Wartomo
Program Studi Pengolahan Hasil Hutan, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemanfaatan Tanah Bekas Tambang Untuk Pertumbuhan Tanaman Perkebunan Arief Rahman; Sri Ngapiyatun; Wartomo Wartomo
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 11 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v11i1.168

Abstract

Tambang batubara di Indonesia umumnya melakukan kegiatannya dengan teknik penambangan terbuka. Permasalahan utama yang timbul di wilayah bekas tambang batubara adalah perubahan lingkungan yang berdampak pada perubahan fisik, kimiawi, dan biologi tanah serta menurunnya produktivitas tanah akibat lahan menjadi tanah tandus atau gundul. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tanaman yang sesuai pada lahan pasca tambang batubara yang diberi pupuk organik dan kapur. Penelitian ini dilakukan selama bulan Januari sampai dengan September 2019 bertempat di persemaian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda dengan sampel tanah berasal dari lokasi bekas tambang batubara Desa Berambai Kecamatan Samarinda Utara. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor dengan 15 ulangan. Faktor pertama yaitu: JP (Jarak pagar), JM (Jambu mete), dan LG (Lamtoro gung). sedangkan faktor kedua yaitu: Po (Tanah bekas tambang batu bara), P1 (Tanah bekas tambang batu bara yang diberi kapur dolomit sebanyak 3,8 g/polybag), P2 (Tanah bekas tambang batu bara yang diberi pupuk organik sebanyak 150 g/polybag), dan P3 (Tanah bekas tambang batu bara yang diberi kapur sebanyak 3,8 g/polybag dan pupuk organik sebanyak 150 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah bekas tambang batubara dapat diperbaiki kesuburannya dengan memberikan kapur dan pupuk organik serta perlakuan media tanam P3 memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman lamtoro gung.
Studi Demografi dan Ekonomi Penduduk Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019 Wartomo
Buletin Loupe Vol 15 No 01 (2019): Edisi Juli 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.753 KB) | DOI: 10.51967/buletinloupe.v15i01.30

Abstract

Desa Sebulu Modern merupakan desa pedalaman, terletak di bantaran Sungai Mahakam, dan aksesibilitasnya baik. Desa yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan wiraswasta/dagang ini mayoritas penduduknya adalah Suku Kutai. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat Desa Sebulu Modern yang meliputi demografi desa, ekonomi dan budaya masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, dilakukan dengan wawancara terstruktur, pengolahan data secara tabulasi, dan dianalisis secara statistik dan penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi demografi Desa Sebulu Modern yaitu jumlah penduduk 4.224 jiwa, sex rasio 104,26; kepadatan penduduk 67,40 jiwa/Km2, usia produktif 60,39%; angka beban tanggungan 65,58%; mayoritas beragama Islam, pendidikan penduduk tamat SLTA ke atas sebanyak 23,89%; mata pencaharian penduduk mayoritas adalah petani dan wiraswasta/dagang, tingkat emigrasi sebesar penduduk 5,92; tingkat imigrasi penduduk 3,55; tingkat kelahiran bayi 10,65; tingkat kematian penduduk 4,73; dan pola migrasi penduduk secara sirkel, tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 55,14% dan tingkat pengangguran sebesar 14,46%. Kondisi ekonomi masyarakat Desa Sebulu Modern yaitu pendapatan penduduk perkapita pertahun sebesar Rp 13.159.528,- tergolong tidak miskin, kepemilikan lahan berdasarkan warisan dan beli dari orang lain, serta kesempatan kerja 38,15% dan kesempatan berusaha 47,38%. Kondisi budaya masyarakat Desa Sebulu Modern yaitu mayoritas penduduk Suku Kutai, adat istiadat yang berlaku adalah adat istiadat Kutai, serta pengelolaan desa dipimpin oleh Kepala Desa dan Ketua Adat.
Analisis Biaya Pengangkutan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di PT. Berau Karetindo Lestari, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur syahril herdin; Humairo Aziza; Wartomo
Buletin Loupe Vol 17 No 02 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.914 KB) | DOI: 10.51967/buletinloupe.v17i02.660

