Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Warta Pengabdian

Pembentukan Perawat Cilik (PERCIL) Sebagai Pionir Terdepan Guna Pencapaian Program Indonesia Sehat Cerdas Haswita Wawan; Firdawsyi Nuzula
Warta Pengabdian Vol 12 No 4 (2018): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v12i4.8720

Abstract

Pembentukan Percil (perawat cilik) merupakan pendidikan kesehatan terutama mengenai pemahaman dan kesadaran akan kesehatan sejak dini. Anak usia dini sangat membutuhkan perawatan kesehatan dan memerlukan pengawasan kesehatan yang teratur agar dapat mendukung proses tumbuh kembang anak dengan baik serta menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah 1) pentingnya hidup bersih dan sehat bagi diri sendiri maupun orang lain, 2) keterampilan dalam upaya pelayanan yaitu cara-cara melakukan pertolongan pertama secara sederhana, 3) sebagai teladan, penggerak dan pendorong untuk senantiasa hidup bersih sehat. Sasaran Pengabdian kepada Masyarakat adalah kelompok siswa Taman Kanak – Kanak yaitu (1) anak yang dapat berkomunikasi dengan baik, 2) anak –anak yang sukarela ingin menjadi perawat cilik, 3) guru sebagai penganggung jawab UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Metode Pengabdian kepada Masyarakat adalah bekerjasama dengan IGTKI Kecamatan Kalibaru yang sangat berperan dalam menginformasikan diadakannya Pengabdian Kepada Masyarakat tentang Percil (Perawat Cilik), kemudian tindak lajut kepada kepala sekolah TK Aisyiah Bustanul Athfal dan TK Nurul Husada. Sosialisasi pada mahasiswa yang ikut terlibat dalam acara ini. Pelatihan pada siswa-siswi yang didampingi oleh guru penanggung jawab UKS dari masing-masing sekolah tentang pentingnya hidup bersih dan sehat bagi diri sendiri maupun orang lain, keterampilan dalam upaya pelayanan kesehatan sederhana yaitu cara melakukan pertolongan pertama. Untuk menunjang keberhasilan acara ini, melibatkan orang tua siswa-siswa pada hari terakhir dilaksanakan pelatihan. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah 1) Peningkatan pengetahuan siswa tentang penerapan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), 2) Peningkatan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama secara sederhana, 3) Peningkatan pengetahuan orang tua siswa tentang penerapan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat harapannya semua sekolah Pendidikan Anak Usia Dini memiliki UKS dan pelayanan UKS berjalan secara optimal. Kata Kunci: Siswa, Perawat Cilik, Sehat dan Cerdas.
Training on Management of Choking on Palang Merah Remaja in Middle School 1 Genteng Rizki Yulia Purwitaningtya; Firdawsyi Nuzula; Siswoto Hadi Prayitno
Warta Pengabdian Vol 13 No 2 (2019): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v13i2.9836

Abstract

The Youth Red Cross (Palang Merah Remaja (PMR)) is a forum for fostering and developing Indonesian Red Cross (Palang Merah Indonesia (PMI)) youth members, PMR is one of PMI's strengths in carrying out humanitarian activities in the health sector. Various health problems that may occur anywhere and anytime that have fatal consequences such as choking can cause respiratory system disorders that can lead to death. The purpose of this activity is to increase the knowledge and management of PMR members in choking management. The method of this activity is to collaborate with the teacher of the Genteng 1 Public Middle School in informing the holding of Community Service about education and training in the management of choking, then follow-up to the principal of the Genteng 1 Public Middle School. Dissemination to students involved in training events. Training for students who are accompanied by PMR advisors about education and training in the management of choking. To support the success of this event, students were allowed to practice directly to the panthom and friends. The results of this activity showed an increase in knowledge about the management of 75% of choking with high expertise and increased ability (practice) in the control of 85% of choking with top practice ability. With this training, it is expected that all schools, especially PMR, will be able to carry out optimal handling of choking.