Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI MODIFIKASI LINGKUNGAN DALAM UPAYA MEMINIMALKAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI UPT PSTW JEMBER Nayla Justichi; Dwi Yunita Haryanti
ASSYIFA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/ajk.v4i2.229

Abstract

Older adults are at high risk of falls due to declining physical function and balance caused by intrinsic and extrinsic factors. Unsafe environmental conditions are among the major contributors to fall incidents. This study aimed to describe environmental modification strategies to minimize fall risk among older adults at UPT PSTW Jember. A descriptive case study was conducted on a 77-year-old female older adult with a high risk of falling. Data were collected through observation using the Home Safety Self-Assessment Tool (HSSAT), interviews, documentation, and field notes during four visits. Following environmental modifications, including the installation of handrails, use of anti-slip mats, facility arrangement, and safety education, the HSSAT score increased from 6 to 9. The participant also reported feeling safer during daily activities. Simple environmental modifications are effective in reducing fall risk among older adults and can be applied as a fall prevention strategy in nursing homes and home settings.
Team Communication and Patient Safety Event Reporting: A Cross-Sectional Study DWI YUNITA HARYANTI
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i2.4473

Abstract

Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu layanan rumah sakit yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya efektivitas komunikasi tim. Komunikasi yang baik mendorong keterbukaan, koordinasi, dan pelaporan insiden secara tepat waktu. Namun, penelitian yang secara spesifik mengkaji hubungan komunikasi tim dengan frekuensi pelaporan kejadian keselamatan pasien di tingkat unit keperawatan masih terbatas, terutama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap perawat di unit rawat inap rumah sakit. Instrumen yang digunakan adalah Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) versi 2.0 dari AHRQ, yang meliputi subdimensi Teamwork within Units dan Frequency of Events Reported dengan skala Likert 4 poin. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana setelah uji asumsi klasik terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi tim berpengaruh positif terhadap frekuensi pelaporan kejadian keselamatan pasien (B = 0,188; β = 0,179; p = 0,050). Meskipun hubungan tersebut bersifat marginal, arah korelasinya menunjukkan bahwa semakin efektif komunikasi dalam tim keperawatan, semakin meningkat kecenderungan pelaporan insiden keselamatan pasien. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi tim merupakan elemen penting dalam membangun budaya keselamatan pasien, namun efektivitasnya bergantung pada dukungan manajerial, kebijakan non-punitif, dan sistem pelaporan yang responsif. Komunikasi tim memiliki peran positif dalam meningkatkan frekuensi pelaporan kejadian keselamatan pasien. Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal atau intervensional disarankan untuk menguji hubungan kausal dan peran mediasi variabel organisasi dalam memperkuat budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Kata kunci: Budaya Keselamatan Pasien; Komunikasi Tim; Pelaporan Insiden; Perawat; Rumah Sakit
Hubungan Peer support dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Tingat III Baladhika Husada Jember Hendrik Yudi Widianto; Asmuji Asmuji; Dwi Yunita Haryanti
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Proceeding SEHATI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat pelaksana di ruang rawat inap memiliki tuntutan kerja tinggi yang dapat memicu stres kerja. Salah satu faktor yang diduga berperan menurunkan stres kerja adalah peer support melalui dukungan emosional, informasi, dan kerja sama tim. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan peer support dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional pada 52 responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Perceived Workplace Support Scale (PWSS) dan Expanded Nursing Stress Scale (ENSS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi sebesar p ≤ 0,05. Sebagian besar responden memiliki peer support kategori tinggi (59,6%) dan tingkat stres kerja kategori rendah (84,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan p-value 0,001 dengan koefisien korelasi -0,518, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan arah negatif dan kekuatan sedang antara peer support dan stres kerja perawat pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Semakin tinggi peer support, semakin rendah tingkat stres kerja perawat. Dukungan sejawat membantu perawat menghadapi tekanan kerja, meningkatkan kerja sama tim, dan memperkuat koping, sehingga rumah sakit perlu membangun lingkungan kerja yang suportif melalui komunikasi dan kolaborasi antar perawat.