Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agroteksos

ANALISIS RANTAI NILAI PEMASARAN IKAN AIR TAWAR DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Ni Putu Rika S; Abdullah Usman; Sri Maryati Maryati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.169 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat pendapatan usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (2) jumlah rantai nilai dalam pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (3) tingkat efisiensi pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (4) jenis kendala yang dihadapi pembudidaya ikan air tawar dalam pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lombok Barat yaitu Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada dengan menetapkan empat desa yaitu Desa Sigerongan, Desa Batu Kumbung, Desa Nyurlembang dan Desa Lembuak dengan melibatkan 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendapatan pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp. 132.179.174/proses produksi. (2) Rantai nilai pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat melibatkan empat lembaga pemasaran yakni pembudidaya ikan air tawar, pedagang pengepul desa (PPD), pedagang antar pulau (PAP), dan pedagang pengecer dalam menyalurkan produksi ikan air tawar kepada konsumen akhir. (3) Tingkat efisiensi pemasaran ikan air tawar berdasarkan share produsen yaitu saluran I, II tergantung pada komoditas ikan air tawar, sedangkan berdasarkan distribusi keuntungan pada pemasaran ikan air tawar dikatakan tidak adil/tidak merata pada seluruh saluran pemasaran ikan air tawar. (4) Kendala yang dihadapai pembudidaya dalam pemasaran ikan air tawar yaitu harga jual yang rendah pada musim penghujan yang menyebabkan jumlah ikan air tawar meningkat dari biasanya sedangkan permintaan ikan di pasar stabil. ABSTRACT The ais of this research were to find out 1) the level of farmers income in freshwater fish farms in West Lombok 2) the value chain in marketing the fish 3) the level of efficiency in marketing the fish 3) the constraints faced by farmers. This research located in West Lombok, district of Lingsar and Narmada with villages: Sigerongan villages, Batu Kumbung villages, Nyurlembang, and Lembuak villages, using 30 respondents. The results indicated that: The income of freshwater fish farmers is Rp. 132.17.174/production process, 2) the marketing value chains involved 4 stake holders: farmers, village collector, inter-island seller and retailer seller; marketing efficiency level of freshwater fish water based on producer share consists of Channel I, Channel II, depend on the commodity of fish water, 4) The constraints is the decrease of selling price in rainy season cause the increase of productivity but in other hand the demand of it is stable.
ANALISIS RANTAI NILAI PEMASARAN IKAN AIR TAWAR DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Ni Putu Rika S; Abdullah Usman; Sri Maryati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.169 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat pendapatan usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (2) jumlah rantai nilai dalam pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (3) tingkat efisiensi pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (4) jenis kendala yang dihadapi pembudidaya ikan air tawar dalam pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lombok Barat yaitu Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada dengan menetapkan empat desa yaitu Desa Sigerongan, Desa Batu Kumbung, Desa Nyurlembang dan Desa Lembuak dengan melibatkan 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendapatan pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp. 132.179.174/proses produksi. (2) Rantai nilai pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat melibatkan empat lembaga pemasaran yakni pembudidaya ikan air tawar, pedagang pengepul desa (PPD), pedagang antar pulau (PAP), dan pedagang pengecer dalam menyalurkan produksi ikan air tawar kepada konsumen akhir. (3) Tingkat efisiensi pemasaran ikan air tawar berdasarkan share produsen yaitu saluran I, II tergantung pada komoditas ikan air tawar, sedangkan berdasarkan distribusi keuntungan pada pemasaran ikan air tawar dikatakan tidak adil/tidak merata pada seluruh saluran pemasaran ikan air tawar. (4) Kendala yang dihadapai pembudidaya dalam pemasaran ikan air tawar yaitu harga jual yang rendah pada musim penghujan yang menyebabkan jumlah ikan air tawar meningkat dari biasanya sedangkan permintaan ikan di pasar stabil. ABSTRACT The ais of this research were to find out 1) the level of farmers income in freshwater fish farms in West Lombok 2) the value chain in marketing the fish 3) the level of efficiency in marketing the fish 3) the constraints faced by farmers. This research located in West Lombok, district of Lingsar and Narmada with villages: Sigerongan villages, Batu Kumbung villages, Nyurlembang, and Lembuak villages, using 30 respondents. The results indicated that: The income of freshwater fish farmers is Rp. 132.17.174/production process, 2) the marketing value chains involved 4 stake holders: farmers, village collector, inter-island seller and retailer seller; marketing efficiency level of freshwater fish water based on producer share consists of Channel I, Channel II, depend on the commodity of fish water, 4) The constraints is the decrease of selling price in rainy season cause the increase of productivity but in other hand the demand of it is stable.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI ALPUKAT DI KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR M Zuhral Anwari; Sri Maryati; I Ketut Budastra
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.064 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i3.676

