Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

RELEVANSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB TA’LIM MUTA’ALLIM TERHADAP MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI Ummi Lailia Maghfiroh; Ali Zainal Abidin
Al-Fikru : Jurnal Pendidikan Dan Sains Vol 1 No 2 (2020): VOLUME 1 NUMBER 2 (2020) DESEMBER
Publisher : UNZAH Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.159 KB) | DOI: 10.55210/al-fikru.v1i2.518

Abstract

Character education is carried out in an integrated manner to form the personality traits of students as a whole which is reflected in behavior in the form of words, actions, attitudes, thoughts, feelings, work, and good work. education. The book Ta'limul Muta'allim is a book written by Syekh al-Zarnuji which contains ethics that must be upheld by students. So that in the discussion of this book, it is very relevant to the character education that students must have. The value of character education in the Book of Ta'limul Muta'allim has a relevance that deserves to be considered for actualization and implementation in Islamic Religious Education. This research is designed using library research, which is research based on analysis of sources in the form of library books, papers, articles, journals and other relevant library materials. Based on the results of the research using the procedures described in the previous chapters, the following conclusions can be drawn: (1) The values ​​of character education in the book Ta'lim Muta'allim by Syekh al-Zarnuji that have been found by the author are 16 character values , namely: love of knowledge, love of peace, democratic, friendly / communicative, tawadlu ', sincere, diligent, tawakal, patient, and honest (2) The relevance of character education values ​​in the Ta'lim Muta'allim book to education material Islam and Character at the SMPI level are: love of knowledge, love of peace, tawadlu ', smart, tawakal, patient. Keywords: Educational Values, Book of Ta'lim Muta'allim, Islamic Religious Education
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KEPRIBADIAN RASULULLAH SAW DALAM KITAB MAULID AL BARZANJI Lailatul Fitria Lailatul Fitria; Abdul Hamid Abdul hamid; Ummi Lailia Maghfiroh
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 23, No 1 (2023): Published in March of 2023
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v23i1.232

