Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Health Community Engagement

Pemberdayaan Keluarga Dalam Meningkatkan Perawatan Mandiri Pasien Gagal Ginjal Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Paciran Lamongan Dyah Wijayanti; Wijayanti Dyah; Fadilah Nikmatul; Minarti Minarti; Cahyono Intim; Nurkholifah Siti; Windi Yohanes Kambaru; Sulistijono Heru; Heriyanto Bambang; Asnani Asnani; Tumini Tumini; As’ari Hasyim; Suriana Suriana; Baiq Dewi Harnani; Hilmi Yumni; Dinarwiyata; Eko Rustamaji; Ferry Kumala
Health Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.945 KB)

Abstract

Tahap akhir penyakit gagal ginjal dengan terapi hemodialisis dilaporkan menyebabkan masalah yang kompleks bagi pasien dan keluarga yang merawat. Kondisi berupa peningkatan biaya pengobatan serta jumlah tenaga edukator yang tidak cukup juga turut andil menjadi alasan perawatan mandiri penting ditingkatkan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis beserta keluarganya. Keluarga dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan keyakinan, nilai dan penerimaan pasien terhadap program pengobatan yang seharusnya dijalani. Keluarga dapat memberi dukungan dan membuat keputusan mengenai perawatan dari anggota keluarga yang sakit Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayaan keluarga dalam meningkatkan perawatan mandiri pasien gagal ginjal kronik di wilayah kerja Puskesmas Paciran Kabupaten Lamongan. Komitmen keluarga dalam memelihara kesehatan bagi anggota keluarga yang sakit sangat diperlukan. Keluarga (pasangan/anak) adalah orang yang terdekat bagi pasien gagal ginjal kronik yang diharapkan dapat menjadi pendukung pasien dalam mencapai kemandirian perawatan. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 40 orang anggota keluarga pasien gagal ginjal kronik. Kegiatan meliputi peningkatan pengetahuan dan dilanjutkan proses pendampingan keluarga terhadap perawatan mandiri pasien. Modul tentang perawatan mandiri sebagai media pendidikan kesehatan disosialisaikan terlebih dahulu kepada keluarga pasien. Hasil pengabdian masyarakat ini menujukkan peningkatan pengetahuan pada anggota keluarga pasien dan peningkatan peran keluarga dalam meningkatkan kemadirian perawatan mandiri pasien. Rekomendasi dari pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan anggota keluarga sebagai pemberi perawatan perlu dikembangkan sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat berbasis keluarga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dukungan dan pemantauan yang berkesinambungan dari anggota keluarga dapat meningkatkan kualtas hidup pasien gagal ginjal kronik dan keluarganya.
IMPROVING HEALTHY BEHAVIOR IN YOUTH TO PREVENT HYPERTENSION Minarti Minarti; Siti Nur Kholifah; Dwi Ananto Wibrata Wibrata; Ach. Arfan Adinata
Health Community Engagement Vol. 3 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The health cadre group at the junior high school level is a group of early adolescents who have psychological characteristics in the form of anxiety, conflict, imagining, group activities and the desire to try something new, so that this group of early adolescents can receive correct information so that they can increase efforts to behave in a healthy life. This teenager has high curiosity, then explores everything and tries everything he has never received, especially the prevention of hypertension. The purpose of this community service is to improve the healthy life behavior of school health cadres as an effort to prevent hypertension. The method used is training with a target of 50 students of school health cadres in East Surabaya Junior High School. Based on the results of the pre-test and post-test assessments, it is known that almost all health cadres (98%) have increased scores, and 2% have fixed scores. The difference between the post-test and pre-test results ranged from 0-34 points. The skills of school health cadres were assessed through assignments to identify the healthy behavior of those closest to them, the results showed that more than 76% of someone identified as having a habit of eating a balanced diet consisting of carbohydrates, vegetables, fruit and side dishes, getting enough rest as much as 70%, but also getting 60 % of their families smoke in the house, play a lot with gadgets by 54% and if there are problems, they are discussed with parents by 68%. Empowerment carried out through health cadres is one way to anticipate the increase in hypertension in adolescents.
