Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH DIMENSI BATU KERIKIL PADA PERMUKAAN PELAT PENYERAP UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PENYERAPAN PANAS RADIASI MATAHARI PADA SOLAR WATER HEATER Fitra Hamdani; Naif Fuhaid; Muhammad Agus Sahbana
PROTON Vol. 5 No. 2: Oktober 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i2.188

Abstract

Pada penelitian ini adalah  salah satu energi yang dapat membantu  masyarakat khususnya dibidang rumah tangga, memanfaatan solar water heater untuk produksi air hangat yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi. Sisi yang kupas dalam penelitian ini adalah pelat penyerap beton cor. Pelat penyerap berfungsi untuk menyerap panas dan merupakan komponen yang sangat penting pada sistem penyerapan panas radiasi matahari. Dalam penelitian ini bertujuan1)                    Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Widyagama Malang 2) dan 3) Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Universitas Widyagama Malang untuk mengetahui pengaruh dimensi batu kerikil pada  permukaan pelat penyerap  untuk meningkatkan kinerja penyerapan panas radiasi matahari pada solar water heater Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Adapun dimensi batu yang digunakan dalam varibel penelitian ini adalah tanpa dipenambahan batu, 0.5 cm, 1 cm dan 1.5 cm. Batu tersebut merupakan batu cor yang diletakkan pada permukaan beton cor dan sebagian dari batu tersebut sebagian ditanamkan pada beton cor. Hubungan temperatur pelat, temperatur kaca dan temperatur lingkungan  terhadap radiasi harian matahari diperoleh radiasi tertinggi tanggal 22 Juni 2013 yaitu sebesar 14970.4 kJ/m2, hal ini juga berpengaruh terhadap temperatur,  yaitu untuk temperatur lingkungan (TL) yaitu sebesar 24.1 0C, temperatur kaca penutup (Tk) yaitu 28.6 0C, Temperatur pelat penyerap adalah 34.70C. Kemudian hubungan dari beberapa dimensi yang telah di uji terhadap radiasi matahari diperoleh bahwa temperatur terbaik terjadi pada dimensi 2 cm, sebab dengan dimensi kerikil yang lebih besar mampu menyerap dan menghasilkan panas yang sangat tinggi.   Kata kunci: Dimensi batu, pelat penyerap, radiasi matahari.
PENGARUH VARIASI PANJANG PIPA MASUK (DRIVE PIPE) DAN BEBAN KATUP BUANG (WASTE VALVE) TERHADAP EFISIENSI POMPA HIDRAM Mietra Anggara; Naif Fuhaid; Toni Dwi Putra
PROTON Vol. 5 No. 2: Oktober 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i2.192

Abstract

Masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari jangkauan sumber energi listrik terdapat kendala untuk memindahkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi. Untuk memompa air ke dalam rumah umumnya mereka menggunakan pompa sentrifugal. Jenis pompa ini membutuhkan energi listrik untuk mengoperasikannya, namun kadang-kadang listrik juga merupakan suatu masalah tersendiri bagi masyarakat. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan pompa hidram atau hydraulic ram yang energi atau tenaga penggeraknya berasal dari tekanan atau hantaman air yang masuk ke dalam pompa melalui pipa. Pompa hidrolik ram merupakan suatu solusi karena tidak membutuhkan energi listrik atau bahan bakar. Pompa jenis ini dapat bekerja terus menerus 24 jam sehari, harganya murah dan mudah dibuat Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi unjuk kerja pompa hidrolik ram dengan variasi panjang pipa masuk dan beban katub buang. Metode penelitian melalui perancangan instalasi pompa hidram dengan pengamatan pengaruh panjang pipa masuk (4 m, 6 m dan 8 m), dan pengamatan pengaruh beban katub buang (450 kg, 830 kg, dan 1220 kg) terhadap debit pompa hidram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi pompa hidram adalah 36,19 % efisiensi D’Aubuission pada berat beban 450 gram dan panjang pipa masuk 4 m. Faktor panjang pipa masuk dan berat beban sangat berpengaruh terhadap debit pemompaan, debit buang, dan efisiensi pompa hidram.   Kata kunci:  Pompa Hidram, pipa  masuk, katub buang, dan efisiensi.
PENGARUH DIMENSI BATU KERIKIL PADA PERMUKAAN PELAT PENYERAP UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PENYERAPAN PANAS RADIASI MATAHARI PADA SOLAR WATER HEATER Fitra Hamdani; Naif Fuhaid; Muhammad Agus Sahbana
PROTON Vol. 5 No. 2: Oktober 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i2.193