Abstract

Abstract Educational values basically contain life principles related to teachings in order to be able to develop every human nature, make humans have good character, be obedient, and have a noble spirit so that they can form a good personality like the personality possessed by Rasulullah SAW which is containe in the book Maulid Al Barzanj. This makes the researcher aim to examine more deeply the Book Of Maulid Al Barzani  so that a problem formulation is formed about the educational values of the personality of the prophet and how to emulate the personality of the prophet in everyday life. Researchers used  methods  with the type of library research. The main data source in this research is from the book Maulid A Barzanji, while other supporting sources are obtained from various books and other relevant scientific works. The researcher used document techniques to collect the data and used content analysis to analyze the data. Based on the results of the research Maulid Al Barzanji is a book written by Sayyid Ja’far Al barzanj, it contains an explanation of the biography the Prophet Muhammad SAW and his great and noble personality. The values of personality education possessed by Rasulullah SAW in Al Barzanji include 1) Tawadhu’ attitude (humble and not arrogant).2) patience in the face of all kinds of trials and calamities.3) forgive all the ehaviors of people who hurt them and have no desire to repay them.4) friendly by always greeting people he often meets.5) loving and caring for the poor. As for how to emulate the personality of the Prophet in the form of behavior/actions in everyday life, namely by forming understanding, then through self-habitation and fnally the formation of noble spirituality.  Keywords:  Al Barzanji, Modeling, Rasulullah’s Personality.  Abstrak Nilai-nilai pendidikan pada dasarnya berisi tentang prinsip-prinsip hidup yang berhubungan dengan ajaran-ajaran guna dapat mengembangkan setiap fitrah manusia, menjadikan manusia mempunyai karakter yang baik, taat, dan berjiwa mulia sehingga dapat membentuk kepribadian yang baik seperti kepribadian yang dimiliki oleh Rasulullah SAW yang termaktub dalam kitab Maulid Al Barzanji. Hal tersebut membuat peneliti mempunyai tujuan untuk mengkaji lebih dalam kitab Maulid Al Barzanji sehingga terbentuk suatu rumusan masalah tentang nilai-nilai pendidikan kepribadian Rasulullah SAW dalam kitab Maulid Al Barzanji dan cara bagaimana meneledan kepribadian yang dimiliki Rasulullah  dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti menggunakan metode dengan jenis kepustakaan. Adapun sumberdata utama dalam penelitian ini yaitu bersumber dari kitab mauled Al Barzanji sedangkan sumber pendukung lainnya diperoleh dari berbagai macam buku serta karya ilmiah yang relevan. Peneliti menggunakan teknik dokumen dalam mengumpulkan data-datanya dan  menggunakan analisis isi (Content Or Analysis) dalam menganalisis datanya. Berdasarkan dari hasil penelitian Kitab Al Barzanji merupakan kitab karangan Sayyid Ja’far Al Barzanj , didalamnya terdapat penjelasan tentang riwayat profil Nabi Muhammad SAW serta kepribadian yang agung dan mulia. Nilai-nilai pendidikan kepribadian Rasulullah SAW dalam kitab Al Barzanji diantaranya yaitu 1) Sikap Tawadhu’ (tidak sombong dan selalu rendah hati), 2) sabar dalam menghadapi berbagai macam cobaan dan musibah, 3) memaafkan segala perilaku-perilaku orang yang menyakitinya dan beliau tidak ada keinginan untuk membalasnya, 4) ramah tamah selalu memberi salam kepada orang yang kerap kali beliau jumpai, 5) mengasihi dan menyayangi fakir miskin. Adapun cara meneladan kepribadian Rasulullah SAW dalam bentuk tindakan/perilaku dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan melakukan pembentukan pengertian, lalu melakukan pembiasaan diri dan yang terakhir pembentukan kerohanian yang luhur. Kata Kunci: Al Barzanji, Kepribadian Rasulullah, Meneladan.
ETIKA MENCARI ILMU DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM MODERN ANALISIS KITAB WASHOYA, KARYA SYAIKH MUHAMMAD SYAKIR Muhammad Nabil; Abdul Hamid; Ummi Lailia Maghfiroh
Almarhalah Vol 7, No 1 (2023): Almarhalah
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe objectives of this journal are analyzing the idea of studying the concept of adab studying in the Book of Washoya by Shaikh Muhammad Syakir, and how is this idea used in contemporary Islamic teaching? The journal will offer insights for Islamic educators and thinkers on how the idea of adab studies in the Book of Washoya can be utilized in contemporary Islamic education as a way to safeguard Islamic values and create a quality generation of civilized Muslims. Research is literature research. Documents from previous research articles related to the study of adab studying in the book of Washoya by Shaikh Muhammad Syakir were used as the primary data source for this study. While the data analysis approach uses primary and secondary data analysis techniques. Study Results: 1. The Book of Washoya by Shaikh Muhammad Syakir emphasizes good attitudes and ethics when seeking knowledge. 2. Students can understand and absorb the material they have received by using the concept of adab learning in the book of Washoya, thus making them more enthusiastic and encouraged to continue learning. The principle of adab learning in the learning process needs to be emphasized and strengthened in modern Islamic education if students are to absorb knowledge properly and appropriately.Keywords: Adab, Kitab Washoya, Modern Islamic Education, Syaikh Muhammad Syakir
Sihir Dalam Sudut Pandang Al-Qur’an Ummi Lailia Maghfiroh; Saiful Bahri
FIQHUL HADITS : Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam Vol 1 No 1 (2023): FIQHUL HADITS: Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam
Publisher : Mahad Aly PP Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sihir adalah nama lain dari (gunaguna, mantra atau jampi) hal itu merupakan perbuatan aneh tidak masuk akal dan ajaib yang dilakukan dengan pesona dan digunakan untuk tujuan tertentu, seperti mencelakai orang lain. Oleh sebab itu sihir bisa menimbulkan dampak bermacam macam, seperti sakit, kematian, kebencian, gairah syahwat dan perceraian serta perselingkuhan. Dalam Al-Qur’an tidak kurang dari 30 ayat bicara mengenai sihir. Surat Al-Baqarah ayat 102 salah satu ayat yang menjadi fokus telaah ini. Asbabunuzul ayat ini, dilatarbelakangi tuduhan kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad SAW. bahwa ajaran yang dikembangkan beliau itu, adalah sihir, lalu turun ayat 102 Al-Baqarah ini. Dalam ayat ini Allah menceritakan perbuatan sihir orang Yahudi di zaman Nabi Sulaiman. Tujuan mereka memutar balikkan fakta dan pembangkangan terhadap kitab Taurat yang benar. Dan ilmu sihir yang mereka kembangkan, tidak ada relevansinya dengan ajaran Nabi Sulaiman. Mempelajari ilmu sihir menurut sebagian ulama tafsir, adalah boleh, menggunakan ilmu itu untuk kejahatan dilarang. Menurut para ahli tafsir, ilmu sihir termasuk ilmu yang tercela, merugikan bagi diri si penyihir dan yang terkena sihir. Karena itu kedua belah pihak bisa dikenakan sebagai sikap penolakan kebenaran atau kekafiran.
MODERASI PENDIDIKAN ISLAM STUDI KASUS BUMRUNG SUKSA ISLAMIC SCHOOL DI THAILAND SELATAN Bashiroh, Saifiyatil; Khumaidi, Ahmad; Maghfiroh, Ummi Lailia
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v16i2.78142

