Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Perbandingan Desain Konstruksi Kapal Bulk Carrier di Perairan North Atlantic Ocean dan Indonesian Waterways Dengan Menggunakan Regulasi BKI Siregar, Frima Daim; Zakki, Ahmad Fauzan; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1654.143 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya, regulasi BKI merujuk kepada kondisi perairan Samudra Atlantik Utara, maka dibutuhkan regulasi yang tepat pada kondisi perairan Indonesia yang rata-rata tinggi gelombangnya lebih kecil dibandingkan Samudera Atlantik Utara. Data-data kapal Bulk Carrier meliputi Lines Plan, General Arragement kapal dan data perairan Indonesia dikumpulkan. Tujuannya adalah mencari nilai tegangan maksimum pada kapal di setiap gelombang yaitu di North Atlantic Waterways dan Indonesian Waterways pada variasi kondisi gelombang flat, sagging dan hogging dari kapal Bulk Carier 9000 T. Pemodelan menggunakan software Msc Patran dilanjutkan perhitungan variasi momen dengan software Hydromax, model dianalisa menggunakan Msc Nastran. Software ini dianggap memenuhi kriteria hasil yang mendekati dengan perhitungan dan model aslinya. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan tegangan yang dihasilkan oleh kapal Bulk Carrier dan mendapatkan model rekomendasi untuk perairan Indonesia. Hasil analisa didapat tegangan sebesar: Kondisi shagging pada North Atlantic Waterways adalah 34,5Mpa, kondisi kondisi shagging pada Indonesian Waterways adalah 20 Mpa, pada kondisi flat adalah 10,8 Mpa, pada kondisi hogging di North Atlantic Waterways adalah 46,5 Mpa, , kondisi hogging pada Indonesian Waterways adalah 22,2 Mpa. Didapatkan hasil memenuhi dengan batas maksimum tegangan atau Safety Factor yang diperbolehkan oleh BKI yakni tidak boleh lebih dari 1,75  x 108 Pa.
Analisa Kekuatan Sandwich Plate System pada Konstruksi Geladak Kendaraan Kapal Ferry Ro-Ro 500 GT Akibat Perubahan Muatan Wahid, Rakhmat Aizzat; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2094.295 KB)

Abstract

Kekuatan konstruksi kapal merupakan faktor utama dalam perancangan konstruksi kapal, terutama pada bagian geladak kendaraan. Kemajuan zaman pada saat ini menciptakan banyak inovasi dalam bidang kekuatan konstruksi kapal, terutama dalam pengembangan material untuk konstruksi struktur kapal. Salah satunya adalah hadirnya sebuah inovasi penggunaan material Sandwich Plate System yang merupakan material inovatif pengganti material berbahan baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan yang memenuhi Safety Factor yang telah ditetapkan regulasi BKI (Indonesia), serta mendapatkan nilai perubahan berat konstruksi di bagian struktur geladak kendaraan Kapal Ferry Ro – Ro 500 GT. Permodelan dan analisa menggunakan software berbasis finite element analysis untuk mengetahui besaran respons struktur berupa nilai tegangan. Hasil analisa pada penelitian ini  memenuhi batas maksimum tegangan rules BKI (tegangan max < 117 Mpa). tegangan tertinggi Loading Condition 1 terjadi pada saat sagging dengan konstruksi cardeck  menggunakan sandwich plate system sebesar 64,4 N/mm2 dan  nilai deformasi 1,99 mm, tegangan pada Loading Condition 2 terjadi pada saat hogging dengan konstruksi cardeck menggunakan sandwich plate system sebesar 63,7 N/mm2 dan nilai deformasi 1,94 mm. Reduksi berat yang terjadi sebesar 9,7 Ton dengan nilai presentase 5,1 persen. Sehingga berat konstruksi pada cardeck yang menggunakan sandwich plate system lebih ringan.
SIMULASITUBRUKANRUANG MUAT KAPAL BULK CARRIER 75.000 DWT DENGAN KAPAL TANKER BERTIPE HALUANRAM BOW DAN KAPAL LNG BERTIPE HALUAN CYLINDRICAL BOWDI WILAYAH PERAIRAN PELABUHAN Ginting, Prima Yosia; Zakki, Ahmad Fauzan; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.931 KB)

