Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemanfaatan Zeolit Alam Malang Sebagai Adsorben Pada Pemurnian Crude Glycerol Dalam Kolom Adsorpsi Utami, Oktaviani Tri; Zamhari, Mustain; Junaidi, Robert
Jurnal Daur Lingkungan Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v9i1.316

Abstract

Glycerol is a byproduct of the biodiesel transesterification reaction that has a low purity level, also known as crude glycerol. Approximately 10-20% by weight of glycerol is produced as a byproduct of each biodiesel transesterification reaction. Crude glycerol contains many impurities, which has led to its suboptimal management. To reduce waste generated from the biodiesel transesterification reaction, further purification is necessary to produce high-purity glycerol with significant market value that can be used in various industries. Therefore, researchers aim to utilize natural zeolite from Malang as an adsorbent in the purification of crude glycerol. This study is conducted to understand the impact of chemical and physical activation on Malang natural zeolite in enhancing its characteristics as an adsorbent and to determine the optimal conditions (residence time and adsorbent weight) for achieving the highest purity glycerol through the adsorption process. The natural zeolite from Malang was prepared by activation with H2SO4 and calcined with 3 hours at 500°C. This was followed by an adsorption method using an adsorption column with varying residence times (30, 45, 60, 75, and 90 minutes) and adsorbent weights (20g, 40g, and 60g). The chemical and physical activation of Malang natural zeolite successfully enhanced its adsorption capacity by increasing the active pore size (0.97 μm – 4.42 μm) and reducing impurity ions, as well as raising the Si/Al ratio to 4.503. The optimal glycerol purity achieved was 86.33% with adsorbent weight of 60 grams and a residence time of 60 minutes.
Proses Transesterification in Situ Dua Tahap Spent Bleaching Earth Menjadi Biodiesel Tanjung, Muhammad Chapis Abdilla; Zamhari, Mustain; Aznury, Martha
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan biodiesel dari SBE melalui transesterifikasi in situ dua tahap, yang menggabungkan proses ekstraksi minyak dan reaksi transesterifikasi dalam satu rangkaian. Proses tersebut dilakukan secara sistematis di laboratorium Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, dengan variasi waktu reaksi (45, 50, 55, dan 60 menit) dan kecepatan pengadukan (500, 550, dan 600 rpm) sebagai variabel bebas. Kombinasi waktu 60 menit dan kecepatan pengadukan 600 rpm menghasilkan % yield tertinggi sebesar 59,8%, densitas mencapai 0,8759 g/cm³, dan angka setana (cetane number) tertinggi sebesar 78,9, yang telah memenuhi standar mutu SNI 7182:2015. Selain itu, nilai viskositas dan titik nyala juga berada dalam rentang yang sesuai untuk karakteristik biodiesel yang baik. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan limbah SBE untuk produksi biodiesel bukan hanya memberikan solusi terhadap persoalan limbah B3, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan energi alternatif terbarukan.
Pengaruh Temperatur Terhadap Pembentukan Metana Dari CO2 Dengan Zn Dan Katalis Ni/Al2O3 Toluna, Yona; Junaidi, Robert; Zamhari, Mustain
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i1.409

Abstract

Gas karbon dioksida (CO2) telah menjadi ancaman besar bagi lingkungan bumi karena emisinya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Efek rumah kaca, yang menyebabkan pemanasan global, meningkatkan suhu bumi, mencairnya gletser dan menaikkan permukaan air laut, dan lain-lain, terutama disebabkan oleh emisi CO2 yang setara dengan 80% dari total emisi. Pembentukan CH4 dari CO2 pada suhu rendah adalah terobosan signifikan dalam memahami peran dan penggunaan CO2, meskipun tingkat konversinya masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah gas CO2 menjadi gas metana menggunakan katalis Ni/Al2O3 serta untuk mempelajari dampak variasi temperatur dan aktivasi katalis melalui metode in situ. Penelitian ini memanfaatkan CO2sebagai bahan baku dengan katalis Ni/Al2O3 dan variasi temperatur dalam satuan (oC) yang akan diatur sebesar 110 oC dan 120 oC. Gas metana (CH4) yang dihasilkan akan dianalisis menggunakan Multi Gas Detector Analyzer. Penelitian menunjukkan bahwa kadar gas metana tertinggi yang dihasilkan secara in situ diperoleh pada suhu 120 °C dengan perlakuan katalis ke-5/Ni_R4, yaitu sebesar 50,56%.