Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI PIJAT ENDORPHIN DAN AROMATHERAPI LAVENDER TERHADAP NYERI LUKA POST SECTIO CAESARIA PADA IBU PRIMIPARA DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI Puput Kurnia Sari; Arisda Candra Satriwati; Aulia , Aulia; Niken Wahyu Hidayati; Sitti Sarti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 12: Mei 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i12.7742

Abstract

Background: Sectio Caesaria causes several complaints that may arise, one of which is surgical wound pain. Non-pharmacological methods that are expected to overcome are endorphin massage and lavender aromatherapy. Objective: to find out the effect of the combination of endorphin massage and lavender aromatherapy on post section cesarean wound pain in primiparous mothers at Pandan Arang Boyolali Hospital. Method: Quasy Experimental research design, one group pre post test design. The population of this research is all mothers who gave birth with SC primipara at RS Pndan Arang Boyolali in January 2023 to February 2023, a total of 24 respondents. The sample uses the Federer formula with a total of 18 respondents. Purposive sampling technique. Bivariate analysis using Wilcoxon. Results: Post cesarean section wound pain before the combination of endorphin massage and lavender aromatherapy had a median of 5. caesarean section in mothers at RS JIH Solo (0.000<0.05). Conclusion: the effect of a combination of endorphin massage and lavender aromatherapy on the reduction of post section cesarean wound pain in mothers at RS Pandan Arang Boyolali. It is expected that postpartum mothers can use the combination of endorphin massage and camomile aromatherapy to empower the family in reducing anxiety in postpartum mothers by asking for help from their husbands, mothers or close people
LITERATUR REVIEW: ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TERJADINYA STUNTING Sarti, Sitti; Ahmaniyah, Ahmaniyah; Puput Kurnia Sari; Emdat Suprayitno; Nelyta Oktavianisya
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 5 No. 5 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah dampak atas ketidakseimbangan gizi dan gangguan pertumbuhan fisik ditandai dengan adanya penurunan pertumbuhan yang cepat, berdasarkan pada tinggi badan dibanding umur (TB/U) atau indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) dengan batas (z-score) kurang dari -2 SD. Pada tahun 2021 data World Health Organization (WHO), bahwa kejadian stunting di dunia mencapai 22% atau sebanyak 149,2 juta pada tahun 2020. Sedangkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018, sebanyak 30,8% atau sekitar 7 juta balita prevalensi kasus stunting anak Indonesia dibawah usia lima tahun. Salah satu target dari Sustainable Development Goals (SDGs) adalah stunting yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Target yang ditetapkan yaitu pada tahun 2025 menurunkan angka stunting hingga 40%. Pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya stunting. Pengetahuan ibu tentang stunting sangat diperlukan karena ibu yang pengetahuannya tentang stunting masih kurang akan menyebabkan anak berisiko akan mengalami stunting. Literatur review ini menggunakan penelitian naratif studi literatur yang memaparkan analisis hubungan peengetahuan ibu tentang terjadinya stunting. Analisa data yaitu dengan melakukan integrasi dari 6 artikel penelitian dengan menghubungkan dengan teori-teori yang berkaitan. Sampel menggunakan 6 artikel penelitian. Dari studi literatur ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pengetahuan ibu berhubungan langsung terhadap terjadinya stunting. Sehingga ibu yang kurang mengetahui tentang kebutuhan makanan atau gizi akan menginkatnya terjadinya stunting.