Abstract

Islamic education in Southeast Asia has its own dynamics and challenges, especially in countries with a majority non-Muslim population. One interesting case study is Bumrung Suksa Islamic School in Southern Thailand, an Islamic educational institution that has adapted to global dynamics and contemporary demands. This research uses a qualitative approach to explore the concept of moderation in Islamic education in this school. This approach involves in-depth interviews with teaching staff, students and school stakeholders, as well as analysis of documents related to the school"™s curriculum and policies. The research results show that Bumrung Suksa Islamic School has succeeded in integrating Islamic values of moderation into their daily education. This school"™s curriculum not only focuses on the transfer of religious knowledge, but also on character formation, developing a balanced understanding of Islam, strengthening an Islamic identity that is balanced with tolerance and openness, as well as inter-ethnic dialogue that strengthens harmonious relations between members of the school community. It is hoped that this research can contribute to the global Islamic education literature, especially in the context of Muslim minority communities in non-Muslim countries. Through a better understanding of the moderation of Islamic education, it is hoped that educational models that are relevant and effective in responding to the complex dynamics of the modern era can be found.Keywords : Islamic Education, Moderation, Global Adaptation, Character, Identity, Inter-ethnic Dialogue, Community Harmony.AbstrakPendidikan Islam di Asia Tenggara memiliki dinamika dan tantangan tersendiri, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduk non-Muslim. Salah satu studi kasus menarik adalah Bumrung Suksa Islamic School di Thailand Selatan, sebuah lembaga pendidikan Islam yang telah beradaptasi dengan dinamika global dan tuntutan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi konsep moderasi pendidikan Islam di sekolah ini.Pendekatan ini melibatkan wawancara mendalam dengan staf pengajar, siswa, dan pihak terkait sekolah, serta analisis dokumen terkait kurikulum dan kebijakan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bumrung Suksa Islamic School telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai moderasi Islam dalam pendidikan sehari-hari mereka.Kurikulum sekolah ini tidak hanya memfokuskan pada transfer pengetahuan agama, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan pemahaman yang seimbang terhadap Islam, penguatan identitas Islam yang seimbang dengan toleransi dan keterbukaan, serta dialog antar-etnis yang memperkuat hubungan harmonis di antara anggota komunitas sekolah.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada literatur pendidikan Islam global, khususnya dalam konteks masyarakat minoritas Muslim di negara-negara non-Muslim. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang moderasi pendidikan Islam, diharapkan dapat ditemukan model pendidikan yang relevan dan efektif dalam menjawab dinamika kompleks zaman modern.Kata Kunci : Pendidikan Islam, Moderasi, Adaptasi Global, Karakter, Identitas, Dialog Antar-etnis, Harmoni Komunikasi
TASAWUF KONTEMPORER DAN PERANNYA DI ERA MODERN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ummi Lailia Maghfiroh; M. Ghadavi Hanafi M.
Maqamat : Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/dppkzv71

