Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN SERAT PISANG DAN SUPERPLASTICIZER PADA CAMPURAN BETON Sheila Hani .; Yulia Tiaraa Tanjung
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 6, No 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.741 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v6i2 DES.22033

Abstract

Beton merupakan material yang sering digunakan dalam pembangunan struktur. Karena itu beton mengalami banyak pengembangan dan modifikasi, termasuk dalam hal campuran material beton. Selain untuk menghasilkan beton dengan mutu lebih baik, pengembangan campuran beton juga harus ramah lingkungan dan berkelanjutan. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan bahan tambah yang berasal dari alam. Dalam penelitian ini digunakan bahan tambah serat batang pisang batu dan superplasticizer Sikament LN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi serat pisang dengan variasi komposisi serat. Serat pisang yang digunakan memiliki panjang 10 cm. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Benda uji adalah campuran serat pisang berdiameter 4 mm dan panjang 10 cm dengan variasi serat: 0,4 % (BU 1); 1.2 % (BU 2); dan 2% (BU 3) dan penambahan Sika sebesar 1,2% berat tiap benda uji. Dari hasilpengujian, didapat kuat tekan BU 1 sebesar 22,225 Mpa ,kuat tekan BU 2 sebesar 11,614 Mpa dan kuat tekan BU 3 sebesar 6,958 Mpa. Dari hasil pengujian kuat tekan didapat kesimpulan bahwa penambahan serat pisang mengurangi kuat tekan beton. Namun kuat tekan beton serat pisang dengan penambahan superplasticizer Sika masih lebih besar daripada pengujian tekan beton serat pisang terdahulu tanpa penambahan superplasticizer. Disamping itu, metode penambahan serat pisang juga mempengaruhi kekuatan tekan beton. Dari hasil trial mix design didapat bahwa penambahan serat pisang kering yang diikutipenambahan air, supeplasticizer Sika, semen dan agregat memberikan hasil kuat tekan beton paling besar. Kata Kunci : Beton, Serat Pisang,  Superplasticizer ABSTRACT Concrete is a material that is often used in the construction of structures. Therefore concrete undergoes a lot of development and modification, including in terms of concrete material mixture. In addition to producing better quality concrete, concrete mixture development must also be environmentally friendly and sustainable. Therefore, research is carried out with added materials derived from nature. In this study used material added fiber banana and superplasticizer Sikament LN. This study aims to find out the influence of banana fiber composition with variations in fiber composition. Banana fiber used has a length of 10 cm. Cylinder-shaped test object diameter 15 cm and height 30 cm. The test object is a mixture of banana fiber diameter of 4 mm and length of 10 cm with fiber variation: 0.4 % (BU 1); 1.2 % (BU 2); and 2% (BU 3) and the addition of Sika by 1.2% of the weight of each test object. From the test results, obtained a compressive strength BU 1 of 22,225 Mpa, BU 2 compressive strengthwas 11,614 Mpa and BU 3 compressive strengthwas 6,958 Mpa. From the results of compressive strength testing obtained the conclusion that the addition of banana fiber reduces the strength of compressive strength. However compressive strengthof banana fiber concrete with the addition of superplasticizer Sika is still greater than the previous banana fiber compressive strengthtesting without the addition of a superplasticizer. In addition, the method of adding banana fibers also affects the compressive strengthof concrete. From the results of the trial mix design was obtained that the addition of dried banana fibers followed by the addition of water, supeplasticizer Sika, cement and aggregates gave a greater compressive strength result. Keywords: Banana Fiber, Concrete, Superplasticizer
KAJIAN STRUKTUR ISTANA MAIMUN DALAM MERESPON GAYA GEMPA Nusyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Muthia Harahap; Hari Adjie Winata; Sheila Hani
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 8, No 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.664 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i1 JUN.36064

