Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kritis Hukum Islam terhadap Batas Usia Minimal dalam Undang-Undang Perkawinan dan Konsekuensinya dalam Pernikahan Di Bawah Umur Salma S., Salma S.; Jamaluddin, Jamaluddin; Zulaeha, Zulaeha
Al-Mizan (e-Journal) Vol. 19 No. 2 (2023): Al-Mizan (e-Journal)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/am.v19i2.4628

Abstract

Marriage is something that has rules and mechanisms for carrying it out. One of these rules is the minimum limit for carrying out marriage. This research analyses the age limit of marriage based on Law Number 16 of 2019 which is an amendment to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. This research is literature research using an Islamic legal analysis approach. The results of the study show that the existence of a minimum age limit for marriage regulated in Law Number 16 of 2019 article 7 paragraph (1) shows one form of the government advocating for the interests of fostering a happy and harmonious household. This is in Islamic law a form of maslahat (kindness), as well as a form of obedience of citizens to their leaders (ulil amri). Limiting the age of marriage has a positive impact on protecting children's rights and preventing underage marriage, which has many negative consequences.
Tashawwurāt Al Thalabah ‘An Ta’līm Al Qawā’id Al ‘Arabiyyah Wa Ta’allumihā Al Qāim ‘Alā Al Kharāith Al Dzihniyyah Ba’da Jāihah Covid-19 Muna, Wa; Hamzah, Hamzah; Aminudin, Aminudin; Mahyaddin, Fikriyah; Zulaeha, Zulaeha
Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban Vol. 6 No. 2 (2022): Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpba.v6i2.20264

Abstract

Pengajaran tata bahasa Arab di era pandemi Covid-19 berbasis internet di Indonesia tidak sepenuhnya mendukung penggunaan dan pemanfaatannya oleh semua perguruan tinggi dalam proses belajar mengajar di dalamnya kecuali penggunaannya secara mengejutkan dan otomatis sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Tidak memungkinkan proses belajar mengajar berlangsung tanpa Internet. Ini adalah ketika siswa mengklaim bahwa mereka kehilangan banyak hal di universitas dalam hal memahami materi pelajaran, uang mereka, dan waktu mereka yang berharga. Dalam hal ini peneliti menelusuri hal tersebut bertujuan untuk mengetahui tanggapan dan persepsi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab STAIN Majene Sulawesi Barat terhadap proses belajar mengajar tata bahasa Arab berdasarkan peta mental yang diajarkan dan dipelajari oleh mereka di universitas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dan untuk jenisnya merupakan penelitian survei yang dilakukan oleh peneliti di kalangan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Metode pengumpulan dilakukan dengan mengisi kuesioner yang dibagi kepada mereka untuk mengetahui tanggapan dan persepsi mereka tentang proses belajar mengajar berdasarkan pengajaran di universitas secara luring setelah pandemi Covid 19. Adapun persepsi mereka tentang pengajaran dan pembelajaran berdasarkan itu, mereka menyebutkan bahwa itu dapat memudahkan mereka untuk memahami mata pelajaran yang dipelajari di universitas dengan cepat dan efisien. Selain itu, mereka menyatakan sangat efektif dan menghemat waktu dalam memahami materi pelajaran.