Abstract

Tasawuf  ialah budi pekerti, akhlak, dan moral. Merupakan inti dan komponen pokok dalam agama yang tidak dapat dipisahkan dengan agama kita yaitu islam, bersumber dari al qur’an dan hadits. Tujuannya adalah musyhadah (bersaksi dan menyaksikan allah) sebagai pemaknaan mendalam terhadap kata ihsan melalui safa (penyucian jiwa) sebagai thariqah (jalan menuju ma’rifatullah). Perilaku tasawwuf ialah cerminan akhlak yang mulia dan agung yang sufistik. Ia merupakan internalisasi ajaran ajaran sufi dalam sastra. Tasawwuf juga sebagai salah satu tipe mistisisme, dalam bahasa inggris disebut sufisme. Tasawwuf mulai dipercakapkan dan diperbincangkan pada akhir abad kedua hijriah yang dikaitkan dengansalah satu jenis pakaian kasar yang disebut dengan wol kasar. Tasawwuf memiliki obsesi kedamaian dan kebahagiaan spiritual yang abadi. Tasawwuf berfungsi sebagai pengendali berbagai macam kekuatan yang bersifat merusak keseimbangan daya dan jiwa. Agar ia kebal terhadap pengaruh luar dirinya untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan jiwa. Akibat moderanisasi dan industrialisasi, manusia mengalami degradasi akhlak yang dapat menjatuhkan harkat dan martabat. Kehidupan modern seperti sekarang ini selalu menampilkan sifat dan perilaku yang tidak terpuji, terutama dalam menghadapi materi yang gemerlap seperti sekarang ini. Sifat dan perilaku tersebut disebut dengan hirsh, yaitu keinginan yang berlebih lebihan terhadap materi. Cara menghilangkan sifat dan perilaku tersebut ialah dengan melalui penghayatan atas keimanan dan ibadahnya, mengadakan latihan secara bersungguh sungguh, berusaha merubah sifat dan perilakunya itu agar posisi seseorang berbalik, yakni ialah hawa nafsunya dikuasai oleh akal yang telah mendapat bimbingan wahyu, dalam dunia tasawwuf diajarkan berbagai macam cara, seperti riyadhoh dan mujahadah (bersungguh sungguh dalam beribadah) dalam melawan hawa nafsu tadi. Dengan ini diharapkan seseorang telah mendapatkan ridho allah swt. Esensi dari tasawwuf akhlaki dalam kehidupan masyarakat modern memiliki fungsi yaitu sebagai pendidikan spiritual, pendidikan keperibadian, pendidikan social.
PENERAPAN PENDEKATAN TASAWUF AKHLAQI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ummi Lailia Maghfiroh; Nila Endah Nihayati
Maqamat : Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf Vol. 2 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/qx6dvy03

