Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Kondisi Lingkungan Kandang terhadap Produktivitas Ayam Kampung di Desa Baumata, Kabupaten Kupang Aditya Pamungkas
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v3i2.7245

Abstract

Kondisi iklim mikro kandang merupakan faktor krusial yang menentukan keberhasilan performa produksi dan kesejahteraan unggas di daerah tropis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kondisi mikroklimat kandang terhadap perilaku dan performa ayam kampung di Desa Baumata. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan secara langsung dengan pengukuran suhu udara, kelembaban, serta pengamatan respon fisik ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu mikro di dalam kandang berkisar antara 30–34°C dengan kelembaban relatif (RH) yang cukup tinggi sebesar 70–85%. Berdasarkan rata-rata data observasi tersebut, hasil perhitungan menunjukkan nilai Temperature-Humidity Index (THI) mencapai 86,4. Nilai ini mengindikasikan bahwa ternak sedang mengalami cekaman panas (heat stress) tingkat berat karena berada jauh di atas zona termonetral ayam yang ideal (18–28°C). Lingkungan yang ekstrem tersebut memicu respons fisiologis yang intensif berupa perilaku panting sebagai upaya pembuangan panas tubuh, serta berdampak langsung pada penurunan konsumsi pakan hingga level 60–80 g/ekor/hari. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan kandang di lokasi penelitian tidak ideal bagi produktivitas ayam kampung akibat tingginya suhu dan kelembaban. Oleh karena itu, diperlukan upaya modifikasi konstruksi kandang serta perbaikan manajemen sirkulasi udara guna meminimalisir kerugian produksi dan menjaga kesehatan ternak dari dampak cekaman panas kronis di wilayah tersebut.
Dampak Formulasi Pakan Berbasis Limbah Pertanian terhadap Performa Pertumbuhan Ayam KUB: Studi Eksperimental Aditya Pamungkas; Juliana Monika Nepa
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 5 No. 1 (2026): April : JURRIH: JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v5i1.8694

Abstract

This study aims to evaluate the growth performance of KUB chickens fed with a combination of fermented agricultural waste, specifically Maggot BSF (Hermetia illucens) and Azolla microphylla. A total of 96 KUB chickens aged 30 days were used in a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and four replications. The treatments consisted of a basal diet substituted with the fermented waste combination at levels of 0% (P0), 5% (P1), 10% (P2), and 15% (P3). Parameters observed included feed consumption, body weight gain (BWG), and Feed Conversion Ratio (FCR). The results showed that increasing the level of waste substitution significantly affected feed consumption due to the bulky nature of the fiber, yet body weight gain remained stable across all treatments. The FCR values ranging from 3.21 to 3.25 indicated that the high-quality protein from Maggot BSF effectively compensated for the reduced feed intake. It is concluded that the substitution of fermented agricultural waste up to 15% (P3) is an optimal and efficient formulation to maintain the growth performance of KUB chickens.