Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Propeller Kapal Selam Komersial Tipe B series X-80 Dengan Variasi Sudut Skew Dan Jumlah Daun Untuk Mengoptimalkan Nilai Thurst Nuriman, Fadli; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal selam sebagai mode transportasi yang bergerak didalam permukaan laut memiliki desain yang sangat komplek dan terstruktur , dengan mengutamakan kecepatan ketika bergerak didalam permukaan laut maka dibutuhkan perancangan baling-baling yang bisa menghasilkan daya dorong yang optimal . Telah banyak peneliti telah menganalisa perancangan baling-baling tipe b series dengan berbagai variasi untuk mencari nilai daya dorong yang optimal dari baling-baling tersebut . Pada penelitian kali ini akan mengkaji tentang baling-baling kapal tipe b-series X-80 dengan variasi suduh skew 10, 15, 20 derajat dan jumlah daun 7, 9, 11  guna melihat dari segi desain baling-baling terhadap lambung kapal untuk melihat nilai dari daya dorong yang optimal . Penelitian ini memakai software berbasis CFD untuk menganalisa daya dorong dari baling-baling tersebut . Dengan persamaan Reynold-Avaraged Navier Stokes Equation yang menunjukan hasil fluktuatif dari aliran turbulen pada material incompressible dengan property yang konstan . Dengan nilai Reynold number 2.51 * 108. Model simulasikan dengan aliran turbulence K-epsilon secara Steady-state . Hasil menunjukan baling-baling B780-20 memiliki nilai gaya dorong tertinggi yaitu 8751260 N dan baling-baling B1180-20 memiliki nilai torsi tertinggi dengan nilai 5798620 N.m sedangkan untuk nilai efisiensi tertinggi terjadi pada baling-baling B780-10 dengan nilai efisiensi sebesar 12,52 %.
Studi Perencanaan Konstruksi Dan Analisa Kekuatan Kapal Patroli 165 DWT Pada Perairan Indonesia Koostanto, Harya Kumuda; Zakki, Ahmad Fauzan; Samuel, Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal patroli adalah kapal untuk menjaga keamanan dan aset negara di wilayah pesisir pantai dan laut. Karena tujuanpembuatannya untuk menjaga keamanan, maka perencanaan dan konstruksinya lebih ditekankan pada segi kekuatan.Kapal yang dipakai pada penelitian ini adalah kapal patrol 165 DWT. Kapal tersebut akan dimodifikasi sistemkonstruksinya menjadi sistem konstruksi campuran. Sehingga perlu adanya analisis sebelum dan sesudah modifikasi darisegi kekuatan. Pada akhirnya dapat diketahui tegangan maksimum dan momen lentur batas yang terjadi. Softwareberbasis finite element analysis digunakan untuk mengetahui tegangan maksimum dan momen lentur batas yang terjadi.Pada hasil yang telah didapatkan, besaran tegangan maksimum pada sistem konstruksi melintang sebesar 36,093 MPapada kondisi air tenang, 82,842 MPa pada kondisi sagging dan 124,874 MPa pada kondisi hogging. Serta -6,303x1010N.mm pada kondisi ultimate sagging dan 9,951x1010 N.mm pada kondisi ultimate hogging. Sementara pada sistemkonstruksi campuran tegangan maksimum yang terjadi sebesar 31,829 MPa pada kondisi air tenang, 73,056 MPa padakondisi sagging dan 110,179 MPa pada kondisi hogging. Serta -8,063x1010 N.mm pada kondisi ultimate sagging dan10,923x1010 N.mm pada kondisi ultimate hogging. Karena perbedaan tegangan maksimum dan momen lentur batas yangterjadi cukup besar, maka sistem konstruksi campuran direkomendasikan.