Abstract

Kawasan Sumatera Utara terdapat dua lempeng aktif (Eurasia) dan beberapa gunung berapi yang aktif, dan berpotensi menimbulkan gempa yang dapat merusak struktur rumah tinggal. Tingginya aktivitas vulkanik gunung Sinabung beberapa tahun terakhir hingga menimbulkan gempa sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Sumatera Utara. Masyarakat Sumatera Utara memiliki Istana Maimun, sebuah bangunan bersejarah yang didesain tahan terhadap gempa, sebelum adanya aturan dan standarisasi bangunan tahan gempa ada. Penelitian ini dilakukan di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Struktur dimodelkan menjadi frame dan model 3D. Dilakukan analisis ketidakberaturan struktur dan respon spektra dengan SAP 2000. Istana Maimun teratur secara horizontal tetapi tidak beraturan secara vertikal yaitu ketidakberaturan massa, geometri vertikal, diskontinuitas arah penahan gaya horizontal. Dari hasil analisis SAP 2000, diperoleh reaksi struktur dan batasan yaitu periode struktur 0,335 detik (< 0,4676 detik), gaya geser dasar 1455,476 kN (> 80% Vstatis = 1324,7 kN), , simpangan maksimum sebesar 7,301 mm (< 150 mm). Berdasarkan parameter tersebut, disimpulkan Istana Maimun aman terhadap gempa. Kata Kunci: Gaya Geser Dasar, Ketidakteraturan, Periode Struktur, Reaksi Struktur, Simpangan ABSTRACT In North Sumatra, there are two active plates (Eurasia) and several active volcanoes, which have the potential to cause earthquakes that can damage residential structures. The high volcanic activity of Mount Sinabung in recent years to cause an earthquake has greatly affected the lives of the people of North Sumatra. The people of North Sumatra have the Maimun Palace, a historic building designed to withstand earthquakes, before the rules and standards for earthquake-resistant buildings existed. This research was conducted on Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun District, Medan City. Structures are modeled into frames and 3D model. An analysis of structural irregularities and response spectra with SAP 2000 was performed. Maimun Palace is horizontally regular but vertically irregular, namely mass irregularity, vertical geometry, direction discontinuity in resisting horizontal forces. From the results of the SAP 2000 analysis, the structural reaction and boundary obtained are structure period 0.335 seconds (< 0.4676 seconds), basic shear force 1455,476 kN (> 80% Vstatic = 1324.7 kN), maximum deviation of 7.301 mm ( < 150 mm). Based on these parameters, it is concluded that Maimun Palace is safe against earthquakes.Keywords: Basic shear force, irregularity, structural periode, structural reaction, deviation
Pengaruh Penambahan Batu Bara Terhadap Aspal Minyak Untuk Perkerasan Jalan AC-BC Happy Karunia Putra Baene; Sheila Hani; Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan batu bara terhadap karakteristik campuran aspal beton lapis antara (Asphalt Concrete – Binder Course/AC-BC). Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan menggunakan metode Marshall untuk mengevaluasi parameter kinerja campuran. Variasi kadar batu bara yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8% terhadap berat filler. Parameter yang diuji meliputi stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan batu bara memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik campuran AC-BC. Nilai stabilitas mengalami peningkatan hingga mencapai nilai optimum pada kadar 4% sebesar 1500 kg, kemudian mengalami penurunan pada kadar yang lebih tinggi. Nilai flow cenderung menurun seiring bertambahnya kadar batu bara, yang menunjukkan peningkatan kekakuan campuran. Sementara itu, nilai VIM dan VMA mengalami penurunan, sedangkan nilai VFA mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil analisis, kadar batu bara optimum yang direkomendasikan adalah sebesar 4%, karena memberikan keseimbangan terbaik antara stabilitas dan fleksibilitas serta memenuhi spesifikasi teknis yang berlaku. Dengan demikian, batu bara berpotensi digunakan sebagai bahan tambah alternatif dalam campuran aspal untuk meningkatkan kinerja perkerasan jalan.
Asesmen Model dan Struktur Rumah Prafabrikasi Tahan Gempa Untuk Korban Bencana Indonesia Mulyadi Mulyadi; Sheila Hani
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 4 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v4i1.394

