Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Belanja Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Utara Nurdiah Safitri; Zulkifli Siregar; Amrani Amrani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Belanja Daerah terhadap pertumbuhan ekonomi pada 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2020-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, serta data PAD, DAU, dan Belanja Daerah yang diperoleh dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien sebesar 0,123 dan signifikansi 0,003. DAU juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,164 dan signifikansi 0,001. Selanjutnya, Belanja Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien sebesar 0,139 dan signifikansi 0,004. Berdasarkan nilai standardized beta, variabel yang paling dominan memengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah DAU.Secara simultan, PAD, DAU, dan Belanja Daerah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai F hitung sebesar 192,368 dan signifikansi 0,000. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,782, yang berarti bahwa sebesar 78,2% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sedangkan sisanya sebesar 21,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian.Dengan demikian, pengelolaan keuangan daerah yang efektif melalui peningkatan PAD, pemanfaatan DAU secara optimal, serta alokasi belanja daerah yang produktif diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi Sumatera Utara.
Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga Bank Indonesia dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia (Periode 1994-2024) Viren Mahid; Zulkifli Siregar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar, suku bunga Bank Indonesia, dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 1994–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien sebesar -1,660 dan nilai signifikansi <0,001. Inflasi juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien sebesar -0,261 dan nilai signifikansi 0,001. Sementara itu, suku bunga Bank Indonesia berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi 0,140. Secara simultan, jumlah uang beredar, suku bunga Bank Indonesia, dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai F sebesar 33,673 dan signifikansi <0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,789 menunjukkan bahwa 78,9% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Hasil penelitian menegaskan pentingnya menjaga stabilitas moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Analisis Pengaruh KUR, Inflasi, dan Suku Bunga terhadap Perkembangan UMKM di Deli Serdang Jefri Erpan Heriansyah; Zulkifli Siregar; M. Sahnan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, inflasi, dan suku bunga terhadap perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Deli Serdang periode 1995–2025, mengingat UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah namun pertumbuhannya kerap dihadapkan pada keterbatasan modal dan ketidakstabilan kondisi makroekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series tahunan yang dianalisis menggunakan regresi linier berganda model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) berbantuan software EViews. Sebelum estimasi dilakukan uji stasioneritas Augmented Dickey-Fuller (ADF) serta uji asumsi klasik meliputi multikolinearitas, normalitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan: (1) KUR-BRI berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap perkembangan UMKM (β = 0,0031; p = 0,1269), yang mengindikasikan bahwa penambahan volume kredit belum cukup mendorong pertumbuhan UMKM secara agregat; (2) inflasi berpengaruh negatif namun tidak signifikan (β = −0,0119; p = 0,1608), mencerminkan kemampuan adaptasi UMKM terhadap fluktuasi harga; (3) suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan (β = −0,1692; p = 0,0001), menjadikannya variabel paling determinan dalam penelitian ini; (4) secara simultan keempat variabel berpengaruh signifikan (F = 1351,39; p = 0,000). Nilai Adjusted R² sebesar 0,9947 menunjukkan model sangat kuat dalam menjelaskan variasi perkembangan UMKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan suku bunga yang rendah dan stabil, disertai perluasan program KUR yang diiringi pendampingan manajerial dan pengawasan penggunaan dana, menjadi rekomendasi utama untuk mendorong perkembangan UMKM secara berkelanjutan di Kabupaten Deli Serdang.
Peran Kebijakan Moneter dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Syariah (Analisis Data BPS 2009 – 2024) Nayara Sabita Zahra Pasaribu; Zulkifli Siregar; M Sahnan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10407

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suku bunga, growth uang beredar, dan growth kredit perbankan terhadap growth inklusi keuangan syariah di Indonesia periode 2010–2024. Inklusi keuangan syariah merupakan indikator penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian menggunakan data sekunder berupa data time series tahunan yang diperoleh dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Badan Pusat Statistik. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap growth inklusi keuangan syariah dengan nilai signifikansi 0,842 > 0,05 dan t hitung -0,204 < 2,201. Growth uang beredar juga tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,223 > 0,05 dan t hitung 1,291 < 2,201. Demikian pula growth kredit perbankan tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,919 > 0,05 dan t hitung 0,104 < 2,201. Secara simultan, suku bunga, growth uang beredar, dan growth kredit perbankan tidak berpengaruh signifikan terhadap growth inklusi keuangan syariah di Indonesia, ditunjukkan oleh nilai F hitung 1,025 < F tabel 3,59 dan signifikansi 0,419 > 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,218 menunjukkan bahwa 21,8% variasi growth inklusi keuangan syariah dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 78,2% sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.