Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung Tahun 2025 Pebriyanti Sitorus; Eko Budi Sulistio; Apandi Apandi
Administrativa : Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol 8 No 1 (2026): Administrativa: Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik
Publisher : Jurusan Ilmu Administrasi Publik FISIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/administrativa.v8i1.390

Abstract

Risk-based business licensing policy implemented through the Online Single Submission Risk-Based Approach system under Government Regulation Number 5 of 2021 continues to face challenges at the regional level. This is indicated by 230 returned license applications, 746 incomplete submissions, and a decline in investment realization in Bandar Lampung City from 105.93% in 2023 to 63.79% in 2024. This study aims to evaluate the implementation of risk-based business licensing services at the DPMPTSP of Bandar Lampung City and to identify its supporting and inhibiting factors.The study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed using Hanif Nurcholis’public policy evaluation framework, focusing on process, outputs, and outcomes indicators. The findings show that in the process aspect, services have been effective for low- and low-medium-risk businesses; however, issues remain, including unclear requirements, inconsistencies between the OSS-RBA system and additional local requirements for medium-high and high-risk businesses, and the absence of SLA information, leading business actors to monitor processes outside the system. In terms of outputs, the system has cumulatively issued 51,630 NIB from 2021 to 2025, with accurate targeting based on risk classification, while returned applications indicate a selective and accountable system. Regarding outcomes, the policy has generated positive changes for business actors, although its long-term impact on investment growth remains limited. It is concluded that the policy has been implemented fairly well but not optimally, requiring synchronization between central and local requirements, improvement of SLA functionality, and enhanced responsiveness of central government technical support.
PENGARUH SERVANT LEADERSHIP DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI MODERASI KOMITMEN ORGANISASI Dewi Dewi; Herman Paleni; Muhammad Effendi; Apandi Apandi
Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Vol 30 No 3 (2025): Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jurnalmediaekonomi.v30i3.2946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh servant leadership dan motivasi kerja dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderasi terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, di mana data dikumpulkan melalui instrumen penelitian yang terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t dan uji F. Hasil analisis menunjukkan bahwa servant leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang berarti semakin baik praktik kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan pemberdayaan bawahan, maka semakin meningkat pula kinerja yang dihasilkan. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga dorongan internal dan semangat kerja menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas. Selain itu, komitmen organisasi menunjukkan, pengaruh positif dan signifikan dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat, yang mengindikasikan bahwa, tingkat keterikatan dan loyalitas pegawai terhadap organisasi berperan besar dalam mendorong pencapaian kinerja yang optimal. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga model penelitian mampu menjelaskan variasi kinerja secara komprehensif. Temuan ini menegaskan bahwa, peningkatan kinerja pegawai bukan hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, tingkat motivasi kerja, dan komitmen organisasi yang kuat. Oleh karena itu, penguatan praktik kepemimpinan yang melayani, peningkatan motivasi, serta komitmen organisasi menjadi strategi yang relevan dan strategis dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai secara berkelanjutan