Abstract

Indonesia is highly vulnerable to natural disasters, particularly earthquakes, tsunamis, and landslides, which frequently cause severe infrastructural damage and widespread displacement. The provision of post-disaster emergency housing is often constrained by time limitations, budget constraints, and construction standards. This study assesses whether earthquake-resistant prefabricated houses produced by Kinghouse Modular House Technology Co., Ltd., Guangzhou, China, are suitable for Indonesia’s geographical and social conditions and its building standards (SNI 1726:2019). The methodology encompasses coordination, literature reviews, direct observation of the production process, technical analysis of design and structure, and the formulation of adaptation recommendations. The assessment results indicate that the Kinghouse modular house—utilizing a galvanized C-channel steel frame, EPS sandwich panels, bolted connections, and anti-corrosive roofing—offers key advantages, including a lightweight structure and ease of assembly, making it highly feasible for implementation in disaster-prone areas. The primary recommendations include design modifications to align with national standards, material adjustments for tropical climates, and the development of multifunctional modular units. This study provides technical and strategic contributions for the government, industry, and the community in procuring rapid, safe, and sustainable post-disaster housing.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN SERAT PISANG DAN SUPERPLASTICIZER PADA CAMPURAN BETON Sheila Hani .; Yulia Tiaraa Tanjung
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 6 No. 2 (2020): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v6i2 DES.22033

Abstract

Beton merupakan material yang sering digunakan dalam pembangunan struktur. Karena itu beton mengalami banyak pengembangan dan modifikasi, termasuk dalam hal campuran material beton. Selain untuk menghasilkan beton dengan mutu lebih baik, pengembangan campuran beton juga harus ramah lingkungan dan berkelanjutan. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan bahan tambah yang berasal dari alam. Dalam penelitian ini digunakan bahan tambah serat batang pisang batu dan superplasticizer Sikament LN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi serat pisang dengan variasi komposisi serat. Serat pisang yang digunakan memiliki panjang 10 cm. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Benda uji adalah campuran serat pisang berdiameter 4 mm dan panjang 10 cm dengan variasi serat: 0,4 % (BU 1); 1.2 % (BU 2); dan 2% (BU 3) dan penambahan Sika sebesar 1,2% berat tiap benda uji. Dari hasilpengujian, didapat kuat tekan BU 1 sebesar 22,225 Mpa ,kuat tekan BU 2 sebesar 11,614 Mpa dan kuat tekan BU 3 sebesar 6,958 Mpa. Dari hasil pengujian kuat tekan didapat kesimpulan bahwa penambahan serat pisang mengurangi kuat tekan beton. Namun kuat tekan beton serat pisang dengan penambahan superplasticizer Sika masih lebih besar daripada pengujian tekan beton serat pisang terdahulu tanpa penambahan superplasticizer. Disamping itu, metode penambahan serat pisang juga mempengaruhi kekuatan tekan beton. Dari hasil trial mix design didapat bahwa penambahan serat pisang kering yang diikutipenambahan air, supeplasticizer Sika, semen dan agregat memberikan hasil kuat tekan beton paling besar. Kata Kunci : Beton, Serat Pisang,  Superplasticizer ABSTRACT Concrete is a material that is often used in the construction of structures. Therefore concrete undergoes a lot of development and modification, including in terms of concrete material mixture. In addition to producing better quality concrete, concrete mixture development must also be environmentally friendly and sustainable. Therefore, research is carried out with added materials derived from nature. In this study used material added fiber banana and superplasticizer Sikament LN. This study aims to find out the influence of banana fiber composition with variations in fiber composition. Banana fiber used has a length of 10 cm. Cylinder-shaped test object diameter 15 cm and height 30 cm. The test object is a mixture of banana fiber diameter of 4 mm and length of 10 cm with fiber variation: 0.4 % (BU 1); 1.2 % (BU 2); and 2% (BU 3) and the addition of Sika by 1.2% of the weight of each test object. From the test results, obtained a compressive strength BU 1 of 22,225 Mpa, BU 2 compressive strengthwas 11,614 Mpa and BU 3 compressive strengthwas 6,958 Mpa. From the results of compressive strength testing obtained the conclusion that the addition of banana fiber reduces the strength of compressive strength. However compressive strengthof banana fiber concrete with the addition of superplasticizer Sika is still greater than the previous banana fiber compressive strengthtesting without the addition of a superplasticizer. In addition, the method of adding banana fibers also affects the compressive strengthof concrete. From the results of the trial mix design was obtained that the addition of dried banana fibers followed by the addition of water, supeplasticizer Sika, cement and aggregates gave a greater compressive strength result. Keywords: Banana Fiber, Concrete, Superplasticizer
KAJIAN STRUKTUR ISTANA MAIMUN DALAM MERESPON GAYA GEMPA Nusyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Muthia Harahap; Hari Adjie Winata; Sheila Hani
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 8 No. 1 (2022): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i1 JUN.36064