Abstract

Tingginya tingkat aktivitas lalu lalangkapal serta terbatasnya area jalur perlintasan perairan pelabuhan sangat berpotensi terjadinya insiden kecelakaan kapal terutama tubrukan kapal.Tubrukan kapal ini menyebabkan terjadinya deformasi hingga robeknya lambung kapal yang mengakibatkan kerugian materi hingga timbulnya korban jiwa serta merusak ekosistem laut akibat tumpahnya muatan kapal.Dengan adanya kasus tubrukan di pelabuhan, maka dilakukankajian studi khusus pada area ruang muat kapal dengan simulasi analisa numerik menggunakan dynamicFEMdengan memodelkan ruang muat kapal Bulk Carrier75.000 DWT yang ditubruk oleh kapal Tanker dengan haluan berbentuk RamBowdan kapal LNG yang berbentuk haluan Cylindrical Bow  dengan parameter kecepatan 3 knot dan 5 knotdengan sudut sebesar 300, 600dan 900terhadap ruang muat kapal. Dari hasil studi, lambung ruang muat kapal hanya mengalami deformasi pada kecepatan 3 knot terhadap ruang muat sedangkan dengan kecepatan 5 knot struktur mengalami kehancuran.
ANALISA PENGARUH ANTI-SLAMMING BULBOUS BOW PADA 60M ANCHOR HANDLING TUG SUPPLY MP VELOCE DI PERAIRAN LEPAS PANTAI UTARA NATUNA Amirudin, Hasan Mustofa; Zakki, Ahmad Fauzan; Chrismianto, Deddy
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.28 KB)

Abstract

Slamming merupakan fenomena hydrodynamic impact yang berhubungan dengan perubahan percepatan kapal secara tiba-tiba. Perubahan percepatan yang paling besar terjadi pada haluan dan buritan kapal, yang mana terdapat acceleration dan motion paling besar. Kapal dapat mengalami  slamming karena beberapa faktor salah satunya tinggi gelombang, maka dari itu perairan Natuna dianggap tepat sebagai penerapan teknololgi Anti-slamming bulbous bow kapal karena keadaan perairanya memiiliki banyak variasi gelombang. Analisa pengaruh Anti-slamming bulbous bow ini diterapkan pada Anchor Handling Tug Supply MP. VELOCE melalui beberapa tahapan dari pemodelan kapal. Pemodelan menggunakan model yang sudah ada dan dimodifikasi bentuk bulbous bownya dengan rasio panjang  30% dan  40% serta rasio tinggi 10% dan 20% tanpa mengubah jenis dan koefisien lebar bulbous bow tersebut, namun tetap mempertahankan nilai displacement dari kapal tersebut, dilanjutkan dengan menganalisa hydrostatic sebagai validasi model lalu mencari respon gerakan di gelombang reguler pada software ANSYS AQWA, serta nilai gerak relatif haluan yang nantinya didapat spektrum  respon yang selanjutnya di kalkulasikan sehingga didapatlah nilai slamming probability. Untuk nilai slamming probability terbesar terjadi pada muatan kosong dengan tinggi gelombang 3 meter yaitu pada model 1 senilai 0,21 dan pada kondisi yang sama telah di analisa bahwa pengaruh anti-slamming bulbuous bow dapat mengurangi slamming probalility terutama pada model dengan rasio panjang40% dan rasio tinggi 20% berkurang menjadi 0,12, dengan pengurangan slamming probalility 45%, serta dalam pengujian towing tank yang di ujikan model 5 dan model 2 dimana model 5 memiliki hambatan yang lebih besar dan seakeeping yang lebih baik dari model 1.
DESAIN SISTEM PENGGADINGAN PADA STRUKTUR RING STIFFENED PRESSURE HULL Sabaruddin, Alan Tigana; Zakki, Ahmad Fauzan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.475 KB)