Studi Perancangan Sistem Konstruksi dan Analisa Kekuatan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Catamaran pada Perairan Indonesia Nurazim, Muhammad; Zakki, Ahmad Fauzan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish Processing Vessel adalah kapal yang membantu kapal perikanan lain saat berlayar bersama dalam fasilitas hasil penangkapan. Kapal ini memiliki bentuk lambung catamaran yang sudah mempunyai stabilitas, kecepatan, dan efisiensi yang baik. Hal lain yang mempengaruhi desain kapal adalah dalam segi konstruksi dan kekuatan yang harus memenuhi kriteria dan sesuai dengan bebannya. Pada lambung multi-hull terdapat konstruksi sambungan demi hull dengan wet deck yang kritis dan rentan terhadap defleksi. Sehingga penelitian melakukan perancangan jenis konstruksi dan melakukan variasi pada konstruksi wet deck, yaitu konstruki melintang (variasi I) dan memanjang (variasi II). Analisis respon struktur dilakukan pada kondisi air tenang, sagging, dan hogging serta analisis kekuatan batas akibat momen lentur sagging & hogging. Didapatkan hasil pada analisis respon struktur, stress pada variasi II lebih kecil dibanding dengan variasi I dengan presentase 0.15%  pada air tenang, 2.87% pada sagging, dan 4.16% pada hogging. Dan pada analisis kekuatan batas, variasi I lebih cepat mengalami kegagalan dengan tegangan ultimate sebesar 409.3 MPa pada sagging dengan momen -4.44x1011 Nmm dan 428.5 MPa pada hogging dengan momen 5.97x1011 Nmm. Dan pada perhitungan massa, sistem konstruksi varisi II lebih ringan 8.851 ton. Dapat disimpulkan konstruksi variasi II lebih direkomendasikan dibanding konstruksi variasi I.
Analisa Respon Struktur Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Beban Gelombang di Perairan Indonesia Risetia, Betari Afwa; Zakki, Ahmad Fauzan; Iqbal, Muhammad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pemerintah dalam perkembangan sektor maritim yaitu dengan mencanangkan program tol laut. Untuk memenuhi kebutuhan pelayaran nasional, banyak dibangun kapal perintis yang mengangkut penumpang dan barang. Kelayakan struktur kapal yang ada diperlukan agar dapat dioperasikan. Seperti penelitian yang telah ada sebelumnya, akan dilakukan analisa respon struktur kapal perintis 750 DWT terhadap beban gelombang di perairan atlantik utara dan Indonesia. Analisa yang dilakukan bertujuan untuk mencari nilai tegangan maksimum yang terjadi pada kondisi sagging dan hogging di dua perairan. Software FEM yang digunakan adalah Ansys Hydrodynamic Response untuk menganalisa respon gerak kapal dan respon struktur kapal pada Solidworks. Hasil yang didapat dari simulasi berupa nilai tegangan maksimum atlantik utara pada kondisi sagging 150.695 MPa, dan di kondisi hogging sebesar 139.341 MPa. Sedangkan nilai tegangan maksimum di perairan Indonesia pada kondisi sagging adalah 122.494 MPa, dan kondisi hogging 122.288 MPa. Adapun Hasil perhitungan tegangan ijin berdasarkan rules yaitu 141.5 MPa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan ketiga nilai tegangan maksimum dua perairan di tiap kondisi telah memenuhi tegangan yang diijinkan, kecuali nilai tegangan maksimum perairan atlantik utara pada saat sagging.
Analisa Perawatan Berbasis Keandalan Sistem Bahan Bakar pada Main Engine di Kapal KM. Kelimutu Prasetyo, Catur Fatwa; Yudo, Hartono; Zakki, Ahmad Fauzan; Muhammad, Andi Haris
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 25 No 2 (2021)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112021.08

Abstract

Kapal merupakan salah satu alat tranportasi sangat penting. Ketersediaan kapal diperlukan untuk menunjang kebutuhannya. Salah satu metode metode pencegahannya dengan analisa keandalan. Keandalan merupakan suatu probabilitas dari sebuah item untuk melakukan sebuah kerja yang ditentukan, pada keadaan pengoperasian serta lingkungan tertentu untuk periode waktu yang sudah ditentukan. Salah satu sistem yang kritis dan diperlukan peninjauan adalah sistem bahan bakar. Jika terjadi kegagalan pada sistem bahan bakar, akan berdampak secara langsung ke mesin utama, oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk menganalisia sistem bahan bakar menggunakan metode keandalan. Penelitian kali ini menggunakan kapal KM. Kelimutu milik PT. PELNI Indonesia sebagai objeknya. Penelitian ini juga menggunakan metode keandalan untuk menganalisa sistem bahan bakar menggunakan analisa kualitatifbserta kuantitatif. Analisa kualitatifbdengan menggunakan Failure Mode andbEffect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Sedangkan untuk analisa kuantitatif,bdilakukan dengan menjalankan simulasi monte carlo dan juga mencaribreabillity block diagram (RBD) . Penelitian ini menunjukan, komponen yang pada sistem bahan bakar KM. Kelimutu yang paling kritis adalah filter dengan nilai Risk Priority Number initial (RPNi) sebesar 320.Sedangkan, untuk sistem yang memiliki 2 komponen akan cenderung mengalami kegagalan dalam hasil simulasinya. Hasil dari simulasi menunjukan angka Availability sebesar 0.993 dan MTTF (Mean Time to Failure) adalah 317.99 jam.
