Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STRATEGI MODIFIKASI LINGKUNGAN DALAM UPAYA MEMINIMALKAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI UPT PSTW JEMBER Nayla Justichi; Dwi Yunita Haryanti
ASSYIFA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/ajk.v4i2.229

Abstract

Older adults are at high risk of falls due to declining physical function and balance caused by intrinsic and extrinsic factors. Unsafe environmental conditions are among the major contributors to fall incidents. This study aimed to describe environmental modification strategies to minimize fall risk among older adults at UPT PSTW Jember. A descriptive case study was conducted on a 77-year-old female older adult with a high risk of falling. Data were collected through observation using the Home Safety Self-Assessment Tool (HSSAT), interviews, documentation, and field notes during four visits. Following environmental modifications, including the installation of handrails, use of anti-slip mats, facility arrangement, and safety education, the HSSAT score increased from 6 to 9. The participant also reported feeling safer during daily activities. Simple environmental modifications are effective in reducing fall risk among older adults and can be applied as a fall prevention strategy in nursing homes and home settings.
Team Communication and Patient Safety Event Reporting: A Cross-Sectional Study DWI YUNITA HARYANTI
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i2.4473

Abstract

Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu layanan rumah sakit yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya efektivitas komunikasi tim. Komunikasi yang baik mendorong keterbukaan, koordinasi, dan pelaporan insiden secara tepat waktu. Namun, penelitian yang secara spesifik mengkaji hubungan komunikasi tim dengan frekuensi pelaporan kejadian keselamatan pasien di tingkat unit keperawatan masih terbatas, terutama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap perawat di unit rawat inap rumah sakit. Instrumen yang digunakan adalah Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) versi 2.0 dari AHRQ, yang meliputi subdimensi Teamwork within Units dan Frequency of Events Reported dengan skala Likert 4 poin. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana setelah uji asumsi klasik terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi tim berpengaruh positif terhadap frekuensi pelaporan kejadian keselamatan pasien (B = 0,188; β = 0,179; p = 0,050). Meskipun hubungan tersebut bersifat marginal, arah korelasinya menunjukkan bahwa semakin efektif komunikasi dalam tim keperawatan, semakin meningkat kecenderungan pelaporan insiden keselamatan pasien. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi tim merupakan elemen penting dalam membangun budaya keselamatan pasien, namun efektivitasnya bergantung pada dukungan manajerial, kebijakan non-punitif, dan sistem pelaporan yang responsif. Komunikasi tim memiliki peran positif dalam meningkatkan frekuensi pelaporan kejadian keselamatan pasien. Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal atau intervensional disarankan untuk menguji hubungan kausal dan peran mediasi variabel organisasi dalam memperkuat budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Kata kunci: Budaya Keselamatan Pasien; Komunikasi Tim; Pelaporan Insiden; Perawat; Rumah Sakit
Hubungan Peer support dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Tingat III Baladhika Husada Jember Hendrik Yudi Widianto; Asmuji Asmuji; Dwi Yunita Haryanti
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Proceeding SEHATI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat pelaksana di ruang rawat inap memiliki tuntutan kerja tinggi yang dapat memicu stres kerja. Salah satu faktor yang diduga berperan menurunkan stres kerja adalah peer support melalui dukungan emosional, informasi, dan kerja sama tim. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan peer support dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional pada 52 responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Perceived Workplace Support Scale (PWSS) dan Expanded Nursing Stress Scale (ENSS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi sebesar p ≤ 0,05. Sebagian besar responden memiliki peer support kategori tinggi (59,6%) dan tingkat stres kerja kategori rendah (84,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan p-value 0,001 dengan koefisien korelasi -0,518, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan arah negatif dan kekuatan sedang antara peer support dan stres kerja perawat pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Semakin tinggi peer support, semakin rendah tingkat stres kerja perawat. Dukungan sejawat membantu perawat menghadapi tekanan kerja, meningkatkan kerja sama tim, dan memperkuat koping, sehingga rumah sakit perlu membangun lingkungan kerja yang suportif melalui komunikasi dan kolaborasi antar perawat.
Empowering Teratai 49 As-Sakinah Elderly Health Post Management Toward Healthy Independent And Prosperous Seniors Ulya Anisatur Rosyidah; Dwi Yunita Haryanti; Juariyah Juariyah; Nely Ana Mufarida
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2026): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/transformasi.v6i2.40189