Abstract

Trend yang berkembang dalam perancangan kapal selam menunjukkan adanya kebutuhan untuk tingkat kedalaman yang semakin meningkat untuk sektor industri ataupun militer. Pressure hull pada umumnya memiliki konstruksi baja tebal berkekuatan tinggi dengan struktur yang kompleks dan sanggup menerima tekanan tinggi. Desainer harus mengetahui karakter tekuk (buckling) dari pressure hull dan tekanan kritis yang diterima oleh struktur. Penelitian menganalisa pressure hull dengan variasi sistem penggadingan, ketebalan pelat yang digunakan 30 mm dan ukuran profil T yang digunakan. Pembuatan model dikerjakan di software FEM, dan buckling analysis akan dilakukan menggunakan software. Berdasarkan hasil analisa pressure hull kapal selam dengan menggunakan konstruksi ring stiffened  maka buckling load factor paling kritis adalah 0,84057. Kedalaman maksimum yang bisa dicapai oleh pressure hull model 1 adalah 126,0855 m, sedangkan pressure hull model 2 adalah 171,106 m dan pressure hull model 3 adalah 129,561 m.
Studi Perancangan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Catamaran untuk Perairan Indonesia Ilham, Rizaldy; Zakki, Ahmad Fauzan; Chrismianto, Deddy
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.39 KB)

Abstract

Ketimpangan rasio antara jumlah ketersediaan ikan dengan frekuensi penangkapan pada wilayah perairan dangkal kurang dari 12 mil laut berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan. Permasalahan tersebut muncul karena hampir 95% nelayan nasional menggunakan kapal ikan yang tidak bermesin ataupun kapal bermesin dibawah 30 gross tonnage (GT), dan menggunakan alat tangkap tradisional sehingga mengurangi lingkup eksplorasi serta kuantitas hasil tangkapan. Selain itu, penanganan hasil tangkapan yang tidak mengikuti prosedur yang benar, karena tidak tersedianya fasilitas cold storage pada kapal juga memperburuk kualitas tangkapan. Karena permasalahan tersebut maka di rancang Fish Processing Vessel yang memiliki fasilitas untuk bongkar muat dan pengelolaan hasil tangkapan ikan. Fish Processing Vessel dirancang dengan panjang LPP 85,90 m, LOA 94,70 m, lebar 25,60 m, sarat 5,74 m, dan kecepatan 17 knot.  Kapal ini dirancang untuk  perairan Indonesia dan juga dianalisa olah geraknya dengan acuan nilai RMS vertical acceleratioan at FP, pitching, rolling, MSI dan MII pada tinggi gelombang 1,25 m, 1,875 m dn 2,5 m pada sudut heading 0o, 45o, 90o,135o dan 180o. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak pada model kapal ini telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
ANALISA FATIGUE CRUDE OIL TANKER 306507 DWT BERDASARKAN COMMON STRUCTURAL RULES ( CSR ) OIL TANKER Choirudin, Daris Dwi Nur; Zakki, Ahmad Fauzan; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.934 KB)

Abstract

Kapal menjadi alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut barang dan penumpang dengan jumlah besar. Banyak faktor teknis yang dapat mempengaruhi kinerja kapal dalam berlayar,salah satunya adalah fatigue strength. Penelitian ini dilakukan untuk memperkirakan umur konstruksi dari suatu kapal dengan merujuk pada aturan Common Structural Rules untuk perhitungan umur fatigue .  Analisa yang digunakan adalah analisa beban dinamis untuk mengetahui fatigue life dan letak hotspot kegagalan terbesar pada konstruksi kapal berdasarkan variasi pembebanan pada CSR. Hasil analisa fatigue ya ng  di lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa nilai perkiraan umur kapal masih memenuhi standar persyaratan dari  Common Structural Rules, yaitu 25 tahun sebagai batas minimum umur kapal yang di perbolehkan.
Analisa Performance Propeller Tipe KA4-70 dengan Variasi Flap Angle End Plate dan Sudut Rake Maulana, Muhammad Dhefa; Zakki, Ahmad Fauzan; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.917 KB)

