Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN SERAT PISANG DAN SUPERPLASTICIZER PADA CAMPURAN BETON Sheila Hani .; Yulia Tiaraa Tanjung
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 6, No 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.741 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v6i2 DES.22033

Abstract

Beton merupakan material yang sering digunakan dalam pembangunan struktur. Karena itu beton mengalami banyak pengembangan dan modifikasi, termasuk dalam hal campuran material beton. Selain untuk menghasilkan beton dengan mutu lebih baik, pengembangan campuran beton juga harus ramah lingkungan dan berkelanjutan. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan bahan tambah yang berasal dari alam. Dalam penelitian ini digunakan bahan tambah serat batang pisang batu dan superplasticizer Sikament LN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi serat pisang dengan variasi komposisi serat. Serat pisang yang digunakan memiliki panjang 10 cm. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Benda uji adalah campuran serat pisang berdiameter 4 mm dan panjang 10 cm dengan variasi serat: 0,4 % (BU 1); 1.2 % (BU 2); dan 2% (BU 3) dan penambahan Sika sebesar 1,2% berat tiap benda uji. Dari hasilpengujian, didapat kuat tekan BU 1 sebesar 22,225 Mpa ,kuat tekan BU 2 sebesar 11,614 Mpa dan kuat tekan BU 3 sebesar 6,958 Mpa. Dari hasil pengujian kuat tekan didapat kesimpulan bahwa penambahan serat pisang mengurangi kuat tekan beton. Namun kuat tekan beton serat pisang dengan penambahan superplasticizer Sika masih lebih besar daripada pengujian tekan beton serat pisang terdahulu tanpa penambahan superplasticizer. Disamping itu, metode penambahan serat pisang juga mempengaruhi kekuatan tekan beton. Dari hasil trial mix design didapat bahwa penambahan serat pisang kering yang diikutipenambahan air, supeplasticizer Sika, semen dan agregat memberikan hasil kuat tekan beton paling besar. Kata Kunci : Beton, Serat Pisang,  Superplasticizer ABSTRACT Concrete is a material that is often used in the construction of structures. Therefore concrete undergoes a lot of development and modification, including in terms of concrete material mixture. In addition to producing better quality concrete, concrete mixture development must also be environmentally friendly and sustainable. Therefore, research is carried out with added materials derived from nature. In this study used material added fiber banana and superplasticizer Sikament LN. This study aims to find out the influence of banana fiber composition with variations in fiber composition. Banana fiber used has a length of 10 cm. Cylinder-shaped test object diameter 15 cm and height 30 cm. The test object is a mixture of banana fiber diameter of 4 mm and length of 10 cm with fiber variation: 0.4 % (BU 1); 1.2 % (BU 2); and 2% (BU 3) and the addition of Sika by 1.2% of the weight of each test object. From the test results, obtained a compressive strength BU 1 of 22,225 Mpa, BU 2 compressive strengthwas 11,614 Mpa and BU 3 compressive strengthwas 6,958 Mpa. From the results of compressive strength testing obtained the conclusion that the addition of banana fiber reduces the strength of compressive strength. However compressive strengthof banana fiber concrete with the addition of superplasticizer Sika is still greater than the previous banana fiber compressive strengthtesting without the addition of a superplasticizer. In addition, the method of adding banana fibers also affects the compressive strengthof concrete. From the results of the trial mix design was obtained that the addition of dried banana fibers followed by the addition of water, supeplasticizer Sika, cement and aggregates gave a greater compressive strength result. Keywords: Banana Fiber, Concrete, Superplasticizer
KAJIAN STRUKTUR ISTANA MAIMUN DALAM MERESPON GAYA GEMPA Nusyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Muthia Harahap; Hari Adjie Winata; Sheila Hani
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 8, No 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.664 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i1 JUN.36064