Abstract

Alpukat adalah salah satu tanaman hortikultura yang banyak dikembangkan di Indonesia khususnya di Provinsi NTB. Provinsi NTB tercatat memiliki jumlah pohon sebanyak 42.581 pohon dengan produksi 44.665 kw pada Tahun 2017, sedangkan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2017 merupakan penghasil buah alpukat utama di NTB dengan kepemilikan pohon sebanyak 31.468 pohon dengan produksi 31.215. Kecamatan Sembalun termasuk sebagai wilayah pengembangan usahatani alpukat di Kabupaten Lombok Timur. Tercatat produksi alpukat di Kecamatan Sembalun pada tahun 2017 sebesar 26.173 kw. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kelayakan finansial dari investasi usahatani alpukat di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian bersifat deskriptif. Unit analisis adalah petani yang membudidayakan tanaman alpukat di Kecamatan Sembalun. Kecamatan Sembalun ditentukan sebagai daerah penelitian secara purposive sampling. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik Slovin yakni 40 petani responden sedangkan penetapannya menggunakan teknik accidental sampling. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data adalah data primer dan data skunder. Variabel yang diukur adalah umur ekonomis tanaman, input dan output usahatani. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Analisis data menggunakan Net Present Value, Internal Rate Return, Payback Period dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan NPV Rp 434.846.907/ha/15 tahun (NPV > 0), IRR sebesar 54,24% (IRR > dari tingkat suku bunga yang berlaku), Payback Period sebesar 4,3 (investasi awal akan dikembalikan dalam jangka waktu 4,3 tahun) dan sensitivitas < 1 sehingga usahatani alpukat ini tetap layak diusahakan dan tidak peka atau sensitive terhadap perubahan yang terjadi.
ANALISIS KENAIKAN HARGA KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN AGROINDUSTRI TAHU DAN TEMPE DI KELURAHAN KEKALIK JAYA KECAMATAN SEKARBELA KOTA MATARAM Sri Maryati; Mega Fitri; Ibrahim Ibrahim
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.782

Abstract

This study aims to analyze the income of tofu and tempeh agro-industry. This study used a descriptive method with the unit of analysis being businesses that produce tofu and tempeh in Kekalik Jaya Village, Sekarbela District, Mataram City. The research locations were chosen, namely the Kekalik Gerisak, East Kekalik and Kekalik Kijang neighborhoods by purposive sampling in Kekalik Jaya Village, Sekarbela District, Mataram City. The number of artisan respondents was determined by quota as many as 30 respondents and the respondents were taken using the "Accidental Sampling. Types of quantitative and qualitative data. Analysis of the data used is the analysis of costs, income and descriptive analysis related to the increase in the price of soybeans as a raw material for tofu and tempeh agro-industry. The results showed that: The average income of tofu and tempeh agro-industry per process in Kekalik Jaya Village, Sekarbela District, Mataram City is Rp. 853,196 with an average production cost of Rp. 3,799,638 and receipts of Rp. 4,652,833. The increase in the price of soybeans (imported soybeans) as a raw material for the agro-industry of tofu and tempeh from IDR 12,000 per kg increased by 12.5% ​​caused a decrease in income of 32.82%. And if it increases by 25%, it can reduce income by 65.64%. The suggestions that can be given are tofu and tempeh agro-industry craftsmen so they can get around rising raw material prices by not stocking raw materials, varying the products produced so that they have varied and better selling prices and to the government through related agencies so they can increase production and soybean productivity so that it can be a substitute for imported soybeans.