Abstract

Pada penelitian ini adalah  salah satu energi yang dapat membantu  masyarakat khususnya dibidang rumah tangga, memanfaatan solar water heater untuk produksi air hangat yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi. Sisi yang kupas dalam penelitian ini adalah pelat penyerap beton cor. Pelat penyerap berfungsi untuk menyerap panas dan merupakan komponen yang sangat penting pada sistem penyerapan panas radiasi matahari. Dalam penelitian ini bertujuanPenelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Adapun dimensi batu yang digunakan dalam varibel penelitian ini adalah tanpa dipenambahan batu, 0.5 cm, 1 cm dan 1.5 cm. Batu tersebut merupakan batu cor yang diletakkan pada permukaan beton cor dan sebagian dari batu tersebut sebagian ditanamkan pada beton cor.untuk mengetahui pengaruh dimensi batu kerikil pada  permukaan pelat penyerap  untuk meningkatkan kinerja penyerapan panas radiasi matahari pada solar water heater Hubungan temperatur pelat, temperatur kaca dan temperatur lingkungan  terhadap radiasi harian matahari diperoleh radiasi tertinggi tanggal 22 Juni 2013 yaitu sebesar 14970.4 kJ/m2, hal ini juga berpengaruh terhadap temperatur,  yaitu untuk temperatur lingkungan (TL) yaitu sebesar 24.1 0C, temperatur kaca penutup (Tk) yaitu 28.6 0C, Temperatur pelat penyerap adalah 34.70C. Kemudian hubungan dari beberapa dimensi yang telah di uji terhadap radiasi matahari diperoleh bahwa temperatur terbaik terjadi pada dimensi 2 cm, sebab dengan dimensi kerikil yang lebih besar mampu menyerap dan menghasilkan panas yang sangat tinggi.   Kata kunci: Dimensi batu, pelat penyerap, radiasi matahari.  
PENGARUH VARIASI CAMPURAN BAHAN BAKAR BIOSOLAR DENGAN MINYAK BIMOLI TERHADAP DAYA TAHAN MESIN DIESEL JENIS ISUZU PHANTER Naif Fuhaid
PROTON Vol. 2 No. 1: Maret 2010
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v2i1.198

Abstract

-
PENGARUH PELAT PENYERAP GELOMBANG TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN EFISIENSI SOLAR STILL Nova Risdyanto Ismail; Naif Fuhaid
PROTON Vol. 2 No. 1: Maret 2010
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v2i1.199

Abstract

-
ANALISIS PERUBAHAN TEMPERATUR PENDINGIN TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA TOYOTA TIPE 4AFE 1600 CC Naif Fuhaid
PROTON Vol. 1 No. 1: Oktober 2009
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v1i1.207

Abstract

ABSTRAK-
PENGARUH PENAMBAHAN REFLEKTOR TERHADAP PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI SOLAR STILL Nova R Ismail; Naif Fuhaid
PROTON Vol. 1 No. 1: Oktober 2009
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v1i1.208

Abstract

ABSTARK-
PENGARUH MEDAN MAGNET TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN KINERJA MOTOR BAKAR BENSIN JENIS DAIHATSU HIJET 1000 Naif Fuhaid
PROTON Vol. 3 No. 2: Oktober 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i2.213

