Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Batu Bara Terhadap Aspal Minyak Untuk Perkerasan Jalan AC-BC Happy Karunia Putra Baene; Sheila Hani; Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan batu bara terhadap karakteristik campuran aspal beton lapis antara (Asphalt Concrete – Binder Course/AC-BC). Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan menggunakan metode Marshall untuk mengevaluasi parameter kinerja campuran. Variasi kadar batu bara yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8% terhadap berat filler. Parameter yang diuji meliputi stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan batu bara memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik campuran AC-BC. Nilai stabilitas mengalami peningkatan hingga mencapai nilai optimum pada kadar 4% sebesar 1500 kg, kemudian mengalami penurunan pada kadar yang lebih tinggi. Nilai flow cenderung menurun seiring bertambahnya kadar batu bara, yang menunjukkan peningkatan kekakuan campuran. Sementara itu, nilai VIM dan VMA mengalami penurunan, sedangkan nilai VFA mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil analisis, kadar batu bara optimum yang direkomendasikan adalah sebesar 4%, karena memberikan keseimbangan terbaik antara stabilitas dan fleksibilitas serta memenuhi spesifikasi teknis yang berlaku. Dengan demikian, batu bara berpotensi digunakan sebagai bahan tambah alternatif dalam campuran aspal untuk meningkatkan kinerja perkerasan jalan.
SOSIALISASI PERATURAN MENTERI PUPR TERKAIT SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) NOMOR 10 TAHUN 2021 PADA PAKET PEKERJAAN REVITALISASI STADION TELADAN MEDAN Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis; Alexander Tuahta Sihombing; Fithriyah Patriotika; Mei Brilian Harefa
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.469

Abstract

Keselamatan kerja merupakan aspek fundamental dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja dan kerugian material yang tinggi. Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 menetapkan Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sebagai kerangka kerja wajib dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Artikel ini membahas kegiatan sosialisasi Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 pada Paket Pekerjaan Revitalisasi Stadion Teladan Medan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemangku kepentingan proyek, meliputi kontraktor, konsultan pengawas, manajemen proyek, dan tenaga kerja, dalam penerapan SMKK di lapangan. Metode kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, telaah dokumen SMKK, diskusi evaluatif, serta pemantauan implementasi keselamatan konstruksi secara langsung. Hasil sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip, komponen, dan mekanisme pelaksanaan SMKK, meskipun masih ditemukan beberapa kekurangan dalam konsistensi dokumentasi dan pelaporan implementasi di lapangan. Secara umum, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta mendukung pelaksanaan proyek revitalisasi stadion yang aman, efisien, berkualitas, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (Smkk) Nomor 10 Tahun 2021 Pada Proyek Pekerjaan Medan Islamic Center Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis; Mei Brilian Harefa
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i1.474

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) menjadi faktor penting dalam setiap proyek konstruksi, termasuk pembangunan Medan Islamic Center. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 10 Tahun 2021 bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memastikan proyek berjalan sesuai standar keselamatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan studi lapangan pada proyek pembangunan Medan Islamic Center. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMKK, meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, pelatihan pekerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prosedur darurat, mampu menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan kesadaran keselamatan pekerja. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, seperti kepatuhan pekerja terhadap prosedur dan keterbatasan pengawasan. Implementasi SMKK yang konsisten menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pembangunan proyek Medan Islamic center.
Penyuluhan Perbaikan Jalan Rusak dan Saluran Drainase pada Jalan Penghubung di Desa Lantasan Baru Patumbak Deli Serdang Debby Endriani; Suranto Suranto; Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis; Ramadha Yanti Parinduri; Sri Handayani
Wahana Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/wahana.v5i1.1782

Abstract

Kondisi jalan penghubung dan saluran drainase merupakan unsur penting dalam mendukung mobilitas, keselamatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat desa. Desa Lantasan Baru, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, menghadapi persoalan kerusakan jalan berupa lubang, pengelupasan aspal, dan genangan air akibat saluran drainase yang tidak berfungsi secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan mengenai perbaikan jalan rusak, penanganan tanah dasar, penentuan prioritas perbaikan, dan normalisasi saluran drainase pada jalan penghubung desa. Metode kegiatan meliputi observasi lokasi, pemetaan titik lokasi pengabdian, koordinasi dengan perangkat desa, penyuluhan teknis, diskusi partisipatif, serta penyusunan rekomendasi perbaikan secara bertahap. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dan perangkat desa memiliki respons positif terhadap rencana perbaikan berbasis skala prioritas, terutama pada titik kerusakan di Dusun 1, Dusun 2, dan Dusun 3. Kegiatan ini menghasilkan pemahaman awal mengenai pentingnya pemeliharaan drainase, perbaikan tanah dasar, dan penggunaan material lokal/ekonomis sebagai alternatif penanganan jalan desa secara swadaya dan berkelanjutan.
SOSIALISASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TKDN PRODUK BARANG DAN JASA DI RUSUN POLDA, SAMPALI, KOTA MEDAN Diana Suita; Liza Fitriana; Haida Dafitri; Johan Oberlyn Simanjuntak; Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis; Simon Petrus Simorangkir
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/hjd76420

Abstract

Tujuan pengabdian kali ini yang membahas tentang TKDN.TKDN adalah tingkat komponen dalam negeri, dimana ini untuk produk barang dan jasa di bidang konstruksi. Adapaun tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah : 1) Mendapatkan pemahaman mengenai filosofi dan tujuan ketentuan TKDN 2) Mengetahui prinsip dasar mengenai TKDN dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. 3)Mampu mengidentifikasi komponen biaya dalam penghitungan TKDN. 4) Memahami tata cara penghitungan TKDN.Seperti  diketahui tingkat komponen dalam negeri besarnya komponen dalam negeri pada barang dan jasa dan gabungan barang dan jasa sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI NO.16/M─IND/PER/2/2011.Hal ini berkaitan dibidang proyek konstruksi (gedung, jalan, irigasi, kereta api dll)  tentang kewajiban beli produk dalam negeri. Adapun implementasi kebijakan TKDN pada pengadaan barang dan jasa antara lain : perencanaan, persiapan, tender, pelaksanaan pekerjaan serta serah terima.
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi Pada Pekerjaan Pembangunan Medan Islamic Center Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis; Mei Brilian Harefa; Fithriyah Patriotika
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i2.1999

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam proyek konstruksi untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 pada proyek pembangunan Medan Islamic Center. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SMKK telah dilakukan melalui identifikasi bahaya, penilaian risiko, pelatihan keselamatan, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta penyusunan prosedur tanggap darurat. Penerapan tersebut mampu meningkatkan kesadaran keselamatan dan menekan potensi kecelakaan kerja. Namun, masih ditemukan kendala berupa rendahnya kepatuhan sebagian pekerja dan keterbatasan pengawasan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas penerapan SMKK pada proyek konstruksi berskala besar.   Occupational Safety and Health (OSH) is a crucial aspect of construction projects to minimize accident risks and ensure the smooth execution of project activities. This study aims to analyze the implementation of the Construction Safety Management System (CSMS) based on the Regulation of the Minister of Public Works and Housing (PUPR) Number 10 of 2021 in the Medan Islamic Center construction project. The study employed a descriptive qualitative approach through field research, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that the implementation of CSMS has been carried out through hazard identification, risk assessment, safety training, the use of personal protective equipment (PPE), and the establishment of emergency response procedures. These measures have contributed to increasing workers' safety awareness and reducing the potential for workplace accidents. However, several challenges remain, including low compliance among some workers and limited supervision. This study provides practical implications as an evaluation framework for improving the effectiveness of CSMS implementation in large-scale construction projects.