Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Transformasi Penyajian Kesenian Bantengan Di Kabupaten Malang, Jawa Timur Putranto, Fikra Labibi; Irawati, Eli; Supeno, Yoga
SELONDING Vol 21, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v21i2.15462

Abstract

Pertunjukan kesenian Bantengan di wilayah Kabupaten Malang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat setempat. Kostum yang menyerupai banteng dan iringan musik tradisional gamelan yang sudah dikreasikan membuat pertunjukan ini selalu menarik perhatian masyarakat Malang. Perkembangan yang dialami kesenian Bantengan bukan sebuah kemunduran, melainkan merupakan proses kreatif yang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan dan eksistensi warisan kesenian leluhur. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan secara etnomusikologi.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bantengan merupakan seni pertunjukan yang  memadukan unsur tari, musik, beladiri, dan ritual dalam satu kesatuan pertunjukan yang kaya akan nilai-nilai budaya dan spiritual. Bentuk sajian bantengan terbagi menjadi bantengan tradisional dan bantengan kreasi. Bantengan khusunya di kabupaten Malang mengalami transformasi. Wujud dari adanya transformasi pada kesenian ini dilihat dari musik pengiring digantikan oleh musik elektronik. Kemunculan Sound Horeg mempengaruhi aspek sajian kesenian Bantengan. Hubungan dan keterkaitan Sound Horeg dengan Kesenian Bantengan menimbulkan pro dan kontra. Banteng yang digunakan pada kesenian itu sendiri kini telah berubah dengan inovasi dan kreativitas masyarakat.  Erat kaitanya Kesenian Bantengan dengan sumber daya manusia, khususnya masyarakat sekitar kelompok Kesenian banyak merasakan manfaat dari adanya kelompok Kesenian Bantengan ini, dikarenakan bisa menjadi lapangan pekerjaan.
Musik Diaspora dalam Perayaan Thaipusam Sebagai Ekspresi Budaya Komunitas India Tamil di Kota Medan Reihan Nabilah Fashah; Eli Irawati; Haryanto
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/mebang.v6i1.203

Abstract

Diaspora is the phenomenon of the dispersion of members of an ethnic group, nation, or religious community who migrate and settle in various parts of the world outside their homeland. Although far from their country of origin, they continue to maintain their identity and emotional ties with their ancestral land. Medan, as one of the major cities in Indonesia, is home to diverse ethnic groups, including the Tamil Community originating from Tamil Nadu, South India. The Tamil community has contributed to the development of plantations and cultural life in Medan. Initially, they came as laborers, but now they have become part of the local society while still preserving their traditions, including the celebration of Thaipusam. During the Thaipusam celebration in Medan, there is distinctive Tamil music brought from Malaysia to accompany the ceremony. Musical instruments such as the nadaswaram and thavil serve as a link between the Tamil community and their ancestral culture. This music also introduces the richness of Tamil culture to the Indonesian people.  The research uses a qualitative approach from an ethnomusicological perspective. The results show that diaspora music not only functions as part of the ritual but also helps introduce Tamil culture to the broader Indonesian society.