Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IMPLEMENTASI PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN WALIKOTA KEPADA CAMAT DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR CAMAT SAMBUTAN KOTA SAMARINDA Siti Hasanah; Djumadi .; Dan Buntu Paranoan
Jurnal Administrative Reform Vol 4, No 2 (2016): JURNAL ADMINISTRATIVE REFORM
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.35 KB) | DOI: 10.52239/jar.v4i2.595

Abstract

The purpose of this study is to describe and analyze the implementation of the delegations of Mayor of Samarinda’s authorities to Head of Sambutan District. The results show that the delegations of Mayor of Samarinda’s authorities to Head of Sambutan District governed by Regulation No. 32 of 2011 was implemented, however applicative less effective. It can be known of the six indicators set, including 2 declared effective indicators and 4 indicators expressed quite effective.
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP DISIPLIN KERJA PASUKAN KUNING DI DINAS KEBERSIHAN, PERTAMANAN, DAN PEMADAM KEBAKARAN KOTA BONTANG Syaifurrahim Azhari; Dan Buntu Paranoan; Bambang Irawan
Jurnal Administrative Reform Vol 3, No 1 (2015): JURNAL ADMINISTRATIVE REFORM
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.26 KB) | DOI: 10.52239/jar.v3i1.554

Abstract

Permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini apakah ada pengaruh kepuasan kerja dan kompensasi terhadap disiplin kerja pasukan kuning di Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemadam Kebakaran Kota Bontang baik secara bersama-sama maupun parsial. Adapun analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel kepuasan kerja (X1) dan kompensasi (X2) berpengaruh secara signifikan dan relevan terhadap disiplin kerja pasukan kuning di Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemadam Kebakaran Kota Bontang. Kondisi seperti ini berdasarkan analisis kuantitatif yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari hasil Uji-F diperoleh Fhitung=15,11 lebih besar dari Ftabel=3,12  dengan taraf keyakinan sebesar 95%. Sedangkan secara parsial bahwa variabel kepuasan kerja dan kompensasi juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap disiplin kerja. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil analisis kuantitatif bahwa dari Uji-t masing-masing variabel diperoleh nilai 2,15 dan 2,02. Kedua nilai tersebut tidak berada di dalam rentang nilai ttabel sebesar -1,99 dan 1,99. Dengan demikian semakin besar pengaruh kepuasan kerja dan kompensasi maka disiplin kerja pasukan kuning di Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemadam Kebakaran Kota Bontang akan semakin meningkat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP EFEKTIVITAS PENYALURAN ALOKASI DANA DESA DI KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Jurniadi .; Djumadi .; Dan Buntu Paranoan
Jurnal Administrative Reform Vol 3, No 1 (2015): JURNAL ADMINISTRATIVE REFORM
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52239/jar.v3i1.545