Abstract

Artikel ini membahas Penerapan tasawuf dalam Pendidikan Agama Islam, sebuah metode pembelajaran yang menggabungkan ajaran-ajaran agama Islam dengan prinsip-prinsip tasawuf atau mistisisme Islam. Pengintergrasian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap ajaran Islam melalui pengalaman spiritual dan introspeksi diri. Dalam artikel ini, penulis mengeksplorasi aspek-aspek utama dari pendekatan tasawuf, termasuk konsep tazkiyatal-nafs (pembersihan jiwa), muhasabah (introspeksi diri), dan Tawakkal (kepercayaan sepenuhnya pada Allah). Penulis juga membahas bagaimana penerapan pendekatan tasawuf dapat meningkatkan keberdayaan siswa dalam menghadapi tantangan moral dan sosial, serta membantunya untuk mengembangkan kepemimpinan yang berbasis pada nilai-nilai Islam. Dalam konteks pendidikan agama Islam, pendekatan tasawuf memberikan landasan yang kokoh untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendalam dan berarti, yang tidak hanya membantu siswa memahami teks-teks agama, tetapi juga membimbingnya menuju pertumbuhan spiritual dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka. Artikel ini menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan tasawuf di berbagai lembaga pendidikan Islam telah menunjukkan dampak positifnya terhadap pembentukan karakter siswa dan perkembangan akademik. Dengan demikian, pendekatan tasawuf dalam Pendidikan Agama Islam dianggap sebagai solusi yang efektif dan holistik untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam dan membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TASAWUF DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH-SEKOLAH ISLAM Maghfiroh, Ummi Lailia
Maqamat : Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/39588q31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi nilai-nilai tasawuf dalam pendidikan karakter di sekolah-sekolah Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di beberapa sekolah Islam di Indonesia yang telah mengintegrasikan tasawuf ke dalam kurikulum mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tasawuf, seperti kesederhanaan, kejujuran, kerendahan hati, dan kasih sayang, diterapkan secara efektif melalui pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, dan interaksi sosial sehari-hari. Guru berperan penting sebagai teladan dalam penanaman nilai-nilai ini, yang berdampak positif pada pembentukan karakter siswa. Meskipun menghadapi tantangan seperti resistensi dari sebagian orang tua dan keterbatasan sumber daya manusia, penelitian ini mengonfirmasi bahwa pendidikan karakter berbasis tasawuf memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang seimbang secara intelektual, moral, dan spiritual.
Pendidikan Perempuan Dalam Perspektif Buya Hamka Defiani, Siti; Fauzi, Ahmad; Maghfiroh, Ummi Lailia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9046

Abstract

Di dalam penelitian ini membas mengenai pendidikan perempuan dalam pandangan buya hamka. Yang Dimana penelitian ini menganalis buku buya hamka (BERBICARA TENTANG PEREMPUAN). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan buya hamka terhadap Pendidikan Perempuan. Peneliti menggunakan metode kepustakaan (library research), dengan meneliti buku (berbicara tentang perempuan) karya dari prof.dr.hamka. penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pentingnya pendiidkan perempuan dalam perspektif hamka. Yang dimana penelitian ini menggunakan metode analis data (content analysis) dengan membaca secara menyeluruh buku tersebut dan menelaah apa isi yang terkandung di dalamnya. Maka bisa di simpulkan bahwa pendidikan tentang perempuan dalam buku karya prof. dr. hamka (berbicara tentang perempuan) menjelaskan mengenai beberapa hal : pertama, Pengetahuan tentang kemuliaan perempuan, kedua memberikan pemahan terhadap hak dan kewajiban, ketiga menjelaskan tentang pembagian tugas, keempat tentang harga diri perempuan, kelimaa kemulian seorang ibu, keenam perempuan dunia lebih mulia dari pada bidadari, ketuju pengetahuan tentang hak perempuan, kedelapan menjelaskan tentang hak milik,  sembilan hak istimewa perempuan.
Kepemimpinan Kyai Dalam Membentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Darut Tauhid Tanjungsari Krejengan Fajar, Saenol; Arisanti, Kustiana; Maghfiroh, Ummi Lailia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9149

Abstract

Kepemimpinan kyai memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter santri di Pondok Pesantren Darut Tauhid. Penelitian ini mengkaji berbagai gaya kepemimpinan kyai, termasuk otoriter, demokratis, dan kharismatik, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter santri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di pesantren tersebut. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kyai, pengurus, dan santri, serta observasi partisipatif.