Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : chemical engineering journal storage cejs

Pengaruh waktu dan konsentrasi asap cair terhadap daya tahan ikan tuna Nia Sagita Lestari; Novi Sylvia; Sulhatun Sulhatun; Syamsul Bahri; Meriatna Meriatna; Fikri Hasfita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6593

Abstract

Penelitian ini memaparkan tentang pemanfaatan asap cair dalam pengawetan pada ikan tuna sebagai umber protein baru. Dimana protein merupakan salah satu unsur yang paling penting bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan konsentrasi asap cair terhadap kuantitas protein dari daging ikan tuna dengan menggunakan proses pengawetan. Adapun prosedur penelitian yang dilakukan meliputi tahap persiapan bahan baku dilakukan dengan membuang kotoran dari daging dan dikecilkan ukurannya elanjutnya direndam dengan air bersih dan di cuci dengan berih. Proses pengawet di lakukan dengan cara merendam ikan ke dalam asap cair dan di tiriskan selama 15 menit dengan konsentrasi berbeda. Adapun tahap analisa yang dilakukan meliputi: analisa kadar protein dan uji organoleptic. Untuk analisa kadar protein meliputi tahap destruksi, destilasi dan titrasi. Sehingga dapat diketahui hasil yang relatif baik diperoleh pada konsentrasi 100 % yaitu 24,1 %.
Permodelan Aplikasi Kontrol PID-Temperatur Kontrol Pada Desuperheater (Bh-1074) Pada PT – Pupuk Iskandar Muda Dengan Menggunakan Metode Response Surface Methodology Monika Ramazela; Nasrul ZA; Fahirul Muhar; Azhari Azhari; Novi Sylvia; Fikri Hasfita; Raudhatul Ulfa; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7957

Abstract

PID merupakan salah satu metode kendali dengan tiga buah parameter, P (proportional) yang berfungsi untuk memberikan respon sistem, I (integral) yang berfungsi untuk mengkoreksi dan mereduksi offset dan D (derivatif) yang berfungsi untuk mereduksi overshoot. Desuperheater digunakan untuk melakukan proses desuperheating yaitu menurunkan suhu superheat dan mengembalikan uap ke keadaan jenuh serta meningkatkan Yield H2O dalam kondisi gas. Metodologi penelitian ini adalah membuat Model steady state Desuperheater sesuai dengan data yang diperoleh di PT.Pupuk Iskandar Muda. Setelah model steady state diperoleh maka model tersebut diubah menjadi model dynamic dengan cara ditambahkan temperatur kontrol valve pada bagian yang ingin dikontrol. Kemudian pasang kontrol yang diinginkan dalam plant tersebut didalam Aspen hysys. Setelah itu melakukan tunning terhadap parameter Kc, Ti dan Td dengan cara memberikan gangguan pada set point dan melakukan analisa terhadap hasil yang diperoleh mengguakan Response Surface Methodology (RSM). Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan waktu respon tercepat terhadap gangguan temperatur pada nilai Kc, Ti dan Td terbaik. Hasil respon tercapat didapatkan pada nilai Kc 3,69; nilai Ti 0,0269 dan nilai Td 0,0015 dengan waktu 17.4921 detik.
Potensi Getah Pohon Pisang Dan Tepung Ketan Sebagai Perekat Dari Biobriket Serbuk Gergaji Kayu Jati: Analisis Kualitas Biobriket dari Serbuk Gergaji Kayu Jati dengan Perekat Getah Pohon Pisang dan Tepung Ketan Fikri Hasfita; Devi, Sri Marlia; Novi Sylvia; Ishak Ibrahim; Jalaluddin; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.22496

Abstract

Biobriket merupakan bahan bakar padat yang berasal dari bahan organik yang telah dipadatkan, dan berfungsi sebagai pengganti bahan bakar konvensional seperti batu bara atau kayu bakar dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perbandingan perekat (getah pohon pisang : tepung ketan) 1:1, 1:2 dan 2:1 dengan persentase perekat 20%, 30%, 40% 50% dan 60% terhadap karakteristik biobriket dengan menganalisis kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku 100 gram, perbandingan perekat 1:2 dengan komposisi perekat 40% menunjukkan performa terbaik dengan kadar air terendah yaitu 3,662%, kadar abu terendah yaitu 1,515%, kadar zat menguap terendah yaitu 4,704%, kadar karbon terikat tertinggi yaitu 90,119% dan nilai kalor tertinggi yaitu 6784,691 kal/gr. Karakteristik biobriket dari serbuk gergaji kayu jati sudah sesuai standar SNI 01-6235-2000. Kata kunci: Bioriket, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat dan nilai kalor.
Analisa Pengaruh Konsentrasi Pelarut Dan Suhu Ekstraksi Terhadap karakteristik Pektin Dari Jeruk Bali (Citrus maxima) Nanda Aulia Risma; Agam Muarif; Sulhatun Sulhatun; Fikri Hasfita; Wusnah Wusnah
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.22372