Analisa Penjadwalan Ulang Dan Kurva S Pada Reparasi Kapal OB. Mulia XII Dengan Menggunakan Critical Path Method Hugo, Ignatius; Kiryanto, Kiryanto; Zakki, Ahmad Fauzan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hal yang dapat mendukung untuk keberjalanan dan kelancaran suatu kapal ialah pada tahap pemeliharaan kapal tersebut, yang dimana dengan adanya hal tersbut dapat membuat kapal dapat beroperasi dalam kurun waktu yang lama dan tetap dalam kondisi yang baik atau prima. Salah satu proses yang terdapat didalam kegiatan pemeliharaan kapal yaitu reparasi atau perbaikan kapal. Proses pengolahan data atau penelirian dalam analisa reschedule proyek perbaikan serta Kurva S dengan berdasarkan prinsip critical path method di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisa Schedule dengan Microsoft project, Analisa Perhitungan Data, Analisa Planning Schedule, Melakukan penataan perlakuan pada pekerjaan kritis dengan tindakan yang disebut alternatif percepatan,Analisa Kurva S dengan menggunakan software Microsoft Excel Setelah dilakukan perhitungan crashing, maka kemudian dapat terlihat perbedaan lama waktu yang diperlukan atau durasi yang nantinya akan diunakan selama proses kegiatan proyek reparasi berlangsung. Dari hasil perhitungan dapat terlihat bahwa crashing yang dilakukan penambahan jam kerja dapat mempersingkat waktu menjadi 28 hari dan waktu yang dihasilkan dari crashing dengan penambahan tenaga kerja menjadi 27 hari. yaitu peningkatan yang signifikan diawal untuk jadwal dengan crashing penambahan jam serta tenaga kerja. Untuk hasil kondisi awal ditemukan total pengeluaran untuk upah pekerja sendiri sebesar Rp148.896.000, dan kemudian untuk total pengeluaran upah pekerja pada jadwal crashing jam kerja sendiri sebesar Rp189.288.000,dan untuk jadwal Crashing tenaga kerja di sendiri sebesar Rp218.064.000
Analisis Tubrukan Pada Haluan Kapal Mt. Kuang 6500 Dwt Terhadap Jetty Dengan Dan Tanpa Fender Hidayatullah, Yusuf; Zakki, Ahmad Fauzan; Samuel, Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan simulasi tubrukan haluan kapal MT.Kuang 6500 DWT terhadap jetty dengan dan tanpa fender. Penelitian menggunakan metode elemen hingga dengan software Abaqus 6.14 yang bertujuan mengkaji tingkat kerusakan kapal saat mengalami tubrukan terhadap jetty. Jurnal ini hanya menunjukkan variasi dalam kecepatan 3 knot serta sudut kedatangan kapal 90o dan 45o terhadap jetty. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerusakan pada lambung kapal menjadi lebih kecil dengan pengaplikasian fender. Tubrukan tidak dilengkapi fender menghasilkan strain sebesar 0,2 untuk sudut 90o dan 0,1 untuk sudut 45o sedangkan tubrukan dilengkapi fender hanya menghasilkan strain yang lebih kecil senilai 0,17 dan 0,07 secara beruntun. Pada kontak tubrukan 3 m diatas lunas, strain yang dihasilkan berturut-turut 0,2 dan 0,12 serta 0,17 dan 0,1. Patah pelat hanya terjadi pada sudut 90o terhadap jetty tanpa fender. Tubrukan tanpa fender mengalami tingkat kerusakan lebih besar, namun demikian tingkat kerusakan berupa robekan pelat hanya terjadi pada area sekitar linggi haluan kapal dan tidak mencapai area sekat haluan. Hal ini memungkinkan kapal tetap dalam keadaan mengapung meskipun area fore peak tank mengalami kebocoran
Analisis Kelelahan Propeller Tipe Kaplan-Series Untuk Kapal Selam Komersial Dengan Variasi Jumlah Blade Al Ma'rif, La Ode Muh. Ayi; Zakki, Ahmad Fauzan; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 2 (2023): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada beberapa tahun terakhir, desain dari sistem propulsi kapal telah meningkat secara signifikan, termasuk pada desainpropeller. Desain dan pengembangan propeller untuk kapal selam berbeda dengan kapal-kapal pada umumnya. Dalamproses desainnya sendiri meliputi perkiraan kecepatan, kekuatan, dan berat seperti desain pada umumnya. Propellersendiri merupakan salah satu alat gerak kapal mekanik yang memberikan kekuatan dengan mengubah rotasi gerak kegaya dorong, propeller terdiri dari beberapa blade dan beroprasi sepert perputaran pada skrup. Propeler padaumumnya, diletakkan pada kedudukan terendah pada bagian belakang kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiusia maksimum dari propeller, khususnya untuk tipe Kaplan-series dengan jumlah blade 6, 8, dan 10. Penelitian inimenggunakan metode Finite Element Method dengan bantuan aplikasi analisis static structural. Hasil dari penelitian inimenunjukkan bahwa nilai usia paling panjang akan bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah blade padapropeller.