Abstract

Kaplan Series merupakan jenis propeller yang sering digunakan pada kapal berdaya dorong (thrust) besar. Perencanaan propeller untuk mendapatkan nilai thrust maksimum, torque minimum, serta efisiensi yang tinggi, diberikan  variasi-variasi, seperti variasi jumlah daun, sudut rake,penambahan nozzle hingga pemasangan endplate pada ujung daun propeller. Penelitian ini, memvariasikan sudut rake propeller dengan flap angle endplate, tanpa pengurangan diameter propeller, untuk mengetahui performance propeller Kaplan Ka4-70 series yang terbaik, dengan pendekatan numerik berbasis software CFD. Hasil simulasi model dengan penerapan variasi sudut rake dan flap angle endplate memberikan hasil nilai thrust, torque, serta efisiensi yang meningkat dibandingkan nilai dari performa kaplan konvensional. Nilai thrust maksimum diperoleh pada variasi rake 6◦ flap angle endplate 0◦, dengan panjang endplate 100mm, menghasilkan nilai 139835 N. Nilai torque minimum diperoleh pada variasi rake 15◦ flap angle endplate 20◦, dengan panjang endplate 50mm sebesar 41452 N.m. Perhitungan efisiensi menunjukkan variasi rake 6◦ flap angle endplate 0◦ menghasilkan efisiensi terbaik sebesar 0.5514 dengan panjang endplate 50mm.
Analisa hambatan kapal perintis 750 DWT akibat penambahan wedge dengan variasi sudut dan bentuk menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Haryadi, Ricky Tri; Hadi, Eko Sasmito; Zakki, Ahmad Fauzan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.169 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan saat ini sudah banyak diaplikasikan pada kapal. Hal itu sangat penting karena dapat meningkatkan performa kapal, teknologi itu diantaranya adalah mengurangi hambatan kapal. Salah satu inovasi untuk mengurangi hambatan kapal adalah dengan menambahkan wedge pada kapal. Wedge adalah suatu tambahan bentuk yang menempel di lambung kapal bagian buritan kapal dan di bawah garis air yang dapat memperbaiki aliran air pada area buritan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan desain wedge terbaik dalam variasi bentuk dan sudut untuk menghasilkan hambatan mana yang paling baik. Pada penelitian ini penulis menggunakan software Rhinocheros untuk merancang desain dan menggunakan software berbasis CFD untuk mendapatkan hasil simulasi yaitu Tydn. Hasil analisa dalam penelitian ini menghasilkan hambatan pada model variasi terjadi pengurangan dan penambahan. Pengurangan hambatan terjadi pada model stern flap pada setiap sudut dan kecepatan, pengurangan hambatan terbesar terjadi  di kecepatan rendah 10 knot pada sudut 2 derajat sebesar 4,23%. Penambahan hambatan terjadi pada model trim wedge sebesar 2,61% dan trim wedge flap sebesar 8,92%. Faktor terjadinya penambahan dan  pengurangan hambatan karena distribusi tekanan dan pola aliran air yang terjadi di daerah buritan kapal. Dari ketiga model tersebut yang memiliki nilai hambatan terkecil dan efisien adalah model stern flap.
Studi Penjadwalan Ulang Pekerjaan Reparasi Pada Kapal MT. Asumi XXVI Dengan Network Planning Dan Critical Path Method Fakhrija, Muhammad Fahmy; Mulyatno, Imam Pujo; Zakki, Ahmad Fauzan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek reparasi kapal pada galangan-galangan sering kali terlaksana tidak sesuai dengan jadwal yang telah dibuat dan ditetapkan saat kontrak. Metode network planning atau metode jaringan kerja merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mencapai penjadwalan yang tepat pada proyek reparasi kapal, dengan metode ini dan juga dibantu oleh Software Microsoft Project untuk menyelesaikan penelitian pada proyek reparasi kapal MT. Asumi XXVI di PT. Janata Marina Indah bertujuan untuk mendapatkan network diagram, jalur kritis (Critical Path), perhitungan sumber daya, dan juga pengalokasian sumber daya. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan network diagram yang memiliki 19 jalur kritis dengan 40 tenaga kerja dapat dilaksanakan selama 21 hari. Setelah dilakukan crashing proyek reparasi kapal tersebut durasi pekerjaan keseluruhan menjadi 16 hari dengan perkiraan penambahan tenaga kerja yang sebelumnya 40 orang menjadi 59 orang tenaga kerja dan jalur kritis tetap 19 pekerjaan. Selain itu dihasilkan produktifitas awal pada pekerjaan yang durasinya 21 hari sebelum crashing sebesar Rp. 3.266/kg dan setelah dilakukan crashing pekerjaan menjadi 17 hari dengan produktifitas sebesar Rp. 4.034/kg. Sebab dari penambahan pekerja pada proyek reparasi kapal MT. Asumi XXVI menjadikan terjadinya penambahan biaya pekerja yang sebelumnya pada durasi 21 hari biaya pekerja keseluruhan Rp. 88.200.000 menjadi Rp. 108.920.000 untuk pekerjaan keseluruhan yang berdurasi 17 hari.