Abstract

Kawasan Sumatera Utara terdapat dua lempeng aktif (Eurasia) dan beberapa gunung berapi yang aktif, dan berpotensi menimbulkan gempa yang dapat merusak struktur rumah tinggal. Tingginya aktivitas vulkanik gunung Sinabung beberapa tahun terakhir hingga menimbulkan gempa sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Sumatera Utara. Masyarakat Sumatera Utara memiliki Istana Maimun, sebuah bangunan bersejarah yang didesain tahan terhadap gempa, sebelum adanya aturan dan standarisasi bangunan tahan gempa ada. Penelitian ini dilakukan di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Struktur dimodelkan menjadi frame dan model 3D. Dilakukan analisis ketidakberaturan struktur dan respon spektra dengan SAP 2000. Istana Maimun teratur secara horizontal tetapi tidak beraturan secara vertikal yaitu ketidakberaturan massa, geometri vertikal, diskontinuitas arah penahan gaya horizontal. Dari hasil analisis SAP 2000, diperoleh reaksi struktur dan batasan yaitu periode struktur 0,335 detik (< 0,4676 detik), gaya geser dasar 1455,476 kN (> 80% Vstatis = 1324,7 kN), , simpangan maksimum sebesar 7,301 mm (< 150 mm). Berdasarkan parameter tersebut, disimpulkan Istana Maimun aman terhadap gempa. Kata Kunci: Gaya Geser Dasar, Ketidakteraturan, Periode Struktur, Reaksi Struktur, Simpangan ABSTRACT In North Sumatra, there are two active plates (Eurasia) and several active volcanoes, which have the potential to cause earthquakes that can damage residential structures. The high volcanic activity of Mount Sinabung in recent years to cause an earthquake has greatly affected the lives of the people of North Sumatra. The people of North Sumatra have the Maimun Palace, a historic building designed to withstand earthquakes, before the rules and standards for earthquake-resistant buildings existed. This research was conducted on Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun District, Medan City. Structures are modeled into frames and 3D model. An analysis of structural irregularities and response spectra with SAP 2000 was performed. Maimun Palace is horizontally regular but vertically irregular, namely mass irregularity, vertical geometry, direction discontinuity in resisting horizontal forces. From the results of the SAP 2000 analysis, the structural reaction and boundary obtained are structure period 0.335 seconds (< 0.4676 seconds), basic shear force 1455,476 kN (> 80% Vstatic = 1324.7 kN), maximum deviation of 7.301 mm ( < 150 mm). Based on these parameters, it is concluded that Maimun Palace is safe against earthquakes.Keywords: Basic shear force, irregularity, structural periode, structural reaction, deviation
Sosialisasi Pentingnya Kepedulian Pengunjung Terhadap Keindahan Pantai Cermin Elazhari Elazhari; Rini Rini; Sheila Hani; Alinur Alinur; Jenda Ingan Mahuli; Darmawan Sriyanto
Journal Liaison Academia and Society Vol 2, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.728 KB) | DOI: 10.58939/j-las.v2i2.248

Abstract

Kabupaten Serdang Bedagai terkenal sebagai daerah dengan destinasi wisata karena pantainya yang indah. Salah satu pantai di Kabupaten Serdang Bedagai yaitu pantai Cermin yang secara geografis dan administrasi terletak di pesisir Timur pulau Sumatera. Sebagai pantai yang menjadi destinasi wisata, pantai Cermin mengalami beberapa dampak positif dan negatif yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Dampak positif yang dirasakan adalah terbukanya lapangan pekerjaan baru maupun lahan usaha baru yang tentunya menjadi peluang yang menjanjikan bagi masyarakat. Banyaknya pembangunan seperti tempat wisata dan restoran, menyerap banyak tenaga kerja. Namun disamping dampak positif, terdapat juga dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat secara tidak langsung yaitu kerusakan lingkungan akibat rendahnya kepedulian masyarakat sebagai pengunjung dalam menjaga lingkungan sekitar. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pengunjung menyadari pentingnya menjaga kebersihan pantai dan kelestarian ekosistem di pantai. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pengunjung acuh terhadap sosialisasi yang diberikan oleh tim pengabdian mengenai pentingnya kepedulian terhadap keindahan pantai. Kata Kunci: keindahan, pantai, pengunjung, wisata.
Pengaruh Penambahan Potongan Ban Bekas Terhadap Kuat Tekan Beton FC’ 20 Mpa Sheila Hani; Rini Rini; Beni Halimayus
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 3, No 3: September 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v3i3.613