Abstract

Pektin merupakan asam poligalakturonat yang berbentuk rantai panjang dan tidak bercabang serta memiliki gugus metil ester. Pektin membentuk koloid dan gel dalam larutan sehingga dapat digunakan sebagai penstabil dalam industri farmasi dan makanan. Kebutuhan pektin di Indonesia cenderung mengalami peningkatan di setiap tahun. Jeruk bali merupakan tanaman buah yang mengandung banyak komponen nutrisi yang terkandung didalamnya. Sebagian besar komponen jeruk bali terletak dalam kulitnya, diantaranya terdapat senyawa alkaloid, flavonoid, likopen, vitamin C, serta yang paling dominan adalah pektin dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi dan konsentrasi pelarut terhadap pektin yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut HCl lalu dilakukan pengendapan pektin dengan menambahkan etanol 96% kedalam filtrat pektin dengan perbandingan 1:1 dan didiamkan selama 24 jam, kemudian endapan dicuci menggunakan etanol 96% untuk menghilangkan sisa asam dan dikeringkan dalam oven pada suhu 50oC selama 5 jam untuk mendapatkan pektin kering. Variabel tetap dalam penelitian ini adalah berat bubuk sampel 10 gram dan volume pelarut 250 ml. Varibel bebas dalam penelitian ini yaitu konsentrasi pelarut 0,1N, 0,15N, 0,2N, dan 0,25N dan suhu 60oC, 70oC, 80oC dan 90oC. Karakteristik yang dianalisa adalah yield, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar galakturonat, derajat esterifikasi dan uji FTIR. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi pelarut dan suhu ekstraksi sangat berpengaruh terhadap hasil pektin yang didapatkan. Semakin tinggi konsentrasi pelarut dan suhu ekstraksi maka hasil rendemen, kadar metoksil dan kadar galakturonat akan semakin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pektin dengan yield tertinggi 18,8%, kadar air terendah 5,20%, kadar metoksil tertiggi 8,618%, dan kadar galakturonat tertinggi 78,848%. Kata Kunci : Asam Klorida, Ekstraksi, Pektin, Kulit Jeruk Bali, dan Suhu
Ekstraksi Minyak Atsiri dari Kulit Durian (Durio Zibethinus) Dengan Menggunakan Pelarut Etil Asetat Syarbaini Ginting; Leni Maulinda; Fikri Hasfita; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23989

Abstract

Permasalahan limbah kulit durian ( Durio zibethinus ) yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal mendorong dilakukannya penelitian untuk mengekstraksi kandungan minyak atsiri sebagai bahan baku potensial dalam industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu distilasi dan rasio bahan terhadap pelarutan terhadap karakteristik minyak atsiri yang dihasilkan. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks memakai pelarut etil asetat pada suhu tetap 80°C, dengan variasi waktu distilasi 5, 10, 15, 20, dan 25 menit, serta rasio bahan terhadap pelarut 1:8, 1:9, 1:10, 1:11, dan 1:12. Parameter yang dijelaskan meliputi rendemen ( rendemen ), densitas, viskositas, serta identifikasi senyawa kimia menggunakan Fourier Transform Inframerah (FTIR) dan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada waktu distilasi 25 menit dan rasio bahan terhadap pelarut 1:12 , menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 8,90% , densitas sebesar 1,03 g/ml , dan viskositas sebesar 4,42 mPa·s. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O–H, C–H, dan C=O yang merupakan karakteristik senyawa minyak atsiri. Sementara itu, GC-MS mendeteksi senyawa dominan seperti B e Benzene, 1,2,4-trimethyl- , 9-Octadecenoic acid (Z)-, methyl ester , dan Hexadecanoic acid, methyl ester yang merupakan turunan senyawa aromatik dan asam lemak ester yang umum ditemukan dalam minyak atsiri dengan potensi aktivitas biologis seperti antibakteri dan antioksidan. Berdasarkan hasil tersebut, kulit durian memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif dalam produksi minyak atsiri untuk aplikasi industri ramah lingkungan.