Abstract

The increasing elderly population in Indonesia necessitates strengthening community-based health services through enhancing the capacity of elderly integrated health post (Posyandu Lansia) management. The Teratai 49 As-Sakinah Elderly Integrated Health Post in Cakru Village continues to face challenges in program management, coordination among administrators, and the development of sustainable activity plans. This community service program aimed to empower the administrators of the Elderly Integrated Health Post through an integrated empowerment model consisting of health education, training, continuous mentoring, organizational management strengthening, and cross-sector collaboration to improve the quality of health services for older adults. The program was conducted from June to August 2025 and involved 10 administrators of the Elderly Integrated Health Post. Program evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure knowledge improvement, observational checklists to assess practical skills, and monitoring of elderly participation before and after the intervention. The results demonstrated that the mean knowledge score increased from 50.9 to 85.3, representing a 67.6% improvement with a normalized gain (N-gain) score of 0.70 (high category). In addition, the number of active elderly participants increased from 28 to 41 individuals, while attendance rates improved from 55% to 85%. The success of the program was supported by a participatory approach, continuous mentoring, and collaboration among the Elderly Integrated Health Post administrators, the village government, and the community health center (Puskesmas). This program contributed to strengthening the capacity of the Elderly Integrated Health Post administrators in managing community-based elderly health services and produced an empowerment model with the potential to be replicated in other Elderly Integrated Health Posts to support healthy, independent, and prosperous ageing.
Asuhan Keperawatan pada Pasien yang Mengalami Tetanus dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Ruang Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Koesnadi Bondowoso Rahmawati Catur Agustini; Dwi Yunita Haryanti
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.34

Abstract

Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Clostridium Tetani merupakan bakteri yang memproduksi eksotoksin dan tetanospamin. Penyakit ini menyebabkan kontraksi khususnya pada rahang dan otot leher, umumnya dikenal sebagai kejang mulut. Metode Penelitian: Studi kasus pada 2 klien yang mengalami Tetanus yang dilakukan pada bulan Februari 2023, pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, serta studi dokumentasi pasien. Hasil: Terdapat kesamaan pada pengkajian, analisa data, diagnosa, intervensi, serta implementasi pada pasien, namun terdapat perbedaan pada evaluasi yang menyesuaikan dengan kondisi pasien. Kesimpulan: Asuhan Keperawatan yang diberikan pada klien 1 dan 2 permasalahan keperawatannya teratasi dan teratasi sebagian. Dengan begitu, perawat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pemberian edukasi melakukan mobillitas fisik untuk mengurangi kekakuan sendi.
Asuhan Keperawatan Pasien yang Mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan Pola Nafas Tidak Efektif di Ruang Melati RSD Balung Jember Intan Isnaini Agustina; Dwi Yunita Haryanti
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.35

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit yang menyerang pernafasan sehingga terjadi sesak nafas, dapat ditandai dengan obstruksi jalan nafas yang buruk, sehingga menyebabkan terjadinya penyempitan pada saluran pernafasan sehingga penderita mengalami sesak nafas. Studi kasus ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami PPOK dengan pola nafas tidak efektif di ruang Melati RSD Balung Jember. Metode Penelitian : studi kasus pada 2 klien yang mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kroni, yang dilakukan pada bulan Oktober 2022, pengumpulan data menggunakan metode wa-wancara, observasi, pemeriksaan fisik serta studi dokumentasi. Pengkajian yang dil-akukan pada pasien 1 dan 2 didapatkan keluhan yang sama berupa sesak nafas, disertai batuk dan pada pemeriksaan fisik didapatkan suara nafas tambahan berupa wheezing. Diagnosis keperawatan yang muncul berupa pola nafas tidak efektif yang berhubungan dengan sumbatan jalan nafas. Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah mempo-sisikan pasien semi fowler dan mengajarkan batuk efektif selama 3x24 jam, didapatkan hasil sesak nafas dan batuk berkurang. Kesimpulan : Asuhan keperawatan pada klien yang mengalami PPOK dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif yang berhubungan sumbatan jalan nafas pada kedua klien teratasi Sebagian. Perawat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pemberian posisi semi fowler dan batuk efektif sebagai penatalaksanaan awal untuk mengurangi sesak dan batuk.
Asuhan Keperawatan Pasien yang Mengalami Tetanus dengan Defisit Perawatan Diri di Rumah Sakit Umum dr. H. Koesnadi Bondowoso Sinta Aprilia Saputri; Dwi Yunita Haryanti
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.36