Abstract

Kawasan Sumatera Utara terdapat dua lempeng aktif (Eurasia) dan beberapa gunung berapi yang aktif, dan berpotensi menimbulkan gempa yang dapat merusak struktur rumah tinggal. Tingginya aktivitas vulkanik gunung Sinabung beberapa tahun terakhir hingga menimbulkan gempa sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Sumatera Utara. Masyarakat Sumatera Utara memiliki Istana Maimun, sebuah bangunan bersejarah yang didesain tahan terhadap gempa, sebelum adanya aturan dan standarisasi bangunan tahan gempa ada. Penelitian ini dilakukan di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Struktur dimodelkan menjadi frame dan model 3D. Dilakukan analisis ketidakberaturan struktur dan respon spektra dengan SAP 2000. Istana Maimun teratur secara horizontal tetapi tidak beraturan secara vertikal yaitu ketidakberaturan massa, geometri vertikal, diskontinuitas arah penahan gaya horizontal. Dari hasil analisis SAP 2000, diperoleh reaksi struktur dan batasan yaitu periode struktur 0,335 detik (< 0,4676 detik), gaya geser dasar 1455,476 kN (> 80% Vstatis = 1324,7 kN), , simpangan maksimum sebesar 7,301 mm (< 150 mm). Berdasarkan parameter tersebut, disimpulkan Istana Maimun aman terhadap gempa. Kata Kunci: Gaya Geser Dasar, Ketidakteraturan, Periode Struktur, Reaksi Struktur, Simpangan ABSTRACT In North Sumatra, there are two active plates (Eurasia) and several active volcanoes, which have the potential to cause earthquakes that can damage residential structures. The high volcanic activity of Mount Sinabung in recent years to cause an earthquake has greatly affected the lives of the people of North Sumatra. The people of North Sumatra have the Maimun Palace, a historic building designed to withstand earthquakes, before the rules and standards for earthquake-resistant buildings existed. This research was conducted on Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun District, Medan City. Structures are modeled into frames and 3D model. An analysis of structural irregularities and response spectra with SAP 2000 was performed. Maimun Palace is horizontally regular but vertically irregular, namely mass irregularity, vertical geometry, direction discontinuity in resisting horizontal forces. From the results of the SAP 2000 analysis, the structural reaction and boundary obtained are structure period 0.335 seconds (< 0.4676 seconds), basic shear force 1455,476 kN (> 80% Vstatic = 1324.7 kN), maximum deviation of 7.301 mm ( < 150 mm). Based on these parameters, it is concluded that Maimun Palace is safe against earthquakes.Keywords: Basic shear force, irregularity, structural periode, structural reaction, deviation
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pada Proyek Konstruksi Jalan Raya di Kecamatan Ulunoyo Kab. Nias Selatan Oktorius Zai; Sheila Hani; Fransiskus Odaligo Ndruru
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi pembangunan jalan di Kecamatan Ulunoyo Kabupaten Nias Selatan serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi keterlambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terdiri atas kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, pejabat pembuat komitmen (PPK), pengawas lapangan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi jalan. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata (mean), persentase, dan tingkat kepentingan setiap variabel untuk menentukan urutan faktor penyebab keterlambatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan proyek dipengaruhi oleh beberapa kelompok faktor, yaitu faktor material, tenaga kerja, peralatan, keuangan, manajemen proyek, kondisi lapangan, serta faktor eksternal. Faktor-faktor yang memiliki pengaruh paling dominan meliputi keterlambatan pengadaan material akibat kendala distribusi, keterbatasan jumlah dan produktivitas tenaga kerja, kerusakan serta kurangnya ketersediaan alat berat, lemahnya koordinasi dan pengawasan proyek, perubahan desain pekerjaan selama pelaksanaan, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta keterlambatan pencairan anggaran. Selain itu, kondisi geografis Kecamatan Ulunoyo yang memiliki akses transportasi terbatas turut memperlambat mobilisasi material dan peralatan menuju lokasi proyek. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi jalan sangat dipengaruhi oleh efektivitas perencanaan, pengendalian waktu, koordinasi antar pemangku kepentingan, pengelolaan rantai pasok material, serta penerapan manajemen risiko sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sistem pengendalian proyek, percepatan proses pengadaan, optimalisasi sumber daya, serta koordinasi yang berkelanjutan agar keterlambatan proyek konstruksi jalan dapat diminimalkan dan kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nias Selatan dapat terus ditingkatkan.
Evaluasi Hasil Pembangunan Penampungan Air Minum Masyarakat Desa Silima Banua Umbunasi Kecamatan Ulu Idanotae Kabupaten Nias Selatan Sheila Hani; Rini Rini; Ridwan Nasution; Luther Setiawan
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 14 No. 2 (2024): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol14No2.pp278-287