Penerapan Critical Chain Project Management (CCPM) dalam Percepatan Proyek Reparasi KT. Selat Legundi II – 206 dengan Variasi Pemotongan Safety Time Fahmi, Syamil; Mulyatno, Imam Pujo; Zakki, Ahmad Fauzan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Critical Chain Project Management (CCPM) adalah pendekatan manajemen proyek berdasarkan Theory of Constraints untuk mengevaluasi durasi proyek dengan mempertimbangkan keterkaitan antar aktivitas, kebutuhan sumber daya, dan lain-lain. Analisa ini menerapkan buffer proyek pada rantai jalur kritis untuk mengantisipasi keterlambatan. Pada reparasi KT. Selat Legundi II – 206 durasi normal 24 hari, setelah dianalisa menggunakan metode CCPM dengan pemotongan safety time sebesar 50% dengan software menjadi 12 hari, biaya tenaga kerja menjadi Rp 67.050.000, yaitu sama dengan biaya normal, tetapi saat buffer time 9 hari dikonsumsi, maka terjadi kenaikan harga sebesar 38,3% atau menjadi Rp 92.700.000. Saat dianalisa menggunakan metode CCPM dengan pemotongan safety time sebesar 20% dengan software menjadi 20 hari, biaya tenaga kerja mengalami kenaikan 14,3% atau menjadi Rp 76.650.000, tetapi saat buffer time 4 hari dikonsumsi, maka terjadi kenaikan harga sebesar 31,3% atau menjadi Rp 88.050.000. Kedua metode ini lebih efisien dari segi waktu tetapi mengalami kenaikan dari segi biaya.
Analisa Perubahan Material Kayu ke Fibreglass Terhadap Performa Kapal Tradisional Tipe Sopek di Daerah Tambak Lorok Afidha, Vidya Karima; Amiruddin, Wilma; Zakki, Ahmad Fauzan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ikan Tambak Lorok dibuat dengan material kayu yang saat ini mulai terbatas keberadaannya di alam. Tujuan penelitian ini adalah memodifikasi material pembuat kapal ikan kayu menjadi fibreglass dengan tetap mempertahankan nilai L, B, dan H kapal ikan Tambak Lorok. Modifikasi yang diarahkan  dalam bentuk dua variasi lambung kapal yaitu kapal Hard Chine dan Round Bottom. Hasil modifikasi tersebut akan dianalisa untuk mengetahui performa stabilitas dengan kriteria IMO dan olah gerak menggunkanan ktiteria Tello.  Modifikasi kapal fiberglass memiliki berat lebih ringan 44% sebesar 0,285 ton. Pengujian kapal ikan Tambak Lorok pada kriteria nilai maksimal GZ pada θ ≥ 30o didapat  hasil terendah sebesar 0,182m pada saat kondisi pembebanan II dan  IV , kriteria tinggi minimal GMt  didapatkan nilai terendah sebesar 0,299m. Kinerja olah gerak kapal Hard Chine lebih baik daripada kapal Round Bottom. Parameter RMS of pitch diperoleh 2,11o pada sudut 180o  dan pada parameter RMS of roll diperoleh 4,57o, sedangkan kapal ikan Tambak Lorok pada paremeter RMS of pitch diperoleh 2,600 pada sudut 1800 dan nilai parameter RMS of roll diperoleh 5,810 pada sudut 900.