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan pengelolaan pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS), maka wajib untuk dapat memenuhi 4 sasaran pengangkutan TBS, yaitu yang pertama menjaga FFA (Free Fatty Acid) produksi perhari sebesar 2-3%. Kurang lancarnya transportasi menuju PKS berisiko menimbulkan buah restan. Efeknya bisa meningkatkan FFA sehingga kualitas CPO menurun. Kedua, menjaga kapasitas atau kelancaran pengelolaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Waktu pengolahan TBS di PKS telah ditetapkan berdasarkan taksasi potong buah. Kurang lancarnya transportasi akan menyebabkan kapasitas pengolahan tidak terpenuhi dan menyebabkan waktu pengolahan bertambah. Ketiga, menjaga keamanan TBS di lapangan. TBS yang telah dipotong dan disimpan di tempat pengumpulan hasil (TPH) sangat rentan terhadap pencurian. Pengaturan transportasi harus memastikan bahwa buah yang dikirim ke PKS tepat waktu. Keempat, menekan biaya transportasi (rupiah per kilogram TBS) seminimal mungkin. Pengelolaan pengangkutan TBS harus mampu menghasilkan biaya yang kompetitif dan efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya pengangkutan kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan pengangkutan selama setahun adalah sebesar Rp.715.122.800.
Struktur Anatomi Kayu Mangium (Acacia mangium) di Areal Reklamasi Lahan Pasca Tambang Batubara Wartomo; Rasyid Zarta; Erna Rositah; Syafi'i
Buletin Loupe Vol 18 No 01 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.003 KB) | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i01.1012

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur anatomi kayu Acacia mangium yang tumbuh di areal reklamasi lahan pascatambang batubara. Kayu Mangium yang digunakan untuk penelitian berdiameter > 22 cm dan berumur ± 7 tahun (berasal dari reklamasi lahan area KotaTenggarong). Penelitian dilakukan di Laboratorium Sifat Kayu dan Analisis Produk, Jurusan Teknologi Hasil Hutan, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Pembuatan dan pengujian struktur anatomi kayu menggunakan standar IAWA. Analisa data menggunakan Rancangan Acak Lengkap dalam Percobaan Faktorial 3x3 dengan 3 x ulangan untuk struktur anatomi. Adapun hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa struktur anatomi kayu Mangium hasil reklamasi sama dengan yang berasal dari hutan tanaman yakni memiliki pori berbentuk oval, tata baur, soliter, ganda radial 2 – 3, bidang perporasi sederhana; jari-jari homogen berseri satu dan banyak, mengandung kristal; parenkim aksial bertipe paratrakeal jarang; Struktur anatomi kayu Mangium hasil reklamasi memiliki klasifikasi yakni sel pori : diameter (sangat besar), tinggi (pendek), jumlah per mm2 (sangat halus); sel jari-jari : tinggi (sangat halus), lebar (luar biasa pendek), jumlah per mm2 (sedang); serat : panjang (sedang), diameter (besar), lumen (sangat besar), dinding sel (tipis); letak contoh uji berdasarkan arah vertikal batang berpengaruh signifikan terhadap struktur anatomi kayu pada lebar dan persentase sel jari-jari; Letak contoh uji berdasarkan arah radial batang berpengaruh signifikan terhadap struktur anatomi pada jumlah sel pori; lebar, tinggi, jumlah dan persentase sel jari-jari; diameter serat dan lumen. Degradasi lahan (perubahan daya dukung tanah) dan tingkat kesuburan tanah yang rendah di areal reklamasi tambang batubara tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan struktur anatomi kayu pada kayu Mangium terhadap degradasi lahan bekas tambang.
Pengaruh Kelompok Umur dan Masa Kerja terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Panen Sawit Eka Dewi Dama Yanti Eka Dewi Dama Yanti; Sri Ngapiyatun; Wartomo Wartomo
Jurnal Loupe Vol 18 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i02.1677

Abstract

Tenaga kerja adalah kemampuan untuk bertindak secara aktif, mampu mempengaruhi dan mengatur pengelolaan faktor produksi untuk mencapai hasil yang maksimal dalam kebutuhan akan tenaga kerja dalam suatu perusahaan guna mendukung produktivitas kerja karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kelas umur dan masa kerja terhadap produktivitas dan untuk mengetahui produktivitas rata-rata pekerja pemanenan kelapa sawit. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan pekerja pemanenan dengan beberapa pertanyaan yang telah disiapkan. dan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran yaitu pengambilan data primer, wawancara dan data sekunder. responden diambil sebanyak 24 responden dalam satu afdeling. Berdasarkan hasil analisis varian menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja pemanenan kelapa sawit di PT. Tritunggal Sentra Buana tidak berpengaruh terhadap produktivitas umur tetapi berdasarkan nilai rata-rata produktivitas umur menunjukkan perbedaan nilai yaitu pada umur 20-≤30 rata-rata 82.375, umur 30-≤40 rata-rata 92.125 dan usia 40 rata-rata 81,75. Dan berdasarkan hasil analisis varian menunjukkan bahwa produktivitas panen kelapa sawit di PT. Sentra Buana Tritunggal tidak berpengaruh terhadap produktivitas masa kerja namun berdasarkan nilai rata-rata produktivitas masa kerja menunjukkan perbedaan nilai yaitu masa kerja 4 tahun rata-rata 85.375 masa kerja 4 -≤6 tahun rata-rata 84 dan 6 tahun masa kerja rata-rata 85.
Studi Evaluasi Manajemen Penerapan Teknik Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit Menggunakan Prinsip Empat Tepat (4T) di Perkebunan Sawit Long Mesangat Sri Ngapiyatun; Dinarti Payang; Robi; Humairo Aziza; wartomo; Emi Malaysia
Buletin Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2418