Abstract

Limbah ban bekas merupakan salah satu penyumbang limbah terbanyak. Hal ini dapat dipahami seiring dengan makin banyaknya jumlah kendaraan setiap tahunnya. Dengan banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang ada saat ini tentu akan menghasilkan limbah ban yang besar pula. Ban yang tidak dapat digunakan kembali biasanya adalah ban yang alurnya sudah habis atau tipis. Mutu beton yang digunakan pada penelitian ini yaitu mutu beton fc’ 20 Mpa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan bahan potongan ban bekas kendaraan dengan kadar yang berbeda, yaitu: 0%, 1%, 1,5%, dan 2%. Beton adalah material utama yang digunakan dalam pembuatan bangunan. Seperti pada bangunan gedung, jembatan, jalan dan sebagainya. Beton banyak digunakan karena keunggulan-keunggulannya antara lain karena beton dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi, mampu memikul beban yang berat, tahan terhadap temperatur yang tinggi, dan biaya pemeliharaan yang atau mudah dalam perawatan.Hasil kuat tekan beton tanpa bahan tambah atau beton normal, di umur 28 hari mancapai 23,08 Mpa. Dari hasil kuat tekan beton modifikasi dengan penambahan ban bekas maka kuat tekan tertinggi terdapat pada penambahan ban bekas 1% dengan kekuatan beton 24,11 Mpa dan paling rendah penambahan bekas 2% dengan kekuatan beton 18,78 Mpa. Penggunaan ban bekas untuk peneliti selanjutnya disarankan tidak melebihi 1%. Kata Kunci: ban bekas; beton limbah; kuat tekan
Pengaruh Penambahan Batu Bara Terhadap Aspal Minyak Untuk Perkerasan Jalan AC-BC Happy Karunia Putra Baene; Sheila Hani; Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan batu bara terhadap karakteristik campuran aspal beton lapis antara (Asphalt Concrete – Binder Course/AC-BC). Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan menggunakan metode Marshall untuk mengevaluasi parameter kinerja campuran. Variasi kadar batu bara yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8% terhadap berat filler. Parameter yang diuji meliputi stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan batu bara memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik campuran AC-BC. Nilai stabilitas mengalami peningkatan hingga mencapai nilai optimum pada kadar 4% sebesar 1500 kg, kemudian mengalami penurunan pada kadar yang lebih tinggi. Nilai flow cenderung menurun seiring bertambahnya kadar batu bara, yang menunjukkan peningkatan kekakuan campuran. Sementara itu, nilai VIM dan VMA mengalami penurunan, sedangkan nilai VFA mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil analisis, kadar batu bara optimum yang direkomendasikan adalah sebesar 4%, karena memberikan keseimbangan terbaik antara stabilitas dan fleksibilitas serta memenuhi spesifikasi teknis yang berlaku. Dengan demikian, batu bara berpotensi digunakan sebagai bahan tambah alternatif dalam campuran aspal untuk meningkatkan kinerja perkerasan jalan.
Asesmen Model dan Struktur Rumah Prafabrikasi Tahan Gempa Untuk Korban Bencana Indonesia Mulyadi Mulyadi; Sheila Hani
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 4 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v4i1.394

Abstract

Indonesia is highly vulnerable to natural disasters, particularly earthquakes, tsunamis, and landslides, which frequently cause severe infrastructural damage and widespread displacement. The provision of post-disaster emergency housing is often constrained by time limitations, budget constraints, and construction standards. This study assesses whether earthquake-resistant prefabricated houses produced by Kinghouse Modular House Technology Co., Ltd., Guangzhou, China, are suitable for Indonesia’s geographical and social conditions and its building standards (SNI 1726:2019). The methodology encompasses coordination, literature reviews, direct observation of the production process, technical analysis of design and structure, and the formulation of adaptation recommendations. The assessment results indicate that the Kinghouse modular house—utilizing a galvanized C-channel steel frame, EPS sandwich panels, bolted connections, and anti-corrosive roofing—offers key advantages, including a lightweight structure and ease of assembly, making it highly feasible for implementation in disaster-prone areas. The primary recommendations include design modifications to align with national standards, material adjustments for tropical climates, and the development of multifunctional modular units. This study provides technical and strategic contributions for the government, industry, and the community in procuring rapid, safe, and sustainable post-disaster housing.