Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Strategi pemasaran sate ayam Ponorogo (studi kasus di Rumah Makan H. Tukri Sobikun Ponorogo) Fauziana, Dian; Zuhriyah, Amanatuz
Agriscience Vol 5, No 1: Juli 2024
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v5i1.15727

Abstract

Era pandemic covid-19 berdampak diberbagi sektor seperti UMKM. Salah satunya adalah rumah makan sate ayam Ponorogo H. Tukri Sobikun yang mengalami penurunan permintaan sehingga omset menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang cocok untuk meningkatkan penjualan sehingga omset meningkat. Metode penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Tahapan analisis SWOT yaitu mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, matriks IFE EFE, diagram SWOT, dan matriks SWOT. Hasil analisis matriks IFE diketahui total kekuatan sebesar 2,2 dan total kelemahan sebesar 1,00. Sedangkan hasil analisis matriks EFE diketahui total peluang sebesar 2,28 dan total ancaman sebesar 0,75. Berdasarkan analisis diagram SWOT rumah makan H. Tukri Sobikun berada di kuadran II menggunakan strategi diversifikasi dengan memanfaatkan kekuatan untuk meminimalisir ancaman yaitu mempertahankan hubungan yang baik dengan karyawan, pemasok, pelanggan, penjualan dan promosi online, menciptakan pelayanan yang terbaik. 
Peran perempuan dalam usahatani tembakau di Desa Bajang Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan Alwi, Fitriyah; Zuhriyah, Amanatuz; Fauziyah, Elys
Agriscience Vol 6, No 1: Maret 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v6i1.19087

Abstract

Kurangnya tenaga kerja dalam usahatani tembakau yang ada di Desa Bajang membuat perempuan di desa tersebut mengambil peran untuk ikut andil dalam kegiatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik perempuan dalam usahatani tembakau dan menganalisis peran perempuan dalam usahatani tembakau di Desa Bajang. Lokasi penelitian ini terletak di Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Teknis analisis data menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden diambil dengan metode purposive sampling dengan jumlah 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan rendah, dan berada pada umur produktif. Perempuan Desa Bajang ikut berpartisipasi dalam kegiatan usahatani tembakau pada proses pembibitan, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen dan produksi. Mayoritas pekerjaan usahatani tembakau yang dilakukan oleh peran perempuan yaitu memerlukan sebuah ketelatenan dan kesabaran, mengingat usahatani tembakau tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang berkisar selama kurang lebih empat bulan untuk sampai pada tahap pasca panen dan produksi.
Risk analysis of tobacco farming in Bajang Village, Pakong Sub-District, Pamekasan District Yuliana, Ratih; Zuhriyah, Amanatuz
Agriekonomika Vol 13, No 1: April 2024
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v13i1.33696

Abstract

In fact, the magnitude of the economic potential worth of tobacco commodities is not directly proportionate to the conditions encountered by farmers in the field. Tobacco farmers in Bajang Village are faced with many problems that may indicate risks that threaten the sustainability of farming activities. The goals of this research are to: (1) identify the risks faced by farmers in tobacco farming, (2) evaluate the level of risk in tobacco farming, and (3) examine the composition of mitigation strategy for prioritized risks in tobacco farming in Bajang Village. Respondents in this study consisted of key informants and 43 farmers using the Fishbone Diagram and FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) analysis methods. According to the analysis result, there are a total of 15 risks based on five risk sources: production, price and market, finance, human resource, and institutional. Weather and climate uncertainty, price uncertainty, quality and quantity uncertainty, pest and disease attacks, and farmers' lack of insight are the top five risks. Mitigation strategies are presented in an attempt to lessen the impact of risks on tobacco farming.
Operational risks of broiler chicken farming in Pamekasan Regency Setianingrum, Ajeng Sari; Zuhriyah, Amanatuz; Widodo, Slamet; Wisnujati, Nugrahini Susantinah
Agriekonomika Vol 13, No 2: October 2024
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v13i2.33693

Abstract

Broilers are one of the animal protein producers that experience an increase in demand every year. Based on data from the Food Security and Livestock Service Office of Pamekasan Regency in 2019, the highest broiler production in Pamekasan Regency was located in Larangan Subdistrict, however, many farmers closed their businesses. This research was conducted at Pak Rudi's broiler farm located in Pamekasan Regency with the aim of knowing the sources of risk, prioritizing risks that require the most immediate prevention, and knowing alternative control strategies. The methods used in this research are fishbone and FMEA. The results of this study indicate that there are three main sources of risk on this broiler farm including production risk, financial risk, and marketing risk. Risk prioritization lies in the source of production risk with an indicator of the risk of contracting diseases for alternative strategies used in controlling risks in the form of administering vaccines regularly to maintain the immune system of chickens and conducting examinations on chickens carefully and regularly so that if there are chickens that contract diseases, treatment can be carried out quickly and appropriately to avoid disease transmission to other chickens.