Nurul Fitriani
Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian ?Farmaka Tropis? Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan Kombinasi Sari Daun Ketapang (Terminalia Catappa) dan Rimpang Jahe (Zingiber Officinale): Antioxidant Activity Combination of Ketapang Leaf Extract (Terminalia Catappa) and Ginger Rhizome (Zingiber Officinale) Hanny Chynthia Vehrawati; Nurul Fitriani; Yurika Sastyarina
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 16 (2022): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v16i1.663

Abstract

Daun ketapang merupakan tanaman yang memiliki antioksidan yang sangat tinggi namun belum termanfaatkan dengan baik. Selain ketapang, jahe juga diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Meski begitu, tanaman kedua ini memiliki antioksidan sekunder yang berbeda jenis dan belum ada penelitian aktivitas antioksidan sari segar dari tanaman kedua ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sari daun ketapang dan sari rimpang jahe. Metode yang dilakukan yaitu pengumpulan sampel, sortasi, pembuatan sari, pembelian antara ampas dan sari, dan pembuatan sampel kombinasi ketapang dan jahe, pembuatan larutan induk 10.000 ppm, pembuatan seri konsentrasi 100, 200, 400, 800, dan 1.600 ppm , pembuatan larutan DPPH dan dilakukan uji menggunakan spektrofotometer uv-vis. Hasil yang diperoleh adalah Aktivitas antioksidan sari daun ketapang > sari jahe, Aktivitas antioksidan kombinasi Ketapang dan jahe 2:1 memperoleh nilai IC50 164 ppm, 1:1 memperoleh 640 ppm, dan 1:2 memperoleh 1161 ppm, dan penambahan jahe dapat menurunkan aktivitas antioksidan sari daun ketapang secara signifikan. Hal ini menujukkan aktivitas antioksidan sari daun ketapang dan rimpang jahe memiliki aktivitas yang sangat kecil, dan kombinasi daun ketapang dan rimpang jahe dapat menurunkan aktivitas antioksidan dibanding sari tunggal.
Pemanfaatan Limbah Pati Kulit Pisang (Musa paradisiaca) sebagai Bahan Pengikat Granul Parasetamol dengan Metode Granulasi Basah: Utilization of Waste Banana Peel Starch (Musa paradisiaca) as a Binder Material for Paracetamol Granules Using Wet Granulation Method Ingwe Violenneofita Cheiya; Rolan Rusli; Nurul Fitriani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i1.1606

Abstract

Starch is a carbohydrate that can be used as a binder in pharmaceutical preparations. Paracetamol has poor flowability and compactibility with its crystalline form, it is necessary to make granules by wet granulation method with starch as a binder. This study used banana peel waste (Musa paradisiaca) as a source of starch. Three granule formulations (F1, F2, and F3) were prepared using the wet granulation method with banana peel waste starch as a binder with concentrations of 5% (F1), 8% (F2), and 10% (F3) w/v. The results showed that the granule quality test included testing of moisture content, flow rate, angle of repose, and compressibility index, with the results of the granule moisture content test being 3.52%, granule flow rate 4.8 seconds, angle of repose 37.7°, and index compressibility of 10% meets the parameters of a good granule preparation. Keywords: Granule, Kepok banana peel, Starch, Paracetamol Abstrak Pati atau amilum merupakan karbohidrat yang dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada sediaan farmasi. Parasetamol memiliki sifat alir dan kompaktibilitas yang buruk dengan bentuknya yang kristal, maka perlu dibuat granul dengan metode granulasi basah dengan pati sebagai pengikatnya. Penelitian ini menggunakan limbah kulit pisang (Musa paradisiaca) sebagai sumber pati. Tiga formula sediaan granul (F1, F2, dan F3) dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan pati limbah kulit buah pisang sebagai pengikat dengan konsentrasi 5% (F1), 8% (F2), dan 10% (F3) b/v. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji kualitas granul meliputi pengujian kadar lembab, laju alir, sudut diam, dan indeks kompresibilitas, dengan hasil uji kadar lembab granul 3,52%, laju alir granul 4,8 detik, sudut diam 37,7°, dan indeks kompresibilitas 10% memenuhi parameter sediaan granul yang baik. Kata Kunci: Granul, Kulit buah pisang kepok, Pati, Parasetamol