Abstract

Pemerintah menghadapi permasalahan akan semakin besarnya kebutuhan bahan bakar untuk kendaraan. Sehingga sekarang banyak orang berlomba menciptakan alat untuk menghemat bahan bakar, mulai alat berupacairan, tablet hingga pengaturan bakar yang masuk ke kalburator. Berbagai cara telah dilakukan untukmenciptakan alat mana yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna .Akan tetapi sekarang iniorang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakarsebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran.  Metode penelitian dilakukan secara eksperimen, yaitu menguji dengan dan tanpa medan magnet (elektromagnet) pada saluran masuk bahan bakar dengan memberikan variasi  pada putaran mesin. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah penggunaan Elektromagnet dan variabel terikatnya adalah konsumsi bahan bakar dan putaran mesin. Adapun hasil penelitian adalah konsumsi bahan bakar yang dihasilkan menggunakan medan magnet lebih rendah dibandingkan tanpa menggunakan medan magnet pada setiap variasi putaran mesin. Daya dan Efisiensi yang dihasilkan menggunakan medan magnet lebih tinggi dibandingkan tanpa menggunakan medan magnet pada setiap variasi putaran mesin. Kata Kunci: medan magnet, konsumsi bahan bakar, daya dan efisiensi..
PENGARUH MEDAN ELEKTROMAGNET TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA MOTOR BENSIN Naif Fuhaid; Muhammad Agus Sahbana; Adhy Arianto
PROTON Vol. 3 No. 1: Maret 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i1.223

Abstract

Pada saat ini motor bakar mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia sehari-harinya, karena dalam melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, manusia akan selalu menggunakan  transportasi. Adanya kendaran roda empat juga tidak lepas dari tingkat kebutuhan transportasi manusia akan waktu yang cepat dalam melakukan perjalanan. Penelitian ini menggunakan mesin kijang 4 tak 4 silinder 1500 cc dengan bahan bakar bensin. Variabel penelitian meliputi : diameter kawat tembaga, putaran mesin, konsumsi bahan bakar, dan emisi gas buang yang dihasilkan mesin tersebut. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan medan elektromagnet pada bahan bakar menyebabkan penurunan konsumsi bahan bakar dan penurunan kandungan emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan.   Kata kunci : transportasi, mesin, diameter kawat tembaga, konsumsi bahan bakar, emisi gas buang, medan elektromagnet
PENGARUH FILTER UDARA PADA KARBURATOR TERHADAP UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR Naif Fuhaid
PROTON Vol. 2 No. 2: Oktober 2010
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v2i2.225

Abstract

Sepeda motor merupakan produk otomotif yang banyak diminati saat ini. Salah satu komponennya adalah karburator sebagai komponen penyuplai bahan bakar untuk pembakaran di dalam mesin yang dilengkapi dengan filter. Filter ini berfungsi untuk menyaring udara yang diperlukan untuk proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh filter karburator terhadap unjuk kerja mesin sepeda motor. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan sepeda motor Yahama Vega R tahun 2007. Filter karburator divariasi yaitu filter standar, filter modifikasi dan pengujian tanpa filter. Selain itu dilakukan 5 variasi putaran mesin yang diatur dengan penyetelan stang gas. Percobaan dilakukan dengan menggunakan alat uji dynotest. Pengukuran putaran mesin dan putaran rol dynotest dilakukan dengan tachometer. Pengukuran pemakaian bahan bakar dilakukan dengan sistem saluran berskala dan stopwatch. Data hasil pengukuran diolah untuk mendapatkan torsi, daya, tekanan, pemakaian bahan bakar dan effisiensi thermal. Hasil perhitungan ini ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisa sesuai teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filter karburator mempengaruhi unjuk kerja mesin sepeda motor meliputi daya indikasi, tekanan indikasi, pemakaian bahan bakar dan effisiensinya. Variasi filter modifikasi memberikan pengaruh lebih baik dibanding variasi tanpa filter dan variasi filter standar. Semua variabel ini semakin naik jika putaran mesin bertambah besar. Variasi filter modifikasi menghasilkan variabel yang lebih besar dibandingkan variasi tanpa filter dan selanjutnya variasi filter standar. Kata kunci : karburator, filter, daya, tekanan, pemakaian bahan bakar, efisiensi