Zuyasna Zuyasna
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrium

Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Alami Lidah Buaya Terhadap Pertumbuhan Dua Varietas Setek Jambu Madu (Syzygium aqueum L.) Zuyasna, Zuyasna; Berutu, Hermiati Br; Nurhayati, Nurhayati
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.19984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh alami lidah buaya pada pertumbuhan dua varietas jambu madu, serta interaksi kedua faktor tersebut. Penelitian dilaksanakan di Kompleks Perumahan Sektor Timur, Darussalam Banda Aceh. Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4x2 dengan 3 ulangan digunakan pada penelitian in. Ada 2 faktor yang diteliti, faktor pertama adalah konsentrasi zat pengatur tumbuh alami lidah buaya yang terdiri dari 4 taraf (0, 25, 50, dan 75%). Faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari 2 taraf yaitu varietas Deli (Hijau) dan Black Kingkong (Merah). Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan konsentrasi zat pengatur tumbuh lidah buaya berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah tunas umur 6 dan 8 MST, jumlah daun umur  6 dan 8 MST, panjang akar, jumlah akar, berat berangkasan basah, dan berat berangkasan kering, berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas umur 2 dan 4 MST dan jumlah daun umur 4 MST. Pertumbuhan setek jambu madu terbaik dijumpai pada perlakuan konsentrasi zat pengatur tumbuh lidah buaya 75%. Varietas jambu madu berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya. Pertumbuhan setek jambu madu terbaik dijumpai pada perlakuan varietas Deli (Hijau). Terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi zat pengatur tumbuh lidah buaya dan varietas terhadap parameter panjang akar. Kombinasi yang lebih baik dijumpai pada konsentrasi zat pengatur tumbuh lidah buaya 75% dengan varietas Deli (Hijau).
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah Dan Lama Perendaman Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) Asmaini, Asmaini; Hayati, Mardhiah; Zuyasna, Zuyasna
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8757

Abstract

Tanaman nilam jarang menghasilkan biji oleh karena itu persediaan bibit dapat diperoleh secara vegetatif yaitu dengan setek, dalam perbanyakan setek tanaman nilam dapat dilakukan dengan menggunakan setek batang. Setek batang dapat diambil dari pohon induk yang unggul yang bertujuan untuk mendapatkan hasil setek sama dengan induknya Pertumbuhan setek dapat ditingkatkan dengan pemberian ekstrak bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi dan lama waktu perendaman setek dalam ekstrak bawang merah yang tepat serta terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan setek tanaman nilam. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan I Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh yang berlangsung dari Oktober 2021 sampai dengan Desember 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 5×3 dengan 3 ulangan. Terdapat 2 faktor yang diteliti, faktor pertama yaitu konsentrasi bawang merah terdiri dari 4 taraf (kontrol, 30%, 45%,  60% dan 75%). Faktor ke dua yaitu lama perendaman stek tanaman nilam terdiri dari 3 taraf (3, 6 dan 9 jam). Parameter yang diamati yaitu panjang tunas, jumlah tunas, jumlah daun, diameter tunas masing-masing pada umur 30, 45, 60 dan 75 Hari Setalah Tanaman (HST). Pada umur 75 HST diamati bobot basah dan kering biomassa, bobot basah dan kering akar. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan setek tanaman nilam terbaik dijumpai pada konsentrasi ekstrak bawang merah 30% dan perendaman terbaik pada lama perendaman 3 jam. Pertumbuhan setek terbaik pada kombinasi konsentrasi ekstrak bawang merah 45% dengan lama perendaman 6 jam.