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh pemberian pupuk dan ketersediaan unsur hara dalam tanah. Pemupukan harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang sehat dan berproduksi tinggi, untuk itu diperlukan strategi pemupukan kelapa sawit yang baik dan tepat dalam pelaksanaan pemupukan sehingga diperlukan penerapan prinsip 4 Tepat (4T) yaitu tepat takaran, tepat jenis, tepat tempat, tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemupukan prinsip 4 Tepat yang sesuai dengan SOP perusahaan kelapa sawit dan menentukan keberhasilan pemupukan prinsip 4 Tepat yang sesuai. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer berupa observasi kegiatan di lapangan observasi, dan wawancara serta data sekunder dari perusahaan. Untuk analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan perhitungan matematis yang meliputi nilai dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemupukan di perkebunan sawit Long Mesangat memiliki karakteristik karyawan pemupukan pada usia rata-rata 25-30 tahun, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 20 orang dengan persentase 59%, tingkat pendidikan SD sebanyak 14 orang dengan persentase 41%, dan masa kerja 0<.4 sebanyak 27 orang dengan persentase 79%. Penerapan prinsip 4 sudah tepat dalam kegiatan pemupukan telah memenuhi prinsip 4 T yaitu dengan persentase aplikasi tinggi yaitu 85% dan kategori sedang 15%, dengan prinsip tepat dosis 63%, tepat jenis 100%, tepat tempat 61 %, dan tepat waktu 95%.
Studi Demografi dan Ekonomi Penduduk Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019 Wartomo
Jurnal Loupe Vol 15 No 01 (2019): Edisi Juli 2019
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v15i01.30

Abstract

Desa Sebulu Modern merupakan desa pedalaman, terletak di bantaran Sungai Mahakam, dan aksesibilitasnya baik. Desa yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan wiraswasta/dagang ini mayoritas penduduknya adalah Suku Kutai. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat Desa Sebulu Modern yang meliputi demografi desa, ekonomi dan budaya masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, dilakukan dengan wawancara terstruktur, pengolahan data secara tabulasi, dan dianalisis secara statistik dan penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi demografi Desa Sebulu Modern yaitu jumlah penduduk 4.224 jiwa, sex rasio 104,26; kepadatan penduduk 67,40 jiwa/Km2, usia produktif 60,39%; angka beban tanggungan 65,58%; mayoritas beragama Islam, pendidikan penduduk tamat SLTA ke atas sebanyak 23,89%; mata pencaharian penduduk mayoritas adalah petani dan wiraswasta/dagang, tingkat emigrasi sebesar penduduk 5,92; tingkat imigrasi penduduk 3,55; tingkat kelahiran bayi 10,65; tingkat kematian penduduk 4,73; dan pola migrasi penduduk secara sirkel, tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 55,14% dan tingkat pengangguran sebesar 14,46%. Kondisi ekonomi masyarakat Desa Sebulu Modern yaitu pendapatan penduduk perkapita pertahun sebesar Rp 13.159.528,- tergolong tidak miskin, kepemilikan lahan berdasarkan warisan dan beli dari orang lain, serta kesempatan kerja 38,15% dan kesempatan berusaha 47,38%. Kondisi budaya masyarakat Desa Sebulu Modern yaitu mayoritas penduduk Suku Kutai, adat istiadat yang berlaku adalah adat istiadat Kutai, serta pengelolaan desa dipimpin oleh Kepala Desa dan Ketua Adat.
PEMANFAATAN BUNGA PUKUL DELAPAN (Turnera subulata) SEBAGAI TANAMAN INANG BAGI PREDATOR DAN PARASITOID ULAT API (Studi Kasus PT. Tritunggal Sentra Buana) Ismail Ismail; Rusli Anwar; Wartomo
JURNAL AGRIMENT Vol. 6 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v6i2.588