Abstract

Tetanus adalah penyakit yang menyerang system saraf pusat dan disebabkan oleh toksin tetanospasmin yang dihasilkan oleh bakteri tetanus (Bachilus Tetani). Penyakit ini terjadi ketika bakteri tetanus masuk kedalam tubuh melalui luka, gigitan serangga, infeksi gigi, infeksi telinga, luka tusukan atau pemotongan tali pusar. Bakteri ini berkembang biak didalam tubuh dan menghasilkan endotoksin seperti tetanospasmin. Studi kasus ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami Tetanus dengan defisit perawatan diri di ruang Dahlia RSUD. dr. H. Koesnadi Bondowoso. Metode Penelitian: Studi kasus pada 2 klien yang mengalami Tetanus, yang dilakukan pada bulan Februari 2023, pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik serta studi dokumentasi. Hasil: Asuhan Keperawatan pada Pasien Tetanus dengan defisit perawatan diri untuk klien 1 dan klien 2 yang telah dilakukan pada bulan Februari 2023 di ruang Dahlia RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah melakukan personal hygine selama 3x24 jam, didapatkan kebersihan diri meningkat. Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada klien yang mengalami Tetanus dengan masalah keperawatan defisit keperawatan diri yang berhubungan dengan penurunan kesadaran pada kedua klien teratasi sebgian. Saran: Perawat memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang personal hygine dan oral hygine sebagai penatalaksanaan awal untuk meningkatkan kebersihan diri.
Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Tuberkulosis Paru dengan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas di Ruang Bougenvil RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso Sabrina Oktha Prilya; Dwi Yunita Haryanti
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.46

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru (TB) paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi perhatian global dengan berbagai upaya pengendalian dilakukan untuk mencegah insiden kematian akibat faktor yang dapat meningkatkan resiko dari penularan penyakit seperti tuberkulosis paru. Maraknya kemiskinan dan kurangnya pengetahuan mengenai gejala dan penularan berbagai macam penyakit juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko penularan penyakit seperti tuberkulosis paru. Tujuan : Pada studi kasus ini bertujuan untuk membahas mengenai masalah asuhan keperawatan pada klien yang mengalami tuberkulosis paru dengan ketidakefektifan bersihan jalan nafas di ruang Bougenvil RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Metode penelitian : Menggunakan metode studi kasus, yang dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2023, terdapat 2 klien yang mengalami penyakit tuberkulosis, data tersebut didapatkan menggunakan metode,wawancara, observasi, pemeriksaan fisik serta studi dokumentasi. Hasil : Pengkajian yang dilakukan pada pasien 1 dan 2 didapatkan keluhan yang sama berupa sesak nafas, disertai batuk dan didapatkan suara nafas tambahan berupa ronchi. Diagnosis keperawatan yang muncul berupa bersihan jalan nafas tidak efektif yang berhubungan dengan hambatan upaya nafas, menggunakan manajemen jalan nafas dengan diberikannya teknik fisioterapi dada. Kesimpulan : Didapat dari hasil studi kasus ini adalah asuhan keperawatan yang tepat dapat membantu menyelesaikan masalah klien dalam menghadapi penyakit tuberkulosis paru dengan ketidakefektifan bersihan jalan nafas.
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Minat Kunjungan Ulang pada Pasien Tuberculosis Rawat Jalan di Puskesmas Mayang Mochammad Wafi Rizqulloh; Asmuji Asmuji; Dwi Yunita Haryanti
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.71

Abstract

Puskesmas adalah salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menyelenggarakan kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah bertujuan mensejahterahkan kehidupan masyarakat dengan memperhatikan kesehatannya. Terutama pada pasien tuberculosis yang dimana pasien tuberculosis tersebut membutuhkan waktu pengobatan kurang lebih selama 6 bulan secara rutin. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien tuberculosis rawat jalan di Puskesmas Mayang sebanyak 92 orang, Sampel yang digunakan sebanyak 75 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode quota sampling. In-strument yang digunakan adalah kuesioner mutu pelayanan dan minat kunjungan ulang. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Tingkat signifikan 5% (0,05) hasil uji statistik rank spearman rho, yakni sig (0,003) < 0,05 dengan nilai r 0,340 dengan kekuatan hubungan cukup kuat, maka H1 diterima. Artinya terdapat hubungan mutu pelayanan dengan minat kunjungan ulang pada pasien tuberculosis rawat jalan di Puskesmas Mayang. Analisis: Tingkat mutu pelayanan pada pasien tuberculosis rawat jalan di Puskesmas Mayang berada pada tingkat cukup bermutu sebanyak 45 responden (60%) dan minat kunjungan ulang berada pada kategori berminat sebanyak 38 responden (50,7%). Diskusi: Penelitian ini diharapkan sebagai cara altenatif tenaga kesehatan disuatu layanan kesehatan untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif pada permasalahan yang berhubungan dengan mutu pe-layanan dan akan berpengaruh pada minat kunjungan ulang pasien.