yusuf; Shindy Hamidah Manteu
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 2 (2025): Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i2.7423

Abstract

Traditional drinks are drinks made from natural ingredients and have a unique taste. Padina minor is a species of brown seaweed that has bioactive compounds and antioxidant activity that are beneficial for the body so that it can be used as an additional ingredient in making traditional drinks so that it can be used as functional food. This study aims to determine the best formula for traditional drinks with the addition of p.minor. The parameters observed include water content, solubility and antioxidants. The results of the research test showed that the water content of the four formulations including the control met the requirements for the Quality Requirements for Traditional Drink Powder According to the Indonesian National Standard 01-4320-1996, which is a maximum of 3.0%. The results of the solubility test showed the highest solubility value at the P4 concentration of 31.36%. And the results of the antioxidant test showed the presence of strong antioxidant ability in the interval of 50-100 mg / L. This product can be categorized as a functional food with the antioxidant content it contains which can improve health.