Abstract

Permasalahan yang dirumuskan  dari  penulisan ini adalah apakah ada pengaruh variabel partisipatif, transparansi, akuntabel, berkelanjutan  baik secara  parsial  maupun secara simultan terhadap Efektivitas Penyaluran Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variabel- partisipatif (X1), transparansi (X2), akuntabel (X3), dan berkelanjutan (X4) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel efektivitas Penyaluran Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan  Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur. Hal ini ditunjukkan dengan nilai R sebesar 0,696 yang mana tersebut mendekati 1, Nilai Koefisien Determinasi sebesar 0,446 atau 44,6 % menerangkan bahwa variabel yang dikemukakan dalam model penelitian ini dapat mengukur atau mewakili 44,6 % variabel yang mempengaruhi efektivitas penyaluran Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Teluk Pandan Kutai Timur. Secara parsial variabel partisipatif (X1), transparansi (X2), akuntabel (X3), dan berkelanjutan (X4) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Efektivitas Penyaluran Alokasi Dana Desa di Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur dengan nilai koefesien regresi sebesar 0,249, 0,344, 0,259 dan 0,270, melalui uji t diperoleh nilai t hitung masing- masing 1,705, 2,192, 2,195 dan 2,671 jika dibandingkan dengan t tabel (tingkat kepercayaan 95% uji dua sisi) sebesar 1,6632  maka terlihat bahwa thitung lebih besar dari ttabel sehingga dapat diterangkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara variabel partisipatif, transparansi, akuntabel, dan berkelanjutan terhadap Efektivitas Penyaluran Alokasi Dana Desa di Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN KAMPUNG KABUPATEN KUTAI BARAT Epet Sari Lidya Rampan; Dan Buntu Paranoan; Achmad Djumlani
Jurnal Administrative Reform Vol 2, No 3 (2014): JURNAL ADMINISTRATIVE REFORM
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52239/jar.v2i3.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis  kinerja pegawai  Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini menggunakan alat analisis linier regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah semua  pegawai Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Kutai Barat yang berjumlah 62 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Kepemimpinan, lingkungan kerja dan kompensasi  secara simultan  memberi pengaruh yang positif terhadap Kinerja Pegawai Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Kutai Barat. Pengaruh yang dijelaskan oleh variabel tersebut sangat berarti dan memperlihatkan hubungan yang sangat kuat dengan nilai koefisien korelasi R square (R2) sebesar 0,654 menunjukkan bahwa variabel (X1) Kepemimpinan, (X2) lingkungan kerja dan (X3) Kompensasi dapat menjelaskan perubahan kinerja pegawai sebesar 65,40% sedangkan sisanya yaitu sebesar 34,60% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini.
PENEMPATAN PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN KINERJA DI LINGKUNGAN KERJA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA SAMARINDA Isra Yuliana; Djumadi .; Dan Buntu Paranoan
Jurnal Administrative Reform Vol 3, No 4 (2015): JURNAL ADMINISTRATIVE REFORM
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52239/jar.v3i4.582

Abstract

The aim of this study is to describe and analyze the placement of officers in improving their performance. The data are taken from the informants and key informants then supported by secondary data. In  analyzing the data, this study uses interactive model developed by Miles and Huberman. 
ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PERTAMBANGAN TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN MAKROMAN Samuel Risal; Dan Buntu Paranoan; Suarta Djaja
Jurnal Administrative Reform Vol 1, No 3 (2013): JURNAL ADMINISTRATIVE REFORM
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52239/jar.v1i3.482

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan gambaran kondisi riil sosial ekonomi masyarakat di Makroman untuk menganalisis dampak kebijakan pertambangan batubara dan merekomendasikan sistem pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada masyarakat. Amanat UUD 1945 pasal 33 menegaskan tentang penguasaan negara terhadap bumi, air, dan kekakayaan alam untuk dipergunakan sebesar-besarnya  kemakmuran rakyat. Tetapi UU No. 4 tahun 2009, tentang Minerba sebagai kebijakan pengelolaan sumber daya alam negara tidak berbanding lurus dengan amanat UUD 1945 tersebut. Pemerintah daerah diberikan kewenangan yang sangat luas sehinga rawan terhadap penyalahgunaan wewenang yang berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambangan batubara berdampak positif terhadap perekonomian sebagaian kecil masyarakat di sekitar perusahaan yaitu memberikan peluang kerja dan peluang usaha seperti warung makan, warung sembako dan usaha kontarakan rumah. Tetapi di sisi lain, pertambangan batubara membawa dampak negatif yang besar. Konflik antara masyarakat dan perusahaan yang dipicu oleh banjir lumpur yang mengalir ke areal pertanian warga, mengakibatkan hasil pertanian menyusut. Sebagian besar lahan pertanian dialihfungsikan sebagai areal pertambangan mengakibatkan sebagaian masyarakat kehilangan lahan sebagai sumber kehidupan mereka antar generasi. Pertambangan tidak menjamin kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sebagaimana yang terjadi Makroman.