Abstract

Access to clean water in Silima Banua Village is a quite complex problem. The government then carried out construction of community drinking water reservoirs. After construction was completed, research was carried out on drinking water reservoirs. This research examines the impact of the construction of drinking water reservoirs on the availability of clean water, public health and the quality of infrastructure in Silimabanua Umbunasi Village, South Nias Regency. Data was collected through surveys, interviews, and field observations to analyze changes in access to clean water before and after development, its impact on public health, and the physical quality of water reservoirs. The research results show a significant increase in the availability of clean water after construction, which positively affects public health. Apart from that, the physical quality of the water reservoir is assessed as meeting established standards. Community participation, local government support, and drinking water quality were also identified as important factors in the success of this project.
Penataan Pedestrian Berbasis Green Transportation di Politeknik Negeri Medan Wirdatun Nafiah Putri; Kusumadi Kusumadi; Tetra Oktaviani; Muhamad Mabrur; Sheila Hani
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 14 No. 3 (2024): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol14No3.pp361-370

Abstract

In the UI Greenmetric assessment, transportation is one of the six categories that are required for a green campus, and one of the indicators is the pedestrian path on campus (TR8). In the transportation category, Medan State Polytechnic obtained a score of 725 or 40.3% of the total maximum value of the transportation category. The nonoptimal score obtained is due to the pedestrian path on campus indicator (TR8) obtaining one point with the availability of pedestrian. The addition of scores is made by pedestrian paths connected to all buildings designed for safety and convenience and in some parts provided with disabled-friendly features. It’s very important to have a pedestrian arrangement, to make Medan State Polytechnic become an environmentally friendly campus, which is the purpose of this research. The arrangement is making a pedestrian path layout that connects to the entire area of the Medan State Polytechnic Building and calculating the minimum width requirements of the pedestrian path, then making a pedestrian path layout. Pedestrian flow surveys were conducted on 5 pedestrians and 2 hallways that were considered representative of the pedestrian paths that available at Medan State Polytechnic. The results of calculations and adjusted by the provisions of the Ministry of Public Works and Public Housing 2023 on Pedestrian Technical Planning, the pedestrian path width requirement is 185 cm.
Evaluasi Hasil Rancangan Elemen Balok Sebuah Gedung Bertingkat Sesuai dengan SNI 2847-2013: Studi Kasus: Proyek Konstruksi Gedung Wiego Warehouse di Kota Medan Reformasi Manaraja; Sheila Hani; Rini Rini
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 14 No. 3 (2024): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol14No3.pp418-425

Abstract

The stages of development and establishment of a region involve several key elements that require attention, including the construction of buildings that take into account the surrounding environmental conditions. Beams are structural components that function to transfer loads from slabs to columns, acting as horizontal reinforcement frames for the building. They support floor loads and connect upper columns. The purpose of this study is to review the existing beam elements and perform a reanalysis. The technique employed involves a beam evaluation using the SNI 2847:2013 standard. The results indicate that the beam analysis calculations align with field observations. The compression reinforcement installed in the beam did not yield, categorizing the beam element as tension-dominated. The spacing of the installed flexural reinforcement in the beam is D10-200. Calculation reviews show that the tensile reinforcement comprises 14D25 and 4D25, while the total compressive reinforcement amounts to 12D25. Thus, it can be concluded that the structural design complies with the technical specifications outlined in the applicable SNI standards.