Pemberdayaan Keluarga Dalam Meningkatkan Perawatan Mandiri Pasien Gagal Ginjal Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Paciran Lamongan Dyah Wijayanti; Wijayanti Dyah; Fadilah Nikmatul; Minarti Minarti; Cahyono Intim; Nurkholifah Siti; Windi Yohanes Kambaru; Sulistijono Heru; Heriyanto Bambang; Asnani Asnani; Tumini Tumini; As’ari Hasyim; Suriana Suriana; Baiq Dewi Harnani; Hilmi Yumni; Dinarwiyata; Eko Rustamaji; Ferry Kumala
Health Community Engagement Vol. 4 No. 1 (2022): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahap akhir penyakit gagal ginjal dengan terapi hemodialisis dilaporkan menyebabkan masalah yang kompleks bagi pasien dan keluarga yang merawat. Kondisi berupa peningkatan biaya pengobatan serta jumlah tenaga edukator yang tidak cukup juga turut andil menjadi alasan perawatan mandiri penting ditingkatkan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis beserta keluarganya. Keluarga dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan keyakinan, nilai dan penerimaan pasien terhadap program pengobatan yang seharusnya dijalani. Keluarga dapat memberi dukungan dan membuat keputusan mengenai perawatan dari anggota keluarga yang sakit Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayaan keluarga dalam meningkatkan perawatan mandiri pasien gagal ginjal kronik di wilayah kerja Puskesmas Paciran Kabupaten Lamongan. Komitmen keluarga dalam memelihara kesehatan bagi anggota keluarga yang sakit sangat diperlukan. Keluarga (pasangan/anak) adalah orang yang terdekat bagi pasien gagal ginjal kronik yang diharapkan dapat menjadi pendukung pasien dalam mencapai kemandirian perawatan. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 40 orang anggota keluarga pasien gagal ginjal kronik. Kegiatan meliputi peningkatan pengetahuan dan dilanjutkan proses pendampingan keluarga terhadap perawatan mandiri pasien. Modul tentang perawatan mandiri sebagai media pendidikan kesehatan disosialisaikan terlebih dahulu kepada keluarga pasien. Hasil pengabdian masyarakat ini menujukkan peningkatan pengetahuan pada anggota keluarga pasien dan peningkatan peran keluarga dalam meningkatkan kemadirian perawatan mandiri pasien. Rekomendasi dari pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan anggota keluarga sebagai pemberi perawatan perlu dikembangkan sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat berbasis keluarga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dukungan dan pemantauan yang berkesinambungan dari anggota keluarga dapat meningkatkan kualtas hidup pasien gagal ginjal kronik dan keluarganya.
IMPROVING HEALTHY BEHAVIOR IN YOUTH TO PREVENT HYPERTENSION Minarti Minarti; Siti Nur Kholifah; Dwi Ananto Wibrata Wibrata; Ach. Arfan Adinata
Health Community Engagement Vol. 5 No. 1 (2023): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The health cadre group at the junior high school level is a group of early adolescents who have psychological characteristics in the form of anxiety, conflict, imagining, group activities and the desire to try something new, so that this group of early adolescents can receive correct information so that they can increase efforts to behave in a healthy life. This teenager has high curiosity, then explores everything and tries everything he has never received, especially the prevention of hypertension. The purpose of this community service is to improve the healthy life behavior of school health cadres as an effort to prevent hypertension. The method used is training with a target of 50 students of school health cadres in East Surabaya Junior High School. Based on the results of the pre-test and post-test assessments, it is known that almost all health cadres (98%) have increased scores, and 2% have fixed scores. The difference between the post-test and pre-test results ranged from 0-34 points. The skills of school health cadres were assessed through assignments to identify the healthy behavior of those closest to them, the results showed that more than 76% of someone identified as having a habit of eating a balanced diet consisting of carbohydrates, vegetables, fruit and side dishes, getting enough rest as much as 70%, but also getting 60 % of their families smoke in the house, play a lot with gadgets by 54% and if there are problems, they are discussed with parents by 68%. Empowerment carried out through health cadres is one way to anticipate the increase in hypertension in adolescents.