Abstract

This research is motivated by the importance of knowledge about alternative pest control that is safe but still supports the achievement of maximum oil palm production so that the balance of the oil palm plantation ecosystem can occur. The purpose of this study is to determine the technical cultivation and benefits of the Turnera subulata flower as a host plant for predators and parasitoids that function as biological agents for caterpillars and can be a reference for controlling caterpillar pests that are safe and still support the achievement of maximum oil palm production. The method used in this research is field observation and documentation from the company. The scope of this research covers the technical aspects of the biological control of caterpillars. This research data uses primary data and secondary data obtained from field observations and literature studies in the form of company reports in the form of percentages. The realization of Turnera subulata planting reached 21,659 m on CR road and 19,914 m on MR road. The planned planting of Turnera subulata is 57,200 m on the CR road and 45,823 m on the MR road. For the realization of the planting of Turnera subulata itself using seeds that are ready for planting. To obtain the seedling, the company conducts its nurseries. The seedling technique was done using the stem cutting technique. The stems for the cutting technique were taken from the Turnera subulata plant stems that have grown large. The type of stem taken is the old Turnera subulata plant stem. For seed care, the seeds are always watered every morning and evening like other flower plants. For the natural enemy insects, been proven that there are 6 natural enemy insects associated with Turnera subulata plants, 3 predators, and 3 parasitoids, each with a large enough number of insects. The types are Eocanthecona furcellata, Cosmolestes sp., Sycannus dichotomus, Spinaria spinator, Fornicia sp., and Chaetexorista javana. The development and the implementation of a control system are by optimizing the conservation and utilization of these biological control agents is a wise step to obtain an effective, efficient and environmentally friendly technique for controlling caterpillars. The presence of Turnera subulata plants can be used to suppress the development of pests in oil palm plantations by increasing the potential for natural enemies, both predators, and parasitoids. The diversity of wild plants with flowers can increase the variety of insects so that the balance of the ecosystem occurs.
ANALISIS KEBUTUHAN ALAT ANGKUT TBS DI PT. BERAU KARETINDO LESTARI KECAMATAN SEGAH KABUPATEN BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Ambrosius Edison; Humairo Aziza; Wartomo
JURNAL AGRIMENT Vol. 6 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v6i2.670

Abstract

This research is motivated by the processing of palm oil, transportation factors get special attention.The transportation of palm fruit from the garden to the factory should be as fast as possible so that thefruit harvested today can be processed directly so that free fatty acids are not high. Extensive oil palmplantations and garden conditions far from the factory, it will be more difficult to regulate the entry ofFresh Fruit Bunches (TBS) to the Palm Oil Factory (PKS), so that the company must have a goodmanagement system that can run effectively and efficiently so that it needs proper transportation forperushan so that it can transport all tbs harvested by minimizing time, cost and maintain the quality ofTBS.From the description above, the formula that can be formulated in this study is to know the time oftransportation, the needs of transport equipment and what obstacles are encountered at the time of TBStransportation. While the limitations of the problem there is tbs transport research contained in fadelingBrafo, Alfah and Delta with different distances (near, medium and farthest). The purpose of this researchis to know the process of planning the needs of TBS conveyances, as well as knowing the obstacleswhen transporting TBS.The results of research conducted at PT. Berau Karetindo Lestari shows that tbs transportationplanning includes the production of TBS per day, TBS transport time, availability of conveyance,transportation needs and constraints in transportation. In Bravo afdeling requires 2 units of tarktor, forafdeling Alfah 4 units taktor, and afdeling Delta requires 3 units of tractor. As for the needs of the truckon Loading ramp 1 as many as 10 units and Loading ramp 2 to 8 units. This is obtained after calculatingthe number of transport equipment needs to transport TBS every day. For the overall needs of thecompany, tractors are needed as many as 17 and DT as many as 18 units. As for the obstacles at thetime of tbs transportation, namely, the road conditions in TPH are not good and the distance of thefactory is so far that it takes so much time to get to the factory.
Evaluate The Application Of The 4 Principles Correctly On Fertilizing Aktivities For Empty Plam Oil Sri Ngapiyatun; Robet; Puspita; Wartomo; Humairo Aziza; Rusli Anwar; Arief Rahman
JURNAL AGRIMENT Vol. 10 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v10i1.3352

Abstract

This research is based on the soil conditions at PT. Cipta Davia Mandiri which tend to be rocky and sandy so that fertilization is needed. One of the right fertilizers is empty bunch fertilizer because it can improve soil structure, soil texture, aeration and increase soil absorption capacity to water. This study aims to determine the evaluation of the application of the 4 right principles in empty bunch fertilization activities referring to the 4 right and to determine the achievement of the target results of empty bunch fertilization work based on the 4 right principles. The method used is the Quantitative method using saturated sampling (census sampling) where all populations are used as samples. In this study, the sample used was 10 employees because the fertilization employees only numbered 10 people. Fertilization activities were carried out in block 227A division 08. Based on the results of the research on the 4 Right Principles in the application of empty fruit bunch fertilizer, all of them have met the accuracy requirements, both the right type with an average value of 100%, the right dose with an average of 91.48%, the right time with an average of 100%, and the right method with an average of 95.39% and the achievement of the work target of empty fruit bunch fertilization employees on average reached the work target of up to 31 trees/HK from the target of 32 trees/HK with a percentage value of 96.87%.