Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN PENGGUNAAN GADGET SEBAGAI ALAT BANTU BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN FOKUS ANAK DENGAN ADHD DI SEKOLAH INKLUSIF Elvira Asril; Rizki Novendra; Zamzami Zamzami; Yogi Yunefri; Yogo Turnandes
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2881

Abstract

Abstract: ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) is a common psychiatric condition characterized by symptoms of inattention and/or hyperactivity that are not developmentally appropriate, causing impairment in social, academic and professional contexts. There is a need for learning media that are tolerant of children with ADHD, especially in inclusive schools. TK/Paud Lilik as one of the inclusive schools in Pekanbaru has issues related to learning for ADHD students. How to utilize interactive applications on social media, such as alphabet and number recognition tutorials. The easiest and most flexible media to utilize is gadgets. So this learning can be used by teachers at school and by parents/guardians at home. This activity was held at the inclusive school TK/Paud Lilik Pekanbaru, attended by 8 teachers and 2 educators as well as several parents and their children. After this activity took place, a questionnaire was distributed as an evaluation of this training activity. The results were very positive, with more than 80% agreeing or disagreeing with each question. And most of the participants wanted a follow-up activity. This training activity has contributed significantly to schools, teachers and parents, reminding teachers to be more creative and utilize technology and online learning media in learning. Keywords: ADHD; Gadget; Inclusive School; Learning Tools; Training Abstrak: ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) adalah kondisi kejiwaan umum yang ditandai dengan gejala kurang perhatian dan atau hiperaktivitas yang tidak sesuai dengan perkembangan sehingga menyebabkan gangguan dalam konteks sosial, akademis dan profesional. Dibutuhkan media pembelajaran yang toleran terhadap anak-anak ADHD. TK/Paud Lilik sebagai salah satu sekolah inklusif yang ada di Pekanbaru memiliki persoalan terkait dengan pembelajaran terhadap peserta didik ADHD. Bagaimana memanfaatkan aplikasi yang interaktif yang ada, seperti tutorial mengenal abjad dan angka. Media yang paling mudah dan fleksibel dimanfaatkan adalah gadget. Jadi pembelajaran ini bisa digunakan oleh guru di sekolah maupun oleh orang tua/wali murid di rumah masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah inklusif TK/Paud Lilik Pekanbaru, dihadiri oleh 8 guru dan 2 tenaga pendidik serta beberapa orang tua dan anak-anak mereka. Usai kegiatan ini berlangsung, disebarkan angket sebagai evaluasi dari kegiatan pelatihan ini. Hasilnya sangat positif dan memberikan penilaian sangat setuju atau setuju sebanyak lebih dari 80% untuk setiap pertanyaan. Dan kebanyakan dari peserta menginginkan kegiatan lanjutan. Kegiatan pelatihan ini telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi sekolah, guru dan orang tua murid dalam memanfaatkan gadget sebagai media bantu belajar bagi anak-anak dengan ADHD. Selain itu mengingatkan agar guru lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi dan media belajar daring dalam pembelajaran. Kata kunci: ADHD; Alat Bantu Belajar; Gadget; Pelatihan; Sekolah Inklusif 
PENGARUH KEAMANAN DAN PRIVASI TERHADAP NIAT ADOPSI BLOCKCHAIN PADA TATA KELOLA PERGURUAN TINGGI: MODEL SPT. Afriansyah Afriansyah; Yogo Turnandes; Vebby Vebby; Syahtriatna Syahtriatna; Sheila Putri Maharani; Rizki Azizul
ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Vol. 8 No. 3 (2026): Publikasi artikel ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Periode September 2026
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/hzaqtn08

Abstract

Kajian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi blockchain pada tata kelola perguruan tinggi di Indonesia masih sangat terbatas, berbeda dengan sektor bisnis dan keuangan yang telah banyak diteliti. Penelitian ini menganalisis pengaruh keamanan (security) dan privasi (privacy) terhadap niat adopsi teknologi blockchain, dengan kepercayaan (trust) sebagai variabel mediator, menggunakan model Security-Privacy-Trust (SPT Model). Penelitian dilaksanakan di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Riau, dengan pendekatan kuantitatif survei terhadap 187 responden civitas akademika (purposive sampling). Instrumen dikembangkan dengan 15 item tervalidasi dan dianalisis menggunakan SEM-PLS (SmartPLS 4.0). Keamanan berpengaruh positif terhadap niat adopsi (β=0,312; t=3,842; p<0,05) dan kepercayaan (β=0,544; t=7,126; p<0,05). Privasi berpengaruh positif terhadap niat adopsi (β=0,287; t=3,411; p<0,05) dan kepercayaan (β=0,401; t=5,283; p<0,05). Kepercayaan berpengaruh terhadap niat adopsi (β=0,356; t=4,915; p<0,05) dan terbukti sebagai mediator parsial. Nilai R² kepercayaan sebesar 0,61 dan niat adopsi sebesar 0,73 menunjukkan kemampuan penjelasan model yang tinggi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan SPT Model sebagai kerangka konseptual adopsi blockchain pada tata kelola perguruan tinggi Indonesia